Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
155. Kebahagiaan Cellia


__ADS_3

"Waaah....Endro!!!! Anak kamu tampan seperti kamu!"Kata Embun takjub menatap wajah mungil Baby E.


"Siapa dulu papanya...!!!",Jawabnya dengan bangga sambil menaikkan kedua alisnya.


"Hahaha....!!!"Mereka pun tertawa bahagia melihat bayi mungil yang ada di gendongan Embun.Setelah melalui rasa sakit yang amat luar biasa akhirnya Larisa bisa merasakan yang dinamakan nikmat melahirkan dan menjadi seorang ibu.Hal itu membuat Larisa sangat menyukuri yang Tuhan berikan padanya.Larisa bisa merasakan kodratnya menjadi seorang wanita.


"Sayang kamu mau gendong?"Tanya embun pada Arjuna.


"Tidak,kakak takut nanti patah bagaimana.Dia masih terlalu kecil".Kata Arjuna menolak dengan wajah ngerih.Karena ia takut terjadi sesuatu pada bayi mungil itu.


"hahaha...!!! Kakak ada² saja.Nanti Embun ajari gendongnya."Kata Embun lagi meyakinkan Arjuna.


Arjuna pun hanya menggeleng karena takut.


"Hahahaha...Junaaa Junaaa...!!!"Dasar penakut."Kata Endro meledeknya.


"Bukan takut gimana yaa...!!! Aku takut saja nanti lehernya patah gimana kan bahaya.Soalnya dia masih terlalu kecil.Tangannya saja sebesar ibu jariku".Kata Arjuna serius.


"Hahaha benar si kak."Aduuuh paman kamu lucu yaa.sayang...!!!"Kata Embun sambil berbicara pada baby E digendongannya.


Arjuna tersenyum melihat Embun begitu luwes menggendong bayi.Arjuna pun membayangkan bagaimana nanti Embun sangat luwes dan telaten menggendong anak mereka saat sudah lahir nanti.


(Di Restauran)


"Sayang katanya ada yang ingin kamu sampaikan padaku,apa itu?"Tanya Cellia penasaran pada Bian.


"Sayang....!!! Sebentar yaa...!!!"Kata Bian sambil melihat dan memberi kode kearah seorang pelayan restauran.Tak menunggu lama pelayan itu membawa sebuah hidangan dengan sebuah tudung saji stenlist.


"Terima kasih!!"Kata Bian pada Pelayan itu sopan.


"Sama² tuan.Nona semoga anda suka dengan hidangan penutup kami".Kata pelayan itu tersenyum.


Cellia pun membalas senyumnya ramah dan mengangguk mengucapkan terima kasih.


"Apa ini?"Cellia penasaran.

__ADS_1


"Buka saja sayang!"Kata Bian dengan jantung yang sudah bertalu-talu.


Saat Cellia membuka tudung saji itu matanya terbelalak dan tangannya menutup mulutnya diiringi dengan mata yang berkaca².


"Sayang kamu sedang melamarku?"Tanya Cellia menatap Bian haru.Bian pun berdiri dan lalu mengambil cincin yang sudah ada didepan mereka.Bian berlutut dengan satu kaki sambil menyerahkan kotak itu dihadapan Cellia.


"Sayang.Aku tidak bisa merangkai kata² indah dan aku juga bukan pria yang romantis.Namun kali ini aku ingin menunjukkan padamu kalau aku sebagai seorang pria sejati yang benar² dan bersungguh² mencintaimu."Maukah kau menikah dengan ku?".Kata Bian menatap dalam Cellia dengan penuh permohonan.


Cellia hanya bisa menangis tanpa kata.Entah apa yang ada didalam otaknya.Ia hanya merasakan kebahagiaan yang belum perna ia rasakan sebelumnya.Dirinya seolah ada diawang² dan dikelikingi dengan bunga² yang indah.Seolah mimpi tapi terasa nyata.


Cellia begitu haru sampai dia tidak bisa mengatakan Iya dari mulutnya.Seakan tenggorokannya tercekat dengan keharuan.Cellia hanya bisa mengangguk dan mengulurkan tangannya dihadapan Bian.Tak menunggu lama Bian pun menyematkan cincin bertahtakan berlian yang begitu indah di jari manis Cellia.


"Sayang terima kasih kamu mau menerimaku".Kata Bian memeluk erat Cellia.Cellia tanpa kata namun air mata harunya pun menandakan bahwa dirinya ikut bahagia.Bian pun mengusap air mata Cellia dipipinya dengan ibu jarinya.


"I love you".Kata Bian menyentuh kedua pipi Cellia


"I love you too".Tak menunggu lama Cellia dengan cepat memagut bibir Bian lembut.Bian tak tinggal diam.Ia pun membalas pagutan lembut Cellia.


