
"Junaaa...!!!!"
"Gila kamu,kenapa kamu bawa Arsy keluar dari sini?" Pekik mama Wike dari saluran telefonnya.
"Maaa,ini udah jadi keputusan Juna ma..!!!".Jawab Juna dengan suara datarnya.
"Gila kamu,siapa yang akan mengurusnya nanti disana?"Kata mama Wike khawatir.
"Ada mbak Susi dan ada Embun disini nanti".Kata Arjuna lagi.
Sontak Mama Wike mendengar itu pun cukup terkejut.
"Se se sejak kapan kau mengingat Embun nak?"Tanya Wike dengan terbata.
"Sejak pesta ulang tahun Cellia ma..!!"Kata Arjuna dengan khas suara Baritonya.
"Sayang...maafkan mama ya nak.Mamaaa!!Kata Wike menyesal
"Ah sudahlah ma enggak usah dibahas.Juna capek ma,mau istirahat dulu.Bye maa!!!"Jawab Arjuna dengan nada sedikit kecewa dan mengakhiri telefonnya pada mamanya.
(Apartement Arjuna)
Tampak Arjuna sedang menggendong Arsy dan membawa masuk kedalam kamar khusus untuk Arsy.Arsy masih tertidur pulas saat diletakkan diatas ranjangnya.Arjuna mengusap puncak kepala Arsy dan mengecuk keningnya.Arjuna menatap lama wajah anaknya yang setiap harinya hidup tanpa dirinya.Ada rasa rindu direlung hatinya tapi karena pekerjaannya Arjuna jadi jarang pulang kerumah Utama.
"Embun kamu sudah baikan"?Tanya Larisa karena melihat Embun sudah siuman.
Embun mengangguk sambil menatap infus yang ada ditangannya.
"Risa,dimana kakak?"Tanya Embun.
"Juna ada di kamar bersama Arsy,tadi Arjuna menjemputnya".Kata Larisa menjelaskan.
"Benarkah?"Tanya Embun dengan wajah berbinar tapi masih tampak lemah.
"Aaah sudah kamu disini saja dulu.Arsy juga sudah tidur.Kamu jangan bangun dulu."Cegah Larisa.
"Sayang tolong panggil Arjuna Embun sudah bangun".Kata Larisa
Endro pun datang bersama Arjuna masuk kedalam kamarnya untuk menemui Embun.
"Sayang...!!!"Arjuna memeluk tubuh lemah Embun.Arjuna menyembunyikan wajahnya diceruk leher Embun.
__ADS_1
"Kakak...Embun sudah tidak apa².Kakak jangan khawatir ya..!!!"Kata Embun sambil mengelus punggungnya lembut.
"Atas nama papa,kakak minta maaf sayang,kakak tidak berani menatap wajahmu setelah semua ini terjadi!!!"Kata Arjuna dengan suara bergetar dan menundukan wajahnya dihadapan Embun sambil menggenggam tangan lembut Embun.Pundaknya mulai bergetar diiringi isak tangis yang terdengar pilu karena rasa sakit yang tidak bisa ia luapkan.Semoga dengan air mata yang mengalir membasuh lukanya yang kian mengangah.
"Kakak...!!!"Embun bukan malaikat yang tidak perna sakit hati pada orang lain.Embun jujur ada rasa sakit didada ini.Tapi, mungkin rasa sakit yang Embun alami tidak sebanding dengan rasa kecewa kakak sekarang.Saat ini Embun tidak membenci papa Yudistira jadi Embun harap kakak jangan perna membencinya juga.Embun mohon...!!!".Kata Embun dengan air matanya yang terus mengalir sambil menyentuh pipi Arjuna.
Mendengar kata² Embun seperti itu semakin merasa bersalah yang tidak berkesudahan.
"Sayang,aku mohon kamu jangan terlalu baik pada siapapu.Aku mohon jangan...!!! Ini membuat diriku semakin tidak pantas untuk dimaafkan.Hukumlah kakak sebagai gantinya".Kata Arjuna dengan nada suara yang sedikit tinggi.
"Kakak...Kejahatan tidak harus dibalas dengan kejahatan kan?.Kalau kita membalasnya bukankah kita sama jahatnya dengan orang itu.Embun menghindari itu kak."Kata Embun lagi.
Mendengar perkataan itu Arjuna pun semakin memeluk tubuh Embun dengan cukup erat dan terus mengecuk puncak kepalanya.Ada perasaan yang tidak bisa ia ungkapkan dengan kata².
"Sayang kakak mencintaimu sangat mencintaimu.Jika ada kata² yang lebih dari cinta itulah perasaan kakak padamu saat ini".Kata Arjuna sambil memeluk tubuh Embun.
Endro dan Larisa melihat pemandangan seperti itu pun turut terharu.Mereka merasakan kekuatan cinta antara Embun dan Arjuna yang luar biasa.Endro merangkul Larisa sambil mengecup kening istrinya yang saat ini sedang mengandung buah cinta mereka.
