
"Aku Takut"
Kau bilang kau suka hujan,
tapi kenapa kau membuka payungmu ketika hujan
Kau bilang kau suka matahari,
tapi kenapa kau mencari tempat berteduh ketika matahari bersinar
Kau bilang kau suka angin,
tapi kenapa kau menutup jendelamu ketika angin bertiup
Inilah yang aku takutkan
kau mengatakan kau juga mencintai aku
(William Shakespeare)
Pagi ini hujan mengguyur bumi.Menghapus kenangan pahit yang membawa luka pada seseorang.Ada yang berharap dengan hujan bisa menyembunyikan air mata saat mengguyur dirinya.Bahkan ada yang bahagia sedang menikmati hujan bersama dengan orang yang istewah.Masing² orang punya kisahnya sendiri saat hujan turun.
Embun membuka jendela dan menatap hujan yang begitu lebatnya membasahi bumi.Embun mengulurkan satu tangannya dan membiarkan tangannya terkena hujan.Tampak ia menikmati air hujan yang membasahi tangannya itu.Ada perasaan rindu yang mendalam dihatinya pada seseorang.Ingin rasanya Embun menemui Arsy tapi menurutnya itu hal yang mustahil.
"Nak,kamu sudah sarapan?"Tanya Hasan mengagetkan Embun.
"Oh belum yah,sebentar lagi".Jawab Embun sambil menyudahi tangannya yang bermain hujan dan keluar menuju meja makan.
Hasan menyambutnya dengan senyuman hangat.
"Yah,bukannya hari ini ayah ada kontrol ke dokter?"Tanya Embun sambil menuangkan saus tomat diatas telur mata sapinya yang siap disantapnya.
"Kamu lupa kalau ini hari kamis?"Kata Hasan setelah menyesap kopi hitam yg ada di gelasnya.
"Astagah Ayah,Embun lupa.hehehe,Embun mengira ini hari jumat."Kata Embun tertawa
__ADS_1
Karena jadwal check up Hasan itu setiap hari senin dan Jum'at.
"Kamu masih sering bertemu Bian?"Tanya Hasan tiba².
"Hmmm,masih.Semalam kami bertemu,tapi Bian sekarang sok sibuk yah".Katanya sambil menaikan satu alisnya keatas.
"Hahaha...!! kamu bisa saja!".Kata Hasan tertawa melihat mimik wajah Embun seperti tidak percaya.
Embun pun pergi bekerja dengan memakai jaket dan membawa payung.Embun menunggu bus kearah kantornya sambil memakai hetset dikedua telinganya.Hal itu sudah menjadi kebiasaan Embun.
Di Apartment
"Sayang maafkan aku ya"!Kata Cellia sambil merayu Arjuna dengan melancarkan jemarinya ke dada Arjuna.
"Cell,aku tidak suka kau seperti itu pada anak ku,walau bagaimana pun dia tetap anakku darah dagingku".Kata Arjuna menghentikan perbuatan Cellia dengan memegang tangannya.
"Maafkan aku ya sayang,aku tidak bermaksud seperti itu".Katanya dengan memasang wajah pura² sedih dan merasa bersalah.
"Kenapa kau pagi² sudah kerumah ku?"kata Arjuna sedikit kesal.Karena Cellia semakin menempel seperti lintah.
"Sayang diluar hujan,bagaimana kalau nanti saja kita kekantor.Aku ingin menikmati moment seperti kita dulu.Akhir² ini kamu selalu sibuk dikantor."Kata Cellia sambil memeluk tubuh Arjuna dari belakang.
Arjuna yang dipeluk dari belakang pun melepaskan tangan Cellia dari pelukkannya.
"Cell,aku sudah terlambat.Aku ada meeting zoom dengan klien ku dari Jepang".Kata Arjuna mencoba menghindari Cellia.
"JUNAAA.!!!" Teriak Cellia kesal mendengar penolakan halus Arjuna.
"Astaga Cell,kau mengagetkan ku saja".Kata Arjuna menggelengkan kepalanya tidak percaya.
"Sepertinya kau sudah tidak mencintaiku lagi.Padahal kau yang mengkhianatiku.Apa kau tidak perna merasa bersalah padaku?"Kata Cellia memutar balikan fakta.Sengaja ia membuat rasa bersalah Arjuna padanya.
Arjuna pun memejamkan matanya dan memijit keningnya yang mulai terasa nyeri karena melihat tingkah Cellia yang mulai menyebalkan.Arjuna teringat kata Arsy semalam.Bahwa dialah yang merebut dirinya dari seseorang yang bernama Embun.Arjuna masih menyelidiki apa yang dikatakan Arsy.
