
"Cinta itu menyatukan dua hati dan menyatukan dua isi kepala yang berbeda.Kadang ada rasa ego dalam diri namun disinilah cinta itu diuji".
(S&L)
Embun bersiap siap akan pergi ketoko.Entah kenapa dia sangat bersemangat.Mungkin saja karena hatinya yang sedang berbunga bunga.Dia tampak sangat cantik dengan stelan long dress berwarna putih tak lupa dia mengikat rambutnya yang panjang dan bergelombang itu ke belakang.
"Ayah,embun pergi ya,nanti ayah kekebun tidak?"Tanya embun
"Mungkin tidak nak,karena ayah ada janji dengan pak Jamal".Jelas ayah.
"Ada urusan apa si yah? Kok akhir akhir ini sibuk dengan pak RT dan pak Jamal?"
Tanya embun heran.
"Biasa nak,karena kan sebentar lagi tahun baru dan ada perayaan besar di desa kita,dengar dengar ada tamu penting akan datang".Jelas ayah pada embun
"Hmmmm,okay yah.kalau begitu embun pergi ya.."
Pamit Embun dan mencium tangan ayahnya.
Di Kantor YP group Endro yang disibukan dengan meeting dengan MCT Group yang sempat tercancel kemarin pun tampak kesal karena ulah Arjuna.
Endro mulai stress dibuat Cellia yang tidak fokus saat meeting hingga harus berkali kali ia mengulangi persentasenya.
"Ibu cellia please bagaimana saya akan melanjutkan persentase ini,kalau ibu hanya fokus dengan ponsel anda terus".Kata Endro kesal.
"Oh lanjutkan saja,karena seharusnya hari ini saya bertemu dengan Presdir Arjuna kan bukan kamu?"Kata cellia mengejek.
"Tapi tolong anda profesional dong saat meeting,jangan bawa bawa masalah pribadi di kantor".Kata Endro to do point.
"Hei,kamu...kamu tahu siapa saya,haaa?!"Kata cellia marah sambil memukul meja.Semua peserta meeting pun saling tatap dan menonton tanpa ada yang berani melerai.
"Kamu itu hanya asisten,jadi tolong jangan berlagak boss disini".Kata Cellia sambil mengacungkan cari telunjuk kearah Endro.
Endro yang mendengar itu pun tampak sangat kesal dan mengepalkan kedua tangannya.Dadanya sangat bergemuruh akibat menahan amarah,wajahnya memerah.
Saat Endro akan membalas perkataan cellia tapi tertahan karena paman ridwan memberi isyarat untuk diam dan duduk.
Hati Endro dipenuhi amarah yang amat sangat luar biasa,karena dia merasa direndahkan oleh Cellia.Cellia memang terkenal angkuh dan sombong karena dia pewaris tunggal dari MCT Group.
Akhirnya Meeting pun dibubarkan dengan hasil yang belum juga mendapat titik temu.
Endro keluar dari ruangan meeting dengan sangat kesal dan malu karena sudah direndahkan oleh Cellia.
Tapi dengan sangat cepat hatinya mulai dingin karena ia mendapat panggilan dari Larisa.
Larisa : "Sayang,kamu sudah makan?"
__ADS_1
Endro : " Belum sayang,bagaimana kalau kita makan bersama siang ini?".
Larisa : " Baiklah,aku siap siap dulu ya,nanti kita ketemu di cafe depan kantor kamu saja".
Endro : "Baik sayang,i love you."
Larisa : " Love you too".
Merekapun makan siang bersama dan Endro menceritakan kejadian diruang meeting tadi,Larisa sebagai pasangan yang baik,dia selalu menjadi pendengar yang baik dan membiarkan Endro untuk menceritakan keluh kesahnya hari ini.Kadang Larisa juga memberikan saran yang baik untuk Endro agar tetap menjadi orang yang baik.
Di toko bunga milik Embun tampak Embun sedang sibuk menata bunga bunga yang ada ditoko nya.
Saat dia fokus menata bunga bunga disana.Tiba tiba Bian datang ke toko milik Embun.
"Selamat siang nona Embun".Sapa Bian pada embun
Embun terkejut dengan kedatangan Bian.
"Selmat siang tuan Bian",mau membeli bunga tuan?
Jawab embun dengan tersenyum ramah seperti biasa kepada pembeli bunga lainnya.
Tapi lain halnya dengan Bian.Dia seperti tersihir melihat Embun yang ada didepannya.Dia sangat mengagumi Embun saat pertemuan pertama di Cafe miliknya.Dia tampak tidak bisa membohongi dirinya kalau dia jatuh cinta pada pesona embun yang sangat mematikan.