Malam itu malam dimana dua hati menjadi satu untuk mempererat ikatan cinta masing² dua insan.
(MCT Group).
"Nona,pagi ini ada meeting mengenai pemilihan Brand ambasador Kosmetik terbaru kita.Ini rekomendasi Artis yang cukup terkenal,nona tinggal pilih salah satu dari mereka".Kata sekertarisnya.
"Nona,nona Cellia.."!Panggil sekretarinya sambil menyentuh tangannya.Cellia pun tampak terkejut dan sorot matanya senduh seakan hatinya layu.
"Apaaa,tadi kamu bilang apa?"Tanya Cellia.
"Saya membawa dekomendasi untuk model brand ambasador kosmetik kita non".Kata Sekretarisnya.
"Okay,thanks".Jawab Cellia singkat.
Cellia pun membuka portofolio yang ada di tangannya.
Tiba² imajinasinya menciptakan foto Arjuna yang ada disana.Jantung Cellia seakan meledak meronta ingin menemui Arjuna.Kehausan cintanya kian merebak membuat semakin dahaga jiwanya.
Cellia mengambil kunci mobilnya dan meninggalkan kantornya menuju kantor Arjuna dengan deruh jantung yang membuncah.Ada rasa rindu yang semakin hari semakin menggila membuat jiwanya seakan meronta ingin menemui sang Arjuna.
(YP Group)
"Braaakkkk".Kau kira aku siapa sampai kau tak menizinkan aku menemui Arjuna.Sambil menggebrak meja Lusi.
__ADS_1
"Ma maaf nona Cellia,tapi tuan Arjuna berpesan agar tidak boleh diganggu saat ini.Nonaaa nonaaa...!!!Lusi berlari untuk mencegah Cellia masuk ke ruangan Arjuna.
"Cekleeek".!!!
Cellia membuka pintu dengan dada yang masih gemuruh karena kesal dilarang oleh Lusi.
Arjuna dan Endro terkejut melihat Cellia tiba² membuka pintu.Raut wajah Cellia seakan haus kerinduan pada Arjuna.Cellia berlari dan memeluk Arjuna yang berdiri disamping Endro.
"CELLIAAAA....HENTIKAN KAMU GILA YA...!!!
Kata Arjuna mencoba melepaskan pelukan erat Cellia.
"Maaf tuan,saya sudah mencegahnya tapi..."
Kata Lusi ketakutan.
"Ayoo lusi kita pergi dari sini,biarkan Arjuna mengurusnya sendiri."Kata Endro sambil menatap kesal Cellia.
"Junaa,aku mohon jangan seperti ini.Aku mohon beri aku kesempatan lagi.Aku sangat mencintaimu!!!Jangan siksa aku dengan cintamu Jun..Aku mohon!!!Kata Cellia menangis dipelukan Arjuna.
Arjuna melepaskan paksa pelukan Cellia.
"Cell,sudah aku katakan padamu jangan perna bertindak sesukamu."Kata Arjuna dengan sorot mata yang tajam sambil mencengkram kedua pundak Cellia.
Tiba² Cellia duduk bersimpuh sambil memeluk kedua kaki Arjuna sambil menangis terseduh seduh.
"Junaaa,aku rela melakukan apapun untuk mu.Aku rela dijadikan yang kedua tapi jangan perna tinggalkan aku.Aku mohon..!!!.Kata Cellia memohon pada Arjuna.
Arjuna menggelangkan kepalanya dan mengusap wajahnya kasar.Gemuruh didadanya kian membara seakan ingin membakar setiap kata² Cellia.
"Cellia,hentikan kau.!!!
"Kau kira aku seperti dirimu mau membagi cinta demi nafsu".Tampak wajah arjuna kesal sambil melepesakan kakinya pakasa dari pelukan Cellia.
"Cinta apa yang kau maksud?"
"Disaat kau meninggalkan ku demi karir gila mu itu apa masih ada cinta dihatimu?"
"Disaat kau bercinta diparis dengan pengusaha itu apa masih ada cinta dihatimu?"
"Itu yang kau sebut cinta?"Haaaaaa????....!!!
__ADS_1
Kata Arjuna dengan suara yang cukup keras dan membuat Cellia menengadah menatap wajah Arjuna yang memerah karena kemarahannya.Tubuhnya bergetar mendengar ucapan Arjuna dan mengingatkan perbuatannya 7 tahun lalu.
"Aku peringatkan dirimu,tanya hatimu masih pantaskah dirimu bicara cinta padaku?"Ingat..!! jangan buat aku semakin membenci mu".Kata Arjuna sambil mencengkram dagu lancip Cellia.Lalu Arjuna meninggalkan ruangannya dengan wajah yang cukup kesal.