Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
131. Pengganti Honeymoon


__ADS_3

"Sayang kamu sudah selesai?"Tanya Arjuna yang sudah siap dengan stelan kasualnya.Arjuna tampak sangat tampan dan menawan dengan celana panjang berbahan jeans dan kaus oblong.Siapa sangkah ia adalah seorang ayah beranak satu yang berusia 6 tahun.Tampak ia seperti berumur 35 tahun padahal bulan depan ia akan menginjak usia 43 tahun.


"Sebentar kak".Kata Embun yang sedang memoles lipstick berwarna nude dibibirnya.Tiba² Arjuna memeluk wanita mungil itu dari belakang.Embun tampak sangat cantik dengan dress berwarna mint yang diantar dari boutiq mama wike.


"Sayang kamu jangan berdandan terlalu cantik,nanti kamu menjadi pusat perhatian para lelaki".Kata Arjuna sambil terus memeluk tubuh mungil Embun seraya membaui aroma tubuh istrinya itu.Entah kenapa semenjak menjadi suami ia semakin lengket pada Embun.


Kini leher Embun menjadi bagian favorid Arjuna.Setiap memeluk tubuh mungil itu tak lupa ia mengecup leher jenjang itu.


"Kakak...geli..!!"Kata Embun mencoba menghentikan Arjuna dengan mengendikan bahunya.


"Hmmmm....kakak sangat menyukai aroma tubuhmu".Kata Arjuna dengan terus memeluk tubuh mungil itu dari belakang.


"Kenapa rambutmu harum sekali?"Tanya Arjuna yang terus saja membaui istrinya itu.Padahal mereka memakai samphoo yang sama tapi tetap saja Arjuna akan terus menciumi rambut Embun seolah ia tidak perna mencium aroma yang sama seperti itu.


"Kakak bukannya kita pakai sampho yang sama?"Jawab Embun menggelengkan kepalanya karena heran melihat suaminya yang selalu saja menempel padanya.


"Aah benarkah?,sepertinya tidak?!"Jawab Arjuna enteng sambil terus memeluk mengecup puncak kepala istrinya.


Direstauran yang ada didalam hotel.Arjuna menggandeng tangan Embun.Semua tamu melihat mereka yang baru saja keluar dari lift.Arjuna dan Embun pun menuju meja yang kosong.Tak begitu lama seorang pelayan menemui mereka sambil membawa buku menu.


"Sayang kamu mau makan apa?"Tanya Embun pada Arjuna yang duduk disampingnya sambil memainkan rambut Embun dengan jarinya,tampak ia menciumi rambut itu.Setelah menikah Arjuna mempunyai hobby baru dengan menempel dan memainkan rambut istrinya.Terkadang Embun merasa risih dengan tingkah Arjuna yang seperti itu.


"Apa saja.Tapi saat ini kakak ingin memakan kamu."Kata Arjuna tersenyum smirk.


"Ccckkkk.kakaaaak...!!".Embun berdecak kesal sambil memutarkan bola matanya.Seorang pelayan yang mendengar dan melihat tingkah Arjuna seperti itu pun tersenyum.Tingkat kebucinan Arjuna semakin tinggi setelah menikah dengan Embun.


"Mas,saya pesan kopi hitam dan sandwich telur sayur satu dan Nasi goreng satu,juice jeruknya satu".Kata Embun pada pelayan pria itu.Tak lama menunggu mereka pun menikmati sarapan pagi bersama.Embun yang tidak bisa makan roti saat sarapan pun memesan nasi goreng.Terkadang Embun memcoba untuk sarapan ala Arjuna tapi tetap saja setelah tiga jam kemudian tubuhnya akan menggeletar dan perutnya terasa lapar.Makanan ala barat tidak cocok dilambung Embun yang setiap pagi harus sarapan nasi.


"Hallo...!!"Okay paman bisa jemput kami di Hotel Victoria".Kata Arjuna melalui sambungan telefonnya.


"Sayang kamu nelefon siapa?"Tanya Embun penasaran.

__ADS_1


"Paman iyat akan menjemput kita setelah selesai sarapan".Kata Arjuna sambil menyeruput kopi hitam yang ada ditangannya.


Setelah tiga puluh menit berlalu Arjuna dan Embun pun selesai sarapan.Mereka keluar hotel dan tepat didepan pintu hotel paman iyat sudah berdiri menunggu mereka dengan sigap ia membukakan pintu mobil untuk Arjuna dan Embun.Saat menoleh kesamping Embun seperti melihat seseorang yang mencurigakan sedangengintai mereka.Orang itu memakai hoodie berwarna hitam dan masker berwarna hitam pula.Tapi Embun tidak langsung memberi tahu Arjuna karena ia tidak mau Arjuna menjadi khawatir.Orang itu menatap Embun dengan tatapan marah.Tampak tangannya mengepal dengan kerasnya sambil membanting rokok yang ada dimulutnya dengan kesal.


"Kakak,kita mau kemana?"Tanya Embun penasaran.


"Sayang ini kejutan untuk kamu".Kata Arjuna membuat Embun semakin penasaran.Didalam mobil Arjuna terus saja menempel pada Embun itu membuat Embun sedikit sungkan pada paman iyat.Arjuna terus saja memainkan rambut Embun dan tidak lupa ia terus mengecup pipi hingga leher Embun berkali².Paman iyat mengerutkan dahinya karena tidak perna melihat Arjuna menjadi sebucin itu pada Embun.


"Astagah pengantin baru ini membuatku tidak bisa bergerak dan menoleh kebelakang".Gumam Paman iyat yang terus menatap kedepan.Matanya tidak mau ternodai dengan adegan mesrah tuannya.


