Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
78.Pertarungan Sengit.


__ADS_3

Arjuna melaju dengan mobilnya dengan kecepatan tinggi.Rasa kesalnya masih terus menguasai dirinya.


Arjuna merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan ponselnya.


"Bian,dimana kau?"Tanya Arjuna melalui ponselnya.


"Aku ada diclub metro"!Jawab Bian dari seberang sana.


Arjuna pun mematikan sambungan telefonnya.


Di Club tampak wanita wanita cantik sedang menari berlenggak lenggok memamerakn tubuh **** mereka.Suara musik yang memekakkan telinga memenuhi ruangan itu.Tapi bukan itu tujuan Arjuna,Ia menyusuri seluruh ruangan.Arjuna tidak bisa menemukan Bian.


Arjuna pun mengirim pesan pada Bian.


Ternyata Bian ada diruangan ViP dan dia sedang menikmati segelas wine yang ada ditangannya.


"Malam Tuan Arjuna Pramuja"Sapa Bian yang sudah sedikit mabuk.


"Brengseeeek!


"Buuuukkkkk".Bogem hangat mendarat di pipi Bian.


Bian pun ambruk dan mengelap ujung bibirnya dengan ibu jarinya.Tampak bercak darah lengket di ibu jarinya.


Bian tidak terima dengan Arjuna yang tiba tiba memukul pipinya pun membalas pukulan Arjuna.


"Buuuukkkk!!" Tinjuan panas mendarat manis dipipi mulus Arjuna.Dan benar saja bibir Arjuna juga pecah.Arjuna menghapus darah yang dibibirnya dengan rasa kesal.


"Berani beraninya kamu mendekati Embun.Haaaaa"!.Teriak Arjuna sambil mencengkram kera kemeja Bian.


Bian tersenyum sinis tanpa perlawanan.


"Kenapa,kau takut,?dia berpaling darimu?,Seharusnya aku tadi mengecup bibir ranumnya didepan anakmu.Supaya kau semakin gila.Hahahaha".Kata Bian sambil terbahak dengan nada mengejek didepan Arjuna.


"Kurang Ajar kau,berani beraninya kau keparat!!!.


"Bruuuuuk"!Bogem hangat sekali lagi mengenai bibir Bian lagi.Dan tampak darah mengalir dari mulutnya.


"Lihat bibirmu kau tidak akan bisa menciumnya dengan mulut kotormu itu.Kata Arjuna.


Arjuna pun mau melemparkan bogeman sekali lagi pada Bian,tapi kali ini bian menangkap tangan Arjuna.Dan Ia pun membalas pukulan Bian dengan melayangkan tinjunya keperut Arjuna.Akhirnya mereka baku hantam didalam ruangan itu.


Dan akhirnya Arjuna keluar kamar Vip itu dengan wajah yang babak belur.Ia meninggalkan Bian tergeletak dikamar itu sendirian.


Arjuna pun berhenti di Bar.Ia memesan beberapa gelas minuman beralkohol untuk menghilangkan kepenatannya.


"Embuuuun,aku tidak rela siapa pun menyentuh mu selain aku".uhukuhuk.


"Siapa saja yang menyentuhmu akan aku habisi dia".Rancau Arjuna yang sudah dipengaruhi alkohol.


Sudah hampir tengah malam Arjuna belum pulang juga.Dia tampak mabuk berat dan ia tidak bisa lagi bangun.Arjuna tampak tertidur dimeja bar.

__ADS_1


"Triiing triiiing".Suara ponsel Arjuna berdering.Dengan tampak wajah lesuh dan kepalanya yang terasa berat pun ia mengangkat telefon itu.


"Hallo sayang,maafi kakak sayang,kakak tadi terlalu Emosi".Rancau Arjuna diponsel.


"Maaf tuan,ponselnya terbalik"Seorang Bartander memberi tahu Arjuna.Arjuna pun mengangguk dan memperbaiki posisi ponselnya.


"Juna,juna,juna.Sementara orang diseberang sana memanggil manggil namanya.Karena ponsel Arjuna terbalik Endro tidak mendengar Arjuna bicara."kamu dimana si berisik sekali?".Tanya Endro


"Diclub Metro".Jawab Arjuna.


"Ya ampun kamu mabuk?"Tanya Endro


"Enggak,siapa yang mabuk?"Jawab Arjuna dengan suara berat khas mabuk.


30 menit kemudian.


"Junaaa,Astaga ada apa dengan dirimu?"Tanya Endro heran.


"Kenapa wajahmu babak belur seperti ini?".Tanya Endro penasaran.


"Hahahaha,kamu siapa,kamu mirip Endro sahabatku. sejak kapan Endro punya kembaran? kenapa kamu ada dua.haaaaa? Tanya Arjuna sambil menunjuk wajah Endro sempoyongan.


