Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
139. Diriku Adalah Milikmu


__ADS_3

"Mamaa...!!! Arsy mau bobo sama mama boleh?"Tanya Arsy memeluk tubuh ramping Embun.


"Boleh dong sayang...!!!"Jawab Embun sambil tersenyum hangat dan mengecup puncak kepala Arsy lembut.Setiap malam Embun selalu membacakan dongen sebelum tidur untuk Arsy.Hal itu sudah menjadi ritual wajib agar Arsy tidur dengan nyenyak.Tampak Embun membelai puncak kepala Arsy lembut.Arsy pun merasakan kehangatan dan kelembutan saat bersama dengan Embun.Jiwa keibuan Embun membuat Arsy merasa nyaman dan merasa terlindungi hingga Arsy tidak mau ditinggal Embun untuk tidur sendiri.


Tidak terasa Arsy pun tertidur dipelukan Embun.Embun juga tidak menyadari kalau dirinya juga ikut tertidur.Sementara Arjuna yang sudah lama menunggu dikamar pun berjalan keluar untuk melihat Arsy dan Embun dikamar Arsy.


"Cklek..!!"Suara handle pintu terdengar pelan saat Arjuna membuka pintu untuk menemui mereka.Tampak Embun dan Arsy saling berpelukan terlelap dalam keheningan malam.Arjuna berjalan berlahan mendekati kedua wanita istimewahnya sambil tertegun melihat pemandangan yang belum perna ia lihat sebelumnya.


Matanya mulai berkaca² saat melihat Embun yang begitu tulus menyayangi Arsy seperti anaknya sendiri.Arjuna duduk disamping Embun dan membelai puncak kepala wanita yang selalu berhasil membuatnya luluh dalam hal apapun.Tak lupa ia mengecup kening Arsy dan mengusap puncak kepalanya juga.


"Aku tidak tahu harus berucap terima kasih seperti apalagi padamu sayang.Jika ada kata² yang lebih tinggi dari terima kasih aku akan mengatakannya berkali-kali kepada mu.Aku juga bersyukur Tuhan mengirimu kepada kami.Kau tidak selalu ada disetiap saat tapi kau selalu ada disaat yang tepat.Terima kasih sayang kau merubah hidupku menjadi lebih berarti.Kamu juga membuat Aku dan Arsy kini lebih dekat secara emosional.Terima kasih sayang,terima kasih."Gumam Arjuna sambil terus menatap Embun dalam dan penuh kehangatan disaat mereka tertidur pulas.Arjuna pun membaringkan tubuhnya diatas ranjang dan memeluk tubuh mungil Arsy.Tak disangkah Arjuna pun ikut terlelap sambil memeluk Arsy.


Keesokan paginya Embun terkejut mendapati Arjuna sudah berada dalam satu ranjang bersama.


"Kakak?"Gumam Embun tersenyum melihat Arjuna memeluk Arsy.Ada rasa haru melihat kedekatan antara Arsy dan Arjuna.Sudah cukup lama Arjuna tidak menemani tidur anaknya.Arjuna selalu sibuk dengan pekerjaannya hingga dia selalu mengabaikan Arsy.Tapi setelah kehadiran Embun semua itu berubah dalam hitungan hari.Embun bisa menciptakan kedekatan dan kehangatan dalam keluarga.Mungkin ia terbiasa hidup dan terdidik dari keluarga yang selalu mementingkan kebersamaan dan kehangatan.Sikap hangatnya pun berdampak pada setiap orang yang dekat padanya itu membuat mereka merasanya nyaman dan damai saat bersama Embun.


"Sayang ayo bangun..!!"Bisik Embun ke telinga Arjuna.Suara merdu Embun bak seperti alarm dipagi hari untuk Arjuna.Telinganya sudah mulai terbiasa dengan suara Embun.Arjuna tampak mengerjapkan matanya dan menggeliat malas.


"Ayo sayang bangun".Bisik Embun lagi dan yang kedua kalinya diiringi dengan kecupan diseluruh wajah Arjuna.Arjuna pun merasa sangat bahagia saat menerima kecupan yang bertubi² dari wanita istimewahnya itu.Rasanya ingin terus bermalas-malasan bangun dan merasakan hujanan kecupan lagi dari istrinya.

__ADS_1


"Ayo kakak bangun dong...!!!"Kata Embun menepuk pundaknya pelan.


