Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
93.Api Amarah


__ADS_3

"Embun kamu sudah sadar?"


Tanya Hasan pada Embun dengan penuh kecemasan.


Embun masih tampak sangat lemah,tampak dari matanya yang sayup.


"Ayah,kenapa dengan Embun yah?"Tanya Embun pada Hasan.


"Kamu tadi pingsan nak,kata perawat kamu terjebak didalam lift".Hasan mencoba mengingatkan Embun.


Mendengar penjelasan Hasan.Embun pun dengan sigap duduk tanpa memikirkan dirinya yang lemah.


"Ayah,dimana kak Arjuna?"Tanya Embun dengan Hasan.


Hasan tampak bingung,karena sedari tadi dirumah sakit ia tidak bertemu dengan Arjuna.


"Nak,kamu bicara apa?Tidak ada Arjuna disini."Kata Hasan meyakinkan Embun.


"Ayah,tadi Embun bersama kak Arjuna didalam lift tapi tiba² Embun sudah tidak ingat lagi yah,dan Embun terbangun sudah ada disini."Jelas Embun sambil terbata karena menahan air matanya.Wajahnya dan hidungnya memerah karena menangis.Tenggorokan dan dadanya terasa sakit karena menahan kesedihan.


"Dimana kakak yah,dimana?,Embun khawatir dengan kak Arjuna yah".Kata Embun panik mencoba berdiri dan ingin mencari Arjuna.


"Nak,kamu jangan seperti ini,kamu harus istirahat dulu".Cegah Hasan agar Embun tidak pergi dari kamarnya.


"Suster,apa ada pasien yang bernama Arjuna,yang masuk bersama saya tadi.Saya pasien yang terkurung didalam Lift tadi sus".Tanya Embun dengan suara bergetar dan diiringi air matanya yang terus mengalir begitu saja.


"Maaf nona Embun,tadi hanya nona sendiri yang masuk ke IGD.Nona diantar dengan seorang laki² tampan bernama Rahmad".Kata Suster menjelaskan dengan penuh lelembutan.


"Apa?Ternyata Rahmad yang membawaku kerumah sakit,jadi kakak dimana?"Tanya Embun dalam hatinya.


Embun pun terduduk lemah setelah mendengar penjelasan suster.Embun termenung dan menundukan wajahnya sambil menjatuhkan air matanya yang tidak bisa ia hentikan.


"Nak,kamu kenapa seperti ini?kamu masih belum bisa melupakan Arjuna?"Tanya Hasan lembut dengan tatapan yang membuat Embun semakin sedih.


"Ayaaah,Embun,Embuun hiks hiks hiks hiks!" Tangis Embun pecah dipelukan Hasan.Hasan bisa mengerti apa yang Embun rasakan.Hasan menahan kesedihannya dan berusaha menguatkan Embun.Dan menjadi tempat bersandar Embun kalah sedih dan luka.


# Flash Back #


Setelah dua jam berlalu akhirnya Arjuna dan Embun keluar dari Lift.Tampak Embun berada diatas pangkuan Arjuna.Arjuna mulai tampak lemas karena kekurangan oksigen.Arjuna duduk bersandar disudut Lift.


"Pak, tolong wanita ini dulu".Kata Arjuna kepada teknisi itu.


Manager hotel itu sudah menghubungi para medis untuk menolong Embun dan Arjuna.Manager itu mengenal Arjuna setelah melihat dari CCTV yang ada di lift.Manager hotel dengan sigap menghubungi Cellia orang terdekat Arjuna yang ia kenal.


Cellia dengan cepat meluncur ke hotel dan memberi kabar Rahmad selaku bodyguard Arjuna.Itu karena Cellia tidak Akur dengan Endro jadi ia lebih memilih menelfon Rahmad.


Cellia tampak sangat shock saat melihat Arjuna dan Embun saling berdekatan.Itu membuat api amarah dihatinya berkobar.Cellia mengepalkan tangannya dengan kesal.


"Dasar tikus kampung,masih berani dia mendekati Arjunaku".Gumam Cellia kesal.Sorot matanya memancarkan kebencian yang mendalam.


"Nona Cellia bagaimana dengan tuan Arjuna?apa langsung kita bawa kerumah sakit saja?"Tanya Rahmad pada Cellia.


