Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
158. Membersihkan Kotoran


__ADS_3

Arjuna dengan kesal bergegas menuju mobilnya karena tidak habis fikir apa yang telah ia dengar bahwa pamannyalah yang akan menghancurkan keluarganya.Masih dengan emosi yang membara ia pun mengendurkan dasinya dengan kesal.


Rahmad yang melihat Arjuna seperti itu hanya diam dan tidak berani mengatakan sepatah kata pun.


"Ayo kita kerumah paman Krisna malam ini juga".Kata Arjuna pada Rahmad.


"Baik tuan".Rahmad pun mematuhi perintah tuanya.


(Rumah Paman Krisna)


"Maaf Tuan Kirisna tidak ada dirumah".Kata Penjaga rumah itu.


"Pamaaan....keluar dari persembunyian paman,jangan jadi pengecut.Aku tidak segan² membuat perhitungan yang lebih dari ini.Aku tunggu 1x24 jam untuk paman menjelaskan semuanya dan minta maaf pada istriku maka jangan salahkan aku jika aku berbuat lebih Gila dari ini".Teriak Arjuna dihalaman rumah Krisna.Suaranya begitu menggelegar,sepertinya orang² didalam rumah itu bisa mendengar teriakan Arjuna yang begitu kerasnya.


Didalam rumah ada seseorang yang melihat dari dalam dengan wajah penuh ketakutan.Sorot matanya diselimuti dengan kekhawatiran yang luar biasa.Dia adalah istri paman Krisna.Namun Krisna dengan kesal sambil mengetatkan rahangnya dan mengepal tangannya erat mendengar ancaman Arjuna barusan.


"Ancam dia,karena sudah membuat keributan dirumah orang".Kata Krisna pada penjaga rumahnya melalu sambungan telefon.


"Tuan ayo keluar,saya akan laporkan polisi karena tuan sudah membuat keributan disini".Ucap penjaga rumah itu.


"Hahaha...polisi?!Okay siapa yang akan lebih dulu mendekam dipenjara aku atau paman.Kita tunggu saja.Aku masih berbaik hati menunggu 1x24jam jangan sia²kan kebaikan ku.Ingat itu...!!!"Kata Arjuna lalu pergi meninggalkan rumah itu dengan senyum sarkasnya.


"Brengseeeeek...!!!!! Dasar semuanya tidak becuuusss...!!!"Pekik Krisna dengan membanting gelas yang ada ditangannya.


"Sayang....tolong hentikan semua itu,aku tidak bisa lagi hidup dengan rasa takut seperti ini".Ucap Istri Krisna.


"Kamu diam!!! Kalau tidak bisa membantu tetap diam.Plaaakkkk...!!!!".


"Tamparan pun mendarat dipipi wanita separuh baya itu.Wanita itu hanya bisa menangis dan memegang pipinya dengan tangannya yang masih terasa panas.


"Ya Allah sadarkanlah suami hamba.Apa yang dia perbuat sudah tidak manusiawi lagi.Aku tidak mau dia menjadi monster yang menakutkan".Ucap wanita itu lirih.


"Demi harta dia rela melalukan segala cara bahkan menghilangkan nyawa sekalipun".Gumam wanita itu sambil berlinang air mata.


(Di Kantor)

__ADS_1


"Pagi begitu cerahnya.Arjuna dengan gagahnya menuju ruangannya seperti biasa untuk memulai aktifitasnya.


"Lusi dengan wajah yang penuh semangat datang membawakan sebuah berkas untuk ditanda tangani Arjuna.


"Pagi tuan...!!!"Sapa Lusi tersenyum manis


"Pagi..!!" balas Arjuna seperti biasa tanpa senyuman.


"Tuan,ini berkas yang harus ditanda tangai.Ini laporan keuangan tahun lalu dan ini laporan bulan ini".Kata Lusi menjelaskan.


Seketika Arjuna teringat dengan USB yang diberikan pada Endro tentang penggelapan keuangan yang dilakukan seseorang dikantor itu.


"Lusi panggil Endro untuk keruanganku segera.Oh ya satu lagi segera lakukan konfirmasi untuk rapat urgent para pemegang saham."Kata Arjuna dengan tatapan perintah.Seketika Lusi terdiam dan tidak bisa berkata².


"Kenapa tiba² ada apa ini.Pasti ada hal besar yang akan terjadi".Gumam Lusi dan berlalu pergi meninggalkan ruangan Arjuna.


