Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
103. Sandaran Hati


__ADS_3

"Ceklek!!!


Seseorang membuka pintu ruangan Arjuna.Ternyata yang datang adalah Endro.Endro melihat Arjuna yang sedang berlutut pun cukup tersentuh.Arjuna sedang berlutut dengan kedua tangannya menyentuh lantai.


Badannya begetar menahan suara tangisannya.Tampak dia sedang menumpahkan kekesalan dan kesedihannya.Perasaanya cukup hancur dan kecewa.Ternyata orang yang selama ini paling ia hormati telah membohonginya bahkan tega melakukan negosiasi bisnis yang mempertaruhkan dan mempermainkan S1hati dan perasaanya.


Endro menyentuh pundak Arjuna pelan.Endro cukup faham apa yang di alamai Arjuna.


"Jun..ayo berdiri..!! Ajak Endro sambil membantu Arjuna berdiri dengan memapahnya untuk duduk di sofa.


"Endro,kenapa kau juga menjadi penghianat?"Tanya Arjuna dengan tatapan senduh yang membuat Endro pun merasa bersalah.


"Jun,Maafkan aku !! tapi bukan seperti itu yang sebenarnya."Aku juga tidak berdaya.Kau kira aku tidak merasa bersalah selama satu tahun terakhir ini?.Aku menahan selama itu,hanya untuk melindungi Embun!"Dengan suara bergetar menahan kekesalan yang selama ini terpendam.


"Apa maksudmu?"Tanya Arjuna penasaran.


# Flash Back #


"Endro,kau sudah tahu kalau Arjuna mengalami Anmesia bukan?"Tanya Yudistira pada Endro.


"Iya paman".Jawab Endro sambil menundukan kepalanya tanda mengerti.


"Aku mau kau tetap merahasiakan tentang Embun pada Arjuna".Kata Yudistira tanpa melihat wajah Endro.Wajahnya menatap lurus ke sebuah lukisan yang ada didalam ruangannya.Sontak Endro mengangkat wajahnya dan menatap wajah Yudistira penuh tanya.


"Maksud paman?"Tanya Endro tidak mengerti.


"Apa otakmu tidak berfungsi dengan baik?Untuk hal seperti itu aku harus menjelaskannya lagi?!"Kata Arjuna terdengar marah.


"Tapi paman?"...Sangkal Endro dengan wajah penuh permohonan.


"Sudah,aku tidak mau dengar alasan apapun dari mulutmu.Jika kau tidak patuh kau pasti tahu apa yang akan terjadi dengan mereka!!!".Kata Yudistira mengancam.


Akhirnya Endro menyerah dan hanya mengangguk tanda setuju.


# Flash Back Off #


Sontak Arjuna mendengar cerita Endro memejamkan matanya dan memijit keningnya sambil menghelah nafas panjang.Betapa tidak?.Arjuna cukup menahan kekesalannya yang tidak bisa ia lampiaskan.Tangannya mengepal dengan cukup keras sambil mengacak rambutnya kasar.

__ADS_1


"Aaaaaaarrgggghhhh".Teriak Arjuna sambil melemparkan sebuah dokumen yang ada dimejanya.Tampak dokumen² itu berserakan dilantai.


Endro hanya menatap Arjuna tengan nanar.Arjuna tiba² meraih kunci mobilnya dan keluar dengan tergesah² lalu Endro mengejar Arjuna.


"Jun...kamu mau kemana?"Tanya Endro berusaha mengimbangi jalan Arjuna yang cukup cepat.


"Bukan urusanmu!!!"Jawab Arjuna dengan wajah kesal.


Endro pun menghentikan langkahnya dan memberi kabar Rahmad untuk mengawasi Arjuna.Karena Endro khawatir Arjuna bertindak gegabah.


Diperjalanan Arjuna menelfon Embun dan memintanya untuk bertemu di sebuah taman dekat kontrakannya.


"Hallo sayang,ayo kita bertemu ditaman dekat rumah kamu!"Kata Arjuna dengan suara bergetar.


"Kenapa mendadak?"Tanya Embun heran.


"Ada yang ingin aku bicarakan".Kata Arjuna cepat.Lalu menutup sambungan telefonnya.


"Ada apa dengan kakak?"Gumam Embun dan ia pun berganti pakaianya untuk keluar.


"Hati² nak."Kata Hasan yang sedang menonton siaran televisi.


# Di taman dekat rumah Embun #


Embun tampak mondar-mandir dan memainkan ponselnya sambil menunggu kedatangan Arjuna.Tak menunggu lama Arjuna pun tiba.Embun tersenyum melihat kedatangan Arjuna dari kejauhan.


