Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
151. Kabar Bahagia


__ADS_3

"Sayaaaang aku mohon,aku mohon tetaplah bertahan."Pekik Arjuna sambil terus mengusap pipi dan memeluk tubuh mungil itu.Dadanya terasa sesak menahan kepedihan yang tidak bisa ia luapkan.Air matanya mulai membasahi pipinya tanpa ia sadari.


"Tuan kita sudah sampai dirumah sakit".Kata pilot yang ada di dalam helikopter bersama mereka.Helikopter pun melandas diatas gedung rumah sakit.


Dengan sigap para perawat dan dokter sudah menunggu disana untuk membantu Embun yang sedang tidak sadarkan diri.Mereka pun membawa Embun menuju ruang gawat darurat untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.Arjuna pun ikut mendorong brangkat bersama para medis.


"Tuan mohon untuk tunggu diluar,kami akan segera melakukan pemeriksaan pada istri tuan."Kata salah seorang dokter yang berjaga disana.


Arjuna dengan berat hati pun mengangguk dan memundurkan tubuhnya untuk menjauh dari tirai dimana Embun ada dibalik tirai itu.


"Triiing....triiing...!!!!"Suara dering ponsel Arjuna pun berdering.


"Kurang ajar kamu ya...!!! kenapa kamu tidak bilang kalau anak mama diculik,haaaa...!!!Awas kalau terjadi dengan anak ku akan ku habisi kamu".Pekik Wike diseberang sana.Arjuna yang mendengar omelan mamanya hanya menelan slavinanya kasar sambil menjauhkan ponselnya dari telinganya.


"Mama....!!! tenang,Embun sedang diperiksa dokter".Kata Arjuna menenangkan mamanya.


"Kamu berjanji akan menjaganya tapi kenapa bisa seperti itu?"Pekik wike lagi kesal sambil sesenggukan diseberang sana.


"Maaa,maafkan Juna,ini salah Juna maaa...Maafkan jun..naa...!"Hiks hiks hiks".Juna begitu takut kehilangan Embun maaa!".Kata Arjuna lirih sambil menahan sesak didadanya dan suaranya terbatah saat mengatakan penyesalan pada ibunya.Arjuna merasa bersalah karena lengah menjaga wanitanya.


"Semoga Embun baik baik saja.Sayang...mama mohon jaga Embun untuk mama dan Arsy.Mama mau kamu berjanji sekali lagi".Kata Wike dengan suara bergetar.


"Tuan Arjunaaa....!!!"Panggil dokter pada Arjuna.


"Ba baik maaa.Juna janji,Sebentar maa dokter memanggil.Kata Arjuna lalu mematikan ponselnya.


"Bagaimana keadaan istri saya dokter?"Tanya Arjuna dengan sorot mata penuh kekhawatiran.


"Tuan sepertinya istri tuan sangat kelelahan dan Saat ink Istri tuan sedang hamil.Kehamilannya memasuki usia 3 minggu".Kata dokter menjelaskan.


Arjuna mendengar itu pun tidak percaya.Tubuhnya seakan tersambar petir disiang hari.Arjuna tidak bisa berkata² jantungnya seakan terjatuh dari tempatnya.


Entah dia harus bahagia atau apa dia tidak tahu dengan kabar itu.

__ADS_1


Arjuna berjalan gontai menuju kearah wanita yang sedang terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit.Wajahnya yang pucat membuat Arjuna merasa nyeri didadanya.


"Dokter bagaimana dengan kehamilan istri saya?"Tanya Arjuna dengan lirih lalu menatap dalam wajah tirus nan pucat itu.


"Saat ini masih baik² saja.Semoga kedepannya juga baik karena untuk mengetahui lebih lanjut harus dilakukan pemeriksaan USG.Sepertinya istri tuan sangat kuat dan janinnya juga sangat kuat.Dilihat dari keadaan ibunya yang kurang asupan makanan dan minum tapi janin itu masih sangat kuat bertahan."Kata dokter menjelaskan.


Tanpa aba² ait mata Arjuna membanjiri pipinya.Dadanya terasa sangat sakit mendengar perkataan dokter seperti itu.Perasaan bersalahnya semakin menjadi mendengar calon bayi dan istrinya tersiksa.Taruma masa lalunya pun seketika memudar mendengar penjelasan dokter kalau janin dan ibunya sangat kuat.


Arjuna menghambur sambil memeluk erat tubuh mungil itu dan mengelus perut yang masih rata milik istrinya itu.Tanpa Arjuna sadari ait matanya terjatuh dan mengenai pipi Embun.Embun dengan berlahan membuka matanya dan tersenyum memandang Arjuna.


Sayang....maafkan kakak,aku mohon maafkan kakak!!"Kata yang terus terucap dari mulut Arjuna.Embun hanya menggelang lemah dan mengusap lembut pipi Arjuna.