Wajahnya yang ayu,tutur sapanya yang lembut dan sopan membuat setiap pemuda akan jatuh cinta padanya.Begitu juga Bian yang diam diam selalu mengunjungi toko bunga milik embun.Tapi dia tidak ada keberanian untuk turun dari mobil.Dia hanya memandangi dari kejauhan saja.
Kali ini Bian mengumpulkan sejuta keberanian miliknya hingga dia bisa menemui Embun.
Tanya Endro pada Embun.
"ciye,tuan....anda mau mengungkapkan perasaan ya? Hehehehe.Ledek Embun pada bian.
"Tidak tidak,untuk teman saya kok".Jawab Bian,mencari alasan.Dia menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal.
"Kalau menurut saya tuan,Bunga Mawar merah dan bunga tulip merah.Karena mawar merah melambangkan keberanian,cinta dan keromantisan.
Sedangkan tulip merah melambangkan pengakuan cinta yang dalam untuk seseorang".
Jelas Embun pada Bian.
"Kalau begitu kamu suka bunga apa?"
Tanya Bian pada Embun.
"Maksudnya tuan?" Tanya Embun tidak mengerti.
"Ma maksud saya, menurut kamu,kamu sebagai wanita kamu suka bunga apa?". Kata Bian gugup.
__ADS_1
"Kalau saya suka bunga mawar merah tuan".Kata Embun.
"Baiklah,saya mau bunga mawar merah saja,kalau itu menurut kamu bagus".Kata Bian kepada Embun.
"Baiklah tuan".
Embun sedang merangkai bunda milik Bian,tapi waktu Embun sedang memotong bunga dan memotong duri bunga mawar itu,tidak sengaja dia tertusuk duri.
"Auuuwww...."
"iiisssh".Tampak jari Embun berdarah dan dia juga menekan jari yang tertusuk duri itu agar darahnya keluar.
"Ada apa embun,wah jari kamu berdarah!?".Dengan cepat Bian ingin membantu embun dan memegang jari tangan Embun.
"Tidak apa apa tuan,saya sudah terbiasa tertusuk duri.Namanya juga penjual bunga."Kata embun sambil tersenyum.
"Tidak,ini cukup dalam embun,nanti infeksi loh kalai di biarin aja.Sebentar saya ambil P3K dimobil ya."Kata Bian dan cepat berlari keluar.
"Tu tuaan tidak apa apa,saya punya tuan".Kata Embun untuk mencegah Bian.Tapi bian terlanjur sudah keluar toko.
Tak lama Bian datang dengan membawa kotak P3K miliknya dan membantu Embun membalutkan plester ke jari telunjuknya.
Tiba tiba Arjuna datangan dan melihat Bian dan Embun disana.
"Embuuuuuunnn".Teriak Arjuna dengan suara yang sangat menggelagar memenuhi ruangan.
Bian dan Embun pun sama terkejutnya dengan suara Arjuna yang memecahkan gendang telinga mereka.
Tampak Arjuna sangat marah dan cemburu melihat Embun dan Bian bersama.wajahnya merah dan sorot matanya pun memancarkan api kemarahan disana.
"Tut tu aan,eh kakak,sejak kapan kamu disini?"Tanya Embun terbata.
Arjuna menarik tangan Embun dan menjauhkan dari Bian.Arjuna menatap wajah bian dengan tatapan sinis.Dari sorot matanya bahwa ia menegaskan kalau Embun adalah miliknya.
"Tuan Arjuna,sejak kapan kamu disini?"Tanya Bian sedikit canggung.
Arjuna hanya diam saja,dia mengetatkan rahangnya tampak dia sangat kesal sekali menyaksikan Embun yang dibantu Bian membalutkan plester dijarinya.
Api cemburu yang membakar jiwanya kini menyebar keseluruh tubuhnya.Tubuhnya tampak panas dingin menahan emosi yang tak terhingga.
"Kakak,Panggil embun dengan lembut.
Seketika hati arjuna luluh mendengar embun memanghilnya seperti itu.
"Kakak,jangan salah faham dulu ya,Bian membantuku tadi karena jariku tertusuk duri".Kakak,coba kemari deh,lihat jari tangan ku ini."
Embun sangat pandai mencairkan suasana dan membuat Arjuna menjadi luluh tanpa kata.
__ADS_1
Arjuna menurut dan mendekat pada Embun.Bian tampak heran melihat keakraban mereka.Bian pun sedikit tidak percaya diri karena menyaksikan kedekatan Arjuna dan Embun.Hatinya seperti hancur dan ada rasa cemburu tersimpan dihatinya.Hatinya seperti tidak rela jika Embun dekat dengan pria lain.
Begitu juga Arjuna dia sangat tidak rela kalau embun dekat dengan pria lain selain dirinya.Kini hatinya sudah terlanjur cinta.