Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
165. Ngidam #2


__ADS_3

"kakak ayo bangun,sudah siang kakak gak ke kantor lagi hari ini?"Ucap Embun berusaha membangunkan Arjuna.


Entah kenapa satu minggu ini Embun tidak merasakan mual muntah lagi.Embun seperti biasa saja dan tidak seperti wanita hamil pada umumnya.Sementara lain halnya dengan Arjuna.Arjuna seperti orang terkena penyakit tipes selalu mual muntah,lemas,oyong dan moody.


"Kakak gak masuk,kakak libur".Ujar Arjuna masih bermalas-malasan diatas ranjang.


"Baiklah,kakak ayo dong bangun Embun pengen masak bulgogi nih,kakak enggak pengen?"Ucap Embun pada Arjuna seolah sengaja membuat Arjuna ngiler.


Arjuna langsung bangkit dari tidurnya dan bersemangat mendengar bulgogi.Entah kenapa rasanya seperti cepat-cepat ingin makan bulgogi buatan Embun.Slavinanya sudah mengalir deras dimulutnya.


"Okay..!!! Kakak bangun".Kata Arjuna lalu berjalan menuju kamar mandi.


Embun yang melihat tingkah Arjuna hanya bisa tertawa gemas.


"Kakak kenapa kamu semenggemaskan itu?".Ucap Embun menatap suaminya yang sedang menuju kearah kamar mandi.


Embun pun sudah bersiap² didapur dibantu para pelayan mereka.Embun memasak bulgogi kesukaan Arjuna.Sambil menunggu Arjuna selesai mandi,Embun sudah menyiapkan kopi panas untuk Arjuna.Sudah satu minggu Arjuna tidak sarapan roti bakar atau pun sanwich.Arjuna sedang suka makan makanan berat dia tidak mau nasi tapi diganti dengan kentang.Akhir-akhir ini dia sangat membenci nasi.


"Waah sayang,harumnya membuat kakak tidak sabar dan semakin lapar".Ucap Arjuna berdiri dibelakang Embun.Seolah anak kecil yang tidak sabar menunggu matang.


"sebentar lagi juga siap kak,tunggu saja di meja makan kak".Ucap Embun.


"Hmmm,tidak pagi ini kakak mau membantu kamu sayang,kamu mau kakak buatkan jus apa sayang?"Tanya Arjuna dengan wajah yang serius.


"Kakak beneran mau buatin jus Embu".Tanya Embun tidak percaya.


"Iyaa bener.Kenapa apa ada yang salah?"Tanya Arjuna merasa diremehkan.


"Tidak ada yang salah kak,tapi apa kakak bisa?"Tanya Embun lagi.


"Nah,ini yang kakak suka,diremehkan!".Ucap Arjuna menantang.


Embun tersenyum melihat suaminya seperti itu.


"Okay lihat saja,pasti kamu akan takjub melihat keahlian kakak yang tersembunyi".Ucap Arjuna penuh percaya diri.

__ADS_1


"Kamu mau jus apa? Cepat katakan kakak akan membuatkan spesial untuk kamu".Kata Arjuna lagi.


"Eeeh Embun mau,Mangga+madu kak".Ucap Embun sambil tersenyum bahagia tapi sedikit ragu.


Arjuna dengan semangat mencari buah mangga dilemari es.Akhirnya dia menemukan mangga itu.Arjuna penuh semangat mengupas kulit mangga itu dengan begitu tebalnya hingga daging mangga itu pun terikut.Gerakannya tampak sangat kaku dan seperti sangat susah sekali saat melihat Arjuna mengupas mangga.


"Astagah Ingin rasanya Embun membatu kakak mengupas mangga itu".Gumam Embun.Tapi Embun mengapresiasi kerja keras suaminya.


Embun duduk didekat meja bar dan memghadap Arjuna sambil mengawasinya.Tampak berserakan kulit mangga diatas meja pantri dan ada lima buah mangga yang dikupas Arjuna karena satu buah mangga tidak cukup dagingnya untuk diblender akhirnya Arjuna mengupas 5 buah mangga untuk 1 gelas jus.


"Tuan biar saya saja."Kata pelayan itu sungkan melihat Tuannya didapur.


"No..!! Kamu pergi saja atau duduk disana".Ucap Arjuna menolak sambil menunjuk kearah meja Bar.Pelayan itu pun mengangguk dan mundur 4 langkah kebelakang tapi masih menghadap Arjuna.Tidak mungkin dia duduk sementara tuannya sedang sibuk didapur.


