Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
159. Memohon Ampun


__ADS_3

"Papaaa..mamaa.!!!".Sapa Arjuna pada Yudistira yang baru saja tiba.Sejak berita Krisna mencuat di media Wike dan Yudistira langsung bergegas pulang dari Luar negeri.


"Jun...kamu yakin semua itu ulah paman mu?"Tanya Wike masih tidak percaya dengan berita di media.


"Mamaaa....!!! Semua sudah terbukti maaa.Tinggal kita lihat saja nanti di pengadilan bagaimana."Kata Arjuna pada Wike.


"Paaaa...papa sudah tahu bukan kalau paman seperti itu?" Tanya Arjuna pada Yudistira yang sedang duduk dihadapannya.


"Hhhssss...!!!"Tampak Yudistira membuang nafasnya kasar.


"Papa,sudah tahu dari dulu sebelum kamu menjadi pimpinan YP Group".Kata Yudistira tatapannya menerawang jauh.Seolah mengingat kisah lama dirinya dengan Krisna.


"Papa...tapi kenapa papa seolah tidak tahu?"Tanya Arjuna penasaran.Kenapa seorang Yudistira membiarkan serigala berbulu domba masuk kedalam kandangnya.


"Kenapa papa tidak perna membongkar kejahatannya,ada rahasia apa dibalik diamnya papa".Gumam Arjuna semakin penasaran.


#Flash Back#


"Yud !!! Hari ini kita akan makan malam keluarga dan kamu akan papa kenalkan dengan anak sahabat papa itu.Anaknya cantik,Sopan,dan baru saja lulus kuliah.Kamu maukan papa jodohkan dengan anak sahabat papa itu?".


"Paaaa....!!! Kenapa harus buru-buru paa...?! Belum juga saya kenal anak itu,bagaimana kalau dia juga menolak saya?" Sangkal Yudistira.


"Naaak...orang tuanya sudah mengenal kamu dari kamu kecil.Kamu ingat tidak dengan paman Prayugo? Jelas Pramuja pada Yudistira mencoba mengingatkan.


"Hmmmm.!!!"Yudistira mencoba mengingat sesuatu sambil mengerutkan dahinya.


"Iyaa ingat paa..!!"Berarti wanita itu anak dari paman Prayugo?"Kata Yudistira sepertinya mengingat sesuatu.


Tampak dia menyembunyikan lengkungan manis dibibirnya.Seolah ada sesuatu didalam hatinya saat membicarakan wanita yang dimaksud Pramuja.


Malam yang ditunggu pun tiba.Semua keluarga besar Pramuja sudah berkumpul di kediamannya.Disana tampak Yudistira dan Krisna sudah duduk bersama dimeja makan.


Tak menunggu lama keluarga besar Prayugo datang bersama dengan putri mereka.Tampak wanita cantik berjalan disamping Prayugo dengan anggun.

__ADS_1


Mata Yudistira dan krisna pun tertuju pada wanita itu.Mereka berdua tampak takjub melihat kecantikan wanita itu.Tapi Krisna tampak tersenyum lebar saat melihat wanita itu berjalan semakin mendekat.


"Bukankah dia mbak Wike,cinta pertama ku?"Gumam Krisna tersenyum bahagia melihat cinta pertamanya ada didalam rumahnya.


"Selamat malam semua perkenalkan dia adalah anakku namanya Wike". Kata Prayugo memperkenalkan Wike pada semua orang disana.


"Wike kenalkan ini Yudistira anak pertama paman,dan dia Krisna anak kedua paman.Kata Pramuja pada Wike.


"Kamu,Krisna yang ada di jurusan Bisnin kan?"Tanya Wike pada Krisna sambil tersenyum ramah.


"Benar mbak.Senang sekali ternyata mbak Wike masih ingat saya".Jawab Krisna dengan senyum yang mengembang.Jantungnya pun mulai berdegup kencang karena Wike masih mengingatnya.


"Jadi kalian sudah saling mengenal?"Tanya Prayugo.


"Benar pa,Krisna perna satu kelompok dengan saya saat ada program praktek dikampus paa."Jawab Wike seperti sangat senang ternyata Krisna anak dari sahabat ayahnya.


Sementara Yudistira hanya tertunduk lemah karena merasa asing saat yang lain tampak begitu akrab.


Tapi mata Wike seolah tahu apa yang dirasakan Yudistira.Wike pun menatap Yudistira lembut dan seakan ada sesuatu dihatinya yang tidak tahu apa.


"Pengumuman apa itu paa?"Tanya Krisna penasaran.


