
"Sayaaaang.....!!!".Suara Arjuna terdengar memenuhi kamar.Embun yang sedang mandi di kamar mandi tidak mendengar Arjuna yang terus menerus memanggilnya.Embun masih menikmati setiap guyuran air dari shower yang membasahi tubuhnya yang terasa lelah.Embun sedang menggosok tubuhnya lembut sambil bersenandung lirih.
Sementara Arjuna yang sedari tadi memanggil istri mungilnya itu tidak mendapati dikamarnya pun melirik kearah pintu kamar mandi yang tertutup.Arjuna melepas dasi yang ada dilehernya dan satu persatu ia melepas kancing kemejanya yang berawal dari kedua pergelangan tangannya hingga bertelanjang dada.Tampak dadanya yang berbentuk seperti pahatan begitu seksi nan menggoda.Arjuna berjalana ke arah kamar mandi untuk menemui istrinya itu.
"Akan kuhabisi kamu hari ini".Kata Arjuna sambil menaikkan alisnya dan tersenyum girang.
"Ceklek....!!!"Arjuna membuka pintu kamar mandi dan melihat Embun tampak sedang menggosok punggungnya.Embun tidak menyadari kedatangan Arjuna karena ia sedang asyik menikmati guyuran air hangat yang menyegarkan tubuhnya.Embun berada dalam ruangan kaca yang memisahkan bathtub serta closed.
Arjuna berjalan mengendap endap agar tidak terdengar Embun lalu memeluk tubuh mungil itu dari belakang dan membuat Embun terkejut.
"Aaah....!!"Hampir Embun berteriak dengan keras tapi dengan cepat Arjuna membekap mulutnya.Hal itu membuat Embun semakin panik karena tidak tahu siapa yang sedang memeluknya dari belakang.
"Sayang kakak merindukanmu!".Bisik Arjuna sambil melepaskan bekapannya.Itu membuat Embun bernafas legah karena yang memeluk dirinya suaminya sendiri.
"Kakak....!!! Kenapa mengejutkan Embun?"Kata Embun sambil mencoba membalikkan tubuhnya namun tertahan karena Arjuna tidak membiarkan Embun berbalik kearahnya.Arjuna melingkarkan tangannya ke pinggang ramping istrinya sambil meletakkan dagunya keatas kepala istrinya.Rambut Arjuna pun basah terguyur air hangat dari shower.Berlahan air hangat itu membasahi setiap lekuk tubuh kekarnya.
"Kenapa kau tidak mengunci pintu kamar mandi?"Tanya Arjuna sambil menikmati pelukan dan kehangatan air yang mengguyur tubuhnya.
"Hmmm....!!!Embun takut terkunci lagi dikamar mandi kak".Kata Embun sambil mengusap tangannya dengan lembut.Saat pertama kali Embun memasuki kamar mandi Arjuna. Embun perna sekali terkunci di kamar mandi dan itu membuat dia takut apa lagi kamar Arjuna kedap suara sampai akhirnya dia harus menunggu Arsy masuk ke kamar mereka dan membantu Embun keluar dari kamar mandi.Hal itu membuat ia takut mengunci kamar mandi saat didalam kamarnya.
"Sayang bukannya kuncinya sudah diganti?Kamu tidak boleh seperti ini.Kakak takut ini menjadi terbiasa dan terbawa di tempat lain bagaimana?"Kata Arjuna khawatir.
"Hmmm....iya tapi...!!"Kata Embun berbalik menatap kearah Arjuna.
"Kamu tidak perlu khawatir lagi karena kakak sudah menggantinya dengan handle yang bisa memudahkan kamu.Mengerti?"Kata Arjuna menyentuh kedua pipi Embun dan menatapnya lembut.
"Hmmmm...Baiklah kak!"Kata Embun mengangguk tapi tidak Arjuna namanya jika tidak melakukan hal yang diluar dugaan.Arjuna membalikkan tubuh mungil itu agar membelakinginya dan membuka pengait dari penutup gundukan sintal yang ada dipunggung Embun.Dengan berlahan Arjuna mengecup setiap senti pundak Embun hingga Embun pun meremang tanpa sadar memejamkan matanya menikmati setiap kecupan yang diberikan suaminya itu.Arjuna dengan lembut membalikkan tubuh mungil itu hingga mereka saling berhadapan.Arjuna tersenyum menatap wajah mungil yang selalu berhasil membuat dirinya bergelora.Air yang membasahi wajah mungil itu pun membuat mata indahnya terpejam.Arjuna mengusap wajah itu dan ia mengusap bibir ranum itu dengan lembut dengan ibu jarinya.
__ADS_1
Berlahan tapi pasti pria kekar itu menurunkan satu persatu tali penyangga itu dari bahu mulus wanita yang ada dihadapannya hingga terekspos jelas gundukan sintal nan menantang seolah berteriak untuk segera dihabisi.Arjuna mengusap dan menghisap seperti bayi kecil yang merasa kehausan.Tangan Arjuna terus menyusuri setiap jengkal tubuh polos itu dan ******* bibir mungil itu dengan sangat lembut diiringi dengan tangannya yang terus menyusuri setiap jengkal tubuh mungil Embun.
