
"Tuk tuk tuk,permisi assalamualaikum!"Kata Arjuna sambil mengetuk pintu rumah Embun.Arjuna berharap Embun yang membuka pintunya.Tapi nyatanya yang keluar ternyata pak Hasan.
"Selamat malam paman,Embun ada dirumah?".Tanya Arjuna pada Hasan.Hasan yang belum tahu apa yang terjadi pun meminta Arjuna untuk masuk.
"Apa mungkin paman hasan belum melihat berita atau menonton tv?sepertinya dia masih aman aman saja melihat ku".Gumam Arjuna
"Ayo masuk nak!"Ajak Hasan.
"Maaf paman,embun ada dirumah?tanya Arjuna lagi.
"Embun katanya pulang terlambat,dia sedang bersama temananya Ayu,tadi menelfon paman begitu.Tapi sampai saat ini sudah malam begini belum pulang juga.Paman juga khawatir pada embun".Kata Hasan menjelaskan.
"Okay paman,saya izin pergi dulu cari embun paman".Kata Arjuna terburu buru.
"Tapi nak,haaaah dasar anak zaman sekarang belum lagi siap orang tua bicara sudah pergi saja.Sebenarnya ada apa dengan mereka,apa mereka bertengkar?".Tanya Ayahnya bicara sendiri.
Arjuna yang dengan gusar pun terus mencari embun,dia khawatir embun melakukan hal hal yang buruk.
"Aaah sial,kenapa aku tidak bertanya pada paman hasan dimana rumah Ayu teman embun itu".Aaaisss."Arjuna dengan kesal mengemudi sambil memukul stirnya.
Flash Back
"Kakak,ini tempat favorid embun,kalau embun sedih Embun akan datang kesini dan mencurahkan semua isi hati Embun.Rasanya legah sekali saat kita menangis dan menjerit disini beban itu akan hilang".Kata Embun memberi tahu Arjuna saat mereka berada disebuah taman yang ada di tepi danau".
flash Back Off
Arjuna teringat kata kata Embun saat itu.Dengan kecepatan tinggi pun Arjuna menuju arah taman itu.Taman yang sebenarnya biasa mereka kunjungi,taman dimana mereka pertama kali takdir mempertemukan mereka.Taman dimana menjadi saksi saat Arjuna mengungkapkan hati kepada Embun.
Arjuna masih terus berharap Embun ada disana.Arjuna pun sampai ditempat itu,Arjuna berjalan menyusuri taman itu mencari cari Embun.Malam sudah semakin dingin,angin malam berhembus terasa dingin hingga menusuk ketulang.
Saat Arjuna menoleh kearah kiri ternyata ada seorang wanita duduk sendiri di bangku taman.Arjuna mendekati wanita itu,benar itu adalah Embun.
__ADS_1
Embun menatap langit malam yang gelap,tidak ada satu pun disana.Sama halnya dengan hatinya yang sedang gunda.Embun terus memandang langit dengan tatapan nanar.
Arjuna menyentuh bahu Embun,itu mengagetkan Embun.Cepat cepat Embun menghapus air matanya.Arjuna pun duduk disamping Embun.Tapi kali ini Embun menggeser posisi duduknya sedikit menjauh dari Arjuna.
Hatinya sakit saat melihat wajah Arjuna.Rasa kesal dihatinya,cemburu yang menghantuinya pun membuat dia tidak mau melihat wajah Arjuna.Embun menundukan pandangannya dan berusaha keras menguatkan hatinya yang kian pedih.
"Sayang,maafkan kakak ya,semua yang kamu lihat itu enggak seperti yang kamu fikirkan".Itu semua sudah direncanakan oleh Cellia."Kata Arjuna menjelaskan.
Embun masih tertunduk sambil berurai air mata.Dia hanya mendengarkan apa yang dijelaskan oleh Arjuna.Dia berusaha untuk kuat tapi lagi lagi hatinya terlalu lemah.Wajar saja baru kali ini Embun merasakan jatuh cinta.
"Embun tolong lihat wajah kakak,kamu sudah tidak mau melihat kakak lagi?"Tanya Arjuna memohon.
Sebenarnya Embun ingin sekali melihat wajah Arjuna,dia sangat merindukan Arjuna,tapi entah kenapa kalau dia mengingat isi video itu hatinya terasa terbakar.Seketika dia sangat membenci Arjuna.Padahal video itu juga belum tentu benar adanya seperti apa yang dijelaskan Arjuna.
Arjuna sudah tidak bisa lagi menahan rasa rindu dan rasa bersalah kepada Embun.Dia takut Embun tidak memaafkannya dan yang paling ia takutkan adalah kehilangan cintanya untuk kedua kalinya.Karena hanya Embun yang mampu membuat ia bangkit lagi dari keterpurukan.
Arjuna menyentuh jemari tangan Embun yang sejak tadi hanya ia mainkan dan iya remas berkali kali.Arjuna pun menggenggamnya, itu membuat Embun menoleh kearah Arjuna.Jantungnya berdegup kencang,saat dalam hatinya ingin marah tapi entah kenapa bibir Embun tidak bisa berkata kata.Ia hanya menatap dalam Arjuna.
