
"Ayaaaaaaaaahhhh......!!!!".Embun berlari memeluk ayahnya karena takut.Tampak wajahnya pucat pasih bibirnya bergetar diiringi air matanya yang terus mengalir.Tubuhnya bergetar dan lututnya terasa lunglai melihat isi paket yang ada didepannya.
"Ayah Embun takut.Hiks hiks hiks....!!!"Embun membenamkan wajahnya di dada ayahnya.Hasan mendekati kotak itu dan melihat dengan matanya sendiri apa yang ada disana.
Hasan melihat ada sebuah gaun pengantin berwarna putih yang terkena bercak darah menodai gaun itu.Tampak bangkai tikus yang terpotong lehernya serta foto Arjuna yang dicoret dengan tanda silang.Ada sebuah kertas yang bertuliskan,
"Pengantinku...!!!"
"Tunggu aku menjemputmu"
"Yang mencintaimu".
Hasan membulatkan matanya sempurna karen terkejut melihat semua itu.
Hasan memeluk erat putri sematawayangnya sambil mengusap puncak kepalanya.Ada perasaan khawatir yang sangat mengganggu fikirannya.Hasan takut terjadi hal yang dapat melukai anaknya.
"Nak,siapa musuh mu?"Tanya Hasan pada Embun.
"Ayaaah....hikshikshiks,Embun enggak tahu ya..!! 3 hari yang lalu Embun diteror.Taa taaapiii hari ini hikshikshiks...!!! Embun takut yah".Kata Embun dengan isak tangisnya pecah dipelukan Ayahnya.
"Ayah Embun takut.....!!!!"Embun masih terus menangis dan ketakutan.Hasan pun bingung dengan semua yang terjadi.Ada rasa khawatir dihatinya saat mengingat Arjuna.
"Ayo telefon Arjuna apa dia baik² saja?"Kata Hasan sambil menatap wajah Embun.
"Enggak tahu ayah...!!!".Dengan cepat Embun pun menelfone Arjuna.
"Kakak dimana kak,hikshikshiks...!!!"Tangus Embun pecah saat menelfon Arjuna.
"Sayang kamu kenapa?kamu baik² saja kan?"Tanya Arjuna panik memdengar Embun menangis seperti itu.Hasan mengambil ponsel yang ada ditangan Embun dan berbicara pada Arjuna.
"Arjuna kamu dimana,bisa cepat datang kerumah..!!!Embun diteror dengan sebuah paket".Kata Hasan melalu sambungan telefon.
Beberapa menit kemudian Arjuna pun datang.Arjuna tampak berlari menuju rumah Embun.Arjuna masuk kekamar Embun.
"Sayang...!!!"Panggil Arjuna.
"Kakak....Embun takut..!!!"Katanya sambil menatap wajah Arjuna.Tangannya yang gemetar digenggam ayahnya untuk menenangkannya.
Arjuna mendekati isi paket itu dan tampak wajahnya tegang dan terkejut melihat itu.Arjuna mengusap wajahnya dengan kasar.Ada perasaan kesal yang menyelimuti hatinya.
"Hallo kantor polisi?Saya ingin melaporkan tindakan teror di perumahan Griya mersing jalan.Sawo No.28."
Okay terima kasih".Arjuna menelfon Polisi untuk membantu pencarian peneror Embun.
Wajah Embun memerah dan matanya sembab karena terus menangis ketakutan.Arjuna mendekati Embun dan memeluk keksihnya itu dengan cukup hangat dan penuh kasih sayang.
"Sayang kamu jangan khawatir ya! kakak ada disini untuk kamu."Kata Arjuna mencoba menenangkan Embun.
Tak lama Polisi tiba dan dengan cepat memeriksa TKP.Tampak polisi sibuk dengan memotret paket itu untuk dijadikan barang bukti.Polisi juga menyisir habis rumah Embun untuk mencari bukti lainnya.
"Pak,sana menemukan ini".Kata seorang polisi yang memeriksa lampu tidur Embun.