"Aduuuh,apanya yang kembar.kamu mabuk berat ini.Kata Endro sambil memberi kode meminta bil pembayaran pada Bartender.


aku sudah mengalakan si brengsek Bian".


Akulah pemenangnya!!"Kata Arjuna dengan suara berat.


Arjuna pun dibawa pulang Endro ke Mansion dan sampai di Mansion mama wike terkejut melihat wajah memar Bian.


"Aduuuh sayang, ada apa si ini Endro?"


tanya mama wike panik.


"Ya Allah Arjuna,kemana aja si dari tadi mama telfoni anggak diangkat angkat.Kamu tau,embun pulang kampung."!Kata Mama Wike kesal dan panik.


Ada apa si dengan mereka,aduuuh!!!.


"Maaf tante,saya juga belum tahu,kenapa Arjuna seperti ini"!Ayo tante kita bawa saja kekamarnya ya.Kata Endro.Mama wike pun menuruti Endro.Paman iyat membantu Endro memapah Arjuna menuju kamarnya.


"Embuuuun,maafi kakak sayang.Embuuuun,dimana dia?"Embuuuuun.Rancau Arjuna memanggil nama Embun.


"Kamu ada apa si dengan Embun nak,dia baru saja pergi dari rumah ini".Jelas mama wike.


dan Arjuna yang mendengar itu pun berdiri dengan tubuh yang sempoyongan berjalan menuju kamar Embun.


"Embuuuuun,maafin kakak!!!! Embun buka pintunya.Arjuna pun membuka pintu dan didalam kamar sudah tidak ada Embun lagi.


"Embuuuuuun,hiks hiks hiks hiks!"Tangis Arjuna seperti anak kecil dengan bergulung gulung ditempat tidurnya sambil memanggil manggil Embun.


Arjuna juga menggesek gesekan kedua kakinya ditempat tidur sambil menangis meraung.

__ADS_1


"Embuuuun....!huuuuuuuuhuuuuu.


"Embuuuun....!huuuuuuuhuuuuuu.


"Sayang jangan tinggalin kakak.!!! Teriak Arjuna sambil merengek.


Endro dan Mama wike terdiam shock melihat Arjuna menangis seperti anak kecil. Mereka saling tatap dan tidak menyangka ternyata Arjuna bisa segila ini saat mabuk dan hanya Embun yang bisa membuat Arjuna seperti ini.


Endro membulatkan sempurna matanya dan menggelengkan kepalanya tidak percaya sahabatnya seperti itu.Ia tersenyum dan merasa sangat bahagian karena akan ada rahasia terbesar yang dipegangnya.


Iyat mematung shock,melihat bossnya seperti anak kecil.


"Tenyata tuan Arjuna wajah rocker hati Hello kitty".Gumam iyat berjalan keluar sambil menahan tawanya.


"Mamaaaa,panggil Embun maaa,cepat maa.Juna takut Embun tidak kembali".Rengek Arjuna pada Mama wike.


Diam diam Endro merekam tingkah Arjuna diponselnya dan sebagai senjata serta kartu AS Arjuna.


"Iyaaa sayang besok ya! ini mama obati dulu luka kamu!"Kata Wike sambil tersenyum lucu melihat tingkah anaknya yang sudah punya anak tapi justru lebih manja dari anaknya.


"Endro tolong ambilkan kotak P3K dilemari"!Pintah wike.


Endro pun mengambil kotak P3K itu dan memberikan pada Mama Wike.


Arjuna yang masih merancau memanggil nama Embun pun tidak merasaka perih dilukanya saat diolesi antiseptik.


Dengan Kondisi yang masih dipengaruhi alkohol Arjuna pun tidak sadar kalau yang mengantar dirinya adalah Endro.


"Mama telfoni Endro maa,suruh dia kemari maa."


wike dan Endro saling tatap heran.


Arjuna pun meraih ponsel miliknya dan mecari nama Endro.


"Dimana tadi namanya,kok enggak ketemu".Naaah ini dia! Aku menemukannya.hahahaha".Kata Arjuna sambil menekan tombol panggil.


Suara pinsel milik Endro pun berdering.


"Triiing...Triiingg"!.


Arjuna mencarai suara dering ponsel itu dan dia tatapannya berhenti di Endro.


"Loh kamu sudah disini?,kamu memang terbaik!!"


Kata Arjuna sambil mengacungkan ibu jarinya.


"Jadi siapa yang mengantarmu pulang tadi dengan selamat,Tuan Arjuna yang terhormat".Gumam Endro kesal.


"Endroooo,sahabatku!!!"Arjuna memeluk erat Endro.


Endro merasa risih dan geli dengan pelukan erat Arjuna.Tapi kali ini Endro tidak bisa menolak pelukan Arjuna.Dia hanya bisa pasrah dan akhirnya Arjuna pun tertidur tidak sadarkan diri lagi.Ia tampak sangat mabuk karena dipengaruhi Alkohol.

__ADS_1


__ADS_2