
"Ayah..!! Hari ini sepertinya Embun pulang sedikit terlambat karena banyak sekali paket yang akan dikirim".
Kata Embun sebelum pergi bekerja.
"Iya nak,yang penting kamu hati² jangan kebut-kebutan dijalan."
Kata Hasan mengingatkan.
"Okay Boss".
Jawab Embun sambil mengangkat tangan seperti memberi hormat.
Hasan menatap Embun senduh yang mulai menghilang di telan jalanan.Hasan merasa sangat sedih melihat gadis kecilnya.Embun tampak tersenyum diluar tapi dia sering termenung didalam kamar.Hal itu membuat Hasan terasa pilu karena tidak bisa membuat anaknya bahagia.
"Nak,semoga kelak kau akan bahagia dan tidak akan menderita seperti ini".Gumam Hasan.
Setelah tabrak lari yang ia alami 1 tahun lalu.Hasan sudah tidak bisa lagi berjalan dengan normal.Saat ini dia menggunakan tongkat untuk membantu dirinya berjalan.Itu membuat dirinya sering bersedih karena tidak bisa bekerja lagi.Hasan juga sering berfikir kalau dirinya adalah beban hidup untuk Embun.
Demi dirinya Embun bekerja hingga laur malam.Setiap hari libur Embun tidak menggunakan hari liburnya untuk berlibur melainkan untuk bekerja paruh waktu di sebuah cafe sebagai pelayan cafe disana.
Embun pun pergi kekantor untuk mengambil paket² yang akan dikirim hari ini.
"Embun kamu sudah sarapan?"Tanya Rico manager kantor itu.
"Sudah pak..!! saya sudah sarapan tadi dengan ayah dirumah".Katanya sambil tersenyum.
"Embun,bukanya kamu sudah pindah kontrakan?".
Tanya teman kerjanya.
"Iyaa,saya sudah pindah.Kontrakan yang pertama terlalu jauh dari sini."
Katanya menjelaskan.
Rico melihat Embun dengan sudut ekor matanya.Rico terus melihat wajah Embun yang sedang menyusun paket.Pancaran mentari pagi menyinari wajahnya yang putih bersih.Embun merasa sedikit tidak nyaman dengan pantulan sinar mentari yang menghujani wajahnya.Tampak sesekali ia menyipitkan matanya karena silaunya mentari.
Rico yang melihat Embun seperti itu pun menutup tirai jendela yang ada didepan Embun.Setelah tertutup Embun pun tidak lagi menyipitkan matanya karena silau.Rico tersenyum melihat Embun,Ia merasakan getaran yang tak biasa saat melihat Embun.
"Embun besok kamu libur kan?"
Tanya Rico memberanikan diri.
"Iya pak,besok saya libur".
Kata Embun sambil menatap wajah Rico.
"Kamu ada acara besok?"
Tanya Rico lagi.
"Hmmm,saya sebenarnya setiap libur bekerja part time di cafe Senja pak".Kata Embun menjelaskan.
"Kamu pulang pukul berapa?"Tanya Rico lagi.
__ADS_1
"Sekitar pukul 21.00 malam.Ada apa ya pak?".
Tanya Embun penasaran.
"Emmmm,sebarnya saya ingin mengundang kalian besok acara untuk ulang tahun saya di restauran Kasturi." Kata Rico sambil malu².
"Waaah,Bapak ulang tahun?Ayo dong kita rayakan bersama.Ayo kita berpesta".Kata teman Embun bernama Andin.
"Bagaimana Embun?"Tanya Rico.
"Baiklah besok saya izin untuk tidak masuk kerja."
Kata Embun tidak enak menolak undangan Rico.
"Yeeeey akhirnya kita berpesta juga".
Kata Andin Bersorak sorak girang.
Di Villa tempat Arjuna dan Cellia berada tampak sangat sepi.Tampaknya Cellia memang merencanakan sesuatu yang membuat seolah mereka bulan madu berdua.