"Tidak,bawa pulang saja Arjuna ke apartemennya dan aku yang akan menelfon dokter pribadi ku".Kata Cellia ketus sambil menatap ke arah Embun yang belum sadarkan diri.Matanya masih terus memandang Embun dengan kebencian.

__ADS_1


"Rahmad kau urus wanita ini".Kata Cellia kepada Rahmad.


Rahmad hanya bisa mengangguk.Sebenarnya Rahmad sangat tidak tega melihat Embun harus perpisah dengan Arjuna.Tapi apalah daya dia hanya seorang bodyguard yang bekerja sesuai perintah.


Pada saat Embun dibawa ke rumah sakit oleh para medis.Arjuna melihat Embun dengan tatapan tidak rela membiarkan Embun pergi begitu saja.Tapi karena tubuhnya yang lemah Arjuna pun tidak bisa banyak bicara.Yang ada didalam fikirannya saat itu adalah doa untuk Embun.


"Semoga wanita itu baik-baik saja".Gumamnya sambil terus memandang Embun hingga tak terlihat lagi.


# Flash Back Off #


Arjuna sudah berada di apartementnya bersama dengan Cellia.Arjuna sudah cukup membaik karena sudah mendapatkan bantuan alat nafas yang diberikan dokter peribadi Cellia.


"Sayang,apa kamu sudah merasa baik?"Tanya Cellia mengelus pipinya lembut.


Arjuna hanya mengangguk tanpa banyak bicara.Arjuna masih terus memikirkan wanita yang bersamanya tadi di lift.


Diam² Arjuna mengirim pesan singkat pada Rahmad.


"Rahmad bagaimana keadaan wanita itu?".


"Maaf tuan,saya belum mengeceknya?"


"Kamu cek sekarang dan kamu harus laporkan padaku".


Perintah Arjuna melalui pesan singkatnya.Arjuna tidak bisa melupakan wajah Embun.Wajahnya terus membayangi ingatannya.Arjuna teringat tingkah menggemaskan Embun yang memainkan jari² tangannya.Arjuna tersenyum saat mengingat itu.


"Sayang,kamu kenapa tersenyum?".


Tanya Cellia heran.Cellia baru saja akan menyuapi Arjuna bubur ayam.Tapi melihat Arjuna tersenyum bahagia pun membuat hatinya tidak tenang.


"Apa yang terjadi dengan Arjuna?Apa mungkin Embun memberi tahu Arjuna?"Gumam Cellia dengan menyipitkan matanya.


"Tikus kampung,kau tidak akan perna bisa merebut Arjuna dari tanganku".Gumam Cellia sambil meremas sendok yang ada ditangannya.


Keesokan harinya.Embun tidak masuk kerja karena saran dokter Embun harus dirawat satu hari lagi untuk masa pemulihan.


"Andin,saya izin tidak masuk kerja hari ini".Surat dokternya sudah saya kirimkan melalui fast send".


"Embun kamu sakit apa?sampai tidak masuk kerja,aku jadi khawatir".


"Andin,tadi malam aku terjebak di lift dan itu membuatku pingsan".


"Apaaa?Embun kenapa kamu tidak memberi tahuku lebih awal?"Aku kan bisa melihatmu dirumah sakit."


"aku sudah tidak apa²,kamu jangan khawatir.aku izin untuk dua hari ya sampaikan maafku pada pak Rico karena tidak sempat mengabarinya".Kata embun melalu sambungan telefon genggamnya


Rico datang dan clingukan mencari Embun.Tapi dia tidak menemukannya.


"Apa Embun tidak datang hari ini?"Tanya rico pada Andin.


"Pak,hari ini Embun tidak datang karena sakit".


Bapak tidak tahu juga kalau Embun terjebak didalam lift,iiih bapak bagaimana sih,bukannya bapak tadi malam bareng dengan Embun".Kata Andin tanpa rasa takut membantak Managernya.

__ADS_1


Rico pun berdehem dan mengerutkan dahinya melihat Andin yang lepas kendali.


"Eheeemmm".Sambil memegang kartu pengenal yang ada dilehernya.


Andin yang tersadar pun membulatkan matanya dan menunduk malu.


