
"Tring tring tring"
Dering ponsel Arjuna berbunyi diatas nakas.Arjuna yang baru saja selesai mandi pun segera mengambil ponselnya."Embun" memanggil.
"Hallo,kamu rindu yaa....?".Kata Arjuna menggoda embun.
Sementara Embun yang ada diseberang sana sudah merona karena malu.
"Kakak,iiissss embun khawatir tauu.Kamu baru bangun ya?"Tanya Embun.
"Iya".Kok kamu tahu,jangan jangan kamu punya indra keenam ya?Kata Arjuna menggoda lagi.
"Iiih kakaaaak...."Kata Embun manja.
"Deg" Arjuna mendengar itu membuat jantungnya berdegup kencang.Baru kali ini Arjuna dipanggil seperti itu.Dia sangat kegirangan seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru.
"Coba coba coba panggil seperti itu lagi".Kata Arjuna pada embun.
"iiih kakaaak".Kata Embun lagi dengan nada yang semakin membuat Arjuna bergetar.
"Duuuhhh,kakak jadi enggak sabar pengen ketemu kamu".Kata Arjuna.
Mereka pun telefonan hingga kurang lebih satu jam lamanya.
Ditempat lain Cellia sangat gusar karena belum juga bisa menemukan siapa gadis misterius yang ada difoto bersama arjuna itu.Cellia sangat kesal sekali karena ternyata Arjuna diam diam memiliki kekasih.Kini usahanya semakin rumit untuk mendekaiti Arjuna.Tapi dia tidak tinggal diam,cellia memiliki rencana rencana licik.Kalau tidak licik bukan cellia namanya.
"Aku tau,bagaimana cara bisa dekat kembali dengan Arjuna".Kata cellia tertawa sinis penuh kemenangan.
"Lihat saja Arjuna,kamu akan bertekuk lutut dihadapanku dan memohon padaku."Kata cellia sambil memainkan rambutnya dengan jari telunjuknya.
"Hahahahaha" Cellia tertawa bahagia.
Melihat dari sorot matanya yang tajam kini cellia berubah menjadi seperti Srigala berbulu domba.Cellia akan berpura pura menjadi wanita yang lemah lembut tapi hatinya busuk dan penuh dengan kelicikan.
Embun tidak ketoko hari ini.Dia hanya menghabiskan waktunya untuk istirahat dikamar sambil membaca novel kesukaanya.
"Nak,kamu sudah sehat?".Tanya ayah sambil mengintip ke kamar Embun.
__ADS_1
"Siapa yang sakit si yah,embun cuma pengen istirahat saja kok".Jawab embun.
"Tring" Ponsel Embun berbunyi dan tampak notifikasi pesan dari Arjuna disana.Embun pun segera membaca pesan itu.
"Kakak sudah didepan rumah kamu"
"Apaaaaa?"Embun terkejut dan menutup mulutnya dengan telapak tangannya.Ia pun berlari keluar untuk segera membukakan pintu.Arjuna dengan gagahnya berdiri didepan pintu sambil menenteng kantung plastik berwarna putih.
"Kakak,kok tidak kasih kabar kalau mau datang?"Kata Embun.
"Kalau dikasih kabar nanti kamu tidak surprise"Kata Arjuna sambil tersenyum.
"Iiih terkejut".Kata Embun dengan nada dibuat buat sambil memasang wajah imutnya didepan Arjuna.
"Aiiisssh Kata Arjuna."Kenapa imut sekali sih,ini yang membuatku tidak bisa jauh dari dirinya"Guamam Arjuna.
"Ayah dimana?"Tanya arjuna sambil clingukan kekanan dan kekiri,kemudian memberikan kantong plastik putih itu kepada embun.
"Ayah ada dikamar kak,waaah waaah kok repot repot segala membawa jajanan seperti ini".Kata embun sambil memeriksa apa saja yang dibawah Arjuna.