Malam harinya Cellia pulang dengan wajah berseri seri.Cellia malam ini pulang kerumah ayahnya dengan membawa Bian untuk ia perkenalkan pada Ayahnya.


"Astagah sayang kamu seperti anak kecil saja tidak berubah".Kata Soeseno pada Cellia yang selalu mengejutkan dirinya.


"Papa lihat apa ini?"Kata Cellia memamerkan cincin dijari manisnya.


Ayahnya hanya mengerutkan dahinya sambil berfikir keras melihat wajah anaknya yang sangat bahagia tidak seperti biasanya.


"Hmmm itu cincin!"Kata Soeseno singkat.


"Iiiss papaaaa.Iya cincin tapikan cincin ini ada maksudnya papaaa!"Kata Cellia kesal karena ayahnya tidak pekah.


"Haaa....kamu beri beli cincin berlian terbaru?"Tanya Soeseno lagi belum mengerti.


"Iiisss papa,enggak asyik.Papaaa Bian melamar Cellia papaaaa!!!! lihat ini!!!Cantik kan?.Kata Cellia sambil memamerkan cincinya pada ayahnya.


"Benarkah?"Kata Soeseno terkejut.

__ADS_1


"Iyaa papaaa.Nah sekerang dia sudah datang menunggu papa dibawah".Kata Cellia pada ayahnya.


"Aaah syukurlah sayang kamu sudah mendapatkan cinta sejatimu."Kata Papanya haru sambil memeluk Cellia erat.Padahal kalau teringat kejadian Cellia yang terobesesi pada Arjuna membuat Soeseno melakukan hal² yang tidak manusiawi hanya untuk kebahagiaan anaknya.Namun saat ini melihat Cellia move on Soeseno begitu bahagia.


Tak menunggu lama soeseno turun dan menemui Bian.Tak seperti biasanya Soeseno langsung memeluk Bian begitu erat sambil berbisik ke telinga Bian lirih.


"Terima kasih nak kamu telah membuat putriku bahagia.Aku harap kau akan selalu membuatnya tersenyum.Tolong jaga putriku".Kata Soeseno haru.


Bian hanya mematung dan dia tidak bisa berkata-kata.Dirinya merasa terharu karena diberi kepercayaan untuk menjaga wanita yang ia cintai.Cellia pun menahan air mata haru saat melihat kedua pria yang sangat ia cintai saling berpelukan.


"Sayang papa akan mendukungmu apapun itu yang terbaik untukmu".Kata Soeseno menatap Cellia haru.


"Papaaaa...!!!"Cellia pun memeluk ayahnya sambil menangis dipelukan ayahnya.Bian pun tidak bisa menahan keharuan yang terjadi malam itu.


"Terima kasih Tuhan kau beri aku kesempatan untuk mencintai dan menjaga seorang wanita cantik yang ada dihadapanku ini".Gumam Bian sambil menengadah keatas untuk menahan air matanya agar tidak lolos ke pipinya.


"Bian kalau begitu ajak orang tuamu kemari untuk mempererat silahturahmi kita dan paman tidak mau berlama² lagi untuk melihat kalian segera menikah".Ucap Soeseno pada Bian.


"Baik paman!".Kata Bian sambil mengangguk sopan.


"Sayang,kamu juga harus merubah sikap ambikan mu itu.Sebentar lagi kamu akan menjadi seorang istri".Ingat ituu....!!!"Kata Soeseno pada Cellia.


"Papaaaaa...!!!"Rengek Cellia dihadapan papanya dan dikasikan Bian.


"Bian,ingat ya Cellia ini sangat manja jadi kamu jangan bosan dan kesal.Menghadapi dia melebihi anak kecil."Kata Soeseno lagi.


"Hahaha paman...!!Iya saya sudah faham paman.


"Paapaaaaaa...!!!"Pekik Cellia dengan wajah merona


"Nah kaaan...lihat itu dia,kaan baru saja dibilang!"Kata Soeseno sambil tersenyum.


"Hahahaha....!!!"Mereka pun tertawa melihat Cellia yang ternyata sangat manja pada ayahnya.


"Paman sayang akan berusaha sebaik mungkin untuk menjaganya dan membimbingnya".Kata Bian dengan wajah serius.

__ADS_1


"Paman tahu kamu anak yang sangat baik.Paman juga sudah mengenal ayahmu.Jadi paman legah kalau akhirnya Cellia bersama mu".Kata Soeseno menatap dalam Bian.Tatapannya tulus dan seolah mengatakan jangan perna sakiti anakku.


__ADS_2