Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
106.Terbukanya Kotak Pandora 2


__ADS_3

"Kakak.....!!!!??"


Mata Embun berkaca² setelah mendengar yang seharusnya tidak dia dengar.Arjuna memeluknya dengan erat.Entah apa yang ia rasakan saat ini.Arjuna tidak bisa membayangkan betapa hancurnya hati Embun saat mendengar itu.


Tangan Arjuna mengepal begitu kerasnya hingga terlihat urat² menonjol yang ada ditangannya.Arjuna memejamkan matanya sejenak diselimuti rasa kesal yang tidak bisa ia luapkan.Jantungnya seakan memompa begitu cepatnya sampai rasanya darah itu berkumpul keotaknya dan mendidih meluap hingga tampak amarah itu memuncak dengan seketika.


"Aaaarrrrgggghhhh".Arjuna berteriak begitu kesal sambil mengusap wajahnya kasar.Arjuna menunduk seakan wajahnya tak sanggup menatap wajah Embun yang begitu tulus.Ada kemarahan dan kesedihan bercampur menjadi satu .


"Maafkan kakak sayang,maafkan kakak?"Kata Arjuna sambil menunduk.Tiba² Arjuna berjongkok dan menghadap ke arah Embun yang sedang duduk di sofa.Arjuna memeluk kedua kaki Embun dan menyembunyikan wajahnya diatas panguannya sambil terus meminta maaf pada Embun.Air mata Arjuna pun tumpah diatas pangkuan Embun.


Embun hanya mematung tanpa kata,dadanya yang sesak kini terasa tercabik² hingga relung hatinya yang paling dalam.Membuat rasa sakit yang tidak bisa ia terjemahkan dengan kata².Air matanya tak bisa ia hentikan begitu saja.Tampak sesekali ia menghapusnya dengan telapak tangannya.


"Semua orang memiliki sisi buruknya masing²,mereka menyimpan itu agar tidak tampak menyakiti orang lain.Terkadang saat itu tiba maka akan menjadi boom waktu yang tiba² bisa meledak".


(Embun)


#Flash Back#


(Di Rumah Utama)


"Waah Soeseno bagaimana dengan proyek kita di jepang? aku dengar berjalan lancar?" Tanya Yudistira sambil menyesap kopi hitam yang ada di gelasnya.


"Cellia dan Arjuna sudah menjalankan dengan baik.Bukan begitu nak?"Kata Soeseno pada Cellia dengan senyuman bangga.


"Papa,ayo dong langsung saja pada intinya".Kata Cellia berbisik pada Soeseno.


"Aaah,aku dengar Arjuna sudah mempunyai kekasih?"Tanya Soeseno pada Yudistira.


"Aku fikir,bukan kekasih sungguhan.Mungkin wanita itu saja yang terlalu berharap bisa menikahi orang seperti kita.Biasanya mereka hanya menumpang hidup mewah seperti parasit pada inangnya".Kata Yudistira dengan suara Bassnya.


"Paman,aku ingin menjalin hubungan kembali dengan Arjuna.Tapi karena wanita itu aku tidak bisa mendekati Arjuna.Aku tidak mau disebut dengan wanita perebut".Kata Cellia dengan wajah sedih.


"Kamu jangan khawatir nak.Paman akan membuat wanita itu menjauhi Arjuna.Aku sudah muak berpura² menerima dia dikeluarga Pramuja."Kata Yudistira dengan kesal.


"Yud,dengan menikahkan Cellia dan Arjuna kita bisa mendirikan perusahaan atas nama mereka berdua kelak".Kata Soeseno.


"Hahahaha,benar.Aku tidak menyangka kamu punya ide sebagus itu".Kata Yudistira memuji.


Cellia pun tersenyum dengan liciknya.


"Paman,apa yang akan paman lakukan pada wanita itu?"Tanya Cellia penasaran.


"Haaaaassshhh....!!! Aku kira dengan menghabisi rumahnya bisa membuat mereka jerah,ternyata Arjuna mala membawa wanita itu kerumah kami".Kata Yudistira kesal.


"Waaah paman..!!!".Aku cukup terkejut".Kata Cellia pura².

__ADS_1


"Aaah,mungkin dengan Arjuna anmesia saat ini.Kita bisa menyingkirkan wanita itu dan umumkan ke Media kalau mereka putus lalu kembali bertunangan dengan Cellia".Kata Soeseno memberi ide.


"Baiklah...itu ide yang cukup bagus".Kata Yudistira setuju.


"Papa...paman...Terima kasih banyak untuk dukungan kalian.Cellia sayang kalian".Kata Cellia sambil tersenyum sarkas.Ternyata Cellia dari awal sudah merekam pembicaraan mereka.


