Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
55.Bertemu Arsy


__ADS_3

"Hore papa datang,papa papa papa....."


Teriak Arsy dan berlari menuju Arjuna.Arjuna merentangkan tangannya dan menyambut untuk mendekap Arsy.


"Waaah,are you happy?"Tanya Arjuna kepada Arsy sambil menciumi pipi gembul arsy.


"Yaaaaa,i'm happy".Jawab Arsy sambil meletakan kepalanya dipundak Arjuna.


Arjuna pun menggendong Arsy dan menuju ruang keluarga.Tampak disana ada mama Wike dan Papa Yudistira mereka sedang menonton televisi bersama.Yudistira menatap Arjuna dalam,seperti ada sesuatu yang akan disampaikan.


Hubungan Arjuna dan Yudistira itu sangat dingin,mereka akan bicara seadanya dan jika ada sesuatu yang penting.


Arjuna dan Arsy sedang bermain permainan ular tangga.Mereka asyik bersama dan saling tertawa bersama.Tiba tiba Yudistira memanggil dan itu membuat Arjuna dan Arsy menghentikan permainan mereka.


"Sayang,kamu masuk kamar dulu ya,kamu mainnya sama mbak susi dikamar,nanti kita main lagi.Soalnya oppa panggil papa tuh!".Kata Arjuna menjelaskan.Arsy pun mengangguk dan menuruti perintah Arjuna.


Arjuna masuk keruangan kerja Yudistira.Dia tahu pasti Yudistira akan membahas tentang Cellia.


"Ada apa pa?"Tanya Arjuna


"Duduk,sebentar"!Pintah Yudistira.Arjuna pun menuruti kata Yudistira,dia pun mendaratkan tubuhnya ke sofa tempat biasa Yudistira menerima tamu penting dan bersifat pribadi.


"Papa tahu,kamu kesal dengan papa,tapi papa mau kamu hati hati dengan Cellia.Sepertinya cintanya kepadamu sudah membutakan akal sehatnya".Kata Yudistira memberi wejangan.


"Ooh syukurlah,ternyata papa sudah tahu sifat asli Cellia yang obsesif".Gumam Arjuna.


Arjuna pun mengangguk tanda mengerti.Tapi suasana masih tetap dingin.Wajar saja ayah dan anak ini keduanya seperti gunung Es.Mereka akan tetap dingin satu sama lain.


"Oh ya,untuk wanita yang kau anggap spesial itu,apa dia sudah tahu kalau kau sudah punya Arsy?"Tanya Yudistira penasaran.


"Sudah pa,bahkan dia yang menolong Arsy saat Arsy hilang".Kata Arjuna menjelaskan.


"Hmmm" Yudistira hanya manggut manggut sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya.


Sebenarnya Yudistira sudah tahu tentang Embun.Diam diam ia meminta Ridwan menyelidiki asal usulnya dan Ridwan juga sudah menceritakan kebaikan dan ketulusan Embun dan bisa merubah Arjuna yang dingin kini menjadi sedikit hangat.


Untuk saat ini Yudistira hanya bisa memantau tentang Embun karena Embun masih aman menurutnya.Tidak seperti Cellia yang mengerikan bagaikan monster yang kapan saja bisa berubah dan menyerang musuhnya.

__ADS_1


"Okay pa,tidak ada yang mau dibicarakan lagi kan?,kalau begitu bermisi".Kata Arjuna datar.


Arjuna pun pergi meninggalkan Yudistira.Yudistira hanya bisa menghela nafas panjang melihat kelakuan anaknya seperti itu padanya.


"Jun jun...kamu memang dari dulu tidak perna berubah,".Kata Yudistira lirih sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


Arjuna menemui Arsy kekamarnya dan ia pun segera mengagetkan Arsy yang sedang bermain boneka Frozennya bersama mbak Susi.Arjuna memberi isyarat kepada Susi agar tidak memberi tahu kehadiran Arjuna dengan mengedipkan satu matanya dan meletakan jari telunjuknya kebibir merah Arjuna.


Seketika Susi hanya terdiam dan tidak berkedip,ia seperti kerasukan syetan gagu.Ia tidak menyangka akan dikedipi Arjuna seperti itu.


"Ya Allah Gusti Tuan Juna kok bisa seseksi itu,kok aku mau mati rasanya, sepertinya jantungku berhenti ini.Baru kali ini tuan Arjuna seperti itu padaku,ampun mana oksigen mana oksigen ya Allah."Gumam Susi panik melihat Arjuna yang terlalu tampan.


"Yeeeey kenaaaa"Kata Arjuna memeluk Arsy dari belakang.Arjuna pun berhasil membuat Arsy terkejut.


"Papaaaa,arsy kaget tau pa".Kata Arsy sambil mengerujutkan bibirnya yang imut.


Sementara Arjuna merasa gemas melihat Arsy yang seperti itu.Arjuna pun mencium gemas anak semata wayangnya itu.


