Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
110.You Are My Everything


__ADS_3

"Arjuna bangun...!!! Kamu jangan seperti ini,paman tahu perasaa kamu.Tapi untuk saat ini beri waktu paman untuk mencerna semua ini".Kata Hasan sambil mencoba membantu Arjuna berdiri.Wajah Arjuna masih tertunduk tidak ada keberanian untuk menatap Hasan.


"Paman,aku mohon..!!!"Jangan biarkan aku jauh dari Embun.Kata Arjuna memohon.


"Juna,paman tahu kamu anak yang sangat baik,tapi jangan paksa paman untuk menerima ini semua.Sekali lagi beri paman waktu."Kata Hasan menjelaskan.


"Baiklah paman".Kata Arjuna mengangguk dan akhirnya Hasan pun berlalu meninggalkan dirinya yang masih mematung memandang lama punggung Hasan hingga tertelan keramaian.


Arjuna menghelah nafasnya panjang untuk membuang kepenatan yang saat ini mulai memenuhi ruang hatinya.


"Sayang,kamu dimana,kenapa lama sekali?"Tanya Embun melalui sambungan telefonnya.


"Maaf sayang,kakak masih ada pertemuan dengan klien".Kata Arjuna menutupi pertemuan dengan Hasan.


"Okay,sayang kamu makan malam barengkan,soalnya kami sudah masak bersama dengan Arsy ?"Tanya Embun.


"Hmmm,iya sayang".Jawab Arjuna dengan suara Baritonya yang sedikit lemah.


"Okay sayang.I love you!".Kata Embun diseberang sana.


"I love you so much".Jawab Arjuna dengan tatapan yang masih sama.Tatapan penuh kesedihan,tatapan permohonan dan pengharapan.


(Apartement)


"Tante,Arsy maunya kita bertiga terus.Tante jangan pergi lagi ya".Kata Arsy dipelukan Embun.


"Iya sayang".Embun mengelus puncak kepala Arsy sambil tersenyum penuh ketulusan.


Arjuna melihat pemandangan itu cukup membuat dadanya terasa nyeri.Arjuna begitu takut kehilangan Embun yang sangat ia cintai.Menatap wajah Embun membuat ketakutan itu semakin menghantui fikirannya.Saat Embun menegakan kepalanya dan ia pun melihat Arjuna yang ada dihadapanya lalu tersenyum bahagia melihat kedatangan orang membuatnya terhanyut dalam cinta.

__ADS_1


"Jangan tersenyum,jangan tersenyum padaku seperti itu Embun jangan".Gumam Arjuna dan berjalan mendekati Embun lalu dengan cepat memeluk tubuhnya erat dan menghimpit tubuh Arsy yang mungil.Sontak membuat Embun dan Arsy terkejut melihat Arjuna yang tiba² memeluk mereka tanpa aba².Embun mematung cukup lama saat Arjuna memeluk tubuhnya dan mengecup puncak kepalanya.


"Sayang..kakak mau seperti ini bersama".Kata Arjuna terus memeluk tubuh Embun.


"Iya kak..tapi lepaskan dulu pelukan kakak.Kasiahan Arsy".Kata Embun sambil memukul kecil pundak Arjuna.


"Papaaaaa Arsy kepencet paaa".Kata Arsy menyadarkan Arjuna.


"Astagah...!!! Maafkan papa sayang".hehehehe...!!!Kata Arjuna tertawa karena mendengar kata² Arsy yang cuku lucu.Akhirnya mereka pun tertawa bersama layaknya sebuah keluarga kecil yang utuh.


"Ya Tuhan,aku hanya butuh mereka seperti saat ini.Aku mohon jangan kau biarkan kami berpisah lagi".Gumam Arjuna sambil memeohon kepada yang maha kuasa.


"Ayo kita makan,papa sudah laper!".Ajak Arjuna untuk makan malam bersama.


"Kakak,tadi ayah menelfon.Untuk malam ini Embun pulang kerumah ya kasiahan ayah,lagian Arsy juga ada mbak susi kan?"Kata Embun memberi tahu Arjuna.


Arjuna yang mendengar itu pun menghentikan makannya sebentar.Ada perasaan takut melepas Embun malam ini,takut nantinya Embun tidak diperbolehkan Hasan untuk bertemu dengannya lagi.


"Baiklah ayo habiskan makannya sayang".Kata Embun mengelus puncak kepala Arsy.Arsy pun tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


Setelah selesai makan malam.Embun pun dikamarnya Arsy sedang membacakan dongeng untuk Arsy.Setelah Arsy tertidur Embun pun meminta mbak susi untuk menemani Arsy.Karena Embun hendak bersiap² pulang.


