
Embun berlari menyusuri koridor rumah sakit untuk menemui ayahnya.Hati embun merasa tidak tenang.Tiba tiba rasa khawatir dan ketakutan mulai menghampiri fikirannya.Embun takut sesuatu terjadi pada ibunya.Embun tiba di depan ruang operasi.Arsy dan Ayahnya pun melihat kedatangan embun yang berlari untuk mendekati mereka.
"Nak,kenapa kamu lari lari seperti itu?"Tanya ayah embun heran.
"Ayah,embun tiba tiba merasa tidak tenang,Hati embun selalu berdebar-debar kalau teringat ibu".Jawab embun sambil mengatur nafasnya yang sesak karena habis berlarian tadi.
"Suuuttt...jangan berfikir macam macam nak,cukup doakan saja ibu semoga baik baik saja".Kata Ayah embun sambil menggenggam tangan embun dan ayahnya pun merangkul pundak embun agar tenang.
"Ayah,embun takut yaah...."Jawab embun sambil menangis di pelukan ayahnya.Arsy yang melihat embun menangis pun memeluk embun.
"Tante cantik jangan menangis lagi ya".Kata Arsy sambil memeluk embun.
"Arsy sayang tante,arsy enggak mau melihat tante menangis".Kata Arsy sambil menatap wajah embun.Embun pun membalas untuk memeluk arsy.
"Terima kasih sayang,tante juga sayang arsy."Kata embun.
Tanpa mereka sadari Rahmad bodyguard utusan Arjuna datang dan berdiri didekat mereka bertiga.Ayah embun melihat dua orang bodyguard itu.
"Loh kalian berdua datang lagi?".Tanya ayah embun.
"Kami diutus oleh tuan Arjuna untuk menjaga Bapak dan embun".Kata Rahmad menjelaskan.
"Arjuna terlalu banyak membantu kami,bagaimana kami bisa membalas kebaikannya".Kata Ayah embun lirih.
Dua jam sudah berlalu tetapi operasi belum juga selesai.Membuat hati embun semakin tidak karuan.Ketakutan yang menghantui fikirannya pun semakin menjadi jadi.Embun tampak panik mulutnya tak henti membaca doa untuk kelancaran operasi ibunya.
Tiba tiba dokter Harris keluar dari ruang operasi.Embun dan Ayahnya pun cepat mendekati dokter harris untuk menanyakan keadaan ibunya.
"Dokter bagaimana istri saya?"Tanya ayah embun khawatir.
"Iya dokter bagaimana dengan ibu saya dok?".Timpal embun penasaran.Dokter harris dengan wajah yang cukup tenang pun menatap embun dengan tatapan sendu.
"Paman,Embun.Begini saat operasi tadi,tante banyak kehilangan darah.ini akibat dari penyebaran kankernya.Dan tante membutuhkan transfusi darah sekarang juga".
Golongan darah tante adalah "AB".Stok darah AB di rumah sakit ternyata habis jadi kami meminta keluarga untuk mendonorkan darahnya.Pasien membutuhkan secepatnya".
Jelas dokter harris.
Embun yang mendengar itu bagai disambar petir di siang bolong.Sementara darahnya mengikuti darah ayahnya yaitu darah "O".Tubuhnya tiba tiba sangat lemah dan lututnya tidak bisa menopang bobot tubuhnya.Dia pun jatuh terduduk lemah.Air matanya pun tidak bisa dibendung lagi.Dia tidak tahu harus berbuat apa.Dia hanya bisa menangis dan sambil mengeluarkan ponselnya yang ada disakunya.Tangannya bergetar saat akan mengusap layar ponsel yang dia pegang.
Rahmad yang mendengar penjelasan dari dokter Harris pun memberi kabar pada Arjuna.Karena pesan Arjuna sekecil apapun yang terjadi harus dilaporkan Arjuna.
__ADS_1
"izin tuan,ibu nona embun membutuhkan pendonor darah golongan AB ,segera".
Arjuna membaca pesan dari Rahmad pun bergegas beranjak dari tempat tidur.Kelakuan Arjuna pun membuat Endro terkejut.
"Hei Boss ada apa?"Tanya endro pada arjuna.
"Ndro,golongan darah kamu apa?" Tanya Arjuna serius.
"O" Jawab Endro.
"Kenapa tiba tiba tanya golongan darah"?
Kata Endro heran.
"Ibu embun butuh pendonor darah AB,Golongan darah ku juga "O".
"Larisa?" Tanya Arjuna pada Endro.
"Haaa iya benar,Larisa golongan darahnya AB".Kata Endro pada Arjuna.