"Pengumuman ssalah satu putra papa akan papa jodohkan dengan putri paman Yudistira.


Jantung Krisna semakin berdegup kencang saat mendengar itu.Dia merasa kalau dirinyalah yang akan dijodohkan pada Wike.Wajahnya tampak sangat cerah dan merona.


"Wike maaf jika kesannya terburu-buru.Paman ingin kamu menikah dengan putra paman Yudistira".Kata Pramuja pada Wike.


Seketika wajah Krisna tampak memerah dan jantungnya seolah terhenti mendengar apa yang dikatakan Pramuja.


Ada kekecewaan yang mendalam didalam hatinya.Tangannya gemetar menahan kekesalan yang tidak mampu terucapkan.Wajahnya menatap kearah Wike lalu kemudian kearah Yudistira.Tampak Wajah Wike memancarkan rona bahagia tanpa ada penolakan.Tapi Yudistira tidak bisa ia manafsirkan apa yang ada didalam hatinya.Raut wajahnya datar biasa saja tidak ada ekspresi bahagia atau penolakan.Mungkin ia sudah mendengar lebih awal dari dirinya.


Tangan Krisna mengepal kesal sambil menatap wajah Yudistira.Bibit kebencian pun muncul hingga saat ini karena merasa dirinya selalu dinomor duakan oleh ayahnya sendiri.Sementara Yudistira seperti anak emas yang selalu di banggakan Pramuja.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian,Krisna mengatakan bahwa dirinya mencintai Wike dan Wike adalah cinta pertamanya pada Wike.Namun Wike menolak karena Wike menganggap Krisna seperti adik baginya.Wike pun mengatakan bahwa dia jatuh cinta pada Yudistira.


Semenjak kejadian itu Krisna dan Yudistira mulai perang dingin.Namun Yudiatira masih menganggap Krisna seperti biasa tidak perna ada kebencian dihatinya, tapi tidak dengan Krisna hingga saat ini Krisna membenci Yudistira bahkan anaknya sekalipun.


# Flash Back Off #


"Paaa,papa mau menjenguk paman Krisna?"Tanya Arjuna penasaran.


Yudistira hanya diam tanpa kata.Namun ia menatap sebuah pena yang ada dimeja kerjanya.Pena itu pemberian Krisna saat pertama kali Yudistira bekerja dikantor orang tuanya sebagai hadiah.


"Hmmm,!!! walau bagaimana pun dia adalah adik ku.Tapi perbuatannya pada ku dan perusahaan ini cukup menguji kesabaranku".Kata Yudistira seperti ada kesedihan dihatinya.


"Paaa,kalau papa ingin berkunjung itu tidak masalah.Tapi kalau papa ingin mencabut laporan Arjuna tidak setuju."Ucap Arjuna seperti memberi ultimatum pada Yudistira.


"Baiklah,papa besok akan melihatya".Kata Yudistira sambil menepuk pundak Arjuna.


Keesokan harinya.


Yudistira mengunjungi Krisna yang ada ditahanan.Tampak wajah Krisna lusuh dan berantakan.


"Mas,maafkan aku.Aku khilaf,mas tolong keluarkan aku dari sini mas.Kasihanilah aku mas."Kata Krisna memohon ampunan pada Yudistira.


"Maas yudi,tolong bantu aku mas.Aku mohon mas."Ucap Krisna lagi memohon dibalik jeruji besi.


"Krisna,aku sudah memaafkanmu.Tapi tidak dengan hukum dinegara ini.Kau harus berurusan dengan hukum karena sudah mencoba membunuhku".Ucap Yudistira pada Krisna dengan tenang.


"Kau harus ingat,prinsip tabur tuai."Apa yang kau tabur itu yang akan kau tua".Ucap Yudistira pada Krisna.


"Mass maafkan aku mas.Aku mohon mas maafkan aku".Kata Krisna memohon lagi kini diiringi dengan air matanya yang membanjiri pipinya.


"Krisna,kau memang adik ku.Tapi jika kau melakukan kesalahan tetap hukum menjadi landasan yang paling adil untuk kejahatanmu.Maka dari itu nikmatilah apa yang sudah kau perbuat dan bertanggung jawablah".Kata Yudistira lalu pergieninggalkan Krisna.


"Maaaaassss...!!!!!"

__ADS_1


"Brengsek,kau maaaass...!!!"Lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya dengan keluargamu."Pekik Krisna sambil membabi buta dengan kemarahannya dibalik jeruji besi.


__ADS_2