Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
99.Keberanian Dan Kepercayaan.


__ADS_3

Jika kau diragukan seseorang maka jadilah berani untuk membuatnya percaya.Maka akan timbul keyakinan dihatinya padamu.


(S&L)


Arjuna mulai membaik setelah meminum obat yang diberikan dokter Alex.Arjuna pun melanjutkan perjalanannya ke kantor.


"Ah syukurlah,aku tidak terlambat meeting".Katanya lirih dan berjalan dengan gagahnya memasuki kantor.Seperti biasa setiap karyawannya akan terus menyapanya sampai ia masuk keruangannya.


"Selamat pagi tuan!"Kata Lusi.


Arjuna berhenti dan menanyakan sesuatu pada Lusi.


"Lusi,bunga mawar merah itu kamu yang membeli?"Tanya Arjuna tiba².


"Iya,saya tuan.Ada apa tuan? apa mau diganti dengan bunga lain?"Tanya Lusi cemas Arjuna tidak menyukainnya.


"Tidak!!Okay lanjutkan kerjamu!.Jawab Arjuna lalu masuk keruangannya.


"Baik Tuan".Lusi pun menundukan kepalanya.


"Kenapa tuan tiba² tanya tentang bunga ini?Bukannya sebelumnya dia yang selalu memintaku untuk membeli bunga mawar merah ".Gumam Lusi bingung.


Dikantor YP Group para karyawannya tidak ada yang tahu kalau Arjuna mengalami Anmesia.Hal itu disembunyikan keluarga besarnya agar tidak mempengaruhi penurunan saham YP Group.


#Flash Back#


"Juna,ini foto² para petinggi YP group dan para pemegang saham disini.Jadi kau haru mengingat nama mereka dan wajah mereka satu persatu".Kata Endro memberi sebuah map yang berisikan identitas para pemegang saham dan petinggi di YP Group.


"Aaaasssh merepotkan sekali!".Kata Arjuna malas.


"Issssshhhh !!!!"Endro melotot dan memasang wajah sangar pada Arjuna.


"Ok...Ok!!!".Jawab Arjuna menuruti apa kata Endro dengan terpaksa.


#Flash Back Off#


Arjuna pun memulai zoom meetingnya dan itu bersama para petinggi di YP Group.Arjuna sendiri yang memimpin Meeting itu.


(Kantor jasa pengiriman barang)


"Pagi semua"!!! Sapa Embun pada rekan kerjanya.


"Pagiii...!!! Kata Andin sambil merangkul Embun.


"Kamu sudah sarapan?"Tanya Andin pada Embun.


"Sudah donk,aku harus sarapan pagi bersama Ayahku".Jawab Embun sambil memasukan baju kedalam lokernya dan berganti baju kerjanya.


"Embun,apa kau tidak merasa akhir-akhir ini pak Rico selalu bersikap baik padamu? Tanya Andin yang sedang memakai topi kerjanya.


"Hmmmm,bukannya pak Rico memang baik pada siapa saja disini?".Kata Embun positif thinking.


"Aduuuuh,Embun kamu tidak pekah sekali sih...Memang dia baik,tapi dia terlalu perhatian padamu.Apa² selalu bertanya,Embun sudah datang?,Kapan Embun pulang,Embun sudah makan?"Selalu setiap saat".Kata Andin berbisik ketelinga Embun."


"Aaah kamu,itu perasaan adek aja kali!?"Kata Embun bercanda.


"Syuuuuutttt...!!! Embun,atau jangan² dia menyukaimu?"Kata Andin sambil menaik-naikan kedua alisnya dan tersenyum menggoda.


"Hahaha,Andiiiin!!! Jangan nyebarin gosip deh!!! Kata Embun sambil mencubit pipi Andin gemas.


"Aaauuuwww...Embun sakit!!!! Rengek Andin memanyunkan bibirnya.


Ternyata saat mereka keluar Rico sudah datang dan sedang membawa minuman ditangannya.


"Pagi pak..!!! " Sapa Embun dan Andin bersamaan.


"Pagi !!! Jawab Rico tersenyum cerah.


Mereka pun mulai melakukan kegiatan masing².Embun sedang memilih paket yang akan dikirim hari ini.Dia dikejutkan oleh Rico yang sudah berdiri disampingnya.

__ADS_1


"Eh,pak Rico.Maaf saya tidak tahu kalau bapak disini".Kata Embun gugup.


"Sudah lanjutkan saja kerjanya.Oh ya ini ada yogurt rasa pisang,saya perhatikan kamu suka dengan yogurt ini!"Kata Rico sambil menyodorkan sebotol yogurt pada Embun.


"Tapi pak..!!Kata Embun sungkan.


"Sudah ambil saja...!!Jawab Rico sambil tersenyum.


"Embun,nanti malam kamu ada waktu?"Tanya Rico ragu².


"Saya nanti malam ada janji dengan Andin pak,rencana mau makan bareng".Kata Embun berbohong,karena Embun mulai sedikit tidak nyaman.


