Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
66.Kepanikan Arjuna


__ADS_3

"Dokter dokter dokter......!!!!dimana dokter harris?"Teriak Arjuna kepada perawat.yang ada di IGD.


Semua perawat dan dokter yang ada disana pun ikut panik karena kedatangan Arjuna yang secara tiba tiba.


Embun menepuk dahinya karena melihat tingkah Arjuna yang berlebihan sambil menggelengkan kepalanya.


"Kakak,sudah tenang kak,Embun baik baik saja !".Kata Embun menenangkan.


"Syuuuuttt kamu itu ya,jangan bandel.Lihat pipi kamu itu sudah bengkak".Kata Arjuna marah.


"Maaf tuan,dokter Harris sedang ada operasi".Sekarang jadwal dokter Heru di IGD kata Seorang perawat menjelaskan.


"Iya okay,panggil dia sekarang juga".Kata Arjuna kepada perawat itu.


Perawat itu pun bergegas memanggil dokter Heru yang masih ada dikamar dokter.


Tidak perlu menunggu lama datanglah seorang dokter laki laki yang lumayan good looking.


Arjuna melihat dokter itu dengan tatapan tidak bersahabat.


"Kenapa harus dokter laki laki si?,apa tidak ada dokter wanita disini?"Gumam Arjuna kesal.


"Selamat sore tuan,perkenalkan saya dokter Heru yang berjaga sore ini".Kata dokter itu ramah.


"Oh ya ada yang bisa saya bantu?".Kata dokter itu.


"Kenapa dia tampak sangat keren?"Gumam Arjuna kesal.


"Tapi tidak sekeren aku dong,dan lihat saja masih lebih tinggi aku,masih Lebih altetis tubuhku,hehehe.Dasar kau Arjuna memang tidak terkalahkan pesonamu".Gumam Arjuna sambil memuji dirinya sendiri.


"Tuan?"Panggil dokter Heru


Dan Arjuna pun tersadar dari lamunan narsistiknya.


"Ooh dokter,tolong periksa tunangan saya".Kata Arjuna santai.


"Dokter,nona Embun pipinya bengkak dan sedikit membiru seperti bekas terkena pukulan yang keras".Kata perawat itu menjelaskan.


"Iya benar,saya minta dokter untuk mengobati tunangan saya dengan baik."Kata Arjuna kepada dokter Heru.


"Kalau begitu anda bisa tunggu dan duduk disana tuan".Kata dokter Heru sambil mengarahkan Arjuna ke kursi tunggu.


"Tidak,saya harus menemani dia disini".Kata Arjuna menolak sambil terus menggenggam tangan Embun erat.


"Ok baiklah tuan kalau begitu saya akan memeriksa nona Embun".Kata dokter Heru sambil menyiapkan peralatan medis yang diperlukan.Dokter Heru pun mulai memeriksa pipi Embun yang memar dan bengkak.


"Dokter saya mau luka ini divisum untuk menjadi bukti dipengadilan nanti".Kata Arjuna.


"Baiklah Tuan Arjuna".


"Maaf ya nona,boleh saya melihat pipi nona?"Kata Dokter Heru kepada Embun.


"Silahkan dokter".Kata Embun mempersilahkan.


"Ternyata tunangan Tuan Arjuna benar benar cantik".Gumam dokter Heru.


Ia tampak gugup saat membersihkan pipi Embun dengan menyentuh wajah Embun dengan tangannya.


"Tunggu dulu kamu mau apakan dia?"Kata Arjuna.

__ADS_1


Seketika dokter Heru tampak terkejut.


"Tuan,saya akan membersihkan luka nona Embun".Kata dokter Heru kepada Arjuna sambil memegang kain kasa ditangannya.


"Tapi kenapa kamu menyentuh wajahnya?"Kata Arjuna kesal.


"Bagaimana saya bisa membersihkan pipinya kalau tidak menyentuh wajahnya tuan?".Kata dokter Heru menahan kekesalan.


"Kan kamu bisa membersihkan saja tanpa harus menyentuh wajahnya".Kata Arjuna mulai menggila.