Arjuna yang mendengar itu pun sangat legah.
"Coba kau beri tahu Larisa untuk segera kembali lagi ke rumah sakit".Pinta Arjuna pada Endro.
"Embun..." Panggil arjuna dengan lembut
Embun menoleh dan menatap Arjuna dengan tatapan penuh kesedihan.Embun tampak duduk tertunduk di kursi tunggu.
"Larisa datang ingin mendonorkan darahnya untuk ibu mu".Kata Arjuna.
"Benarkah itu nona?"Tanya Embun tidak percaya dengan kebaikan hati Larisa.
"Iya,Embun,saya bersedia mendonorkan darah untuk ibu mu."Kata Larisa sambil menjangkau tangan embun dan menggenggamnya.
"Kamu jangan sedih dan khawatir ya,semoga ibu kamu tetap dalam lindungan Tuhan".Kata Larisa.
Embun mengangguk dan meneteskan air matanya sambil memeluk erat larisa.
"Terima kasih non,kamu bagai malaikat penolong".Kata embun.
Larisa pun segera mengikuti perawat untuk diambil darahnya.Sementara Arjuna dan Endro beserta para bodyguard nya masih tetap menunggu didepan ruang operasi.Ayah embun tampak sangat pucat karena cemas dan kurang istirahat.Embun tetap berusaha tegar agar ayahnya tidak khawatir padanya.
__ADS_1
Arjuna bisa merasakan apa yang Embun Rasakan.Karena dia lebih dulu merasakan kecemasan yang luar biasa saat Adinda dioperasi.Embun dan ayahnya saling berpegangan tangan untuk menguatkan satu sama lain.
Lima menit kemudian Dokter keluar dari ruang operasi.Embun dan Ayahnya pun segera mendekati dokter.
"Dokter bagaimana dengan istri saya?"Tanya Ayah embun.
"iya dok,bagaimana dengan ibu saya?".
Dokter Harris saat itu hanya bisa terdiam dan menatap penuh rasa penyesalan kepada Embun.
"Embun,maaf ibu kamu tidak bisa diselamatkan.Kata Dokter Harris
Seketika Embun yang mendengar itu pun jatuh pingsan tidak sadarkan diri.Saat itu Arjuna yang menangkap tubuh embun.Segera Arjuna membawa embun ke kamar tempat dia dirawat sebelumnya.
Ayah embun pun tampak tidak bisa menahan kesedihannya karena kehilangan cintanya.
Arjuna turut merasakan kesedihan yang dialami Embun.Dia teringat saat Adinda juga dinyatakan tiada.Tiba tiba air bening pun keluar di pelupuk matanya yang coklat.
Dia menatap iba wajah embun yang masih terbaring pingsan.
Jenazah ibunya pun sudah siap untuk disemayamkan.Semua org datang untuk mengucapkan bela sungkawa pada embun dan ayahnya.Embun duduk disamping ayahnya dan dia bersandar dipundak ayahnya.Sambil menaburi bunga di pusarah ibunya.
"Ibuu kenapa ibu tega ninggalin embun dan ayah.ibuuuu...Kata embun sambil menangis terseduh-seduh.
"Nak,sudahlah anggap saja ibu sudah sembuh nak.Kita sangat sayang pada ibu tapi Allah lebih sayang ibu.Kata Ayah embun menguatkan anak semata wayangnya.
Arjuna pun bersama Arsy ikut serta memberi kekuatan untuk embun dengan ikut menemani ke makam ibunya.
"Ayah,Ibu itu bagaikan sayap kiri embun ayah.Sekarang sayap kiri embun patah.Apa bisa embun hidup tanpa sayap kiri ayah?"
Kata embun sambil menangis di pelukan ayahnya.Ayahnya pun ikut menangis sambil membelai kepala embun dengan lembut.
Ayah embun juga tidak sanggup untuk berkata kata lagi.
Arjuna dan Arsy melihat pemandangan itu juga ikut bersedih.
"Tante cantik jangan menangis lagi ya.Arsy juga tidak punya mama.Mama Arsy sekarang ada di langit menjadi bintang.Tante cantik nanti malam kita lihat mama kita yaa."Kata Arsy dengan kepolosannya.
Embun mendengar kata kata Arsy pun tampak mulai mengerti dan sedikit mengikhlaskan kepergian ibunya.
"Benar.kenapa aku lemah,arsy yang dari lahir tidak bertemu dengan ibunya bisa sekuat itu.Arsy kau sungguh luar biasa".Gumam embun.
__ADS_1
Embun pun memeluk Arsy dan mengecup puncak kepalanya.