Cellia memakai lingery yang begitu tipis dan menerawang.Arjuna baru selesai mandi dan masih memakai jubah mandi.Cellia dengan sengaja masuk kedalam kamar Arjuna hanya memakai pakaian tipis itu.
Arjuna pun tampak sangat terkejut dengan kedatangan Cellia yang begitu tiba tiba.Cellia tampak sangat Seksi dan menggoda.Tampak lekukan tubuhnya yang mempesona setiap lelaki memandangnya.
Cellia sengaja menggoda Arjuna yang baru selesai mandi.Rambutnya yang masih basah membuat Arjuna tampak sangat ****.Tetesan-tetesan air yang jatuh ke dada Arjuna membuat Cellia terbakar api gelora.
"Sayang,kenapa kau membuat jantung ku berdebar".Kata Cellia dengan memainkan rambutnya memancing gelora dihati Arjuna.
Tanya Arjuna terkejut melihat Cellia yang seperti sangat bergairah melihat Arjuna.
Cellia mendekati Arjuna dan tiba² memeluk tubuh Arjuna.Arjuna merasakan gundukan yang kenyal menyentuh dadanya.Tapi tidak membuat Arjuna terbuai dengan keadaan.
"Arjuna aku sangat merindukan mu!!!".
"Cellia lepaskan,kamu gila yaa".
Kata Arjuna mendorong tubuh Cellia ketempat tidur.Cellia pun terjatuh diatas tempat tidur.Tampak bajunya tersingkap keatas dan membuat bagian intimnya terekspos.Arjuna tampak memejamkan mata kesal dan memalingkan pandangannya.
Akan tetapi Arjuna tiba² mengingat sebuah kejadian yang perna ia alami bersama Cellia waktu dijepang.Arjuna teringat seorang gadis dengan memakai lingery tipis yang menggodanya saat dijepang dulu.
Sedikit demi sedikit ingatan Arjuna mulai membuka memory diotaknya.Itu membuat Arjuna sesekali memejamkan matanya untuk terus berusaha mengingat kejadian itu.Tapi Cellia terus menggodanya dan membuat Arjuna tidak konsentrasi untuk mengingat kejadian itu.
Cellia menarik tubuh Arjuna yang masih berdiri tegak disampingnya karena dia masih fokus berusaha untuk mengingat kejadian saat dijepang.Arjuna merasa wanita itu tidak asing baginya.Arjuna masih belum bisa menangkap wajah wanita yang ada diingatannya itu.Wajah wanita itu tampak samar.Arjuna pun jatuh ditempat tidur dan berada disamping Cellia.
Dengan gila Cellia menaiki tubuh Arjuna dan duduk diatas tubuh Arjuna.Arjuna sangat terkejut melihat Cellia segila itu.Ada raut kemarahan diwajah Arjuna.Cellia mendekatkan wajahnya kewajah Arjuna.Wajah mereka pun sangat begitu dekat hampir tak berjarak.
"Arjuna,aku tidak akan membiarkan dirimu lepas dariku".
Kata Cellia berbisik ditelinga Arjuna.
Suara Cellia membuat bulu kuduk Arjuna merinding.Cellia ******* bibir Arjuna lembut sambil memejamkan matanya.Arjuna pun ikut menikmati ******* bibit Cellia dan memejamkan mata.Tapi tiba-tiba Arjuna mendorong tubuh Cellia dan merasakan ada sesuatu yang salah saat bercumbu dengan Cellia.
"Cellia,maafkan aku.Aku tidak bisa melakukan itu.Tolong beri waktu,dan aku tidak mau menyentuhmu dengan cara seperti ini".Kata Arjuna memberi alasan.
__ADS_1
"Arjuna,aku tidak keberatan.Aku rela memberikan tubuh ini padamu.Aku ingin kita menyatukan cinta kita."Kata Cellia dengan wajah melas.