"Astaga,siapa si orang begok ini,percuma ganteng tapi begok,gimana caranya aku bisa mengobati tanpa menyentuh,dia fikir aku punya kekuatan supra natural yang bisa menggerakan benda tanpa menyentuh?,bisa gila aku kalau ada dua orang seperti ini disini,satu saja merepotkan apalagi dua."Gumam dokter Heru kesal.


"Aduuuh manusia Salju ini mulai lagi deh,ada ada saja si tingkahnya tidak masuk akal".Gumam Embun.


"Kakak,biarkan dokter mengobati Embun kak,kakak percaya saja dengan dokter,dokterkan cuma mau obati pipi Embun kak,dan dokter juga menyentuh di area pipi Embun yang diobati,tidak menyetuh wajah yang lain".Kata Embun menenangkan.


"Tapi aku tidak suka wajahmu disentuh orang lain selain aku".Gumam Arjuna yang terjangkit virus bucin akut.


"Kakak,toh dokter itu pakai sarung tangan kak.Kalau tidak menyentuh pipi Embun bagaimana dia bisa mengobati kk?,kakak mau Embun infeksi?"Kata Embun dengan menahan kekesalan dan seperti menjelaskan kepada anak kecil.


"Sudah bisa saya mulai tuan?"Kata Dokter Heru.


"Hhmmmm lakukanlah!".Kata Arjuna kesal.


Saat dokter heru membersihkan pipi Embun dan memeriksa pipinya dan wajah dokter itu juga sangat dekat dengan wajah Embun sementara Arjuna tampak terbakar api cemburu.Saat itu ia memegang botol air mineral dan dengan kesal ia meminum air mineral itu sampai habis untuk mendinginkan hatinya.


Ternyata air mineral itu tidak bisa mendinginkan hatinya yang sudah terbakar cemburu.Arjuna meremas botol air mineral itu dengan kuat hingga botol itu tampak penyot dan tidak berbentuk lagi.


"Kurang ajar dokter brengsek itu,kalau saja dia bukan dokter yang sedang mengobati Embun.Pasti akan aku hajar dia hingga babak belur".Grutu Arjuna kesal.


Ia pun membayangkan sedang menghajar dokter heru itu dengan pukulan pukulan bak super hero yang menghabisi penjahat.


"MATILAH KAUUUUUUU".Kata Arjuna dengan kerasnya sambil mengayunkan tanganya ke udara.Tapi semua orang terkejut mendengar suaranya yang begitu keras.Semua mata tertuju padanya dan seketika suasana menjadi hening.


Arjuna pun klimpungan dan Arjuna merasa sangat malu yang luar biasa.Untuk menghilangkan malunya dia pun menepuk tangannya diudara seperti sedang memukul nyamuk.


"Prook prook prook.Dasar kau nyamuk,matilah kauuu".Kata Arjuna mengalihkan suasana.


Embun yang melihat tingkah Arjuna seperti itu pun tidak bisa menahan tawanya.Ia tampak mengulum bibirnya agar tidak terlepas suara tawanya.


"Dasar manusia salju,kenapa bisa dia bertingkah menggemaskan seperti itu".Gumam Embun sambil menyembunyikan senyumnya.


"Nah sudah selesai,pipinya tidak ada yang terluka,cuma bengkak saja,dan ini saya sudah olesi dengan cream untuk mengempeskan bengkaknya.Untuk yang memar juga sudah saya olesi dengan salep penghilang memarnya."Kata dokter menjelaskan.


"Baiklah dokter,terima kasih banyak".Kata Embun kepada dokter Heru.


"Okay dokter Heru,terima kasih banyak".Kata Arjuna sambil berjabat tangan.


Arjuna pun langsung menggandeng tangan Embun,dan meletakan tangannya kepinggang Embun,itu membuat Embun menempel kesisi tubuh Arjuna,seakan menunjukan bahwa Embun adalah miliknya.


Dokter Heru yang melihat pemandangan itu pun sedikit kesal,karena jiwa jomblonya merontah.


"Hmmm nasib jomblo kok gini amat ya?Ngeneees!!!Gumam Dokter Heru meratapi nasib.


"Kakak,iiis tidak enak dilihat orang orang".Bisik Embun canggung.


