
"Embuuuuuun.....Sayaaang berhenti!"
Teriak Arjuna mengejar Embun dengan mobilnya.
Embun sama sekali tidak menghiraukannya.Embun masih terus mengayuh sepedanya dengan cepat.
Begitupun Arjuna terus mengimbangi Embun yang terus saja tidak menghiraukan Arjuna.
"Embun,dengarkan kakak,kalau kamu tidak berhenti maka kakak akan melompat dari mobil"Kata Arjuna mengancam berbuat gila.
"Aiiih Astagah dasar laki laki nekat".Gumam embun masih terus tidak memperdulikan Arjuna.
"Okay,satu dua tiga"Arjuna menghitung sampai tiga dan benar saja dia nekat berbuat gila dengan melompat dari mobilnya. Tapi sengaja ia mengurangi kecepatan mobilnya dan membiarkan Embun mendahuluinya.
"Auuuuuwwwww,bruuukk".suara Arjuna merintih kesakitan.
Dan mobilnya pun melaju tanpa ada yang mengendalikan sehingga menabrak pembatas jalan.
"Bruaaaaaaksss".Suara benturan keras berasal dari suara mobil itu.Embun pun berhenti dan sangat terkejut melihat mobil itu menabrak pembatas jalan.Jantungnya berdegup hebat,dia mengira Arjuna masih didalam mobil itu.
"Kakaaaaaakkkkkkk,Jerit Embun dan membantingkan sepedanya,dia berlari menuju mobil itu.Ternyata mobil itu rusak parah dibagian depannya dan membuat jantung Embun semakin berdegup kencang.Dia khawatir Arjuna didalam mobil terluka parah.Kaca film mobil Arjuna terlalu gelap sampai ia tidak bisa melihat kedalam.Ditambah lagi hari sudah malam serta mobil itu mengeluarkan asap.
"Kakaaaaaak,maafkan aku kak,aku tidak bermaksud membencimu dan meninggalkanmu,aku sangat mencintaimu,aku takut kehilanganmu,kakak jangan pergi kak,maafkan aku.Kumohon ya Tuhan selamatkan kak Arjuna.Kumohon,kumohon".Kata Embun sambil menangis bersimpuh dijalanan dan terus berbicara dengan sekeras kerasnya.Ia tidak melihat kebelakang sama sekali karena terlalu panik dan fokus dengan mobil Arjuna yang ia fikir Arjuna masih ada didalam.
"Mana ponsel ku,mana ponselku,huuhuhuhu".Embun panik dan mencari cari ponsel untuk menghubungi Ambulance tapi dengan kepanikannya dan tangannya yang gemetar sehingga dia tidak bisa menemukan ponselnya.
Sementara Arjuna dibelakangnya hanya tersenyum mendengar ocehannya.Dan dia merasa bahagia ternyata Embun masih sangat mencintainya.
Arjuna berjalan mendekati Embun dan dia memeluk Embun dari belakang.Sementata Embun sangat terkejut tiba tiba ada seseorang yang mendekapnya dari belakang.Embun menoleh dan jelas matanya terbelalak melihat Arjuna memeluknya bukan berada didalam mobil itu.
"Kakak,huhuhuhuhu".Kata Embun sambil menangis sejadi jadinya dipelukan Arjuna sambil memukul mukul kecil dada Arjuna yang bidang.
"Ke ke na pa kakak ada disini,jadi yang didalam siapa?".Tanya Embun heran.
"Kakak kan sudah bilang kakak akan melompat jika kamu tidak mendengarkan kakak".Kata Arjuna enteng.
"Apaaaa,jadi kakak benar benar melompat tadi,kakakaaaaaaaa,huhuhuhu".Teriak Embun sambil menangis lagi.
"Sudahlah kamu jangan menangis lagi,maafkan kakak ya sudah membuatmu cemas".Kata Arjuna sambil menghapus air matanya dan mengecup kedua mata Embun.
__ADS_1
Dan Akhirnya mereka berdua pun pulang dengan mengendarai sepeda Embun.Arjuna sangat menikmati suasana malam itu.Dia tidak merasakan kakinya yang sakit serta sikunya yang terluka.Arjuna menyembunyikan rasa sakitnya.Agar embun tidak khawatir padanya.
Sesampainya dirumah Embun,Arjuna baru merasakan sakit yang luar biasa dipergelangan kakinya.
"Auuuwwww,sakit".Kata Arjuna meringis menahan sakit yang luar biasa pada kakinya.
"Kakak,kamu kenapa,sini biar Embun lihat".Kata Embun sambil membuka sepatu dan kaus kaki Arjuna.Embun membulatkan matanya dan menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
"Ya ampun kakak,kaki kamu terkilir ini,bisa bisanya kakak tadi bertahan naik sepeda,mana Embun berat lagi,coba perlihatkan mana saja yang terluka,ya ampun siku kakak juga terluka,Kakak kenapa kamu hanya tersenyum si?".
Omel Embun sambil mengerucutkan bibirnya.Arjuna yang sudah lama tidak melihat tingkah Embun seperti itu pun sangat bahagia ternyata Embun belum berubah,masih sama dengan Embun yang ia kenal.
Embun pun berlari mencari minyak urut hasil dari turun temurun kekuarga Embun.Ia pun menemukan minyak itu dan mulai memijat kaki Arjuna.
