Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
73.Menjadi Canggung


__ADS_3

Arjuna masih memegang dadanya dan tampak nafasnya tidak beraturan.Dia mencoba untuk membuang fikiran fikiran yang akan membangkitkan gejolak dalam dirinya.


"Aaaaah Arjuna apa yang kau fikirkan!!!!".Syetan mesum pergilah kauuu!!!!".Kata Arjuna kesal sambil mengacak acak rambutnya.


Tapi tetap saja jiwa kejantanannya tidak bisa dipungkiri seketika berdiri tegak siap bertarung.


"Ya Ampun,Syuuuut syuuuut tidurlah tidurlah jangan bangun,kamu akan kecewa nanti".Kata Arjuna sambil menahan gejolak dihatinya.Ternyata cara itu tidak juga mampu untuk menidurkan pusaka yang sudah lama tidak tersentuh dan tiba tiba bangkit kembali itu membuat Arjuna merasa frustasi.


"Arrrggggghhh".Arjuna menggigit ibu jarinya untuk melemahkan pusakanya,Arjuna menahan rasa sakit dijarinya tapi tak berhasil.Arjuna pun mandi untuk mendinginkan gejolak Asmara didadanya.Akhirnya cara ini berhasil untuk melemahkan kekuatan pusakannya.


Sementara Embun yang berada didalam kamarnya pun ikut frustasi


"Apa kakak melihat tubuhku,bagaimana ini?,Aaaahhhh.Kenapa si harus terjadi seperti ini".Aaaaassshhh".Kata Embun sambil telungkup ditempat tidurnya dan membentur benturkan kepalanya di kasur.


"Aaaaaahhh,bagaimana bisa aku bertatap muka dengan kakak".Kata Embun bingung sambil menggigit kukunya panik.


Setelah merasa lebih baik mengurung dikamar Embun keluar kamar untuk makan malam karena sudah dipanggil mama Wike untuk turun makan malam.Embun mengendap endap seperti pencuri yang takut ketahuan sang pemilik rumah.Embun membuka pintu sambil clingukan kekanan dan kiri kalau kalau dia akan bertemu Arjuna.


"Aaah Amaaannn".Kata Embun legah.


Ia pun tampak tergesah gesah menuruni anak tangga.


Embun merasa belum kuat mental untuk bertatap muka dengan Arjuna.Untuk membayangkan bertemu dan melihat wajahnya saja dia sangat malu.


Arjuna pun turun dengan gaya coolnya seperti biasa.Kali ini ia mengenakan stelan casual dan tampak rambutnya yang basah menambah aura keseksiannya.Semua orang sudah menunggu dimeja makan untuk makan malam.


Embun yang melihat itu pun terpesona tampak mulutnya terbuka tanpa sadar.


Saat ia sadar,ia pun menutup mulutnya rapat dan takut untuk melihat wajah Arjuna.Seketika pipi Embun merona dan ia menundukan wajahnya.Pun dengan Arjuna ia tampak canggung saat pandanganya jatuh pada Embun.


"Rasanya aku ingin sekali masuk kedalam mangkuk sup ini supaya aku bisa bersembunyi dan tidak melihat kak Arjuna".Gumam Embun sambil menundukan wajahnya.


Arjuna pun menyapa Arsy dan mama wike dan Yudistira.


"Malam sayang papa".Sapa Arjuna sambil mengecup puncak kepala Arsy.


"Malam papa sayang".Jawab Arsy manja.


"Malam maa paa".Kata Arjuna "


Mereka pun mengangguk.

__ADS_1


Embun pun masih tertunduk malu dan tidak kuasa menatap wajah Arjuna.


"Malam sayang".Sapa Arjuna canggung sambil mengelus puncak kepala Embun.


"Hmmmmm".Embun pun tersenyum malu sambil menundukan kepalanya".


Sepanjang makan malam,Arjuna dan Embun tidak saling bicara dan itu membuat Arjuna tidak nyaman.


Saat selesai makan malam.Embun bersama Arsy masuk kekamar Arsy untuk membacakan dongeng sebelum tidur.Embun berusaha menghindari Arjuna karena masih belum ada keberanian untuk berbicara.Embun masih merasa malu dengan kejadian itu.


Saat Arsy sudah tertidur Embun pun keluar kamar Arsy.Embun berjalan menuju kamarnya tiba tiba Arjuna menarik tangan Embun itu membuat Embun cukup terkejut.


"Aaaaassstaga".Kata Embun kaget


Arjuna membungkam mulut Embun dan mereka saling bertatapan.Itu membuat jantung Embun berdebar kencang dan Embun pun memejamkan matanya katena tidak tahan melihat wajah Arjuna.Pipinya merona seperti kepiting rebus.


Arjuna menarik Embun dan membawanya ke balkon.