"Hmmmm,Baiklah!"Kata Rico lemah,ada gurat kekecewaan terlukis diwajahnya.


Embun pun menghelah nafasnya panjang.


"Aaassshhh..!!!"


"Apa benar yang dikatakan Andin?"Gumam Embun


Hujun pun berhenti,Embun mulai bekerja dengan mengelilingi dan menyusuri setiap sudut kota.Embun mencoba bertahan hidup dengan bekerja sebagai kurir pengantar barang.Sebelumnya dia perna bekerja sebagai penjaga minimarket tapi karena ada hal yang membuatnya tidak nyaman akhirnya dia memutuskan untuk keluar.


(Kantor YP Group)


"Endro,kerja bagus".Kata Arjuna memuji Endro sambil melakukan toss.


"Akhirnya aku bisa tidur nyenyak".Kata Endro karena proyek mereka goal dan proyek ini cukup besar nominalnya.


"Haaaaasssh ayo kita makan siang".Ajak Endro pada Arjuna.


"Hmmm,kamu duluan saja aku masih ada pekerjaan yang harus aku urus!".Kata Arjuna berbohong.


"Hei Brooo pekerjaan apa yang kau urus?bukannya urusan semua aku yang handle.Dasar kau!!!Kata Endro kesal.


"Hahaha maaf!!! Aku lupa.Yaaaa aku ketahuan bohong!!".Kata Arjuna dengan wajah pura² sedih.


"Dasar kau,iiissshhh!!! Kata Arjuna kesal sambil meninjukan tangannya kearah Arjuna.


Endro pun pergi meninggalkan Arjuna.Arjuna tersenyum melihat sahabatnya itu.Karena Endro satu²nya teman yang bisa ia percaya.


Senja mulai memanjarkan kilau emasnya.Embun masih berkutat dengan pekerjaanya.Tubuhnya mulai lelah karena seharian sudah menyusuri jalanan ibu kota.Ada rasa ingin menyudahi perjalanannya.Tapi dia


"Waah 2 paket lagi yang harus aku antar".Katanya sambil mengemudi sepeda motornya.Embun melirik jam tangannya menunjukan pukul 18.00 wib.Embun pun menaikan gasnya untuk mempercepat perjalanannya.


Sementara Arjuna yang masih dikantor berfikir sesuatu untuk mencari kebenaran tentang apa yang dikatakan Arsy waktu itu.Tampak Arjuna yang bersandar dikursi kerjanya sedang mainkan pemantik api yang yang ada ditangannya.Arjuna mengingat sesuatu yang terlintas dari memorynya.


"Aaaah,wanita lift itu sama dengan wanita yang ada dirumah sakit".Gumamnya sambil terus berusaha mengingat sesuatu.


"Seingatku dia memanggilku kakak".Ada hubungan apa aku dengan dia?apa kami dekat?"Aku merasa bukan tipe orang yang mudah akrab.Tapi kenapa wajahnya tampak sangat sedih".Kata Arjuna yang terus berbicara sendiri.


Hatinya pun tergerak untuk melihat wanita itu lagi.Arjuna bergegas mengambil kunci mobilnya untuk menuju kantor wanita itu.Arjuna menginjak pedal gasnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi.


Perasaanya masih terus dipenuhi rasa penasaran pada Embun.Arjuna sampai didepan kantor Embun.Arjuna menunggu didalam mobil kedatangannya Embun.


"Apa dia sudah pulang ya?"Kata Arjuna sambil melirik Arloji ditangannya yang menunjukan pukul 20.00 malam.


"Kemarin dia pulang jam² segini."Katanya sambil memantau keadaan diluar.


Tak lama menunggu,akhirnya Embun pun datang dan masuk kedalam kantor dengan sepeda motornya.


"Loh kenapa kantor terbuka,apa ada pencuri?"Kata Embun takut.


Embun menyalakan lampu kantor tapi tidak menyala.


"Ada apa ini,apa saklarnya rusak?"Katanya sambil menghidupkan lampu yang ada diponselnya.


Embun masuk kedalam kamar ganti dan akan mengganti pakaian kerjanya..Embun membuka loker miliknya.Tiba tiba ia dikejutkan sesorang yang mendekatinya.


"Aah pak Rico,ada apa?"Tanya Embun masih belum berfikir macam².

__ADS_1


"Embun,kenapa kau berkali kali menolak ku?"Kata Rico dengan suara yang parau.Embun pun mencium aroma alkohol dimulutnya.


"Pak,bapak mabuk ya?"Tanya Embun takut.


Rico pun berjalan mendekati Embun dan tiba² memeluk Embun dengan erat.Seketika Embun menjerit ketakutan.


"Aaaah pak rico lepaskan!!!"Kata Embun berusaha melepaskan diri dari pelukan Rico.


Rico yang sudah dipengaruhi Alkohol pun merancau sambil menciumi leher Embun yang jenjang.