"Sayang Embun baik² saja.Kata dokter Embun sedang mengandung apa itu benar?"Tanya Embun lemah.Arjuna mengangguk sambil terus mengecup tangan Embun dan masih dengan mata yang basah.


"Sayang maaf Embun karena Embun teledor karena lupa minum...!!"Kata Embun tiba² terhenti.


"Sssuuuttt...!!!"Sayang kakak yang minta maaf karena Egois.Maafkan kakak sayang maaf."Kata Arjuna lagi sambil sesenggukan menangis dihadapan Embun dengan merasa bersalah dan berdosa.


Triiing...triiing..triiing...!!!'


"Tuan,Rico sudah tertangkap dan sekarang dia berada ditahanan Polres."Kata Rahmad diseberng sana.


Arjuna mendengar nama Rico mulai mendidih darah dikepalanya dan tampak ia mengetatkan rahangnya kesal.


"Okay kamu urus semua sampai tuntas.Saya sedang bersama istri saya".Kata Arjuna pada Rahmad.Arjuna pun mematikan ponselnya.


Akhirnya Embun pun diperbolehkan pulang oleh dokter untuk berobat jalan saja.Setelah mendapat penanganan medis Embun sudah mulai membaik dari sebelumnya.


Mansion


"Maaamaaaa....."!!!.Pekik Arsy berlari menuju Embun yang sedang berjalan lemah.


"Nak,kamu baik² saja".Tanya Hasan pada Embun.Embun hanya tersenyum dan mengangguk lemah.

__ADS_1


"Mama maafkan Arsy yaaaa.Semua gara² arsy."Kata Arsy tiba² menangis menyesal.


"Suuuutttt...!!"Sayang tidak.Arsy tidak salah ini semua musibah".Kata Embun memeluk erat bocah gembul itu.


"Ayah....Embun ada kabar baik,Selamat ayah akan menjadi kakek".Kata Embun sambil tersenyum lalu menatap wajah Arjuna.Arjuna pun ikit tersenyum sambil merapatkan pinggang ramping itu dengan melingkarkan tangannya ke pinggang wanita mungil itu.


"Apaaa....ayah tidak salah dengarkan?Ya Allah ini sangat sangaat...!!"Kata Hasan tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena merasa bahagia dan haru.Ia pun sambil menahan air matanya dan memeluk anak sematawayangnya itu.


"Putri kesayangan ayah.Selamat sayang ayah sangat bahagia".Kata Hasan terharu.


Arjuna pun membantu Embun untuk menaiki tangga menuju kamarnya dan ia pun menggendong Embun dengan kedua tanganya.


"Sayang kamu harus berhati² dan jangan terlalu capek.Kakak tidak mau kamu kenapa- napa lagi".Kata Arjuna sambil meletakkan tubuh mungil itu diatas tempat tidur.


Arjuna pun duduk dan mengusap anak rambut Embun dengan tatapan senduh penuh cinta.Embun pun menatap dalam ke netra coklat itu.Entah kenapa jantungnya mulai berdegup kencang dan darahnya mulai berdesir dan memanas hingga keseluruh tubuhnya.


Embun menelan selavinanya kasar saat menatap bibir Arjuna yang menggoda.Arjuna tersenyum lalu mengecup kening Embun dan beranjak untuk mengambil obat milik Embun.Namun Embun menahan Arjuna dengan mencekal jari lentik Arjuna yang seksi.


Arjuna meoleh kearah Embun dan menatap penuh tanya.


"Sayang,ada apa?"Kamu harus minum obat.Kakak ambilkan obat ya untuk kamu".Kata Arjuna tersenyum.


Lagi lagi senyum Arjuna seakan mematikan dan membuat sekujut tubuh Embun mamanas.Embun hanya terdiam tanpa kata,dalam hatinya berkata


"Aku sangat merindukan sentuhan mu kak!"Entah kenapa aku merindukan aroma tubuhmu".Gumam Embun menatap dengan tatapan merindu.


"Kakak....!!!"Kata Embun lembut.


"Iya sayang."Arjuna pun duduk kembali disamping Embun.Tiba² Embun menarik tangannya dan menjangkau kedua pipi Arjuna dan ******* bibir Arjuna dengan brutal.Arjuna membulatkan matanya dan terkejut dengan sikap tak biasa Embun.


Namun Arjuna menolak secara halus karena ia khawatir dengan keadaan Embun yang masih baru pulih.


"Sayang jangan sekarang bukannya ini terlalu dini?"Kata Arjuna dengan suara beratnya.

__ADS_1


"Tapi sayang,Embun yang tahu dengan tubuh Embun."Kata Embun menjawab dengan suara lirih.


"No...kakak tidak bisa melakukannya sekarang".Tolak Arjuna lagi.Itu membuat Embun mendengus dan berpaling membelakangi Arjuna dengan pura² memejamkan matanya.Arjuna pun tersenyum lalu mengecup puncak kepala Embun dengan lembut.


__ADS_2