Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
41.Berantakan.


__ADS_3

Arjuna terus berusaha mencari Embun di aula yang masih dipenuhi para tamu undangan.Para bodyguardnya pun ikut berlari mengikuti arjuna.Arjuna berteriak pada Rahmad untuk ikut mencari Embun.


"Rahmad cepat cari embun sekarang disini."


Rahmad pun dengan sigap memonitoring bawahannya untuk berpencar mencari embun.


Arjuna sangat khawatir kalau embun berfikiran salah tentang dia dan cellia.Arjuna masih berusaha mencari embun dengan membelah keramaian disana.Baru kali ini Arjuna merasakan ketakutan yang amat sangat.Arjuna takut jika nanti embun akan meninggalkan dia karena salah faham.


Para tamu pun dibuat heran dengan Arjuna yang seperti mencari cari seseorang dan seperti orang panik.Ada seorang wartawan yang mengetahui Arjuna sedang mencari seseorang pun mengikuti kemana arjuna pergi.Arjuna mencoba keluar dari aula dan mencari Embun di taman dekat danau.


Benar saja Arjuna menemukan embun disana duduk sendirian dan seperti menyekah air matanya berkali kali,Arjuna mencoba berjalan mendekati embun.


"Embun.." panggil Arjuna lembut.


Embun pun tampak terkejut dan menoleh kesumber suara itu.


"Kakak..." Jawab embun dengan menatap Arjuna lembut.Tampak jelas raut wajahnya diselimuti dengan kepedihan.Matanya juga sedikit sembab akibat menangis.


"Embun,aku mencarimu diaula,ternyata kamu disini."Kata Arjuna sambil mendekati embun dan saat Arjuna ingin menggenggam tangan embun tapi embun menarik tangannya dan terlepas dari genggaman Arjuna.


Seketika hati Arjuna merasakan perih melihat embun melepas genggaman tangannya.Arjuna berusaha menguasai dirinya agar tidak terbawa emosi.Inilah yang ditakutkan oleh Arjuna kesalah fahaman yang membuat mereka menjadi jauh.


"Embun,please jangan seperti ini,aku akan menjelaskan kalau itu tidak seperti yang kamu fikirkan.Jelas Arjuna dengan menyentuh kedua bahu embun.Tapi embun masih terus menunduk karena dia tidak kuasa untuk menatap wajah Arjuna.


"Mbun,tolong lihat aku,tatap mataku please!"Kata Arjuna memohon.


Embun pun menatap Arjuna dan benar saja matanya masih digenangi oleh kristalan kristalan bening yang siap jatuh dipipinya.


Tanpa aba aba kristalan itu pun lolos dipipinya,arjuna yang mengetahui itu pun tidak tahan melihatnya Arjuna membantu menghapus air mata embun.Dan tiba tiba Arjuna memeluk embun dan terus mengusap punggungnya.


"Maafkan aku sayang,aku tidak bermaksud menyembunyikan statusku".Dan satu lagi jangan salah faham dengan cellia,aku tidak ada hubungan apapun dengan dia."


Kata Arjuna sambil memeluk erat Embun.Rasanya hati arjuna sangat legah bisa mengutarakan semuanya.


Embun masih terus diam,dan dia pun hanya menyembunyikan wajahnya di dada bidang Arjuna.Arjuna merasakan kalau kemejanya basah oleh air matanya.Arjuna pun memeluk erat Embun.


Seakan dia merasakan kesedihan yang dirasakan oleb Embun.


"Maaf sayang".Kata arjuna lagi.

__ADS_1


Embun pun mencoba melepaskan pelukannya dan mendongak keatas untuk melihat arjuna.Dan dengan cepat arjuna mengecup kening Embun.


Jangan seperti ini lagi ya,aku khawatir sekali,please kalau kamu marah jangan tinggalin aku,kamu boleh marah pada ku,tapi jangan perna tinggalkan aku.Kata arjuna memohon.


Embun hanya mengangguk dan menatap dalam arjuna,merekapun saling tatap dan akhirnya arjuna mendekatkan wajahnya ke embun.Itu membuat jantung embun berdegup kencang.Arjuna mulai mendekatkan bibirnya ke bibir embun secara berlahan dan Arjuna pun mengecup bibir Embun dengan lembut.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata sedang mengawasi mereka berdua dan mengambil foto mereka saat berpelukan dan berciuman.


"Akhirnya aku bisa membuat berita utama di media".


Kata paparazi itu dengan bangganya.


"Pasti berita ini akan tranding dimedia sosial,akhirnya aku bisa naik gaji".Kata pewarta itu sambil mencium camera yang dipegangnya.


Ditempat lain Cellia dengan wajah penuh amarah pun membantingkan tasnya di atas tempat tidurnya.


"Brengsek,lagi lagi arjuna menghindari ku.Awas saja kau arjuna.aku pastikan kau akan bertekuk lutut di hadapanku."


"Haaaaaaaaaa".cellia menjerit marah sambil menyingkirkan dengan kasar semua peralatan kosmetik di nakas miliknya.Tampak semua kosmetik cellia jatuh berserakan dilantai.


Jeritannya pun menggemah dan membuat seorang pelayan lari menuju kamarnya dan memanggil manggil cellia."Nona nona tuk tuk tuk"...Seorang pelayan cellia mengetuk pintu kamar cellia.Cilla masih tidak menjawab.Dan itu membuay pelayannya khawatir dengan keadaan cellia didalam.Dengan ragu ragu pelayannya pun membuka pintu cellia benar saja kamar cellia tampak berantakan.Cellia sedang menangis diatas tempat tidurnya sambil berbaling telungkup.


