Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
104.Membalas Dengan Elegant.


__ADS_3

🌺 Hai Readers jangan lupa tetap dukung aku dengan like,komen dan Vote atau beri Hadiah ya 🙏 .Supaya novel Author bisa naik rangking.Terima kasih banyak yang sudah like,komen dan Vote ya.Tanpa dukungan kalian Author jadi enggak semangat nulis.Jadi terus dukung yaaa 🙏 !!!


Salam sayang dari Author🌺


"Kakak,Embun punya ide.Ayoooo !!!".Ajak Embun sambil menggandeng tangan Arjuna masuk kemobil.


"Kita mau kemana?"Tanya Arjuna penasaran.


"waah sejak kapan kamu bisa menyetir?"Tanyanya lagi lebih penasaran.


"Hehehe,sejak 6 bulan yang lalu kak".Jawab Embun malu².


"Ya ampun...!!! Kakak cukup terharu."Kata Arjuna sambil mengecup pipi Embun tiba²


" Kakaaakkk,jangan ganggu embun nanti kita menabrak".Kata Embun memberi peringatan Arjuna.


Embun membawa Arjuna ke pantai yang cukup indah.Tampak pasir putih berkilauan disana bak berlian yang menawan.Embun menarik tangan Arjuna dan menyuruhnya untuk melepas jas dan sepatunya.


"Ayo kak,lepaskan sepatu kakak dan jas kakak".


Arjuna menuruti kata² Embun.Kemudian Embun menggandeng tangan Arjuna dan mengajaknya berlari bermain main air laut.Embun mempercikan air laut itu ke wajah Arjuna.Sontak Arjuna terkejut dan mengejar Embun mereka pun saling kejar-kejaran.


"Kakaaaak....!!!!! Auuuuwww...!!!!!


Arjuna mengejar Embun dan menangkapnya serta menggendong Embun dan membawa Embun kebibir pantai lalu melemparnya ke air.


"Byuuurrrr....!!!" Basahlah semua tubuh Embun.Embun pun tidak tinggal diam.Embun berlali mengejar Arjuna yang kabur saat menjatuhkan Embun ke dalam air.Arjuna tertawa lepas melihat Embun basah kuyup dan mengejar dirinya.Seolah beban dan kesedihan dihatinya hilang ditelan ombak laut.


"Kakaaaak...!!! Teriak Embun dan terus mengejar Arjuna lalu melompat kepunggung Arjuna.Arjuna pun menggendong Embun dipunggungnya sambil berputar² diatas pasir yang lembut.Mereka tertawa bersama melepas kepenatan yang ada.


Arjuna menurunkan Embun dari punggungnya dan memeluk tubuh mungil itu dengan erat.Ada rasa syukur yang membuat dadanya kian longgar dan legah.


"Sayang thank you!! disaat seperti ini hanya kamu yang aku butuhkan".Kata Arjuna sambil menatap dalam ke manik mata Embun.


"Kakak,kenapa harus berterima kasih.Embun bahagia bisa membuat kakak tersenyum."Kata Embun menyentuh pipi Arjuna lembut.


Arjuna pun mendekatkan wajahnya ke wajah Embun hingga bibirnya menyentuh bibir Embun.Embun pun melingkarkan tangannya ke leher Arjuna.Sementara Arjuna mendekap pinggang Embun yang ramping.Arjuna mendominasi gerakan bibirnya dan ******* lembut bibir mungil Embun.Embun merasa seperti disengat listrik yang bertegangan tinggi.Tubuhnya mememanas menjalar ke setiap pembuluh darahnya.Mereka saling memejamkan mata menikmati setiap decapan panas yang meningkatkan hormon kejantanan Arjuna.


Jantung Arjuna mulai memompah dengan cepat membuat dirinya semakin menggila.Tangan Arjuna mulai menelusuri punggung Embun dan menjalar entah kemana².Seketika tangan Embun menghentikan gerakan tangan Arjuna agar tetap diam.Mereka pun berciuman dibawah mentari senja yang memberi warna kilau emas yang indah.