"Biarkan saja mereka lihat,salah mereka kenapa melihat kita".Jawab Arjuna Enteng.


"Astagah,ah sudahlah memang tidak akan perna menang berdebat dengan manusia salju ini".Gumam Embun pasrah.

__ADS_1


"Okay,siapkan pengacara dan selesaikan semua pemberkasan untuk kepengadilan".Kata Arjuna kepada Endro.


"Juna,kamu benar benar ingin menuntut Cindy?"Tanya Endro.


"Iya,karena dia sudah menghina Embun dan kesombongannya lah yang menghancurkannya.Aku ingin melihat bagaimana wajahnya nanti saat bertemu.


"Oh ya apa tidak ada CCTV di depan toilet wanita di butik Larisa?,supaya ada tambahan bukti yang kuat lagi".Tanya Arjuna pada Endro.


"Sepertinya tidak ada jun".Kata Endro.


"Sayang sekali.Ya besok hasil visum keluar aku mau segera diproses kasus ini".Kata Arjuna


"Juna juna,kamu ya,tidak perna berubah sedikitpun,kamu akan menggila jika orang terdekatmu disakiti orang lain".Gumam Endro sambil menatap Arjuna yang berjalan meninggalkan ruang kerjanya.


"Sayaaang kamu kenapa nak?Mama dengar dari Arjuna kamu diserang orang gila ya?"Tanya Wike khawatir saat Embun tiba dirumah.


Embun hanya mengerutkan keningnya dan tersenyum lucu mendengar kalau dirinya diserang orang gila.


"Tidak apa apa maa,cuma memar sedikit".Jawab Embun menenangkan.


"Ya ampun kenapa bisa seperti ini nak,pipi kamu bengkak begitu".Kata Wike sambil memeriksa pipi Embun.


"JUNAAAAA,JUNAAAA!!!,bagaimana sih kamu,menjaga Embun saja tidak bisa,lihat sampai seperti ini".Kata Wike kesal pada Arjuna.


"Sudah ma,tenang saja pelakunya sudah Juna bereskan!"Kata Arjuna enteng.


"Kamu ya,bisa bisanya Embun diserang orang gila seperti ini".Omel wike pada Arjuna.


"Mamaaa,tenang dong orang gilanya sudah mendapatkan hukuman yang setimpal.


"Bagaimana mungkin orang gila dihukum?kamu yang gila".Kata Wike kesal.


"Hahahahaha".Arjuna mala tertawa lucu melihat wike yang seperti itu,karena benar benar mengira Embun diserang orang gila.


"Kakaaaak,iiisss!!Kata Embun untuk menghentikan mengerjai mamanya.


"Naaah,mama lihat iklan yang di TV itu?Tanya Arjuna sambil menunjuk kearah televisi.


Wike pun menoleh kearah TV dan disana ada seorang gadis cantik yang sedang membawakan satu iklan produk kosmetik.


"Itukan Cindy Juna".Kata Wike polos.


"Nah dialah orang gilanya".Kata Arjuna sambil tertawa melihat wajah ibunya yang belum bisa mencerna kata kata Arjuna.


Wike pun menatap Embun mencari kebenaran.Embun hanya mengangguk membenarkan kata kata Arjuna.


"Apaaaaa?!Cindy yang melukaimu Embun?"Tanya Wike histeris tidak percaya.


"Kenapa bisa seperti itu,bukannya dia anak yang baik?".Kata wike masih belum percaya.


"Mama terlalu mudah ditipu dengan penampilan seseorang."Kata Arjuna.


"Jadi kamu melaporkannya kepolisi jun?"Tanya Wike lagi.


"Iya dong maa,perbuatannya tidak bisa dimaafkan".


Kata Arjuna kesal.


Embun pun menceritakan kejadian itu dengan mama wike,mama wike menutup mulutnya terkejut karena masih tidak percaya dengan sikap Cindy yang nampak Anggun dan berkelas.

__ADS_1


"maafkan mama yang tadi telat,jadi tidak bisa kebutik menyusul kamu".Kata wike menyesal.


"Tidak apa apa maa,Embun sudah baik baik saja kok".Kata Embun menenangkan.


__ADS_2