Arjuna mencari belender jus untuk memblender mangga yang sudah siap dikupas.Tak lupa Arjuna mencuci mangga itu.Arjuna berusaha sendiri tanpa bantuan pelayan dan Embun.Saat mencari belender dia menurun-nurunkan semua panci yang ada di kichenset.Tampak panci,teplon berserakan didekat wastafel.


Arjuna memasukan daging mangga itu kedalam blender lalu ia tidak menutup blender itu dan langsung menyalakan tombol ON akhirnya buah mangga itu terlempar keluar kemana-mana dan itu membuat Arjuna panik kebingungan untuk menekan tombol Off blender itu.


"Wooooh....wooooh.....!!! Bagaimana ini apa yang terjadi".Refleks Arjuna terkejut.


Wajah dan bajunya pun dipenuhi dengan percikan mangga.


"Astagah,Embun pun berucap didalam hati sambil menepuk jidatnya.Tiba-tiba dia merasa pusing melihat tingkah suaminya.


"Tuaaan,astagah".Pelayan itu berlari lalu membantu Arjuna menekan tombol off.Pelayan itu pun mengulum bibirnya tersenyum melihat tingkah taunnya.


"Ya Allah kakak.Sudah jangan diteruskan lagi,jusnya biar mbak wiwid yang buat ya sayang,kakak makan saja".Ucap Embun pada Arjuna.


"Tapi sayang,kakak sudah berjanji".Ujar Arjuna.


"Sudah,Embun sudah seneng lihat usaha kakak,kalau masalah jus mbak wiwid saja ya."Ujar Embun lagi.


"Mbak tolong bantu bersihi ya mbak."Ucap Embun pada pelayannya itu.


"Baik non".Jawab Wiwid sambil terus tersenyum.

__ADS_1


"Tap..tapppi sayang...!!!"Ucap Arjuna yang belum bisa merelakan untuk membuat jus.Tapi Embun tidak memperdulikannya dan tetap mendorong Arjuna untuk berjalan menuju meja makan.


"Astagah ada apa sih ribut-ribut..!!!"Tanya Wike heran.Begitu juga Yudistira menatap penuh tanya pada Embun.


"Lihat maa...!!! Arjuna membuat keributan didapur".Bisik Embun.


Wike pun penasaran berjalan menuju dapur.Alangkah kagetnya dia melihat dapur seperti kapal pecah kulit mangga dimana-mana pisau,panci dan teplon berserakan dimana-mana.


"Astagaaah ya Allah...!!!"Kenapa seperti ini aduuuh pusing lihatnya".Ucap Wike menepuk jidatnya sambil menghelah nafas panjang.


"Junaaa...!!!Kamu kesambet apa sebenarnya?"Tumben enggak ada angin enggak ada hujan mau buat jus?"Tanya Wike pada Arjuna.


Arjuna hanya tersenyum cengir kudanya.


"Juna,mau menjadi suami yang baik maa...!!!sesimple itu".Jawabnya santai.


"Astagah kenapa anak ini berubah 180 derajat.Setan apa yang merasuki dirinya".Gumam Wike.


"Apa karena pengaruh hormon kehamilan.Tapi yang hamil Embun kenapa dia yang aneh?"Gumam Wike sambil terus memandangi wajah Arjuna penuh tanya.


Arjuna dengan lahapnya makan bulgogi buatan Embun yang terasa begitu nikmat.Tiba² Arjuna berhenti makan dan menelan slavinanya kasar.Seolah ada yang melintas difikirannya tentang makanan yang begitu nikmat.


Arjuna pun meminta pelayannya untuk mengambilkan Es cream stowberry milik Arsy.


"Mbak wiwid tolong ambilkan es krim rasa strowberry di lemari Es ya".Ucap Arjuna tanpa ragu.


Embun dan wike terkejut dan saling tatap heran,seolah saling tahu apa yang ada difikiran masing-masing.


Arjuna memasukan es krim kedalam piringnya dan dengan lahap memakannya bercampur dengan bulgogi dan kentang kukus seolah itu adalah makanan paling lezat sedunia.


"Kenapa aku yang hamil mala biasa saja,mala suami ku yang seperti ini?"Atau jiwa kami tertukar?"Gumam Embun menatap Arjuna heran sambil terus memasukan nasi kedalam mulutnya.


Arjuna sengaja menjauh duduknya dari Embun karena dia tidak mau mencium aroma nasi didekatnya bisa-bisa dia akan muntah.


Yudistira tidak bisa berucap apa-apa dia pun heran melihat putranya seperti itu.

__ADS_1


"Apa mungkin mitos menjadi fakta?"Gumam Yudistira sambil menatap putranya.


__ADS_2