Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
130. Candu Asmara


__ADS_3

💜Hai reders untuk episode ini bacanya mau bobo ya!!! dilarang bacanya siang hari karena biasa pengantin baru jadi ceritanya sedikit fulgar.Hehehe.


Untuk readers tersayang please kasih poin dong atau vote buat novel aku.Sedih nih votenya terus menurun.Kalau sudah baca jangan lupa like dan komennya supaya Author semangat nulisnya.Thanks untuk readers tersayang.Selamat Ramadhan yaa...Love you all.💜


# Flash Back #


"Apa ini?"Kata Arjuna melihat kotak kecil hadiah dari Endro.Arjuna pun membuka kotak itu dan melihat sebuah pil bulat didalamnya.Ia penasaran dengan pil itu pun menelfon Endro.


"Endro pil apa yang sudah kau berikan padaku?"Tanyanya penasaran.


"Hahahaha.Kamu harus mencobanya pasti kau akan berterima kasih padaku.Itu vitamin stamina".Kata Endro dengan bangganya dan berbohong.


"Hahaha Juna itu adalah pil perangsang dan pil kuat suapaya kau terus bergairah dimalam pertamamu."Gumam Endro sambil terkekeh.


"Okay baiklah..thanks broo!!"Kata Arjuna mematikan sambungan telefonnya.


Arjuna pun meminum pil itu saat Embun sedang mandi.Setelah beberapa menit entah kenapa tubuhnya terasa panas dan birahinya memuncak.Arjuna tampak gelisah dan berjalan kesana kemari.Ia mengatur suhu AC dikamar itu agar sejuk.Tubuhnya mulai memanas dan berkeringat.


"Aaahhhsss dasar Endro....!!! ini pasti karena pil itu.aku jadi seperti ini".Kata Arjuna sambil mengipas²kan kemeja yang dikenakan karena gerah.


"Endrooo brengsek...!!!".Maki Arjuna sambil terus mengusap keringat yang ada di keningnya.


Embun pun selesai mandi,Ia menatap Embun yang sangat seksi membuat dirinya semakin menggila.Kini apa yang dikatakan pada Embun untuk berlahan pun pada akhirnya ia tidak bisa menunggu karena pengaruh pil itu.Arjuna yang sudah selesai mandi pun mendekati Embun dan memeluk tubuh mungil itu dengan nafas yang menderuh.


#Flash Back Off#


Embun dan Arjuna tertidur diranjang bersama setelah lelah melewati malam yang panas.Embun merasakan pelukan yang hangat dari seorang pria yang belum genap sehari menjadi suaminya itu.Embun terbangun dan menatap wajah Arjuna yang terlelap dihadapannya.Embun melirik jam dinding yang menunjukan pukul 02.00 dini hari.


Entah kenapa Embun merasakan debaran yang begitu hebat saat menatap wajah suaminya itu.Embun mengusap wajah Arjuna dengan jari telunjuknya dari dahi hingga hidungnya yang begitu tinggi menjulang menuju ke bibirnya yang berisi dan merah.Embun tersenyum melihat pria tampan yang kini menjadi suaminya itu.Ada perasaan bahagia yang tidak terungkapkan oleh kata².Embun masih seperti mimpi karena tiba² saja ia sudah menjadi seorang istri dari Arjuna Pramuja.


Pandangannya kini menuju mata Arjuna yang terpejam, tampak bulu matanya yang panjang dan lentik membuat mata itu menjadi semakin indah.Alisnya yang tebal dan rapi menambah nilai plus ketampanan pria yang kini menjadi suaminya itu.Embun mencoba terus melukis wajah Arjuna di ingatannya dan menyimpannya didalam hatinya yang terdalam.


Saat Embun sedang menikmati dan memandangi indahnya ciptaan dan karunia Tuhan.Tiba² ia dikejutkan dengan Arjuna yang saat itu membuka matanya.Mereka saling tatap satu sama lain untuk beberapa saat.Embun menelan slavinanya kasar saat ketahuan sedang memandangi suaminya disaat sedang tertidur.Wajahnya tampak gugup dan matanya seketika membulat sambil berkedip² karena terkejut.Hal itu membuat Embun tampak sangat menggemaskan.

