Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
72.Semakin Cinta


__ADS_3

"Biarlah cinta ini menjadi milikku saja


Karena ini lebih baik dari pada memaksa


Aku akan tetap bertahan bersama cinta ini


Akan aku simpan selamanya dihati


Sampai jantung ini tidak berdetak lagi."


(S & L)


Bian menatap langit yang begitu cerah dan indah.Tapi tidak dengan hatinya yang kini kian kelabu.Dia tidak perna menyesal mencintai Embun.Gadis manis yang selalu diam diam ia temui tanpa sepengetahuan sang gadis.


"Embun,semakin aku mencoba menghilangkan rasa cinta ini pada mu kenapa semakin aku mencintaimu"


Kata Bian lirih sambil menghelah nafasnya panjang.


"Haaaaaaaassshh".Dadanya terasa sesak.


Ia pun pergi meninggalkan taman.Niat hati ingin menenangakan diri tapi kini mala hatinya semakin sesak.Bian menyetir mobil dengan pelan sambil memikirkan kata kata Embun yang membuatnya begitu patah hati.Memintanya untuk tidak mencintainya.Karena hal itu yang tidak bisa Bian lakukan.


"Embun kenapa kau memintaku seperti itu,kenapa Embun?"Kata Bian pilu.


Sementara Embun yang masih merasakan kesedihan dan kekeslan yang belum bisa ia hilangkan dari hatinya.Embun berlari tanpa memperdulikan orang yang ada disekitarnya.Embun berlari menaiki anak tangga dengan tergesah gesah.


Wike yang melihat Embun tidak seperti biasa pun bertanya pada Rahmad.


"Rahmad ada apa dengan Embun?"Tanya wike penasaran.


"Aah nona sepertinya sedang ada masalah nyonya."Kata Rahmad


"Masalah apa?"Tanya wike penasaran.


"Saya juga kurang tahu nya".Kata Rahmad berbohong


"Aah kamu,gimana sih,sudah diutus untuk menjaga Embun,bisa bisanya kamu tidak tahu apa yang terjadi padanya".Omel Wike pada Rahmad.


Rahmad hanya tertunduk diam seribu bahasa.Rahmad tahu pasti akan menjadi panjang jika menjawab pertanyaan ibu ibu.Dan jurus diam seribu bahasa milik Rahmad ampuh membuat wike pergi meninggalkannya.


"Iiiis dasar kamu".Kata Wike kesal dan meninggalkan rahmad diruang tamu.


"Aaaaaasshh"Rahmad menarik nafas legah karen wike pergi meninggalkan dia.


"Akhirnya aku terbebas dari omelan nyonya.Aduuh nyonya memang saya ditugaskan menjaga nona Embun tapi tidak untuk kepo masalah pribadinya kaleee".Grutu Rahmad.

__ADS_1


"Hayoooo ada apa tuh ngedumel sendiri".Tanya susi pada Rahmad.


"Kepoooo uwwweeee".Kata Rahmad sambil menjulurkan lidahnya.


"Iiiisss,amit amit ya,mudah mudahan lidahmu panjang sampai ketanah".Kata susi kesal karena diejek seperti itu.


"Gak mungkin uuuuweeee".Goda Rahmad lagi pada susi.


Susi pun semakin kesal dibuat oleh Rahmad.


"Awas saja kamu ya!".Kata susi memberi peringatan.


Ia pun pergi sambil melengos meninggalkan Rahmad yang sedang makan gorengan didapur.


Embun dikamarnya termenung memikirkan Arjuna dan Cellia.Dia juga memikirkan Bian yang begitu kekeh tetap mencintai dirinya walau tahu Embun akan menikah dengan Arjuna.


"Aaaarrggghhh,kenapa bisa menjadi serumit ini?"Kata Embun kesal.


Akhirnya ia pun mandi dan berendam didalam bathtup untuk menyegarkan tubuh dan fikirannya.


Kali ini ia memakai sabun beraroma vanilla,karena rasanya yang manis membuat hatinya menjadi tenang.Embun memejamkan matanya sambil menikmati kehangatan air hangat yang merendam tubuhnya.


Arjuna yang mendapat kabar dari Rahmad bahwa Embun sudah sampai di mansion pun bergegas pulang untuk menemui Embun.


Arjuna menyetir mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi agar bisa cepat sampai kerumah.Arjuna masih belum bisa tenang jika ia belum menyelesaikan masalah antara dirinya dan Embun.


"Sayaaang ayo angkat telefon kakak"!


Kata Arjuna mencoba menelfon Embun berkali kali tapi masih belum ada jawaban.