# Dirumah Embun #


Hasan menatap wajah Arjuna yang tampak sedikit berbeda.Wajahnya tampak berseri² dan matanya berbinar binar.Arjuna terlihat tampak semakin tampan.Tidak akan ada yang menyangka kalau dia seorang duda beranak satu.


"Ada apa dengan wajahmu?"Tanya Hasan pada Arjuna dengan tatapan serius.

__ADS_1


"Ada apa paman?"Tanya Arjuna heran dan menyentuh wajahnya dengan tangan kirinya.


"Hmmmm,sepertinya kau begitu bahagia,terlihat dari matamu".Kata Hasan sambil menunjuk kearah mata Arjuna.Sementara Arjuna yang mendengar itu menundukan wajahnya sambil tersenyum untuk menyembunyikan senyumnya.Arjuna tampak malu² dan canggung.


"Mungkin karena saya sudah bertemu dengan paman dan Embun!".Kata Arjuna membuat Hasan merasa terkesan.


"Hhmmm,benar pantas saja wajahmu tampak bahagia".Kata Hasan sambil menganggukan kepalanya.


Didalam kamar Embun sedang mengganti pakaiannya yang basah tiba² suara dering ponselnya berbunyi.


"Triiiing...triiingg...triiing...".


Embun melihat ponselnya dan ia berfikir sejenak siapa yang menelfonnya dengan nomor baru.Embun pun menggeser ke tombol hijau pada pinselnya.


"Hallo,siapa ini?"Tanya Embun dengan nada datar.


Saat seseorang diseberang sana memberi tahu identitasnya.Embun seketika mematung dan terdiam sesaat,wajahnya berubah menajadi muram.


"Okay,nanti malam aku kesana!"Kata Embun denga suara datar.


Embun duduk diatas tempat tidurnya dan menatap layar ponselnya sejenak.Embun berusaha menenangkan diri dan menghelah nafas panjang lalu melepasnya berlahan.Embun berusaha untuk terlihat baik² saja dihadapan Arjuna.


"Kakak,bukannya kakak malam ini ada meeting?"Tanya Embun sambil membawakan segelas teh hangat untuk Arjuna.


"Astagah,kakak sampai lupa.Syukur kamu mengingatkan kakak"!Kata Arjuna dan ia pun menyesap teh yang bawakan oleh Embun.


"Hati² kamu!".Kata Hasan.Arjuna pun tersenyum sambil menundukan kepalanya sedikit.


Embun mengantar Arjuna sampai kedapan mobilnya.


"Kakaaak...!!"Panggil Arjuna saat akan membuka pintu mobilnya.Arjuna pun menghentikan tangannya dan melihat Embun.


"Kakak,ada yang tertinggal...!!".Kata Embun dengan serius.Sementara Arjuna memeriksa semua sakunya dan ia pun tidak merasa ada yang tertinggal.


Embun berlari dan mengecup bibir Arjuna cepat.


"Cuuuppp".Arjuna yang dikecup bibirnya singkat pun tersenyum dan kemudian menarik tangan Embun masuk kedalam dekapan Arjuna.


"Jangan membuatku untuk meminta lebih".Kata Arjuna sambil membelai pipi mulus Embun.Embun mendengar itu pun mendorong Arjuna.


"Sudah,sana pulang nanti terlambat meeting..!! kata Embun terseyum.


"Lihat saja nanti,awas kamu yaaa!!! Kata Arjuna mengancam dan tersenyum bahagia melihat Embun seperti itu.


# Restoran Bintang #

__ADS_1


"Selamat malam nona,apa mau pesan sekarang?"Tanya Pelayan pada Cellia.


"Boleh,Blue ocean soda 1".Kata Cellia pada pelayan.