__ADS_1


"Kamu sedang apa?"Tanya Arjuna yang melihat ekspresi Embun yang tampak gugup tapi cukup menggemaskan.Tiba² Arjuna tersenyum dan dengan cepat menarik tubuh mungil itu kedalam pelukannya.Embun hanya membisu tanpa kata.Ia tidak tahu harus berkata apa.Seketika otaknya tidak berfungsi dengan baik.Arjuna mengusap puncak kepala istrinya itu dengan lembut.


"Kenapa kamu tidak tidur?"Tanya Arjuna lembut.


"Hmmm...Embun terbangun kak."Jawabnya lirih tapi masih bisa terdengar oleh Arjuna.Embun mendongak dan menatap wajah Arjuna yang ada dihadapannya.


"Kakak...!!"Panggil Embun dengan sorot mata yang memancing percikan gejolak asmara.Arjuna menatap Embun sambil menelan slavinanya kasar.Arjuna terpancing dengan suara merdu istrinya itu.Tiba² nalurinya sebagai seorang pria sejati bangkit dari pristirahatannya.Kini Juniornya terbangun dari tidurnya karena terganggu sesuatu yang memancingnya untuk bangun.


Arjuna mengusap bibir Embun dengan jarinya lembut.Nafasnya semakin menderuh hingga debaran jantungnya semakin cepat memompa.Arjuna pun dengan lembut mengecup bibir wanita mungil yang ada dihadapannya.Entah kenapa setiap kali ia menatap bibir mungil itu seperti ada magnet yang terus menariknya agar menghabisi bibir itu.Arjuna kecanduan dengan manisnya bibir mungil itu.Semua yang ada pada Embun membuat Candu dan seolah memabukan Arjuna.


Arjuna membaui aroma tubuh Embun yang manis.Aroma vanila Itu membuat gejolak didadanya semakin membara.


"Sayang....!!!Kakak tidak bisa menahanya lagi".Kata Arjuna berbisik lirih ditelinga Embun.Embun yang mendengar itu pun membulatkan matanya dengan sempurna.


"Aaah...lagi?"Gumam Embun yang masih sedikit shock mendengar bisikan suaminya itu.Embun tidak lantas menjawab perkataan Arjuna.


"Sayang kamu bagaikan candu yang terus membuatku ketagihan".Kata Arjuna terus menatap wajah Embun dengan tatapan penuh makna.


Tangannya meremas pundak kekar Arjuna hingga sesekali terdengar lenguhan yang semakin membuat Arjuna menggila.Arjuna mengecup ceruk leher Embun.Berlahan tapi pasti Arjuna pun membuat malam semakin panas dan begitu indah bagi pasangan pengantin baru itu.


Malam pun berlalu dan berganti pagi yang indah. Kemilau mentari mencarkan sinarnya dan menghangatkan semesta.Embun sudah terbangun dengan rambutnya yang basah terbalut dengan handuk diatas kepalanya.Embun tampak memakai jubah mandinya.Embun membuka koper yang disiapkan Larisa.Saat Embun membuka koper itu Embun pun membulatkan matanya karena mendapati isi didalam koper itu begitu banyak lingery transpatan yang membuat dirinya membuang nafas kasar.


"Astagah Larisa,apa aku harus memakai ini terus²an didalam kamar ini? Yang benar saja....!!"Kata Embun mulai frustasi.Semua yang ada didalam kopernya hanya baju transparan seperti saringan teh.Dengan menyipitkan mata saja bisa melihat jelas apa yang ada dibalik kain itu.Mau tidak mau Embun akhirnya memakai baju itu dengan berat hati.Karena pasti nanti saat Arjuna melihatnya seperti ini akan ada ronde selanjutnya.Itu membuat Embun memejamkan matanya sambil menelan slavinanya kasar.


Embun memakai baju transparan berwarna merah.Tampak warna itu sangat mencolok dan sangat kontras dikulitnya yang putih.Setiap lekuk tubuhnya terlihat sangat jelas.Embun melapis baju itu dengan jubah mandinya.


"Sayang...!!!"Bangun..!! Panggil Embun dengan menggoyang-goyangkan bahu Arjuna.Arjuna pun menggeliat sambil mengedipkan matanya.


"Hmmmm...Pagi sayang".Sapa Arjuna dengan suara parau khas bangun tidur.