"Maaf pak"!Kata Andin melemahkan suaranya.


"Astaga jadi tadi malam Embun terjebak di lift?"Pantas saja aku mencarinya kemana-mana tidak ketemu".Gumam Rico menyesal.


Rahmad pun datang kerumah sakit menemui Embun.Embun yang melihat kedatangan Rahmadpun cukup terkejut.


"Rahmad..!!!Sejak kapan kamu disini?"Tanya Embun dengan senyum indahnya.


"Baru saja non"! Oh ya bagaimana keadaan nona?"Tanya Rahmad dengan wajah senduh.


"Rahmad panggil saja Embun,aku bukan tunangan Arjuna lagi.Jadi jangan terlalu formal padaku".Kata Embun tersenyum dan bicara santai.


"Emmm,tapi saya kesini atas perintah tuan Arjuna".Kata Rahmad sambil menatap wajah Embun.


Embun mendengar itu cukup terkejut dan senyumnya pun seketika memudar.


"Rahmad,aku tidak salah dengar kan?"Tanya Embun lembut diiringi dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.


"Nona,sepertinya tuan Arjuna merasakan sesuatu yang tidak bisa ia mengerti.Lihatlah betapa dia mengkhawatirkan nona,padahal ia tidak mengingat nona sama sekali.Tapi tidak dengan hati dan cintanya non.Sepertinya ikatan cinta nona dan tuan begitu kuat".Kata Rahmad kepada Embun.


Sementara Embun yang mendengar itu pun terharu.Air matanya lolos dari pelupuk matanya.Ada perasaan bahagia bercampur sedih.Embun tidak bisa membayangkan betapa bahagianya kalau Arjuna benar² mengingatknya.


"Nona semoga cepat sembuh dan saya permisi non".Kata Rahmad sambil menganggukan sedikit kepalanya.


"Kakak maafkan aku,karena aku tidak bisa menepati janji kita untuk tidak saling melepaskan satu sama lain.Tapi pada kenyataanya aku tidak bisa menggenggam tangan mu karena aku merasa kecil saat itu.Tapi sekarang aku tidak akan melepasmu dan aku akan menepati janji kita.Gumam Embun sambil menatap kosong.


Embun dikejutkan dengan kedatangan Cellia yang begitu mendadak.Cellia dengan kaca mata hitamnya dan riasan dan bibir yang mencolok tampak sangat menonjol dari segi apapun itu.Kemewahan yang terpancar didirinya pun membuat dirinya tampil sangat mempesona.


"Selamat sore Embun!".Kata cellia dengan wajah menantang dan remeh.


"Untuk apa kamu datang kemari?"Tanya Embun ketus.


"Hahaha,Embun aku datang untuk memperingatkanmu".Kata Cellia dengan wajah penuh amarah.


"Cellia apa kau takut sampai harus repot² datang kemari untuk memberi peringatan padaku".heeeh?!"Kata Embun ketus dan tersenyum sarkastik.


"Kamu,berani beraninya!"Kata Cellia kesal dan mendekati Embun sambil mencengkram dagu Embun.


"hehehehe".Embun tersenyum remeh.


"Aku peringatkan padamu untuk tidak mendekati Arjuna lagi".Kata Cellia geram.


"Ckckck Cellia,cellia aku kasihan padamu,kau memiliki Arjuna tapi tidak dengan cintanya ingat itu".Kata Embum sambil melepaskan kasar cengkaraman tangan Cellia yang ada diwajahnya.


"Kau akan menyesal setelah menantangku".Kata Cellia penuh ancaman.


"Hmmmm,Cellia berusahalah terus menggali kenangan kenangan mu pada Arjuna saat bersamanya.Tapi ingat kau akan terjatuh dan terkubur didalam lubang yang sudah kau gali itu."Kata Embun lembut tapi cukup menusuk di hati Cellia.

__ADS_1


Cellia mendengar ucapan Embun pun cukup kesal dan pergi meninggalkan Embun sambil membanting pintu kamar Embun.


Embun pun merasa kesal dengan kedatangan Cellia dadanya gemuruh dengan kemarahan yang telah meledak.Tapi air matanya seketika tumpah karena bisa melampiaskan amarahnya kepada Cellia.


__ADS_2