"Bukannya ini kamera pengintai".Kata salah satu ketua tim mereka.
Arjuna yang mendengar itu pun cukup terkejut.Embun dan Hasan sama terkejutnya saat mendengar ada kamera pengintai.Jantung Embun berdegup begitu kencang dan itu membuat dirinya semakin ketakutan.Tubuhnya berpeluh dan bergetar saat teringat apa yang sedang ia lakukan didalam kamarnya.
__ADS_1
"Bukannya lampu itu kamu membeli secara online?"Tanya Arjuna sambil menatap Embun mencari kebenaran.
"Iya kak,tapi kenapa bisa...???Kata Embun tidak bisa melanjutkan perkataanya.Tenggorokannya terasa tercekat.
"Astagah...!!! BRENGSEEEEKK...!!! Maki Arjuna kesal sambil mengusap wajahnya kasar.Lalu Arjuna merangkul Embun sambil terus menggenggam tangan
embun.Tak lupa ia mengecup puncak kepala Embun berkali kali.
"Maaf pak polisi...!!! jadi maksud bapak dia terus mengintai ku?Apa dia melihat semua kegiatan yang aku lakukan didalam kamar ini?"Tanya Embun dengan suara bergetar.
"Sepertinya seperti itu non.Kamera ini bisa dikoneksikan di smartphone atau di laptop."Kata Polisi itu.
"Astagah....hikshikshiks...!!! Kakak,ayah!!! Jadi dia melihat semuannya?"Kata Embun dengan bibirnya yang bergetar.Air matanya tidak bisa terbendung lagi.Dadanya terasa nyeri hingga dia tidak bisa berucap sepata katapun.Ada kemarahan yang membucah didalam hatinya yang tidak tahu akan dilampiaskan kepada siapa.
"Untuk saat ini kamera ini kami bawa untuk dijadikan barang bukti".Kata Polisi itu.
"Dan rumah ini juga akan di garis polisi karena sudah menjadi TKP".Kata Polisi itu lagi.
Arjuna mengangguk dan mengerti maksud Polisi itu.
Paman sebaiknya paman dan Embun tinggal diapartement ku saja". kata Arjuna kepada Hasan.
"Nak,tidak..!!! kami tidak mau merepotkan kamu lagi.Malam ini kami menginap dirumah bibinya Embun saja".Kata Hasan menolak.Hasan tidak ingin kejadian kemarin terulang lagi.Hasan tidak mau keluarga Arjuna merendahkan mereka lagi.
"Tapi paman,kasihan Embun kalau terjadi apa² dengan Embun bagaimana?"Sepertinya dia memang menginginkan Embun".Kata Arjuna memberi penjelasan kepada Hasan.
"Benar sebaiknya Bapak dan nona Embun tinggal ditempat yang aman.Untuk menghindari hal yang tidak baik".Kata Polisi itu menimpali.
"Baiklah kalau itu untuk Embun.Paman akan menyetujuinya."Kata Hasan tidak mau egois.
Sebagai warga negara yang baik mereka pun berada dikantor polisi untuk mengikuti prosedur yang ada.
"Nona sepertinya peneror itu benar² mesum dan lihat apa yang dia lakukan".Kata polisi wanita itu".
Embun melihat rekaman dirinya yang ada dilaptop itu pun tampak memejamkan mata sejenak.Sementara Arjuna sudah tidak bisa lagi menahan Emosinya.Arjuna mengepal erat tangannya.Wajahnya memerah tidak terima melihat tubuh Embun dilihat orang lain.Kekesalannya sudah mencapai ubun²nya.Tubuhnya memanas seperti terbakar api emosi.
"BAJINGAAAANNNN..!!!!"Teriak Arjuna yang sangat kesal.Sementara Embun masih berurai air mata melihat dirinya yang sangat menyedihkan.Dada arjuna bergemuruh menahan gejolak api Emosinya.
Embun memeluk tubuh Arjuna dan menangis dipelukannya.
