Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
123.Wawancara Eksklusif


__ADS_3

"Embuuun....!!!!"Teriak Arjuna dengan suara yang memenuhi ruangan itu.Yudistira dan Embun sama terkejutnya mendengar suara Arjuna yang cukup menggelegar.


"Untuk apa kamu menemui dia?Jangan jatuhkan harga dirimu hanya untuk memelas padanya karena itu akan sia².Kamu tidak akan mendapatkan apapun".Kata Arjuna marah sambil mencekal pergelangan tangannya agar keluar dari ruangan itu.


"Kakak hentikan....!!! Kata Embun mencoba melepaskan cekalan tangan Arjuna.Arjuna cukup terkejut melihat Embun yang menolak ajakannya.


Sementara Yudistira hanya menonton mereka tanpa mengatakan sepatah kata pun.Yudistira juga sama terkejutnya melihat sikap Embun yang tidak seperti biasa.


Tampak keberanian dan ketegasan terpancar diwajahnya bahwa dia bukan tipe wanita yang mudah dikendalikan.


"Kakak....!!! Embun mohon jangan seperti ini.Lihat siapa yang ada disana! Sambil menatap kearah Yudistira.


"Orang yang kakak sebut Dia itu adalah orang tua kakak,enggak sepantasnya kakak seperti itu.Semarah apapun kakak dengan paman setidaknya jangan jatuhkan harga dirinya dihadapan Embun kak,tetap hormati paman sebagai orang tua kakak.Tidak sepantasnya kakak seperti itu pada paman".Kata Embun marah kepada Arjuna tampak wajahnya memerah.


Yudistira seperti terhipnotis dengan ketegasan Embun yang cukup berani menentang Arjuna dan membela dirinya.Arjuna juga tidak perna menyangkah Embun akan semarah itu padanya.Ayah dan anak itu sama² kagum melihat sikap wanita yang ada di hadapan mereka.


"Gilaaa....!!! Embun kamu benar² membuatku semakin tergila² padamu".Gumam Arjuna tersenyum saat Embun marah padanya.Embun menyipitkan matanya karena bingung kenapa Arjuna mala tersenyum saat dia sedang memarahinya.


Embun pun mengalihkan pandangannya ke Yudistira ia tampak heran melihat Yudistira yang mematung menatapnya.Setelah ia menyadari kalau dirinya sudah banyak bicara akhirnya Embun memelankan suaranya.


"Maaf paman kalau saya mengejutkan paman.Terima kasih untuk waktu yang sudah paman berikan".Kata Embun sambil sedikit menundukan kepalanya dan pergi meninggalkan ruangan itu.Sebelum meninggalakan ruangan itu dengan cepat ia menarik tangan Arjuna dan menggandengnya keluar.Arjuna yang digandengan seperti itu hanya mengulum senyumnya karena bangga melihat sikap gadis mungil itu.Ia seperti anak anjing yang menurut pada tuannya.


"Sayang...!!!" Tiba² Arjuna memeluknya erat.


"Kakak...!!! Iisss nanti dilihat orang gimana?".Kata Embun mencoba melepaskan pelukan Arjuna tapi apalah daya Embun yang mungil tidak bisa mengimbangi kekuatan Arjuna yang kekar.


"Sayang...kakak bangga sekali dengan kamu.Kakak semakin jatuh cinta berkali² lipat padamu".Kata Arjuna menghujani ciuman dipuncak kepala Embun.Sementara Embun masih bingung dengan perkataan Arjuna.

__ADS_1


"Aneh apa yang sudah membuatnya bangga,bukannya aku tadi memarahinya.Dasar kakak aneh !."Gumam Embun sambil memikirkan apa yang dimaksud Arjuna.


Yudistira pun masih memikirkan perkataan Embun tadi.Hati kecilnya mengatakan kalau ia kagum dengan sikap Embun.Tapi gengsinya cukup tinggi untuk mengakuinya.


(Kantor YP Group)


Keesokan harinya suasana kantor dibuat sibuk oleh Arjuna.Arjuna yang basicnya memiliki sikap perfectionist membuat para karyawannya sangat kewalahan dengan semua permintaannya.Hari ini jadwal Arjuna melakukan wawancara untuk majalah bisnis edisi terbaru tahun ini dan akan disiarkan disiaran televisi swasta ternama.


Tampak Endro yang sedari tadi sibuk dengan para sponsor untuk pemotretan dan wawancara hari ini.Semua tentang keperluan Arjuna semua dilakukan Endro.Karena Arjuna tidak perna mempercayakan hal sekecil apapun pada orang lain termasuk Lusi wakil sekretarisnya.Sementara Paman Ridwan sudah sibuk dengan urusannya sendiri karena sebentar lagi ia akan pensiun.


Arjuna datang dengan stelan jas yang cukup menawan.Dia berjalan sangat gagahnya menuju ruang aula tempat wawancara dilakukan.Embun dan Larisa juga ikut menyaksikan Shooting wawancara Eksklusif itu.Saat wawancara akan dimulai Yudistira datang bersama paman Ridwan untuk menyaksikan wawancara Eksklusif Arjuna.Yudistira berjalan menuju meja vip yang sudah siapkan oleh para tim penyelenggara.Yudistira melihat Embun yang tidak jauh darinya.Embun pun tersenyum dan menu dukan kepalanya saat bertemu tatap dengan Yudistira.


"Kembali lagi dengan tuan Arjuna Pramuja yang sangat tampan dan berkarisma.Tuan Arjuna sedikit saya mengulik tentang kehidupan pribadi tuan,karena tadi kita sudah banyak berbincang tentang pekerjaan dan Bisnis.Boleh dong saya kepo tentang Asmara".