"Sekarang kamu sudah tidak bisa menghindariku lagi".Kata Arjuna sambil menarik pinggang Embun sampai Embun menjadi sangat dekat dengan Arjuna.


"Tid tiddak,Embun tidak menghindari kakak"!.Jawab Embun gugup.


"Tapi sepertinya tidak begitu?"Kata Arjuna.


"Hmmmmm".Kata Arjuna santai.


"Apaaaa,kenapa dia sesantai itu,apa dia tidam merasa malu gitu?"Dasaaaar!"Gumam Embun kesal.


"Arjuna semakin merapatkan tubuh Embun dekat ketubuhnya dan itu membuat jantung Embun semakin tidak karuan.Embun menyentuh dada Arjuna yang bidang dan kekar membuat dirinya menelan slavinanya dengar keras.


"Bahkan aku sudah tahu semua yang ada dibalik baju ini".Kata Arjuna sambil tersenyum penuh kemenangan.


Embun membulatkan matanya dengan sempurna.Dan dia tidak bisa berkata apa apa.Pipinya merona dan nafasnya tidak beraturan.


"Kakaaaak".Kata Embun sambil dekit mendorong tubuh Arjuna.Tapi apalah daya kekuatan Embun dibanding dengan Arjuna.Embun yang begitu mungil dan tubuhnya pun dapat dikuasi Arjuna yang kekar.


Arjuna masih terus mengeratkan tangannya mendekap pinggang Embun yang ramping.


Arjuna merasakan gejolak didadanya kembali saat memeluk Embun.Arjuna mendekatkan wajahnya ke Embun dan Ia pun mengecup bibir Embun dengan sangat bringas membuat Embun tidak bisa bernafas.


Embun mendorong tubuh Arjuna cukup keras.Arjuna pun tampak terkejut dan tersadar bahwa perbuatannya membuat Embun tidak nyaman.

__ADS_1


"Maafkan kakak sayang".Kata Arjuna menyesal


Embun hanya menunduk dan menghela nafas panjang.


"Kakak terlalu keras hingga Embun tidak bisa nafas".Kata Embun malu.


"Maaf ya sayang,maaf kakak enggak bermaksud".Kata Arjuna khawatir Embun berfikir macam macam.


"Iya kak,embun mengerti".Kata Embun memotong kata kata Arjuna.


"Kalau begitu ayo kita masuk sudah malam,disini dingin".Kata Embun sambil menggandeng tangan Arjuna.


Saat dikamar Arjuna merasakan sesuatu yang berbeda,"kenapa akhir akhir ini aku sperti ini,apa jangan jangan karena sudah terlalu lama aku tidak melakukan itu?,Aku ibarat serigala yang kelaparan saat diberi makan sedikit rasa laparku semakin menjadi".Gumam Arjuna.


Embun teringat kejadian di balkon tadi,dan itu membuat jantungnya berdebar."Kenapa,kakak seperti itu ya,ada yang berbeda dengan kakak kali ini.Aku bukan tidak suka berciuman dengannya tapi kali ini kenapa dia sedikit kasar?".Gumam Embun.


"Nona Cellia,Tok tok tok".Nona tidak makan malam nona?"Tanya pelayannya sambil mengetuk pintu.


Cellia hanya diam tidak menjawab.Dikamarnya Cellia sedang memandangi wajah Arjuna dilayar ponselnya.


"Juna,aku sangat mencintaimu.Kau akan menjadi milikku.Tidak ada satu orang pun yang bisa memilikimu selain aku".Kata Cellia sambil mengusap wajah Arjuna di layar ponselnya.


"Arjuna oooh Arjuna.Aku sangat merindukanmu".Kata Cellia.


Cellia tampak kesal saat mengingat Embun.Matanya penuh dengan kebencian dan dendam yang membara.


"Gara gara wanita kampung ini,aku sangat membencimu Embu".Kata Cellia sambil meremas sprei dengan kesal.


"Akan aku buktikan,siapa yang akan memiliki Arjuna".Kata Cellia sambil tersenyum licik.


Aku punya cara untuk bisa memiliki Arjuna.


Cellia memegang ponselnya dan menekan nomor ponsel seseorang dan dia pun mencoba menghubungi orang itu.


"Hallo,Selamat malam!.Bisa kita bertemu besok Tuan?"


"Aah ada yang ingin aku bicarakan dengan mu".


"Okay besok siang dikafe starway pukul 14.00 Wib."


"Okay terima kasih Tuan".

__ADS_1


Cellia pun mengakhiri pembicaraanya diponsel dan dia merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan tersenyum penuh kemenangan.


"Arjuna,sebentar lagi kita akan bersama.I love you sayang".Hahahahaha".Kata Cellia tertawa dengan cukup keras.


__ADS_2