"Kakak....Embun malu,Embun takut..!!!"Kata Embun semakin membuat jantung Arjuna mau meledak karena kekesalannya yang memuncak.
"Sayang kakak akan menghajarnya untuk kamu.Jadi jangan takut ada kakak yang selalu melindungimu".Kata Arjuna mencoba menenangkan dirinya.
"Hallo rahmad,bagaimana sudah ada kemajuan?"Tanya Arjuna melalui sambungan telefonenya.
"Tuan,tentang badut itu,ternyata dia menyewa kostum badut itu.Tapi bukan penyewa itu pelakunya.Dia hanya di minta untuk menyewa dan setelah itu dibayar".Kata Rahmad.
"BRENGSEEEEKKKK....!!!Kata Arjuna kesal.
"Aku tidak mau tahu,kau harus terus menyelidiki siapa dia.Polisi juga sedang menyelidiki orang itu".Kata Arjuna.
"Siap Tuan!".Kata Rahmad dan Arjuna juga mematikan sambungan telefonnya.
Setelah kejadian itu.Arjuna memapah Embun masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat.Arjuna mengusap puncak kepala Embun sampai tertidur.
__ADS_1
"Arjuna bisa kita bicara?"Kata Hasan kepada Arjuna.
"Baik paman!!"Jawab Arjuna menyetujuinya.
"Arjuna,apa kau punya musuh?"Tanya Hasan pada Arjuna.
"Hmmm aku tidak merasa punya musuh paman.Tapi banyak pesaing bisnisku yang tidak menyukaiku".Kata Arjuna menjelaskan.
"Kalau pesaing bisnis apa akan melakukan hal seperti ini?"Tanya Hasan lagi.
"Aku juga belum bisa memastikan paman.Sepertinya dia bukan pesaing bisnis tapi orang yang sakit hati padaku.Sepertinya dia sangat menyukai Embun kalau dilihat dari kiriman² teror itu".Kata Arjuna menjelaskan.
Tiba² Arjuna teringat dengan Bian.Arjuna tahu Bian sangat mencintai Embun.
"Paman sebentar sepertinya aku ingat seseorang".Kata Arjuna.
"Siapa?"Tanya Hasan penasaran.
"Aku teringat Bian".Kata Arjuna menatap tajam ke Hasan.
"Bian,apa mungkin dia yang melakukan itu?"Tanya Hasan tidak yakin.
"Aku harus mencari tahu paman,Sebentar aku pergi dulu!"Kata Arjuna tergesah gesah.
Arjuna menjangkau jaketnya dan pergi dengan mengendarai kuda besinya menuju rumah Bian.
"Ting nung...!!!"
"Ting nung...!!!"
"Ting nung...!!!".
Arjuna menekan bell apartemen Bian dengan wajah yang cukup menakutkan.Wajahnya datar dan seperti ingin menghabisi seseorang.
"Siapa yang datang malam² begini?"Kata Bian yang sedang memakai piama mandinya.
"Arjuna?"Untuk apa dia datang malam² begini gumamnya.
"Ckleeekkk...!!!"Bian pun membuka pintanya.
Arjuna dengan kesal masuk dan terus mencengkram piama mandi Bian.Itu membuat Bian terkejut dan bingung.
"Apa yang kau lakukan pada Embun brengsek!!!".
Kata Arjuna marah.Wajah dan rahangnya mengetat.Arjuna mendorong tubuh Bian hingga tangannya tidak sengaja menyambar vas bunga yang ada didekatnya.
"Cetttaaaaaarrrrr....!!!"Vas bunga itu pun terjatuh dan pecah berkeping².
Seseorang berlari dan turun tangga untuk melihat keributan apa yang ada di bawah.Orang itu menuruni anak tangga dengan tergesah gesah.
"ARJUNA HENTIKAAAAN.....!!!!.
Teriak orang itu dengan cukup keras.
Arjuna menoleh mencari sumber suara itu.Arjuna pun terkejut melihat orang itu ada dirumah Bian.
__ADS_1
"Kamu....!!!! Kata Arjuna menatap penuh tanya.