"Hmmmm....okay sayang okay...!!!"Jawab Arjuna malas.Lalu ia pun duduk dan masih mengkedip-kedipkan matanya dak lupa mengucek matanya untuk memperjelas pengelihatannya.


"Ayooo bangun,cepat mandi Embun sudah siapi air hangat untuk mandi kakak".Kata Embun berdiri sambil menunggu Arjuna bangkit.Sementara Arsy yang libur sekolah pun masih tidur.Embun enggan membangunkan karena masih terlalu pagi.


Arjuna berjalan dibelakang Embun seperti anak kucing yang mengekori majikannya untuk diberi makan.Saat tiba dikamar Arjuna pun dengan cepat mengunci pintu kamar dan menarik tangan ramping Embun kekamar mandi.


"Ayo mandi bersama!"Kata Arjuna tersenyum menggoda.


"Astagah kakak mengejutkan Embun saja".Jawab Embun membuang nafas kasar.


"Sayang ayo tolong gosokkan punggung kakak!"Kata Arjuna memberi busa penggosok kearah Embun.Wanita mungil itu pun menelan slavinanya kasar.


"Aku merasa hawa² panas akan terjadi kembali."Gumam Embun memejamkan matanya sambil membuang nafasnya kasar.Embun pun mulai masuk kedalam bathtup dan menggosok punggung pria kekar itu dengan lembut.Arjuna tampak memejamkan matanya karena merasakan kenyamanan saat Embun menggosok punggungnya yang bidang.


Kakak....!!"Kata Embun membuat Arjuna membuka matanya berlahan.


"Iya kenapa sayang?"Tanya Arjuna dengan suara baritonya.

__ADS_1


"Sudah selesai.Ayo berbalik!"Kata Embun menatap Arjuna lembut.Arjuna pun menuruti apa yang diminta Embun.Embun masih memakai gaun tidurnya.Namun gaun itu basah dan membentuk jelas setiap lekuk tubuh wanita mungil itu.


"Sayang kenapa kau seperti narkoba?"Kata Arjuna dihadapan wanita mungil itu.


"Maksud kakak?"Jawab Embun tidak mengerti.


"Kamu bagai candu yang membuat jantungku selalu berdebar".Kata Arjuna menatap tajam.Sorot matanya memancarkan api gairah yang membara.Sudah hampir 6 tahun Arjuna tidak melakukan kegiatan *** apapun.Wajar saja jika dirinya selalu menggebu saat bersama istrinya.Gelora asmaranya selalu membuncah saat melihat wanita mungil yang ada dihadapannya itu.


Embun tersenyum dan membelai pipi Arjuna lembut.Tatapannya pun mengisyaratkan bahwa "Diriku adalah milikmu".Tatapan lembut Embun mampu menggetarkan jantung Arjuna yang kian berdebar kencang.Mereka saling tatap untuk beberapa saat untuk menikmati betapa berharganya moment² indah kebersamaan mereka.


Arjuna dengan lembut menyentuh dagu runcing wanita yang ada dihadapannya itu dan kini bibirnya pun telah dihabisi dengan begitu brutal hingga tampak dada wanita itu naik turun begitu cepatnya.Arjuna tidak bisa menahan hasratnya karena candu yang dihadapannya kian merajai hatinya.Arjuna mengecup ke cerek leher jenjang itu dan tangannya kian menjalar hingga menemukan tempat favoridnya.Kini ia mengusap dan menjilat seperti es cream bagian gundukan sintal itu.Membuat sang empuh pun menggeliat seakan terbang dan ditaburi bunga² indah.


Arjuna paling suka melakukan permainan itu didalam kamar mandi karena mendapatkan sensasi yang tidak biasa.Kini mereka pun menikmati indahnya pagi dengan suasana penuh kehangatan dan penuh cinta.


"Sayang kenapa kamu seperti candu..!!"Kata Arjuna memeluk tubuh mungil itu erat.


"Ayo cepat mandi kak,kita ibadah bersama."Kata Embun mengingatkan.


"Okay siap Nyonya Arjuna".Kata Arjuna menggoda sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


"Ayooo kita mandi bersama ya..!!"Ajak Embun menarik tangan Arjuna menuju shower.Arjuna pun menurut ajakan Embun.


__ADS_2