"Aaaarrrggghh,ada apa lagi si ini,kenapa bisa macet si?".Kata Arjuna kesal sambil memukul stirnya.


"Aaah ternyata aroma vanilla ini membantu mood ku menjadi bagus ya".Kata Embun merasa tenang.


Ia pun memijat mijat betisnya yang sedikit tegang dan mengusap busa sabun itu ketangannya.


Embun pun tanpa sadar tertidur didalam bathtupnya karena terlalu lelah dan nyaman.


Setelah menunggu cukup lama karena kemacetan jalanan ibu kota akhirnya Arjuna sampai ke mansion.Arjuna dengan sangat terburu buru pun masuk kedalam rumah.


"Mama,Embun dimana?"Tanya Arjuna kepada wike.


"Ada didalam kamarnya tuh,kalian ada apa?"Tanya Wike.


"Sebentar ya ma,ini agak urgent".Kata Arjuna berlari meninggalkan wike begitu saja.

__ADS_1


Wike menggelengkan kepalanya dan tidak bisa berkata apa apa.


"Anak zaman sekarang ditanya orang tua mala pergi begitu saja,dasar!!!"Grutu Wike sambil membolak balikan majalah yang ada ditangannya.


Arjuna berlari menaiki anak tangga dengan sangat terburu buru.Dia tidak sabar ingin bertemu dengan Embun dan menjelaskan sebenarnya apa yang terjadi padanya dan Cellia.


"Tuk tuk tuk Embun,please buka pintunya sayang,kakak mohon".Kata Arjuna memohon


"sayang tolong buka pintunya".Arjuna berkali kali mengetuk pintu kamar Embun tapi tetap tidak ada jawaban.


Arjuna pun panik dan mencoba untuk mendobrak pintunya tapi saat dia mencoba memegang handle pintunya ternyata pintu kamar Embun tidak terkunci.


Arjuna pun sangat legah karena pintunya tidak terkunci,ia pun mencoba masuk kedalam kamar sambil memanggil manggil Embun


"Embun,sayang dimana kamu?"


Arjuna mulai panik karena Embun tidak ada ditempat tidur.


"sayang,tolong jangan seperti ini,kakak ingin bicara berdua dengan mu sayang".Kata Arjuna


Arjuna mencari dikamar ganti dan lemari tapi kosong.Ia pun membuka kamar mandi dan ternyata benar Embun ada didalam kamar mandi dan batapa paniknya Arjuna saat melihat Embun seperti terkulai lemas didalam bathtup.


Arjuna mengira terjadi sesuatu kepada Embun.Seperti melakukan percobaan bunuh diri didalam bathtup.


Dengan sangat panik dan takut yang luar biasa Arjuna menghambur dan memeluk Embun.


"Sayang,apa yang terjadi denganmu,maafkan kakak".Arjuna dengan fikirannya yang dangkal pun menangis sejadi jadinya sambil memeluk Embun yang tanpa sehelai benang pun.


Arjuna yang masih kalut dan panik dia tidak menyadari itu.Yang ada difikirannya kalau Embun sudah mati.


"Embun bangun tolong".Kata Arjuna sambil memukul mukul pelan pipi Embun.


Embun pun terbangun dan bingung kenapa Arjuna ada didalam kamarnya.Embun membuka berlahan matanya,dan sekali lagi ia memejamkan matanya karena difikirannya sedang bermimpi dan ternyata


"Aaaaaaaaaaaahhhhhh".Embun menjerit sekuatnya dan menutupi dadanya dengan menyilangkan kedua tangannya.Orang orang yang dibawah pun mendengar teriakan Embun.Wike yang terkejut pun berlari untuk melihat Embun,begitu juga rahmad dan susi.


Arjuna pun terkejut, langsung berdiri dan mematung tidak bisa berkata apa apa.wajahnya merona karena sangat malu begitu juga Embun betapa malunya dirinya.Arjuna pun membelakangi Embun.


"Kakak keluaaaaarrr".teriak Embun kesal


Arjuna pun keluar berjalan pelan sambil menutup pintu kamar mandi.


"Ada apa dengan Embun juna?"Tanya wike khawatir.


"Tidak ada apa apa ma,sudah ayo keluar!!"Kata Arjuna mengajak Wike keluar kamar Embun.

__ADS_1


Arjuna pun tampak cepat cepat memasuki kamarnya dan langsung mengunci kamarnya.Jantung Arjuna begitu kecang berdetak.Sampai ia merasa panas dan ia pun minum untuk mendinginkan hatinya yang sudah lama tidak bergejolak.


__ADS_2