
# Flash Back #.
"Tuan...tuan...!!!.Panggil Rahmad pada Endro yang sedang memeriksa pekerjaan didalam kamar hotel.
"Ada apa dengan wajahmu,kenapa seperti itu?!"Tanya Endro pada Rahmad melihat wajahnya tampak pucat dan berkeringat.
"Tu tuan nona Embun hilang di perkemahan".Kata Rahmad ketakutan.
"Apaaa?? Jangan bercanda kau".Kata Endro terkejut tidak percaya.Tapi wajah Rahmad benar² menunjukan keseriusan.Seketika Endro pun tersadar kalau itu bernar² terjadi.Wajah Endro mulai panik dan kesal.
"Rahmad kenapa kau tidak bisa diandalkan.Aaaarggghhhh...!!!! Buuughhh...!!!".Endro tampak marah dan meninju perut Rahmad karena Timnya tidak bisa menjaga Embun dengan baik.
"Auuupppss.Maafkan saya Tuan".Rahmad hanya bisa mengucap maaf dan menahan rasa nyeri diulu hatinya.Tubuhnya sedikit membungkuk menahan sakit lalu ia pun berdiri tegak lagi siap untuk diberi pelajaran pada Endro.Namun itu tidak Endro lakukan melainkan ia berjalan keluar menuju kamar Arjuna.
Wajah Endro tidak bisa berbohong kalau ia juga takut dan khawatir dengan reaksi sahabatnya sekaligus Bossnya mendengar istrinya diculik.
#Flash Back Off#.
"Rahmad...!!! Kau tahu apa yang harus kau lakukan bukan.Aku tidak mau tau secepatnya kau harus bisa menemukan dimana istriku berada".Kata Arjuna menatap tajam kemanik mata Rahmad.
"Ba ba baik Tuan".Kata Rahmad gugup.Ia pun dengan cepat menghubungi timnya.Timnya pun pergi kelokasi TKP untuk membantu Kimmy mencari petunjuk dimana Embun berada.
Arjuna mengusap wajahnya kasar.Wajahnya ia tutupi dengan kedua telapak tangannya dan tanpa sadar air matanya mulai membasahi telapak tangannya.
"Sayang aku mohon kau harus bertahan untuk ku".Gumam Arjuna dengan terus menunduk dan wajahnya mulai memerah karena begitu khawatir dengan keadaan Embun.Arjuna tidak berbicara sedikitpun didalam pesawat menuju pulang.Endro juga tidak berani untuk memulai percakapan.
Saat sampai dibandara Arjuna mengambil ponselnya dan menghubungi Arsy.
"Sayang kamu baik² saja kan? papa segera pulang.Kamu jangan khawatir ya..!!"Kata Arjuna melalui sambungan telefonnya.
"Papa janji ya bawa pulang mama.Hiks hiks hiks hiks".Kata Arsy diseberang sana sambil menangis terseduh².
__ADS_1
"Kamu tenang ya disana jangan menangis lagi.Papa berjanji."Kata Arjuna menenangkan Arsy.
Setelah itu Arjuna pun mematikan sambungan telefonnya.
"Endro ayo segera menuju kantor polisi".Kata Arjuna untuk melapotkan penculikan Embun.
"Baiklah,kalau begitu.Kamu janji jangan terbawa Emosi ya nanti".Kata Endro pada Arjuna.
"Baiklah...!!"Kata Arjuna mencoba menguatkan hatinya.
Polisi dan Arjuna pun mendatangi apartemen Rico.Saat polisi berhasil membobol pintu apartemennya polisi tampak tekejut dengan isi apartemen Rico.Arjuna,Endro dan Rahmad juga sama terkejutnya melihat seisi aparteman Rico tampak banyak sekali foto² Embun tergantung didinding.Tubuh Arjuna bergetar menahan amarah yang tidak bisa ia ungkapkan.Nafasnya menderuh hebat dan tangannya mengepal begitu kuatnya saat melihat foto² istrinya ada didalam rumah Rico.
Endro membulatkan matanya tidak percaya melihat obsesi Rico kepada Embun begitu mengerikan.Endro menatap kearah Arjuna yang sedang mengusap wajahnya kasar.Polisi pun menyelidiki setiap ruangan diapartemen rico dengan cukup hati².
"Tuan sepertinya dia sangat terobesi pada istri anda."Kata polisi itu pada Arjuna.Arjuna memejamkan matanya sesaat karena ia tidak bisa berkata apa².Yang ada didalam hatinya saat ini adalah keselamatan Embun yang begitu berharga baginya.Serta bagaimana keadaannya sekarang.