"Sayang,tolong jangan salah faham,kakak akan menceritakan dari awal kakak kenal dengan cellia,dan tentang video itu."Kata Arjuna kepada Embun.
Arjuna pun menceritakan semua tentang cellia dan tentang video itu.Arjuna menceritkan dari A sampai Z tentang cellia sedetail mungkin.Embun pun mendengarkan dengan seksama.
Kini hati Embun mulai tenang,tapi entah kenapa rasa takut didalam hatinya masih terus menghantui.
Ia takut nanti dirinya akan menjadi boomerang untuk Arjuna.Bisa saja dengan Arjuna bersama Embun yang berasal dari keluarga biasa itu membuat dampak negatif pada Arjuna.
Embun merasa kacau,dia terus merasa tidak pantas untuk Arjuna.Hatinya dibayangi dengan rasa minder.
"Mungkin sebaiknya untuk saat ini aku tidak berhubungan dulu dengan kak Arjuna,aku rasa itu keputusan yang terbaik.Agar ia bisa fokus menyelesaikan masalahnya".Gumam Embun.
"Sayang,kamu kenapa?,kenapa kamu diam saja?,Apa kamu masih marah dengan kakak?"Tanya Arjuna kepada Embun.
__ADS_1
"Kakak sudahlah cukup".Kata Embun tiba tiba dengan nada suara yang sedikit bergetar menahan air mata.
"Kakak,mungkin saat ini kita belum ditakdirkan untuk menjalani hubungan kita bersama.Tapi kalau kita jodoh pasti kita akan bersama kembali.Kakak sebaiknya fokus saja dulu dengan masalah yang ada saat ini.Mungkin aku adalah salah satu dari masalah itu."Kata Embun dengan menundukan wajahnya.
Arjuna mendengar kata kata Embun pun seketika hatinya terasa dingin bak disiram oleh bongkahan Es.Darahnya berdesir membuat lututnya lunglai.Arjuna memejamkan kedua matanya dengan kasar dan memijit keningnya berkali kali.
Arjuna tidak habis fikir dengan ucapan Embun.
Arjuna mengepalkan tangannya menahan amarah.
Arjuna tidak sangkah dengan ucapan embun seolah olah akan mengakhiri hubungan mereka.
"Sayang,tolong kakak benar benar minta tolong padamu,jangan seperti ini,kakak berjanji akan menyelesaikan semua masalah ini,tapi jangan perna bilang untuk mengakhiri hubungan ini,tolong Embun tolong".Kata Arjuna sambil meneteskan air mata dihadapan Embun.
Itu membuat Embun merasa bersalah,dan hatinya begitu hancur melihat Arjuna seperti ini.Sebenarnya Embun tidak tega melihat Arjuna berurai air mata dan memohon padanya.Tapi Embun kini semakin bimbang ia takut hanya karena keegoisannya mempertahankan hubungan cinta mereka,dia akan menghancurkan masa depan Arjuna dan terlebih lagi masa depan Arsy.
"Kakak berhenti memohon kak,tolong jangan seperti ini.Aku tidak membencimu dan aku masih berharap kalau video itu tidak benar,tapi untuk saat ini kita tidak bisa bersama.Sudah kita akhiri saja sampai disini,Jika memang Tuhan berkehendak kita bersama maka Tuhan akan memberi jalan untuk kita bersama."Kata Embun sambil menyentuh pipi Arjuna yang masih menahan air matanya.Begitu juga Embun berusaha untuk menahan air matanya,tapi tetap saja ia tidak bisa menahannya.
Embun pergi meninggalkan Arjuna yang masih belum percaya dengan keputusan Embun untuk berpisah dengannya.
Arjuna mengejar Embun dan memegang tangannya.Tatapannya penuh harap agar tidak meninggalkannya.Embun melepaskan genggaman tangan Arjuna dengan pelan.Ia pun berjalan menyusuri jalanan taman.
"Maafkan aku kak,aku juga merasakan sakit yang begitu dalam kak,maafkan aku kak,aku tidak ingin menjadi orang yang egois,demi cintaku aku melukai banyak orang".Gumam Embun sambil berjalan mencari sepedanya.Disepanjang jalan Embun membiarkan air matanya tersapu oleh angin.
"Embuuuunnnn....Embuuunnn,Arjuna berlari mengejar Embun tapi Embun tidak mau melihatnya.
"Aaarrrhhhhhggg"Jerit Arjuna di tepi danau.Berkali kali ia mengacak acak rambutnya dengan kasar.
"Embun kenapa kau tidak memberikan aku kesempatan untuk membuktikan kalau semua itu jebakan".Embun kenapa?".Arjuna terus bertanya dalam hatinya.Rasa kesal dihatinya kian membara,tampak ia membukatkan matanya dan mengetatkan rahangnya.
"Celliaaaaaa,kau akan merasakan akibatnya".Kata Arjuna sambil mengepalkan tangannya.
__ADS_1