Rambut embun disana tampak masih pendek tapi tetap bergelombang dan giginya ompong saat tersenyum seperti gawang.Arjuna pun tersenyum melihat foto itu.
"Kakak,lihat apa kak?"tanya embun penasaran sambil meletakan secangkir teh diatas meja.
"Ini foto kamu?"Tanya Arjuna penasaran.
Embun pun berlari mengambil foto itu,embun tampak malu tampak pipinya memerah dan menyembunyikan foto itu kebelakang punggungnya.
"Kenapa kamu malu,kamu terlihat imut disitu".Kata Arjuna datar.
"Apaa,ekspresi macam apa itu,hmmm menyebalkan.Bisa bisanya dia selalu saja santai seperti itu.Sementara aku sudah terlanjur malu".Gumam Embun kesal.
"Ayah dimana?"tanya sekali lagi pada Embun.
"Mau Embun panggilkan kak?"Sebentar ya.!"Kata Embun sambil beranjak menju kamar Ayahnya.
"Ayaaah,yaah,tuk tuk tuk".Panggil Embun sambil mengetuk pintu kamar ayahnya.
__ADS_1
Ayah embun pun membuka pintu dan keluar.
"Ayah ada yang mencari ayah tuh."Kata embun santai menunjuk keruang tamu dengan dagunya.
"Siapa?"Tanya Hasan penasaran.
"Lihat saja sendiri yah".Kata embun sambil tersenyum.
Arjuna pun berdiri dan bersalaman mencium tangan hasan.Itu membuat Hasan canggung,karena sekelas Arjuna Presdir YP group mencium tangannya,yang hanya seorang rakyat jelata.
"Paman,apa kabar?".Tanya Arjuna dengan sedikit canggung.
"Baik,alhamdulillah,Oh yaa urusan kita belum selesai.Kata Hasan pada Arjuna.Arjuna mendengar itu pun mulai gugup.
"Kenapa aku segugup ini,sementara selama ini aku berhadapan dengan kelas menteri saja tidak segugup ini.Tapi entah kenapa berhadapan dengan ayahnya embun aku jadi seperti ini?,kendalikan dirimu Arjuna".Gumam Arjuna sambil membenarkan cara duduknya dengan menyilangkan kakinya.
Embun yang menatap Arjuna sperti terhipnotis dengan gaya duduk Arjuna yang sangat seksi.
"Memang ya kalau sudah keren dari orok ya enggak bisa dibohongi".Gumam embun sambil terus menatap Arjuna.
Sementara Arjuna menyadari kalau Embun sedang menatapnya tiba tiba Arjuna mengedipkan mata kanannya kearah Embun.
Embun yang menyadarinya pun panik dan mengisyaratkan pada Arjuna dengan mengerutkan kedua alisnya sambil menggelengkan kepalanya.
Saat Arjuna mengulangi lagi ternyata Ayah embun melihatnya dan itu membuat Arjuna menjadi kelimpungan mencari alasan.
"Auuh,auuuh..aduuh mata saya kelilipan".Arjuna mencari alasan sambil mengucek matanya dan menahan malu.
Embun yang melihat tingkah Arjuna pun merasa lucu dan embun tidak bisa menahan tawanya.
Embun tertawa tapi sambil merapatkan bibirnya,tampak tubuhnya bergetar karena menahan tawanya.Hasan merasa heran kenapa embun tertawa bukan mala membantu memberi obat pada Arjuna.
"Embun,kamu ambilkan dulu obat tetes mata sana dilemari".Kata Hasan.
"Baik yah".Kata embun sambil terus menahan tawanya dan berjalan menuju lemari.
Embun pun duduk disamping Arjuna untuk memberi obat pada mata Arjuna.Arjuna tersenyum pada Embun dan memaikan matanya lagi.Refleks Embun memukul bahu Arjuna memberi kode agar tidak melakukan itu takut nanti ketahuan ayahnya lagi.
__ADS_1