#Flash Back Off#


Arjuna terus bersimpuh diatas paha Embun.Ada rasa malu yang tidak bisa ia ucapkan karena perilaku ayahnya.Arjuna tidak bisa membayangkan betapa kotornya hati ayahnya yang selama ini ia banggakan.


"Kakaaak...!!!Ayo berdiri jangan seperti ini.Kata Embun lemah.Kakinya terasa gontai tidak bisa menahan bobot tubuhnya.Tiba tiba pandangannya kabur dan lama kelamaan terasa dunia seperti berputar lalu gelap dan Embun pun terjatuh disofa dengan air mata yang masih membasahi pipinya.Arjuna sangat panik melihat Embun seperti itu.


"Sayang...bangun,tolong banguuun...Maafkan kakak!! Tolong bangun...aku mohon.!!!


Arjuna menepuk-nepuk pipi Embun pelan dan membangunkannya.Arjuna panik dan meminta Endro dan Larisa datang untuk membantunya.Endro juga membawa dokter pribadinya untuk memeriksa keadaan Embun.


Ternyata Embun mengalamai shock berat hingga dia harus diawat di apartement Arjuna.Tampak.alat infus terpasang ditangan Embun.Seorang perawat sedang menyuntikan obat pada selang infusnya.


"Jun,apa yang terjadi dengan Embun?"Tanya Endro pada Arjuna yang masih tertunduk lemah di sofanya.Sementara Larisa menemani Embun dikamar Arjuna.


"Nanti aku akan memberi tahumu".Kata Arjuna dengan mata yang penuh dengan kesedihan dan kekecewaan.


"Baiklah,aku tidak akan memaksamu".Kata Endro sambil menepuk pundak Arjuna pelan.


"Paman,sepertinya Embun tidak pulang malam ini.Karena ada yang harus kami urus kata Arjuna".Memberi kabar Hasan melalui sambungan telefonnya.Arjuna tidak memberi tahu kebenarannya agar Hasan tidak khawatir.


"Embun ada di apartementku bersama dengan Larisa".Kata Arjuna dengan suara paraunya.


Arjuna berdiri dan mengambil jaketnya lalu tergesah gesah meninggalkan Endro.


"Jun,kamu mau kemana?"Tanya Endro khawatir.


"Ndro,titip Embun ya! Aku mau ketempat seseorang".Kata Arjuna dengan sorot mata yang seakan memberi tahu kalau dia akan menghabisi seseorang.


"Kaa..muu....!!!"Kata Endro terputus karena Arjuna sudah melesat seperti kilat.


#Apartement Cellia#


"Braaaakkkk....!!!!"Arjuna membuka pintu Apartement Cellia dengan begitu kerasnya hingga mengejutkan Cellia yang sedang memakai masker diwajahnya sambil membaca majalah edisi terbarunya".


"Selamat malam Tuan Arjuna,kenapa kau mendadak datang kemari malam² begini?"Tanya Cellia dengan senyum menggoda.


Arjuna tiba² mencengkram dagu Cellia dengan kasar dan membuat Cellia begitu terkejut dan membulatkan matanya.Cellia tidak perna melihat Arjuna yang semarah itu sebelumnya.Masker yang ada di wajah Cellia pun terjatuh dilantai.


"Kau...!!!Aku peringatkan padamu sekali lagi,jangan bermain² dengan ku atau kau akan menanggung akibatnya.Kau kira dengan memberi foto² dan flashdisk itu akan membuat aku terpisah darinya.Kau salah...!!! Semakin kau berbuat semau mu semakin aku jatuh cinta padanya.Kalau kau terus bermain api maka aku juga akan memainkan permainanku sendiri ingat itu!!!"Kata Arjuna kasar dan melepaskan tangannya dari wajah Cellia dengan kasar juga.

__ADS_1


"Arjuna,sampai kapan kau akan menghindari ku dan perusahaan kita sudah deal untuk bersatu.Apa kau khawatir dengan papamu?,Ingat papamu tak sebaik yang kau fikirkan".Kata Cellia sambil menyapu bibir Arjuna dengan lidahnya dan melingkarkan tangannya kepinggang Arjuna.Arjuna tampak memejamkan matanya menahan kekesalan.


Arjuna mengepalkan tangannya dengan geram seakan ingin menghajar wanita yang ada didepannya.Tapi tertahan karena dia tidak akan perna menyakiti wanita dalam prinsip hidupnya.Arjuna mencengkram rambut Cellia hingga Cellia mendongak keatas dan menatap wajah Arjuna yang begitu mempesona saat sedang marah.Membuat gairah dihati Cellia semakin menggila.Hembusan nafas Cellia menerpah wajah Arjuna.