"Tapi bukan dengan cara seperti ini Cell.Aku tidak bisa".Kata Arjuna marah.
"Sekarang kau pergi dari kamarku dan sebentar lagi kita pulang.Aku tidak tahan kalau harus berlama-lama disini."
Kata Arjuna meninggalkan Cellia.
"Junaaa,junaaaa!!!! Tapiii belum satu minggu kita disini".Kata Cellia berteriak.
Arjuna melambaikan tangannya sambil mengambil pakaiannya dan masuk kekamar mandi untuk berganti pakaian.
"AAAARRRRRGGGGHHHT !!!!!.
Geram Cellia sambil mengacak-acak seprey dikamarnya.
"Arjuna kenapa kau tega membuatku seperti ini.Aku memiliki ragamu tapi tidak dengan hatimu."
Gumam Cellia sedih.Tangannya tampak mengepal dengan keras.Sorot matanya tajam seakan ingin menghabisi seseorang.Ia teringat dengan Embun.
"Dasar tikus kampung,sudah berpisah pun masih saja mengganggu kesenanganku.Menjengkelkan!!!"
Aaaaaarrrggghhh.Teriak Cellia kesal.
Cellia pun siap dengan pakaian Casualnya.Cellia mendekati Arjuna dan berusaha mengambil hatinya kembali.
"Sayang,maafkan aku kalau kamu tidak nyaman karena kejadian tadi.Aku berusaha akan bersikap manis padamu.Aku juga akan menunggu sampai kau merasa siap".
Kata Cellia sambil memegang tangan Arjuna.
Arjuna hanya menatap wajah Cellia tanpa kata.Ada rasa tidak nyaman saat bersama Cellia.Arjuna merasa Cellia tidak benar² tulus kepadanya.
"Kenapa aku merasa hambar pada Cellia.Aku tidak merasakan apapun didalam hatiku.Katanya orang yang saling mencintai akan merasa debaran dihatinya.Tapi kenapa aku tidak bisa merasakan itu saat bersama Cellia.Bahkan kejadian tadi pagi,kenapa aku merasa jijik saat dia mencoba menggodaku?.Ada apa sebenarnya dengan ku?
Guamam Arjuna.
Arjuna memaksakan senyumnya untuk Cellia.Dan ia mencoba untuk mengelus puncak kepala Cellia.
"Sudahlah,mari kita lupakan saja kejadian yang tadi"
kata Arjuna dengan wajah datarnya.
Arjuna pun berlalu masuk kedalam mobil dan meninggalkan Cellia begitu saja.
Cellia merasa sangat kesal,karena dia tidak dihiraukan Arjuna.Arjuna mala masuk kedalam mobil tanpa dirinya.Pak Iyat yang membukakan pintu mobil untuk Cellia.
Cellia benar² sangat kesal karena Arjuna seperti orang yang tidak perduli dengannya.Cellia menyandarkan kepalanya dibahu Arjuna.Arjuna menghelah nafas panjang karena merasa tidak nyaman.Arjuna mencoba untuk tidak menolak Cellia.
Cellia memainkan jarinya didada Arjuna seperti sedang menulis dipapan tulis diatas dada Arjuna yang bidang.Pak Iyat melihat dari balik spion pun merasa sedikit canggung.Pak Iyat pun cepat² memalingkan pandangannya.
"Sayang anter aku ke apartmentku saja ya.Aku sangat lelah".Kata Cellia dengan suara manjahnya dan sensual.Cellia mendongakan wajahnya,bibirnya begitu dekat dengan bibir Arjuna.
Arjuna pun memejamkan matanya kesal.Arjuan mencoba menggeserkan tubuhnya dan membuat Cellia berhenti menggoda Arjuna.Arjuna begitu kesal dengan tingkah Cellia yang menyebalkan.Tapi Arjuna mencoba menahan amarahnya.
__ADS_1