"Sayang ayo kita keluar dari hotel.Embun bosan didalam kamar hotel terus.Embun mau kita sarapan pagi direstauran."Rengek Embun pada Arjuna.


"Hmmmm baiklah".Kata Arjuna menganggukan kepalanya.Tak lama setelah menggeliat kesana kemari Arjuna pun bangkit dari ranjangnya.

__ADS_1


Arjuna melihat Embun yang masih mengenakan jubah mandi pun mengerutkan keningnya.


"Kenapa kamu tidak berisap² sayang.Katanya mau keluar."Kata Arjuna sambil menatap Embun heran.


"Hmmm...!! bagaimana Embun mau bersiap² enggak mungkin Embun keluar pakai baju seperti ini".Kata Embun membuka jubah mandinya.


"Waaaahhh...!!! cuuuiiit cuuiiit..!!"Kata Arjuna tersenyum takjub sambil bersiul melihat pemandangan pagi yang indah.


"Kakaaaaak...!!!"Pekik Embun setelah sadar dengan reaksi suaminya.


"Hahaha...okay sebentar."Kata Arjuna menjangkau ponsel yang ada dinakas dan ia sepertinya menelfon seseorang dan meminta untuk mengirimkan baju ke hotel.Arjuna pun memeluk tubuh mungil itu dan mengajaknya masuk kedalam kamar mandi.


"Kakak...Embun sudah mandi...!!"Kata Embun mencoba menghentikan suaminya itu.


"Hmmmm siapa suruh memancing dengan berpakaian seperti ini."Kata Arjuna dengan tersenyum smirk.Arjuna pun menghidupakan shower dengan air hangat mengguyur tubuhnya yang kekar.Ia pun menggosok giginya dan mencuci wajahnya terlebih dahulu.Awalnya masih terlihat wajar dan seperti orang pada umumnya saat sedang mandi.


"Sayang tolong gosokan punggung kakak".Kata Arjuna sambil memberikan busa penggosok pada Embun.Embun tampak bingung dengan permintaan Arjuna.


"Astagah setelah menikah apa dia sudah menjadi lumpuh tidak bisa mandi sendiri?Gumam Embun yang melihat suaminya bertingkah seperti anak kecil.


Embun pun mematuhi suaminya dengan menggosok tubuhnya dengan sabun.Arjuna tiba² berjalan dan masuk kedalam Bathtub.


"Sayang sini mendekatlah".Kata Arjuna sambil menyandarkan tubuhnya ke bathtup.


Mau tidak mau Embun pun menuruti perintah suaminya dan masuk kedalam bathup.Embun yang sudah mandi pun akhirnya basah.Arjuna pun tiba² mengecup bibir ranum itu.


"Kakaaak...!!"Kata Embun yang terkejut dengan tingkah Arjuna yang selalu tiba².


"Hehehe...!!!"Arjuna hanya terkekeh melihat istrinya yang merona.Arjuna pun menarik leher Embun dan mendekatkan wajahnya kepadanya.Arjuna mulai ******* bibir ranum itu dengan lembut.Tapi semakin lama semakin memanas.Tangannya mulai menjangkau tali baju yang ada dipundak Embun.Tangan Arjuna menyusuri setiap inci tubuh mungil itu hingga menuju ke tempat yang menjadi favoridnya.


Arjuna terus membaui tubuh mungil itu dengan mengecup setiap inci ceruk leher jenjang milik wanita mungil yang ada dihadapannya itu.Lagi dan lagi candu yang memabukan gejolak cinta pengantin baru itu membara.Awalnya Embun merasa enggan melakukannya tapi entah kenapa setiap sentuhan yang diberikan Arjuna membuat dirinya melayang dan seperti ditaburi bunga² yang indah.Embun mulai memejamkan matanya dan terbawa suasana yang diciptakan Arjuna.


Tubuhnya yang molek membuat candu bak minuman yang memabukan setiap kali mereguknya akan terus ingin mereguknya lagi dan lagi.Lenguhan demi lenguhan tercipta.Decapan demi decapan pun terdengar jelas didalam kamar mandi itu.Akhirnya mereka pun selesai dengan nafas yang tersengkal sambil berpelukkan didalam bathtub.

__ADS_1


__ADS_2