"Jika kau terus berulah maka aku tidak akan tinggal diam.Aku sudah menutupi aib mu maka jangan paksa aku untuk membukanya".Kata Arjuna dengan wajah yang memerah dan melepas rambutnya kasar.Lalu Arjuna pergi meninggalkan Cellia.


"Arjunaaa...!!!"Tapi aku sangat mencintaimu".


Kata Cellia mengejar Arjuna dan memeluknya dari belakang.Arjuna tidak menghiraukan Cellia dan Arjuna pun melepaskan pelukann Cellia dengan kasar.Arjuna pun pergi meninggalkan Apartement Cellia dengan perasaan yang bercampur menjadi satu.


Diperjalanan menuju Apartementnya tiba² ia memikirkan sesuatu yang membuat dadanya terasa terbakar.Arjuna memutar balik arah dan pergi ke suatu tempat yang membuatnya semakin menggila.


(Rumah Utama).


"Cklek....!!! Arjuna menerobos masuk kedalam ruangan kerja Yudistira.Tampak Yudistira terkejut melihat kedatangan Arjuna yang mendadak.


"Ada apa kamu datang malam² begini?"Tanya Yudistira heran.


"Papa,apa yang membuat papa bahagia?"Tanya Arjuna tiba².


"Apa maksudmu?"Tanya Yudistira bingung.


"Paaa,aku bertanya apa yang membuat papa bahagia saat ini?"Tanya Arjuna mengerasakn suaranya.Mataya memerah dan tangannya bergetar menahan kemarahan yang tak bisa ia lepaskan.


"Ada apa dengan mu,kamu mabuk?"Tanya Yudistira mulai kesal.


"Paaa,apa dengan menyakiti orang lain membuat papa bahagia?"Kata Arjuna mengeraskan suaranya.Tampak tubuhnya bergetar menahan gejolam amarah didadanya.Arjuna tidak bisa membendung kesedihannya lagi sampai-sampai dia tertunduk dengan menahan kedua tangannya diatas meja kerja yudistira.Yudistira mengerutkan keningnya mendengar Arjuna tiba² seperti itu.


"Apa yang kau fikirkan?"Tanya Yudistira mulai kesal.


"Pa..!! papa ingat dulu waktu aku masih kecil,aku bercita-cita ingin menjadi seperti papa.Aku sangat mengagumi papa yang sukses dan dermawan pada siapa saja.Sejak kecil aku berfikir kalau papa adalah pahlawan untuk ku dan para karyawan di YP Group karena kebaikan papa pada mereka.Apa itu juga sandiwara haaaa?.Tapi sekarang kakagumanku berubah menjadi kekecewaan.Kenapa papa harus melakukan kekejian kepada keluarga Embun? Kenapa paaa? Apa salah mereka sampai papa harus membuat mereka menderita.Haaaaa???!". Kata Arjuna sambil meletakakn Flashdisk diatas meja kerja Yudistira.Perasaan sakit didadanya menjalar hingga keseluruh tubuhnya.Membuat Air matanya lolos jatuh kepipi Arjuna.Kekecewaannya begitu besar kepada ayahnya yang dianggap seperti pahlawan baginya.


Mata Yudistira menyipit sambil mengingat apa yang telah ia perbuat.Dalam hatinya kenapa Arjuna bisa tahu perbuatanya.Arjuna pun pergi dengan membawa luka dibatinnya.Sementara Yudistira jatuh terduduk dikursi kerjanya sambil mengusap wajahnya kasar.


"Cklek....!!"Arjuna membuka pintu kamar Arsy dan tiba² menggendong Arsy yang sedang tertidur pulas.Membuat mbak susi terkejut dengan kedatangan Arjuna yang mendadak.


"Tuan mau dibawa kemana nona Arsy?"Tanya Susi heran.


"Mbak,Arsy mulai sekarang dia akan tinggal bersama ku diapartemnt ku".Kata Arjuna pada Susi.


"Mbak,kalau kau mau ikut bersiaplah,tapi kalau kau tidak mau ikut aku tidak memaksa."Kata Arjuna dengan wajah datarnya.


"Baik tuan,saya ikut saja".Kata susi dan mempersiapkan perlengkapannya.


"Kotak Pandora terbuka begitu lebarnya dan memperlihatkan semua yang ada didalamnya.Satu persatu rahasia terungkap dan mungkin saja masih ada rahasia yang tersembunyi tertutup tabir kebohongan".

__ADS_1


(Arjuna).


__ADS_2