Embun dengan hati hati memijat kaki Arjuna dengan mengolesi minyak tersebut dan reaksi Arjuna pun tampak sangat kesakitan.
"Aaawwww aaaaawww sa sa sakit,sakit Embun".Teriak Arjuna sambil menahan rasa nyeri di kakinya.
"Aduuuh kakak,tahan sebentar ya kak,setelah embun pijat pasti nanti sudah tidak sakit lagi".Kata Embun.Saat Embun akan beranjak meninggalkan Arjuna.Arjuna meraih tangan Embun dan menariknya hingga ia duduk dipangkuan Arjuna.Embun sangat terkejut dan gugup.
"Ka kak,kenapa?"Tanya Embun terbata,jantungnya berdegup kencang.Darahnya berdesir hebat,sudah lama Embun tidak merasakan hal seperti ini.
"Embun tidak bisa berkata kata,rasanya lidahnya keluh dan dia hanya menelan slavinanya dengan keras.
"Terima kasih sayang,kakak berjanji akan terus berusaha melindungimu dan menyelesaikan masalah ini".Kata Arjuna sambil memandang dalam kemanik mata Embun yang indah.
Arjuna berlahan mendekatkan wajahnya ke Embun dan wajah mereka sudah sangat dekat hingga mereka dapat merasakan deruh nafas keduanya.Saat Arjuna akan menjangkau bibir Embun dengan bibirnya tiba tiba.
"Assalamualaikum,Embun ayah pulang".Panggil ayahnya dan seketika Embun melompat dari pangkuan Arjuna dan mereka kelimpungan mencari posisi aman.Arjuna pun pura pura merasakan nyeri pada pergelangan kakinya.
"Waalaikum salam ayah,loh ayah dari mana?"Tanya Embun tanpa dosa.
"Dasar kamu anak nakal,kenapa ponsel kamu tidak bisa dihubungi?"Ayah khawatir sampai sampai Ayah kerumah Ayu untuk mencari kamu".Omel Hasan pada Embun.
"Oh maaf ya,ponsel Embun lowbatt".Kata Embun penuh sesal.
"Loh,nak kamu nak,sejak kapan disini?".Tanya Hasan pada Arjuna.
"Paman,baru saja paman,tadi ada sedikit kecelakaan kecil,jadi mobil saya menabrak pembatas jalan".Kata Arjuna menjelaskan.
__ADS_1
"Subhanallah nak, tapi kamu baik baik saja kan,tidak ada yang terluka?"Tanya Hasan khawatir.
"Tidak paman,hanya terkilir kecil saja".Arjuna menunjukan pergelangan kakinya kepada Hasan.
"Jadi bagaimana dengan mobil kamu?"Tanya hasan
"Mobil saya sudah ada yang mengurus paman,tadi saya menelfon rahmad untuk mendereknya".Jelas Arjuna pada Hasan.
"Kalau begitu kamu istirahat saja disini,besok baru pulang".Kata Hasan.
"Tidak usah paman,nanti mang ujang menjemput saya,biar saya di villa saja".Kata Arjuna pura pura menolak.
"Ayo paman cegah aku,agar tetap tidur disini,ayo paman,satu dua tiiii....".Gumam Arjuna penuh harap.
"Aah sudahlah,jangan sungkan,kamu bisa tidur dikamar tamu".Kata Hasan.
"Yeeeessss,Arjuna memang pesonamu tiada tara,akhirnya aku bisa menginap dirumah Embun".Gumam Arjuna girang.
"Nak,bersihkan kamar tamu ya nak,supaya Arjuna nyaman tidur disini".Pintah Hasan pada Embun.
"Baik yah".Jawab Embun sambil pergi untuk membereskan kamar tidur tamu.
Setelah selesai membersihkan kamar tidur untuk Arjuna.Embun pun meminta Arjuna untuk pindah kekamar.Tapi dengan kecerdasan otak Arjuna yang seksi Ia pun mendramatisir keadaan,Arjuna berpura pura tidak bisa berjalan dan meminta Embun untuk memapahnya menuju kamar.
"Aaauuuwwww,sakit,esssssss!" Kata Arjuna dengan wajah meringis kesakitan.
"Aah kakak,hati hati dong,Kata Embun sambil memapah Arjuna.Arjuna tersenyum penuh kemenangan dan ia pun berhasil dengan dramanya.
Embun menaikan tangan Arjuna ke pundaknya dan Embun pun melingkarkan tangannya kepinggang Arjuna.
Arjuna dengan cerdiknya menarik tangan Embun agar tubuh Embun semakin menempel dengan Arjuna.Arjuna pun dengan sengaja menghujani ciuman dipipi Embun bertubi tubi.Embun yang terkejut menoleh kearah Arjuna dan akhirnya bibir Embun bertemu dangan bibir Arjuna.Arjuna pun tersenyum penuh dengan kemenangan.
"Kakak,iiisss nanti ayah lihat loh".Kata Embun memberi peringatan.
"Hehehe".Arjuna hanya tertawa dan menaik naikan kedua Alisnya.
"Dasar laki laki,kakak itu ya selalu saja mencari kesempatan".Kata Embun kesal.
"Itulah laki laki,selagi ada kesempatan kenapa tidak,makanya hati hati dengan laki laki berhidung belang,ingat hanya kakak yang boleh seperti ini padamu".Kata Arjuna kepada Embun.
__ADS_1
"Iyaaaa iyaaaa".Jawab Embun malas.