"Tuan saya menemukan ini".Kata seorang detektif polisi yang berhasil membuka laptop milik Rico yang terkunci dengan kata sandi.Ada percakapan pesan di laptop itu dengan seseorang.
"Hallo bisa bicara dengan Rico.Kata Polisi itu menjebak.
"Hmmmm....maaf ini bukan nomor Rico tapi nomor Andin".Kata wanita diseberang sana dengan suara yang parau karena masih terlelap.
"Oh maaf mengganggu.Selamat malam".Kata detektif itu lalu mematikan ponselnya.
"Nama orang itu adalah andin".Kata polisi itu.Mendengar nama Andin seketika Arjuna mengambil ponsel polisi itu dan mengetik nomor yang ada di sana ke ponselnya.Jantung Arjuna berdebar cepat karena nama itu.Ia teringat dengan teman dekat Embun.Arjuna menekan tombol panggil dan tertera nama Andin teman Embun diponsel miliknya.Arjuna seketika lemas dan gontai melihat sahabat Embun tega melakukan kejahatan padanya sementara Embun sangat baik padanya.
Arjuna tidak bisa membayangkan betapa sakit hatinya Embun saat mengetahui andin telah menusuknya dari belakang.
"Astagah...!!!! wanita ini adalah teman istriku".Kata Arjuna dengan suara bergetar karena masih tidak percaya kalau Andin bekerja sama dengan Rico.
"Kalau begitu sangat mudah untuk menangkap Rico melalui Andin".Kata Polisi itu.
__ADS_1
"Tuan tuan tim saya menemukan bukti kalau Andin adik dari Denis.Ini bukti dari pencarian mereka."Kata Rahmad memberi sebuah foto Andin bersama denis.Arjuna melihat itu seketika jantungnya seakan terhenti karena betapa mengerikan hidup istrinya dikelilingi dengan orang² yang bermuka dua.
"Embuun!!!"Aaaarrrghhh....!!!"Arjuna teriak karena kesal.
"Sekarang aku mau menemui laki² brengsek itu".Kata Arjuna kepada polisi.
"Tenang tuan,untuk urusan itu serahkan kepada kami.Kami akan membantu tuan dengan sebaik mungkin".Kata detektif itu pada Arjuna.
"Juna coba kamu tenang dulu kita serahkan semua pada polisi".Kata Endro menenangkan Arjuna.
"Tenang.Bagaimana mungkin aku bisa tenang kalau istriku ada bersama psikopat itu haaa....!!!"Bentak Arjuna pada Endro.Sorot matanya penuh dengan amarah.
"Tuan untuk saat ini Tim kami akan menyelidiki Andin teman istri tuan itu.Jadi saya harap tuan bisa bersabar."Kata detektif itu kepada Arjuna.
"Jangan sebut dia teman istriku.Dia tidak pantas mendapat kebaikan dan ketulusan dari istriku".Kata Arjuna pada polisi itu.Wajahnya pias penuh kekecewaan yang tidak bisa ia ungkapkan.
"Malam ini juga kita ke lokasi dimana iatri tuan diculik".Kata Detektif itu lagi.Arjuna akhirnya pun mengikuti apa yang disarankan Polisi sambil menahan Emosinya.
"Kalian terlalu lamban.Aku sudah memerintahkan anak buah ku untuk menyelidikinya".Gumam Arjuna kesal.
Polisi dan timnya pun pergi bersama dengan Arjuna,Endro serta Rahmad.Polisi membawa seekor anjing pelacak untuk melacak dimana Embun dan Rico berada.
Dipertengahan jalana Arjuna meminta Rahmad ke Mansion sebentar untuk menemui putrinya.Saat tiba di Mansion wajah Arsy tampak sedih dan ada sedikit trauma yang mengguncang jiwanya.
Arjuna memeluk tubuh mungil itu dan terus mengecup puncak kepala anak mungil itu.
"Maafkan papa sayang,papa terlambat".Kata Arjuna memeluk Arsy erat.
"Papa tolong bawa pulang mama ya..!"Kata Arsy dengan wajah yang begitu sedih.Arjuna menahan air matanya agar tidak tumpah dihadapan Arsy.Arjuna menjaga agar tetap kuat dihadapan anaknya.Namun saat pergi meninggalkan Arsy entah kenapa air matanya lolos begitu saja dipipinya.Rasa takut yang menghantui fikirannya kehilangan Embun pun membuatnya tidak bisa berfikir jernih.
Ingin rasanya dirinya menghabisi Rico saat mereka bertemu.
__ADS_1
"Sayang maafkan kakak....!!! Aku mohon bertahanlah sampai kakak menjemputmu".Gumam Arjuna dengan langkah yang begitu tegas menuju mobilnya.