
Pagi yang cerah,matahari mulai malu² menampakkan sinarnya.Arsy masih tampak tertidur diranjangnya.Mbak susi membuka tirai jendelanya agar masuk udara pagi yang segar.Hembusan angin membuat tirai bergoyang-goyang seakan menari-nari.
Arsy terbangun dari tidurnya karena mendengar suara samar musik yang tidak asing ditelinganya.Tampak ia mengucek matanya dengan kedua tangannya untuk memperjelas pengelihatannya.
Arsy pun berjalan menyusuri kamarnya dan mencari sumber suara musik itu.Ternyata mbak susi yang sedang menyalakan sebuah kotak musik diruangan khusus belajar dan bermain Arsy.Tampak mbak susi yang sedang sibuk membersihkan ruangan itu dengan penyedot debu.
Arsy berdiri didepan kamar itu dan memandangi sekeliling kamar itu.Mbak susi masih tidak menyadari kedatangan Arsy.Arsy berjalan mendekat sebuah lemari dan menyentuh sepasang boneka.Itu mengagetkan mbak susi yang sedang Asyik dengan tugasnya.
"Astaga,Arsy.kamu mengagetkan mbak saja".
Kata Mbak susi pada Arsy.
Arsy hanya diam dan masih berdiri sambil memegang sepasang boneka pengantin ditangannya.
"Kamu kenapa sayang?"Kenapa pagi² wajah kamu sudah sedih?"Tanya mbak susi khawatir.
"Mbak,Arsy merindukan papa dan mama cantik."Wajahnya penuh dengan kerinduan yang mendalam.
Mbak susi terdiam dan ia bisa merasakan apa yang Arsy rasakan.Betapa Embun sangat menyayangi Arsy sampai Arsy pun tidak bisa melupakan Embun.Hati anak² tidak perna bisa berbohong siapa orang yang tulus dan orang yang hanya pura² tulus.
"Mbak,musik ini mengingatkan Arsy pada mama cantik".
Kata Arsy sambil mendekati kotak musik itu.
# Flash Back #
Embun sedang merapikan pakaian Arsy yang sedikit berantakan.Semenjak Embun tinggal di rumah utama.Segala urusan tentang Arsy, ia akan mengerjakannya sendiri sedangkan mbak susi hanya membantu² saja.
"Tante cantiiiiik".Teriak Arsy sambil berlari memeluk Embun dari belakang.
"Kamu kok sudah bangun sayang?"Tanya Embun pada Arsy.
Arsy tersenyum lepas sambil masih memeluk tubuh Embun.
"Ah kamu terganggu ya dengan musik yang tante putar?" Tanya Embun khawatir karena sudah membangunkan Arsy.
"Enggak,Arsy suka kok dengan suara musik ini?"Kata Arsy sambil menggelengkan kepalanya.
"Waaah,benarkah?"Tanya Embun tak percaya.
"Heeeemmm"!!!Jawab Arsy sambil menganggukan kepalanya.
"Musiknya terdengar ceria dan hangat".Jawab Arsy seperti orang dewasa.
Embun mendengar jawaban Arsy pun tersenyum takjub.
__ADS_1
"Waaah Arsy kamu cukup pintar ya!! Kamu ternyata baik dalam mengespresikan Emosi kamu.Bahkan kamu tahu istilah hangat.Tante cukup takjub loh".
Kata Embun berjongkok untuk menyeimbangin Arsy.Embun pun memeluk Arsy hangat.
"Tante,ini musik apa?"Tanya Arsy ingin tahu.
"Musik ini bernama Shympony No.40 penulisnya bernama Wolfgang Amadeus Mozart.
Gimana sulitkan?"Kata Embun tertawa.
"Hmmmm,sulit! Hehehehe !!".Arsy tertawa sambil menutup mulutnya.
Kemudian Embun menggoda Arsy dengan menggelitiki perut Arsy sampai Arsy tertawa terbahak-bahak karena geli.
# FLASH BACK OFF #.
Mbak susi pun membawa Arsy kekamarnya untuk mandi dan sarapan pagi.Karena sebentar lagi Arsy sekolah.Semenjak Embun pergi dari rumah itu,Arsy merasa tidak ada tempat untuk bermanja lagi.
Arjuna memang sering datang untuk melihat Arsy,tapi Arsy tidak suka setiap Arjuna pulang pasti ada Cellia disampingnya.itu membuat Arsy merasa tidak nyaman.
"Embun kamu sudah sehat?"Tanya Rico pada Embun yang sedang menyusun paket dikotak pengiriman.
"Sudah pak,alhamdulillah".Sambil tersenyum ramah pada Rico.
"Embun maafkan saya ya,saya tidak tahu kalau kamu terjebak dilift."Kata Rico merasa bersalah.
"Embuuuun,kamu sudah datang?"Kenapa tidak bilang kalau kamu kerja hari ini.tau kamu masuk hari ini aku kan bisa jemput kamu."Kata Andin sambil memeluk Embun.
"Ulu ulu ulu,anak baik.Aku jadi terharu".Kata Embun sambil mencubit pipi Andin gemas.
Andin pun tampak meringis karena dicubit pipinya yang gembul oleh Embun.
Rico yang melihat mereka seperti itu pun tertawa karena mereka begitu akrab satu sama lain.
Dikantor YP Group.
Arjuna duduk disofa sambil menatap layar ponselnya.Ia sedang membaca pesan singkat dari Rahmad.Arjuna merasa tidak tenang dengan hatinya.Rasa ingin tahu yang besar tersirat di otaknya.Arjuna penasaran dengan nama Embun yang tidak asing ditelingannya.