"Sayang sudah dong,jangan seperti ini tidak enak dilihat paman iyat".Bisik Embun pada Arjuna.


"Sayang,paman iyat perna muda dan ia pasti memakluminya".Jawab Arjuna enteng.


"Astagah.kenapa aku punya suami seperti anak kecil begini?".Gumam Embun memutarkan bola matanya kesal.


"Kak,kita mau kemana?"Tanya Embun penasaran karena mereka sudah berada di sebuah dermaga atau pelabuhan.


"Kalau kakak beri tahu namanya juga bukan kejutan sayang".Kata Arjuna mengusap puncak kepala Embun.



Embun begitu takjub dengan kapal yang mereka tumpangi.


"Waaah kakak....!!!" Wajah Embun tampak sangat bahagia saat menaiki kapal itu.


"Kamu senang sayang?"Tanya Arjuna memeluk Embun dari belakang.


"Iyaaa Embun tidak bisa berkata kata kak".Jawab Embun masih terbawa suasana haru.Air matanya mulai menggenangi pelupuk matanya.


"Makasih sayang...!!!"Kata Embun membalikan tubuhnya sehingga mereka saling berhadapan.Arjuna pun tersenyum legah karena Istrinya tampak sangat bahagia.

__ADS_1


"Sayang,kakak saat ini belum bisa mengajak kamu honeymoon keluar negeri jadi dengan kejutan kecil ini kakak harap kamu bahagia".Kata Arjuna menyentuh pipi Embun lalu mengusap air mata wanita mungil itu dengan ibu jarinya.


"Kakaaaak apapun yang kakak berikan untuk Embun itu adalah hal yang terindah kak".Jawab Embun tersenyum dan ia pun memeluk tubuh pria kekar yang ada dihadapannya itu.


"Makasih sayang.Embun tidak berharap bulan madu keluar negeri.Saat ini yang Embun inginkan selalu berada disamping kakak".Kata Embun berada dalam dekapan tubuh hangat suaminya.Arjuna pun tersenyum bahagia mendengar kata² itu dari Embun dengan membalas pelukan Istrinya dengan hangat.


Embun melonggarkan pelukannya dan menatap dalam wajah Arjuna.Dengan cepat Arjuna pun mengecup bibir ranum istrinya itu dan ********** habis hingga Embun tampak bersusah payah menghirup oksigen agar bisa bernafas dengan baik.Mereka berciuman sambil menikmati aroma laut yang begitu khas.


Akhirnya mereka sampai disebuah villa yang begitu indah yang ada disebuah pulau kecil.Villa itu sengaja Arjuna beli untuk Embun sebagai hadiah pernikahannya.Villa itu tampak sangat Asry dan begitu nyaman walau sedikit tua pada bangunannya.



"Sayang untuk 3 hari kedepan kita akan bermalam disini tanpa gangguan dari siapapun.Ini sebagai ganti honeymoon kita".Kata Arjuna melingkarkan tangannya pada pinggang ramping Embun.


"Hmmmmm.....okay baiklah.Sayang!!! Thank you".Kata Embun menuruti apa yang dikatakan suaminya.Tak lupa ia mengecup pipi suaminya dengan lembut.


"Nah disini kakak bebas untuk memakan kamu".Kata Arjuna sambil mengerlingkan satu matanya.Tatapan genitnya pun mulai membuat suasana semakin memanas.


Saat mereka tiba disana terdapat dua orang pelayan wanita dan pria berusia sekitar lima puluhan tahun.


"Sayang kenali ini Bapak Adam dan istrinya".Kata Arjuna memperkenalkan mereka.


"Embun,"Kata Embun mengulukan tangannya untuk berkenalan.


"Waah tuan,cantik sekali istri tuan Arjuna".Kata Ibu Adam sambil menatap penuh pesona.


"Terima kasih bibi".Jawab Embun tersipu.Arjuna tampak tersenyum bangga mendengar pujian dari ibu Adam.


Arjuna menggandeng tangan Embun dan membawanya kedalam sebuah kamar mewah yang terdapat jendela kaca.Saat tirai jendela itu dibuka akan terlihat pemandangan laut yang begitu indah.


"Giman,kamu suka sayang?"Tanya Arjuna memeluk tubuh mungil Embun.

__ADS_1


"Kakak...Embun sangat bahagia kak,karena baru kali ini Embun bisa merasakan hal seindah ini!"Kata Embun mendongak kearah wajah Arjuna.Tanpa aba² Arjuna pun mengecup bibir Embun dan dengan penuh semangat Arjuna tanpa melepas pagutannya ia berlahan melepas kancing baju Embun.Arjuna mengusap pundak Embun dengan lembut saat bahu itu sudah terekspos walau masih tampak sebelah dan sebelahnya lagi masih terbalut baju Embun.


Dengan berlahan Arjuna menanggalkan baju yang masih menutup bahu Embun hingga baju itu turun dan melorok kebawah.Tampak gundukan sintal berwarna putih dan lembut menantang dengan indah.Arjuna dengan nafas yang menderuh pun mulai memainkan bagian favoridnya itu hingga terdengar lenguhan dari bibir ranum Embun itu membuat Arjuna semakin menggila.Arjuna menjatuhkan tubuh mungil Embun diatas ranjang dan dengan cepat ia menanggalkan pakaiannya.Hingga tampak Arjuna bertelanjang dada dan mengkungkung tubuh mungil Embun diatas kendalinya.Pergulatan panas dan melelahkan pun terjadi membuat nafas mereka saling beradu hingga menembus syurga dunia.


__ADS_2