"Jun...!!! Sudah waktunya?"Tanya Endro yang mengerti maksud Arjuna.


"Iya,sekaranglah saatnya.Aku masih mengampuni penjahat itu kalau masih korupsi uangku tapi kalau menyangkut keluargaku aku tidak bisa".Ucap Arjuna dengan menatap kearah jendela sambil mengepal tangannya kesal.


"Okay ayo kita bersihkan kotoran itu sekarang".Ucap Arjuna dan berjalan keluar menuju ruang rapat diikuti Endro dibelakangnya.


(Ruang Rapat)


Arjuna tiba diruang rapat dan benar saja semua sudah hadir di sana termasuk Cellia,tapi satu orang yang tidak ia temukan yaitu paman Krisna.Arjuna sudah tahu itu akan terjadi.Setelah mengetahui itu dengan cepat Arjuna meminta Rahmad untuk menyelidiki pamannya itu.


"Selamat siang semua,Mungkin semua yang ada disini terkejut karena saya melakukan rapat dadakan.Saya akan memberi kejutan untuk kalian semua.Saya tidak mau panjang lebar dan mari kita lihat bersama apa kejutan itu.


"Ayo Endro mulai".Kata Arjuna dengan wajah dingin.


"Waaah...apa ini?"


"Waaah...tidak mungkin begitu banyak yang sudah dikorupsinya".Gilaaa...!!!"


Semua orang diruangan itu terkejut dan marah karena melihat datang valid yang mereka lihat termasuk Cellia membulatkan matanya tidak percaya.Hampir menyentuh angka setengah triliun uang yang dikorupsi paman krisna dari tahun ketahun.

__ADS_1


"Saya ingin semua Bapak dan ibu disini segera mengambil tindakan."Ucap Arjuna.


"Keluarkan dia dari YP Group."Ucap salah satu dari mereka.


"Kami mau uang kami kembali dan laporkan beliau ke polisi".Kata Cellia.


"Okay saya setuju,untuk itu mari kita bekerja sama untuk tetap menjaga YP Group dan membawa penjahat itu kepengadilan".Ucap Arjuna tegas.


Ditempat lain,Rahmad dengan timnya mengintai paman Krisna dan istrinya menuju bandara untuk kabur keluar negeri.


"Tuan mereka akan pergi ke Luar negeri".Ucap Rahmad melalui sambungan telefonnya.


"Rahmad aku percaya padamu dan polisi".Ucap Arjuna diseberang sana.


Saat paman Krisna dan istrinya hendak check in.Polisi dengan pakaian biasa pun mengruduknya dan lalu segera menangkap suami istri itu.


"Apa apaan ini,lepaskan saya...!! Lepaskan...!!Ucap Krisna memberontak untuk dilepaskan.


"Maaf pak,nanti bapak bisa menjelaskan dikantor polisi.Saat ini bapak tersangkah korupsi dan pembunuhan berencana".Ucap polisi itu tegas.


"Arjunaaa keparat kauuu....!!!'Pekik Krisna kesal.


"Hiks hiks hiks....!!!"Suamiku bagaimana ini?"Ucap istrinya ketakutan.


"Tuan,Tuan krisna sudah tertangkap".Ucap Rahmad melaporkan tugasnya pada Arjuna.


"Okay bravo...!! Kerja bagus Rahmad."Ucap Arjuna dengan senyum penuh kemenangan.


"Gimana Jun? Udah beres?"Tanya Endro sambil menyeruput kopinya.


"Aman,sekarang tinggal lihat bagaimana wajahnya saat melihatku.Masih angkuhkah?"Ucap Arjuna kesal dan sarkas.


"Aku rasa paman Yudistira harus tahu hal ini Jun!"Kata Endro mengingatkan.


"Benar,tapi aku tidak yakin bagaimana shocknya papa kalau mendengar berit ini.Walau bagaimanapun paman Krisna adiknya satu²nya".Ucap Arjuna menerawang jauh memikirkan papanya.

__ADS_1


Walau pun mereka tidak perna akur tapi Arjuna tetap menyayangi Yudistira.Karena itu Arjuna begitu bekerja keras untuk mengetahui siapa yang menjadi dalang semua kekacauan didalam kantornya dan keluarganya.Arjuna keras kepala namun saat menyangkut tentang keluarganya dia akan menjadi sangat sensitif dan lembut.Telihat cuek diluar namun sangat perduli tanpa harus mengumbar didepan publik.Itulah Arjuna yang selalu dingin namun baik hati.


__ADS_2