"Nona,kamu tidak apa apa?"Tanya pelayan itu dengan mengumpulkan sejuta keberaniannya.


"Huhuhuhu..."Cellia masih terus menangis dikamarnya.


Hari pun mulai petang.Tampak embun sedang sibuk menyiapkan makan malam untuk mereka.Arjuna dan ayahnya duduk diruang tamu.Tampak ayah embun tampak sangat canggung duduk berhadapan dengan orang nomor satu di YP Group.Arjuna pun menyadari kalau pak Hasan sangat canggung.Arjuna pun mencoba memulai percakapan.Arjuna takut hubungannya dengan Embun tidak direstui ayahnya.


"Paman,maafkan saya kalau selama ini saya tidak memberi tahu status saya yang sebenarnya".Kata Arjuna canggung.


"ehem,Ooh masalah itu,sebenarnya saya juga sangat terkejut,saya tidak menyangka kalau kamu adalah Presdir YP Group.Dan yaa beginilah keadaan kami tuan,maaf jika tuan tidak nyaman."Jelas ayah embun.


"Tidak apa apa paman,oh ya paman saya dan embun, emmm saya mencintai embun paman."Kata Arjuna tanpa basa basi.


Ayah embun mendengar itu pun sangat terkejut dan dia tersedak oleh kopinya yang baru saja ia minum.


"uhuk uhuk uhuk".Ayah embun memukul mukul dadanya.


Arjuna mencoba membantu mengambilkan tisu untuk ayah embun.

__ADS_1


"Paman tidak apa apa?"Tanya Arjuna khawatir.


"tidak tidak...".Jawab ayah embun sambil merapikan bajunya yang terkena kopi.


"Apa kamu benar benar mencintai anak saya?"Tanya Ayah embun serius.


"Benar paman".Jawab Arjuna mantab.


"Ayah,kakak makan malam sudah siap,ayo kita makan".Kata embun sambil menyusun makanan dimeja makan.


"Pembahasan kita belum selesai"Kata Ayah embun sambil menatap tajam wajah arjuna.


Arjuna melihat itu seperti tatapan seekor srigala yang siap untuk menerkam mangsanya saat lengah.


"Oh ayo,kita makan malam bersama."Ajak ayah embun kepada arjuna.


Arjuna mengangguk dan berjalan dibelakang ayah embun.Embun tampak sibuk menyiapkan makan malam.Aroma masakan embun pun menyeruak dan menggugah selera.Ada ayam semur,rebusan sawi dan labu jipang,ada tempe dan tahu goreng.Semua masakan itu dimasak oleh tangan embun sendiri.


Arjuna duduk disamping Embun dan Embun mengambilkan nasi untuk ayahnya setelah itu embun mengambilkan nasi untuk Arjuna.Arjuna melihat sebuah mangkuk berisi air dan dia pun meraih mangkuk itu,arjuna pun meminum air yang ada dimangkuk itu.


Embun dan Ayahnya pun saling pandang,mereka heran kenapa Arjuna meminum air pencuci tangan.


"Kakak,itu air untuk cuci tangan?"Kata Embun sambil meraih mangkuk itu dengan paksa ditangan arjuna dan arjuna pun sudah meminum air itu.Dengan terkejut Arjuna menyemburkan air itu dari mulutnya sambil membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna.Semburan air dari mulut arjuna pun mengenai wajah embun.


"Maamaf"Kata Arjuna sambil mengelap wajah embun dengan serbet lap tangan yang ada di meja.Embun hanya mematung tanpa kata.Ayah embun pun tidak bisa berkata kata.


"Maaf nak,itu kain lap".Kata hasan pada Arjuna.Arjuna tidak tahu maksud kain lap,diapun tampak kebingungan dan mencoba mencari tisu tapi ia mala menyenggol sayur rebusan yang ada dimeja dan membuat sayur itu tumpah diatas pahanya dan celana arjuna pun basah.


Akhirnya makan malam pun menjadi berantakan,Arjuna merasa sangat konyol dengan dirinya yang seperti itu.Baru kali ini arjuna tampak seperti orang bodoh.


"Sudah kakak,ayo kita makan lagi".Kata embun sambil mengajak Arjuna duduk kembali setelah mengganti celananya dengan celana olah raga milik ayahnya.Tampak celana itu kependekan saat dikenakan Arjuna.Arjuna juga memakai kaus polos milik ayah embun.


Dan dengan kejadian tadi Arjuna pun masih bingung karena Hasan dan embun makan tanpa menggunakan sendok.Embun pun tahu kalau Arjuna bingung.Karena Arjuna terlahir dari keluarga yang makan menggunakan sendok emas bahkan ia tidak perna makan tanpa sandok.Sementara Embun terlahir dari rakyat jelata.


"Kakak makan pakai tangan itu lebih nikmat,nanti kakak coba deh makan pakai tangan".Kata embun sambil mencoba menyuapi Arjuna.


"Ayo kak,buka mulutnya,Aaaaah!!!" pinta embun.


Ayah embun pun memandang Arjuna dengan tatapan tidak bisa di tebak.Membuat Arjuna menjadi canggung.

__ADS_1


"Sudah cepat makan,jangan malu malu".Kata Ayah Embun sambil memasukan nasi kemulutnya.


Arjuna pun menuruti Embun dan membuka mulutnya.Akhirnya mereka pun makan tanpa pakai sayur hanya lauk saja.


__ADS_2