"Cell,bukan seperti itu.Aku benar² ada meeting pagi ini".Kata Arjuna dengan nada bicara yang lembut sambil menyentuh kedua pundak Cellia.
__ADS_1
"Tapi aku merindukanmu sayang,sudah lama kita tidak menghabiskan waktu bersama".Kata Cellia pura² sedih.Air matanya tumpah dihadapan Arjuna.Cellia begitu luar biasa saat bersandiwara untuk memenangkan hati Arjuna.
Arjuna mulai sedikit melunakan hatinya.Karena dia merasa masih terikat pertunangan yang sebenarnya dia juga tidak ingat sejak kapan mereka bertunangan.Tapi karena orang tuanya yang mengatakan kalau mereka bertunangan,ia pun berusaha untuk menerima itu.
"Okay,sekarang kamu mau aku bagaimana?"Tanya Arjuna terpaksa sambil menghela nafas panjang.
"Aku mau kita menghabiskan waktu bersama seharian penuh.Kau bahkan lupa kalau besok hari ulang tahunku".Kata Cellia sambil mendaratkan kepalanya diatas paha Arjuna yang sedang duduk disofa.
"Tapi Cell,aku pagi ini benar² ada meeting.Jadi kamu..!!"Belum siap Arjuna meneruskan kata²nya tiba² Cellia mengecup bibir Arjuna.
Mungkin karena Obsesinya ingin memiliki Arjuna atau memang karena dia sudah terbiasa melakukan itu dengan pria lain.
"Cell,hentikan...!!! Aku sudah terlambat".Kata Arjuna menahan kekesalan.Saat Arjuna hendak mengambil kunci mobil.Tiba² Cellia menjangkau kunci mobil itu lebih dulu.Cellia memasukan kunci itu kedalam dadanya yang sintal.
"Aiiissshhh!!!Cell,berikan kunci mobilku cepat!!!"Kata Arjuna sambil mengulurkan tangannya.
"Kamu mau kunci ini,maka kau harus mengambilnya sendiri".Kata Cellia menantang.
"Cell,please jangan seperti anak kecil..!!,Ayo cepat berikan kunci itu".Kata Arjuna mulai kesal.
"Hmmmmmeeeemm".Kata Cellia menggeleng tidak mau.
"Cell,jangan pancing aku melakukan kekerasan padamu".Kata Arjuna mengancam.
"Hahaha,juna.Kalau kau mau ambil saja sendiri.Aku tidak takut.Atau kau yang takut?"Kata Cellia meremehkan.
"Okay!!Kalau itu mau mu!!"Kata Arjuna kesal.Arjuna pun menarik tangan Cellia dan meletakkan kebelakang pinggangnya.Itu membuat Cellia tidak berkutik.Arjuna pun dengan ragu mengambil Kunci mobil itu dengan memasukan tangannya kedalam.Arjuna merasakan ada benda kenyal yang menyentuh tangannya.Arjuna pun mendapatkan kunci mobil itu.Lalu pergi meninggalkan Cellia.
"Okay,Arjuna.Aku akan menunggu mu sampai kau siap".Kata Cellia tersenyum nakal.
Diperjalanan menuju kantor,Arjuna melewati halte bus dimana Embun sedang menunggu bus.Arjuna mengurangi kecepatan mobilnya.Arjuna melihat Embun yang sedang duduk sendiri pun berhenti sedikit jauh dari Embun.Arjuna mengamati Embun dari balik spion mobilnya.
Tak lama menunggu Bus pun tiba.Embun segera naik ke bus.Arjuna mengikuti bus itu dengan saling beriringan.Arjuna sesekali menatap wajah Embun yang sedang menikmati musik.Arjuna merasa dejavu dengan apa yang ia lakukan sekarang.Wajah Embun samar² masuk kembali dimemorynya.
Tiba² dia seperti mengingat sesuatu yang membuat kepalnya terasanya nyeri.Arjuna pun mulai tidak fokus mengemudikan mobilnya.Bayangan-bayangan seseorang gadis mulai berkelebatan dimemorynya.Tapi masih tampak samar wajah gadis itu yang sedang mengendarai sepeda.Merangkai bunga,mengikat rambutnya,dan mengecup bibirnya.Bayangan itu mulai bermunculan begitu saja. Arjuna pun mengentikan mobilnya karena merasakan nyeri kepala yang tidak bisa ia tahan.
__ADS_1
Arjuna mencari obat yang diberikan dokter Alex padanya didalam dasboad mobilnya.Arjuna pun meminumnya dengan segera untuk menghilangkan rasa sakit yang ia rasakan.