Kata Host tersebut sambil tertawa."Hmmmm...!!! kabarnya tuan sudah putus dengan nona Cellia.Apa benar kabar burung itu tuan?"Kata Seorang host tersebut.


"Jadi saat ini apa tuan sudah punya penggantinya lagi tuan?"Tanya Host itu lagi.


"Sebenarnya bukan pengganti,tapi wanita itu memang tidak akan tergantikan."Kata Arjuna sambil tersenyum menatap wajah Embun.


"Waaaah luar biasa.Seandainya ada wanita itu disini apa yang akan tuan katakan padanya?"Kata Host itu memancing.


"Hmmmm.....Terima kasih karena kamu sudah mau menungguku.Terima kasih karena kamu hadir diwaktu yang tepat,terima kasih karena mau menerima kekuranganku".Kata Arjuna menatap wajah Embun dengan penuh cinta.Mata Arjuna tampak memancarkan ketulusan cintanya.Sementara Embun menatap dengan mata yang mulai berkaca².Larisa yang ada disamping Embun pun menyentuh tangan Embun dan mengusapnya sambil tersenyum.Embun pun membalas senyuman Larisa yang selalu ada untuknya.Tangis haru menyelimuti mereka berdua.


Saat sedang wawancara berlangsung tiba² listrik padam.Itu membuat seisi ruangan tampak berisik karena tiba² lampu padam.Crew yang melaksanakan tugas bagian kelistrikan pun sangat sibuk untuk memperbaiki aliran listrik.


Embun melihat keatas tampak sebuah lampu gantung besar yang memercikan api seperti kembang api dan mengenai rambutnya.Embun terus memperhatikan lampu itu dengan seksama.Embun merasa ada yang janggal dengan lampu itu,tampak lampu itu tepat berada di atas kepala Yudistira.

__ADS_1


Lampu itu bergoyang-goyang seperti akan jatuh kebawah.Jantung Embun mulai tidak tenang saat melihat lampu itu mulai memercikan api untuk kedua kalinya.Embun berdiri sambil melihat keatas dan benar saja lampu itu akan terlepas dari gantungannya dan akan menimpah Yudistira.


"Pamaaaaaan Yudistira awaaaassss.....!!!! Teriak Embun berlari berusaha menyelamatankan Yudistira.Semua orang terkejut mendengar teriakan Embun.Yudistira masih tidak mengerti dengan apa yang Embun maksud.


Yudistira pun berdiri saat mendengar namanya diteriaki seseorang.Saat Yudistira berdiri Embun pun mendorong tubuh Yudistira hingga terjatuh.Begitu juga Embun ikut terjatuh bersama dengan Lampu hias kristal gantung itu yang nyaris menimpah tubuh mungilnya.


"TEEERRRRR TUUUUUUAAAAAARRRRR!!!!" Terdengar Pecahan kaca dari lampu hias itu memenuhi ruangan.Semua orang menjerit terkejut melihat kejadian itu.


"EMBUUUUUUNNNNN.....!!!!" Teriak Arjuna yang melihat lampu itu sudah terjatuh dilantai.Sementara Larisa yang melihat kejadian itu tampak sangat shock dan lemas.Endro pun berlari dengan cepat untuk melindungi istrinya yang sedang hamil.


"Embuuuun...!!!"Kata Larisa lirih.


Arjuna dengan cepat berlari mendekati lampu itu untuk memastikan bahwa Embun baik baik saja.


"Paman,paman tidak terluka kan,paman baik² saja kan?"Tanya Embun yang sudah terduduk dihadapan Yudistira.Sementara Yudistira masih tampak shock dengan wajah pucat dan cemas.


"Pamaan,paman baik2 sajakan?"Tanya Embun sekali lagi karena khawatir.Sementara dia tidak menyadari kalau kakinya terkena serpihan kaca.Tampak kakinya terluka dan berdarah.


"Embun,seharusnya aku yang bertanya itu padamu?"Lihat kamu terluka.kenapa kamu mala mengkhawatirkan ku?"Gumam Yudistira sambil merilik kearah kaki Embun yang sudah tertancam serpihan kaca dibetisnya.Tapi entah kenapa tenggorokannya terasa tercekat saat ingin menanyakan itu pada Embun.Yudistira hanya menatap dalam Embun sambil mengucap syukur karena telah diselamatkan Embun.


"Papa...!!! papa Tidak apa²kan?"Tanya Arjuna khawatir dan setelah itu ia menghambur ke Embun.


"Sayang...!!!!"Jantung Arjuna nyaris berhenti saat melihat Lampu itu terjatuh.Arjuna fikir Embun tertimpah lampu itu.Arjuna memeluk erat tubuh mungil Embun.Sementara Yudistira dibantu oleh Endro dan paman Ridwan untuk memapahnya.


"Sayang kamu baik² saja kan?"Tanya Arjuna sambil mengusap pipi Embun lembut.Embun hanya mengangguk.Arjuna melihat kearah betis Embun ternyata betisnya terluka dan ia pun dengan cepat membopong Embun untuk kerumah sakit.


Semua wartawan memotret kejadian itu dan memotret Arjuna yang membopong Embun keluar aula.Tampak suasana menjadi ramai karena telah menyaksikan hal yang cukup mengerikan.Wartawan pun mengetahui ternyata wanita spesial itu adalah Embun yang sedang digendong oleh Arjuna.

__ADS_1


Wawancara Eksklusif itu pun berubah dengan pemotretan Arjuna yang seperti seorang pangeran yang menggendong seorang Cinderella.Embun yang tampak cantik mengenakan gaun selutut berwarna putih membuatnya seperti putri.


__ADS_2