"Apa kau pura² tidak tahu,aku sangat menyukaimu,haaaaaah?!!!!"kata Rico terus merancau sambil mencengram kedua tangan Embun dengan kuat.


"Toloooong....!!!! toloooong!!!!! Teriak Embun sambil menangis ketakutan.


Rico seperti dirasuki syetan yang begitu beringas.Suara deruh nafasnya yang dihinggapi hawa nafsu yang memuncak membuat Embun begitu takut.


Embun mencoba melarikan diri dengan menggigit tangan Rico.


"Auuuuuuuwww"Rico mengeran kesakitan.Matanya memerah memancarkan kemarahan.


Embun bergetar ketakutan,saat ingin lari dari cengkraman Rico.Embun membentur lemari barang yang ada didepannya.Suasana cukup gelap karena lampu padam.Embun terjatuh dan membuat Rico dengan muda melancarkan Aksinya.Rico mendorong tubuh Embun hingga terjatuh kelantai.


Rico membuka kemejanya dan merobek baju Embun.Embun menangis hingga bergetar tubuhnya.


"Pak Rico tolong jangan lakukan ini."Dengan suara bergetar Embun memohon.Air matanya terus mengalir ke pipinya.


Rico menahan kedua tangan Embun keatas dengan satu tangannya.Tangan yang satu membekap mulut Embun. Itu membuat Embun tidak bisa berbuat apa².Hanya kakinya yang terus meronta untuk memberi pertolongan.


Tubuh kekar Rico sudah menggagahi Embun yang tak berdaya.Embun menggigit tangan Rico dengan sekuat tenaga.Dengan kesal Rico mencium bibir Embun dengan paksa.Embun pun menggigit bibir Rico hingga berdarah.


"Aaaaaahhhhh" Jerit Rico cukup keras.


"Toloooooong,tolooooong..!!!" Teriak Embun dengan sekuat tenaga.


Sementara diluar Arjuna menunggu Embun kenapa begitu lama keluar dari kantor.


Akhirnya Arjuna memutuskan untuk keluar mobil dan jalan menuju kantor itu.Samar² Arjuna mendengar suara meminta tolong.


Arjuna pun berlari dan berfikir kalau terjadi sesuatu pada Embun.Benar saja Arjuna melihat Rico yang sudah diatas tubuh Embun pun dengan cepat memukul punggungnya dengan sebuah kayu packing dengan begitu keras.


"Buuuukk!!! Suara pukulan terdengar jelas ditelinga Embun.


"Aaaaahhhh".Teriak Rico dan tersungkur dilantai.


Arjuna menghajar Rico dengan membabi buta.Hingga Rico terkulai lemah dilantai.


Sementara Embun masih samar² melihat siapa yang menolongnya.Embun yang begitu lemas dan berantakan pun dibantu Arjuna untuk berdiri.Sudah tidak ada lagi kekuatan Embun untuk berdiri.


Tubuhnya pun lemah dan terjatuh di pelukan Arjuna.


Shock yang dihadapi Embun cukup membuat dirinya benar² terguncang.


Arjuna menggendong Embun dan membawanya kemobilnya.Sementara Arjuna menelfon Rahmad untuk mengurus Rico.Arjuna merasakan kekesalan yang luar biasa saat melihat tubuh mungil Embun yang berantakan karena Rico.Darahnya seakan mendidih saat membayangkan jika dia terlambat sedikit saja.


Kepala Embun yang terluka pun dibersihkan Arjuna dengan antiseptik.Tak lupa ia menutup lukanya dengan plaster.Arjuna menutup tubuh Embun dengan jasnya.Karena bajunya yang robek membuat dadanya terlihat jelas.Hanya dalaman yang berwarna hitam yang menutupi gundukan kenyal itu.


Arjuna menatap wajah Embun dalam.


"Kenapa hatiku terasa tersayat melihat keadaan wanita ini seperti ini?"Gumamnya frustasi.


Saat Arjuna akan memperbaiki Jas yang menutupi tubuh Embun tiba² tangan Embun menyentuh tanyannya.Matanya terbuka dan menatap Arjuna dalam.


"Terima kasih.Kak..!!!


"Kakak,aku menunggumu.Aku masih menunggumu untuk mengingatku.Aku akan tetap mencintaimu hingga kau percaya padaku kalau aku adalah orang benar² kau cintai."Kata Embun lemah dengan diiringi air matanya terus membasahi pipinya.


Arjuna terdiam tanpa kata dan ia hanya merasakan sakit yang tidak bisa ia interprestasikan.Rasa sakit yang tidak tahu mengapa.Dadanya terasa sesak melihat wanita yang didepannya seperti ini.


Tanpa sadar air matanya juga ikut mengalir begitu saja.Ingin rasanya ia memeluk tubuh mungil itu.Tapi dia masih belum yakin pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Keberanianku mengatakan yang sebenarnya adalah keputusan yang tepat.Aku akan membuat kau percaya padaku.Hingga kau yang akan menemuiku dengan membawa cinta yang sempat hilang".


(Embun)


__ADS_2