Tak lama menunggu minuman pun datang.Cellia pun menyesap minum itu dengan sangat anggun.Cellia sedang menunggu seseorang yang sangat penting.


"Selamat malam nona Cellia".Sapa seseorang wanita didepannya.Cellia pun tampak mengembangkan senyumnya dipaksakan saat melihat wanita itu.


"Waaaw selamat malam Embun,ternyata kau datang juga!!."Kata Cellia sambil menyilangkan kakinya cukup anggun.


"Langsung saja cell,apa yang mau kau bicarakan!".Kata Embun to do point.


"Hahaha,Embun ayo dong...,santai...!!!".Kata Cellia dengan segala kelicikannya.


Cellia memanggil pelayan dengan mengangkat kedua jarinya keatas.Pelayan pun datang dan membawa minuman yang sama dengan yang dipesannya.


"Embun,ayo diminum dulu.Jangan terburu buru".Kata Cellia sambil menyesap minumannya.


"Cell,tolong jangan bertele tele.Ayo apa yang ingin kau bicarakan".Kata Embun muak dengan tingkah Cellia.


Cellia mengeluarkan sebuah amplop dan meletakkannya diatas meja dengan senyum yang tidak bisa dimengerti.


"Apa ini?"Tanya Embun pada Cellia.


"Kamu,buka saja".Kata Cellia dengan wajah dan senyum sarkasnya.


Embun membuka isi amplop yang ada didepannya dan mengekuarkan beberapa foto dan satu buah flashdisk.Embun cukup shock setelah melihat foto² yang ada ditangannya.Jantungnya seakan berhenti memompa.Tubuhnya terasa kaku karena foto itu adalah foto mesrah Arjuna bersama Cellia.Foto Arjuna yang sedang berciuman mesrah serta tidur bersama dengan Cellia.Tampak Arjuna sedang telanjang dada difoto itu.Begitu juga dengan Cellia sepertinya tubuhnya tidak memakai sehelai benang pun dibalik selimut yang ada di foto itu.


Embun mencoba menahan air matanya agar tidak dan mencoba menghelah nafas panjang untuk menenangkan hatinya.Agar tidak terjebak dengan Cellia yang licik.


"Bagaimana?,Sepertinya kamu tampak shock.Malam itu kami menghabiskan waktu bersama.Arjuna begitu pandai membuatku mendesah".Kata Cellia berbisik didepan Embun.


"Hmmmm,benarkah?"Jawab Embun sarkas.Membuat Cellia mengerutkan keningnya.


"Atau jangan² kamu yang sengaja melakukannya agar tampak seperti ini?".Kata Embun penuh keyakinan.


"Hahaha,Embun apa kau takut?kalau itu benar² terjadi diantara kami?"Tanya Cellia tertawa remeh.


"Sepertinya kamu salah,Aku tidak perna khawatir apapun tentangmu kalaupun dia melakukan itu denganmu,bisa jadi itu disaat dia tidak sadarkan diri atau memang kau yang membuat dia tak sadarkan diri.Kenapa kau menjadi seperti wanita murahan?yang dengan mudahnya menyerahkan tubuh berhargamu pada laki² yang jelas² sudah bertunangan dan mengambil keuntungan karena dia sedang amnesia?".Kata Embun membalas dengan Elegant.


"Kauuuu??? Dasar tikus kampung!!!!!". Sambil menyiram minuman di wajah Embun.


Embun mengelap wajahnya dengan sapu tangan yang ada didalam tasnya cukup tenang.Itu membuat Cellia semakin mendidih karena melihat ketenangan Embun.


"Satu lagi nona Cellia,Tampilanmu cantik dan berkelas tapi tidak dengan prilakumu..!! .Okay terima kasih Minumannya Permisi..!!".

__ADS_1


Embun berjalan sambil membawa amplop yang ada dimeja itu berjalan dengan berani dan tanpa ada kesedihan dihatinya.Tapi Embun masih penasaran apa yang ada didalam Flashdisk itu.


__ADS_2