"Kenapa kau masih bisa tersenyum,setelah apa yang telah dilakukan papaku.Aku tidak tahu hatimu terbuat dari apa,tolong jangan tersenyum seperti itu,aku mohon.Aku tidak sanggup menatap wajahmu yang penuh ketulusan.Aku mohon".


Gumam Arjuna sambil terus berjalan mendekati Embun.Dadanya seolah ditimpah beban berat yang membuatnya tiba² terasa sesak.Nyeri yang teramat sangat menjalari disetiap pembuluh darahnya hingga membuatnya seakan tidak bisa menahan kristalan² bening yang siap lolos dari pelupuk matanya.


Embun masih saja tersenyum saat Arjuna sudah mulai mendekat kearahnya.


"Kakak...!!!"Kata Embun dengan senyum mengembang.


Arjuna pun menarik tangan Embun dan memasukan kedalam dekapannya.Sementara Embun yang tampak terkejut pun mematung tanpa kata.Arjuna memeluk erat tubuh mungil wanita yang sangat ia cintai itu.Sambil menumpahkan semua kegundahan yang ada dihatinya.


"Kakak..!!!"Panggil Embun lembut yang tampak heran melihat tingkah Arjuna yang tiba² memeluknya.

__ADS_1


Embun mau melepas pelukan Arjuna tapi Arjuna mengeratkan pelukkannya.


"Sayang,biarkan aku memelukmu seperti ini.Cukup kau diam saja aku hanya ingin memelukmu sebentar saja.Kata Arjuna dengan suara bergetar menahan air mata penuh penyesalan.


"Sayang,maafkan kakak,maaf...!!!"Suara Arjuna terdengar parau dan tangisnya pecah begitu saja.


"Ada apa kak?"Tanya Embun lagi.


"Sayang,pasti sangat sulit selama satu tahun ini kau menjalani semuanya sendiri.Maafkan kakak.Aku mohon maafkan kakak".Kata Arjuna dengan suara yang bergetar dan penuh kesedihan.


"Kakak,Embun tidak perna menyesali apa yang terjadi satu tahun terakhir ini.Karena saat ini semuanya sudah membaik".Kata Embun menenangkan Arjuna sambil mengelus punggung Arjuna lembut.Tapi air matanya juga tidak bisa dikendalikan mengingat kepahitan yang dilalui kala itu.Disaat ayahnya kecelakaan dan harus menjual semua aset milik mereka.


"Kakak berjanji akan selalu melindungimu"!!Kata Arjuna melepas pelukannya dan memegang kedua pundak Embun.Mereka pun saling pandang satu sama lain.Arjuna melihat ketulusan dan cinta dimata Embun yang begitu sendu.


"Kakak...!!!"Kata Embun terharu,matanya berkaca² dan air matanya mulai tergenang dipelupuk matanya yang siap lolos membasahi pipi lembutnya.


"Sayang,apa kau tau,hal yang paling aku takuti saat ini?"Kata Arjuna pada Embun.


"Apa itu kak?"Tanya Embun penasaran.


"Kakak takut membenci seseorang".Kata Arjuna sambil memejamkan mata penuh kegundahan.


"Siapa kak,kakak takut membenci siapa?"Tanya Embun diselimuti rasa penasaran.


"Papa...!!!" Jawab Arjuna sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan berjongkok.Arjuna menahan suara tangisnya yang begitu menyesakkan dadanya.Tubuhnya bergetar diiringi dengan jatuhnya air matanya.


Sementara Embun begitu terkejut mendengar itu semua.Embun pun ikut berjongkok dan mengusap pundak Arjuna lembut.Embun membiarkan sebentar Arjuna menumpahkan semua kegundahannya.Disaat Arjuna seperti ini dia hanya butuh sandaran untuk hatinya yang gunda.Sandaran hatinya hanyalah Embun sosok wanita tegar yang membuatnya begitu tergila².


(Di MCT Group)


Cellia tampak memainkan sebuah Hourglass (Jam Pasir) yang ada diatas meja kerjanya.Cellia menatap tajam pasir itu lalu tersenyum penuh kelicikan.Entah apa yang sedang ia rencanakan yang membuat bibirnya mengembang.


"Kita lihat saja,sampai kapan kalian akan bertahan".Kata Cellia sambil menaikkan sebelah bibirnya.Terciptalah kebengisan diraut wajahnya.


Cellia pun meraih sebuah dokumen dan kunci mobilnya.Di berjalan dengan angkuhnya tampak dagunya yang sedikit naik beberapa Centi.


"Hallo,siapkan semua dokumen kerja sama kita dengan YP Group dan sebentar lagi aku akan kesana".Kata Cellia melalui sambungan telefonenya.Tampak Cellia berjalan bak model yang berlenggak lenggop menuju keluar kantornya sambil membawa map dokumen ditangannya.

__ADS_1


__ADS_2