Arjuna mendorong tubuh mungil itu merapat ke dinding kaca hingga tangannya yang ramping menahan kedinding dengan telapak tangannya yang melebar hingga terlihat jari² lentik itu menyentuh kaca.Embun terus menikmati setiap sentuhan dan kecupan yang memabukan itu.Nafasnya mulai menderuh deras saat tangan Arjuna mulai menyusuri ke area intinya.
"Aaah....!!"Lenguhan yang semakin membuat Arjuna menggila pun membuat pria kekar itu semakin menjadi dan terus menguasai serta mendominasi setiap gerakan yang mereka lakukan.Air hangat terasa semakin panas saat hentakan demi hentakan terjadi.Pelepasan yang luar biasa membuat Arjuna berteriak menikmati surga dunia yang ia rindukan.
"Aaaah.....Sayang....!!!".Teriak Arjuna memenuhi kamar mandi.
Setelah selesai berkeringat bersama tampak Embun mengenakan kimono mandi berwarna putih begitu juga Arjuna.Embun duduk diatas kursi rias sambil mengeringkan rambutnya dengan hair drayer.Tangan Arjuna memberikan sebuah bouquet bunga edelweis dihadapan Embun.Embun pun mengerutkan keningnya dan menatap kearah netra Arjuna.
"Sayang ini hadiah untuk kamu".Kata Arjuna sambil tersenyum lebar dengan tangannya yang masih memegang bunga itu.
"Waah...ini kan bunga edelweis?Cantik sekali".Dengan penuh kebahagiaan Embun pun menerima bunga itu.
"Makasih sayang...!!"Embun mengecup pipi Arjuna dan tak lupa ia juga memeluk tubuh kekar itu.
"Kamu suka?"Tanya Arjuna sambil mengusap puncak kepala istrinya itu.Embun pun berjalan ke sofa santai yang ada dikamar mereka.
"Hmmm....Edelweis itu melambangkan sebuah keabadian dan pengabdian."Jawab Embun sambil menatap bunga edelweis yang ada ditangannya.
"Konon katanya jika seorang pria memberikan bunga ini kepada wanita yang ia cintai maka cinta mereka akan abadi hingga akhir hayatnya".Kata Arjuna menimpali.
"Hmmmm...Embun juga perna dengar filosofi itu kak.Bunga Edelweis juga tahan mekar hingga 10 tahun lamanya makanya dijuluki bunga keabadian. Semoga tanpa kakak memberikan bunga ini pun cinta kita akan tetap abadi ya sayang".Jawab Embun sambil wajahnya mendongak kearah Arjuna.
Arjuna tersenyum dan mengecup bibir ranum Embun yang mengkilap karena sudah ia poles dengan pelembab bibir rasa strowberry kesukaanya.
"Kenapa bibir kamu selalu manis sayang?"Tanya Arjuna sambil mengecap dan beberapa kali menjilati bibirnya dengan lidahnya sendiri.
__ADS_1
"Hihihihi...!!!"Kakak...rahasia dong!"Kata Embun tertawa melihat tingkah Arjuna yang terlalu polos seperti anak kecil yang menggemasakan.
"Sini kakak mau merasakan lagi...!!"Kata Arjuna menggoda Embun.
"Kakaaaaak....!!"Pekik Embun karena takut akan terjadi sesuatu yang membuatnya berkeringat kembali.
"Ayoooo dong sayang kakak mau merasakan lagi".Kata Arjuna lagi sambil tersenyum menggoda.
"Emmmmmuuuu..!!"Embun pun tak mau kalah dan memanyunkan bibirnya kearah Arjuna itu berhasil membuat Arjuna merasa gemas dan akhirnya ia menangkap pinggang ramping Embun dan menghabisi bibir ranum nan manis itu dengan ********** tanpa henti hingga Embun pun seperti kehabisan nafas.
"Plok plok plok...!!!"Embun memukul pundak Arjuna karena merasakan sesak.
"Hahahaha....!!!"Arjuna terkekeh melihat wajah Embun yang memerah.
"Kakaaaaak...!!!!"Pekik Embun kesal.
"Gimana??Masih mau menggoda?"Tanya Arjuna tersenyum penuh kemenangan.
"Hmmmm...!!"Embun pun menggelengkan kepalanya sambil mencebikkan bibirnya karena kesal.
"Kakak...!!! gimana kalau Embun mati kehabisan nafas tadi?!"Kata Embun kesal.
"Hahaha...!!"Tidak mungkin sampai mati dong sayang!"Jawab Arjuna sambil terkekeh melihat wajah Embun yang menggemaskan karena kesal.
"Pokoknya kakak mau kamu hari ini tidak keluar kamar.Karena malam ini kamu milik kakak...!!!"Kata Arjuna memeluk Embun dengan erat.
"Astagah sayang.Embun harus mengurus Arsy dulu".Jawab Embun tidak habis fikir dengan suami manjanya itu.
__ADS_1
"Okay untuk Arsy saja setelah itu kamu harus lekas masuk kekamar lagi."Kata Arjuna dengan wajah murung.Embun hanya menghela nafas panjang sambil memutar bola matanya karena seperti biasa Arjuna akan bertingkah lebih manja dari anaknya.
"Okay...!!! sayang...!!!"Jawab Embun pasrah sambil mengecup bibir Arjuna dan bangkit dari sofa dan memakai baju untuk menemui Arsy dikamarnya.