Embun mencari Arjuna untuk berpamitan namun Embun tidak menemukan Arjuna didalam kamarnya.Ternyata Arjuna sedang duduk dibalkon dan memegang segelas anggur yang siap menemani malamnya yang kelabu.Sambil menghisap barang yang mengandung nikotin di mulutnya.


"Kakak,sudab berapa kali Embun bilang jangan merokok dan mabuk lagi".Kata Embun sambil menarik barang beracun itu dari mulutnya dan mematikan dengan kasar diasbak.Wajah Embun tampak begitu kesal.Arjuna pun hanya menatap lama wajah Embun tanpa berkedip sedikit pun.


"Kakak,kenapa bandel sih...kalau kakak seperti ini nanti akan menjadi kebiasaan hingga tua".Kata Embun tidak berhenti merancau kesal.Sementara Arjuna melihat Embun yang marah dan memandangi wajahnya turun kebibirnya yang mengkilap karena sentuhan lipbalm membuat seakan benda kenyal itu menggemaskan.


Arjuna pun tanpa aba² mencium singkat bibir Embun yang sejak tadi merancau tanpa jedah.Itu membuat Embun berhenti seketika dan membulatkan matanya karena perlakuan Arjuna yang tiba².

__ADS_1


Arjuna pun tersenyum melihat Embun mematung sambil membulatkan matanya karena terkejut.


"Kakaaaaakkk...!!??"Kata Embun sambil menyuntuh bibirnya.


"Kamu sih dari tadi ngomel terus".Kata Arjuna tersenyum melihat Embun seperti itu.


Embun memutarkan kedua bola matanya karena melihat tingkah Arjuna yang sulit ditebak.


"Sayang....jangan pergi dari kakak ya.Kakak mohon!!!"Kata Arjuna sambil memeluk tubuh mungil Embun.Suara Arjuna terdengar berat dan penuh permohonan.


"Kakak kenapa tiba² begini?"Tanya Embun sedikit heran melihat perubahan Arjuna.


"Sayang..!! Embun janji akan selalu disamping kakak".Kata Embun sambil membenamkan wajahnya didada bidang Arjuna.Embun bisa mendengar detak jantung Arjuna yang beirama.Tubuhnya hangat dan membuat Embun ingin terus memeluknya erat.


Entah kenapa setiap kali memeluk Arjuna.Jantung Embun selalu berdebar.Membuatnya ingin selalu memeluk tubuh kekar itu.Memeluk Arjuna seakan candu untuk Embun.Mungkin saja karena sudah terlalu lama mereka tidak berpelukan sedalam itu atau memang cinta Embun yang terlalu dalam pada Arjuna.Itu juga masih belum bisa Embun jabarkan dengan kata².Yang saat ini dia tau adalah You Are my everything.Embun begitu takut kehilangan Arjuna yanh selalu membuatnya berdebar.Membuat dirinya merasa nyaman dan merasa selalu dicintai.


"Kakak....!!!"Panggil Embun sambil memeluk Arjuna.


"Hmmmmm..."Jawab Arjuna singkat.


"Kak...!!! Embun pengen kita seperti ini terus,entah kenapa Embun merasa takut kita berpisah lagi seperti dulu".Kata Embun sambil mendongakkan kepalanya menatap Arjuna.


"Sayang,apapun itu kakak akan berusaha untuk kita tetap berasama².Because you're my everything.Kata Arjuna memandang wajah Embun lama.


"Cuup".Tiba² Arjuna mengecup singkat bibir Embun dan tersenyum menatapa wajah Embun.Mereka pun saling menatap dalam manik mata masing².Akhirnya Arjuna menarik tengkuk leher Embun dan mendekatkan bibirnya dan ******* bibir Embun dengan lembut.Mereka saling memejamkan mata dan tampak Arjuna memegang erat pinggang Embun dan merapatkan tubuhnya hingga tidak bercelah.


(Rumah Embun)


Hasan menatap foto Anggun yang tampak tersenyum difoto itu.

__ADS_1


"Anggun...bagaimana ini?aku tidak bisa mengendalikan perasaanku.Aku sangat menyayangi anak kita.Tapi bagaimana dengan perlakuan mereka yang terlalu keji pada kita.Boleh aku merampas kebahagiaan Embun hanya karena merasa tersakiti?"


Tapi kenapa aku tidak bisa melakukan itu?".Seandainya kamu masih hidup aku akan berbagi cerita keluh kesahku padamu".Kata Hasan tidak bisa menahan kesedihan hatinya air matanya mengalir dipipinya.Dadanya terasa sesak seakan berada dalam ruangan hampa.Hasan pun meletakan foto itu didadanya sambil menahan suara isak tangisnya.


__ADS_2