"Papa,papa janji sama Arsy katanya mau ketemu tante cantik,iiiih papa,kapan?,Arsy rinduuu sekelai".Kata Arsi sambil memainkan bonekanya.


"Ooh maaf ya sayang,papa kemarin sibuk sekali".Kalau besok bagaimana kita kerumah tante cantik?".Kata Arjuna


"Kalau begitu ayo buruan Arsy tidur ya,besok pagi kita pergi,okay"!.Kata Arjuna sambil membelai puncak kepala Arsy dan mengecupnya.


"Baiklah papa,"Kata Arsy.


"Selamat tidur sayang".Kata Arjuna memberi kecupan dikening Arsy dan meminta susi menemani Arsy tidur.


Arjuna pun berlalu meninggalkan kamar Arsy menuju kamarnya.Tapi saat dia hendak masuk mama Wike menemuinya.Mereka pun mengobrol didalam kamar Arjuna.


"Nak kamu itu ya,kalau pulang itu ada perlunya saja.Mama mau kamu itu menetap tinggal disini gitu loh".Kata Wike mencoba merayu.


"Maaa,Juna masih mau fokus dulu dengan pekerjaan Juna".Kata juna menjelaskan sambil meraih tangan wike dan menepuk nepuk dengan lembut.


"Tapi mama maunya kamu itu selalu ada dirumah ini,apa kamu tidak kasihan melihat Arsy?Ingat Juna Arsy anak perempuan yang butuh didikan dari orang tuanya.Gagal dalam meniti karir bisa diulang tapi gagal dalam mendidik anak itu tidak bisa diulang nak,Ingat pesan mama ini."


"Satu lagi,kalau kamu sudah menemukan orang yang pas untuk menikah,ayolah buka hati mu dan menikahlah.Karena kamu tidak boleh terus terusan seperti ini.Bukannya kamu sudah punya Embun?

__ADS_1


Kata Wike sambil tersenyum penuh makna.Arjuna pun tersenyum sambil mengusap tengkuknya tanda ia sedikit malu.


"Ya sudah kamu capek kan,kamu istirahat gih sana".Selamat malam".Kata Wike sambil mengelus puncak kepala Arjuna dan beranjak meninggalkan kamar Arjuna.


Arjuna sejenak termenung mengingat ucapan ibunya.Apa sudah waktunya ia memperkenalkan Embun dengan kedua orang tuanya.Ia terus berfikir keras hingga ia pun memantabkan hati untuk menjemput Embun besok bersama Arsy dan membawanya bertemu dengan kedua orang tuanya.


Arjuna : "Kangen"


Embun: "❤️❤️❤️"


Arjuna : " Kamu sudah tidur?"


Embun : " Belum sayang".


Selang beberapa menit Arjuna tidak sabar dan ia pun melakukan VC ke Embun.Tingkat kebucinan Arjuna sudah menduduki level akut.Mereka bersenda gurau hingga akhirnya mereka berdua tidak sadar kalau waktu menunjukan pukul 01.00 wib dini hari.Dan pada akhirnya mereka berdua menyerah dan mengakhiri VC an mereka.


Keesokan paginya Arjuna sudah bersiap siap dengan tampilan seperti biasa memakai stelan jas kantor dan harum parfume Musk nya dan tatanan rambut yang rapi.Ia pun turun kebawah untuk sarapan pagi.


Yudistira,wike dan Arsy sudah berada dimeja makan.


"Selamat pagi sayang"Sapa Arjuna ke Arsy sambil mengecuk puncak kepalanya.


"Pagi papa Arsy yang guanteng".Kata Arsy sambil tersenyum lebar memamerkan giginya yang rapi.


"Pagi,paaa,maaa".Kata Arjuna menyapa kedua orang tuanya.


"Pagi sayang"Kata wike membalas.


Yudistira hanya mengangguk dan tersenyum.


Dimeja makan hanya keheningan yang ada disana,dan suara dentingan sendok Arsy yang sedang makan nasi goreng kesukaanya.


Arjuna dan Yudistira saling diam begitu juga wike.Sudah sangat lama mereka tidak sarapan bersama.Itu membuat Yudistira dan Arjuna menjadi canggung.Arjuna dan Yudistira memang tidak terlalu dekat tidak senormal hubungan ayah dan anak seperti hal layak orang lain.


Mereka akan bicara jika mengenai pekerjaan saja atau ada kepentingan yang lain.Hubungan mereka sangat dingin.Dan itu membuat mereka menjadi canggung.


"Okay sayang,Are you ready girl?"Kata Arjuna saat didalam mobil.Mereka Akan pergi menjemput Embun.

__ADS_1


"Yes,i'm readyyyy...."!Yeeeeeee.....Jawab Arsy girang.Arjuna memasangkan sabuk pengaman pada Arsy.Dan mereka pun pergi bersama.Arsy sangat tidak sabar ingin bertemu dengan Embun.


__ADS_2