"Esssshhhsss".Arjuna memijit² keningnya yang terasa berat.Seperti ada ingatan yang terlewati dimemory otaknya.Arjuna sesekali memejamkan matanya untuk mengingat memory apa yang terlewatkan dari fikirannya.Tapi ia masih belum bisa menemukan ingatan itu.Arjuna frustasi dan kesal karena tidak kunjung bisa mengingatnya.
Dengan tergesah-gesah Arjuna mengendarai mobilnya dan menuju ke suatu tempat.Arjuna berhenti didepan sebuah kantor jasa pengiriman barang.Arjuna saat ini masih tidak telalu fokus dengan pekerjaannya.Semua tentang kantor ia serahkan pada Endro.Maka dari itu Arjuna bisa bebas bepergian tanpa haru seharian di kantor.
Sebenarnya tanpa ia datang ke kantorpun uangnya akan terus mengalir seperti air.Arjuna kekantor untuk menunjukan tanggung jawabnya sebagai pimpinan YP Group.Agar para karyawan tahu bahwa pimpinan mereka bekerja dengan baik dan bertanggung jawab atas perusahaan tersebut.
Arjuna memakai kaca mata hitamnya dan menurunkan sedikit kaca mobilnya.Arjuna melihat Embun yang sedang memasukan begitu banyak kotak paket kedalam box yang ada disepeda motornya.
__ADS_1
Embun pun mulai mengendarai sepeda motornya dan berkeliling untuk menagntar paket pada pemiliknya.Arjuna pun mengikuti Embun dari belakang.Arjuna merasa hatinya teriris saat ditengah panas terik Embun mengendarai sepeda motor dan memasuki gang-gang kecil di pinggiran kota.Ada perasaan tidak tega melihat wanita mungil itu bekerja begitu keras.
"Waaah wanita ini cukup tangguh.Aku melihat tidak ada kata lelah diwajahnya".Kata Arjuna sambil terus mengamati Embun dari kejauhan.
Hari mulai petang,matahari pun mulai masuk keperaduannya.Embun masih bergelut mengelilingi kota.Arjuna sendiri merasa lelah karena seharian sudah berkeliling kota untuk mengikuti Embun.
"Asssh,kenapa aku lapar?"Waah benar aku sudah melewatkan makan siangku".Kata Arjuna sambil memegang perutnya.
"Waaaaah,gila wanita itu,dia juga melewatkan makan siangnya."Kata Arjuna sambil menggelengkan kepalanya tidak percaya.
Embun selesai bekerja ia pun masuk kekantor dan mengembalikan sepeda motornya.Embun berganti pakaian dan bersiap² untuk pulang.Arjuna masih memantau Embun dari kejauhan.Embun berjalan menuju halte bus.
"Tring!!!"
Suara notifikasi pesan singkat masuk diponsel Embun.Embun pun mengambil ponselnya dari dalam tas.Pesan itu dari Bian,sudah lama mereka tidak bertemu.Bian meminta Embun untuk bertemu disebuah kafe tempat biasa mereka bertemu.
"Waah kamu baru pulang kerja?"Tanya Bian.
Embun mengangguk dan tersenyum.
"Pasti kamu belum makan kan?"Tebak Bian.
"Belum,tadi banyak sekali paket yang harus diantar".Kata Embun menjelaskan.
Akhirnya merekapun makan bersama.Arjuna mengikuti mereka seperti seorang stalker.
"Bukankah laki² itu Bian yang dikenalkan Cellia?"Kata Arjuna mengendap² agar tidak ketahuan.
"Waaah pantas saja dia melewatkan makan siangnya.Ternyata dia mau bertemu laki² itu".Kata Arjuna tampak kesal.Ada rasa cemburu yang membakar hatinya.
"Waaah dia tidak memikirkan perut orang lain,aku seharian mengikutinya ternyata dia bertemu dengan laki² itu".Aaiiisssh!!! Grutu Arjuna sambil pura² menjadi pengunjung kafe.
"Embun bagaimana kabarmu?"Tanya Bian setelah menyesap minuman yang mereka pesan.
"Aku baik,kalau kamu kapan pulang dari kota B ?"Tanya Embun sambil memotong steak yang ada didepannya.
"Tadi pagi".Waah kamu benar² tidak kenal lelah ya?.Wajahmu masih tetap ceriah seperti biasa".Kata Bian menatap wajah Embun yang selalu membiusnya.
"Hahaha,Bian kau tahu Musik klasik Shympony No.40?Kau bisa mendengarkan itu saat lelah.Karena musik itu terdengar ceria dan hangat.Nah,makanya aku selalu membawa ini".Kata Embun menjelaskan sambil menunjukan headset pada Bian.Embun pun jadi teringat dengan kata² Arsy kala itu.
"Oooh pantas,kau begitu ceria".Hahahaha.Kata Bian sambil menganggukan kepala dan menaikan kedua Alisnya.
"Tampaknya mereka begitu dekat.Apa pria itu kekasihnya?"Gumam Arjuna gusar.
"Rahmad,kau selidiki laki² yang bernama Bian?"Kata Arjuna melalui sambungan telefonnya.
__ADS_1
"Bian?"Kata Rahmad heran.
Ya Ampun tuan,seandainya tuan tau siapa itu Bian mungkin tuan akan menghajarnya kalau bertemu dengannya.Kata Rahmad sambil menatap ponselnya.