
"Dreeeeet.....dreeeettt.....dreeeeeettt!!".Suara getar ponsel milik arjuna berbunyi,Arjuna pun menjangkau ponsel yang ada didashboard mobil dan mengusap tombol hijau dengan ibu jarinya dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya masih tetap mengemudi."Iya paman,"jawab Arjuna kepada orang yang ada diseberang sana.
"Paman urus semuannya sampai akar akarnya."Ucapan Arjuna penuh dengan penekanan dan perintah pada orang yang ada diseberang sana.Embun tidak tahu siapa yang sedang menelfon Arjuna,dia berfikir kemungkinan paman Ridwan.Tapi dia mendengar ucapan Arjuna tadi belgidik ngerih.Ternyata kemarahan Arjuna membuat semua orang takut,termasuk embun yang tidak kuasa mengangkat kepalanya.Embun hanya tertunduk sehingga rambutnya yang panjang dan bergelombang itu menutup wajah ayunya sambil memainkan jemari lentiknya.
Suasana tampak hening,setelah Arjuna mengakhiri pembicaraannya ditelfon."Suasana apa ini,membuat ku semakin canggung saja".Gumam embun sambil menggigit bibir bawahnya yang tampak merah dan basah itu.Embun terus tertunduk dan meremas remas jemarinya yang lentik."Bagaimana keadaanmu,apa kau baik baik saja?".Tanya Arjuna datar dan masih terus fokus menyetir.Embun yang mendengar itu pun langsung kelimpungan dan mengangkat wajahnya untuk melihat Arjuna yang ada disebelahnya.
"Saya baik baik saja tuan,hanya saja saya sedikit shock tadi".Oh ya tuan,Saya sangat berterima kasih karena tuan,saya selamat dari pemuda gila itu."Kata Embun dengan sangat bersyukur."Tidak masalah,lain kali kamu harus lebih berhati hati".Kata Arjuna dengan wajah datarnya."Bisa gak si,dia itu sedikit saja kalau bicara melihat lawan bicaranya,menyebalkan sekali".Gumam Embun sambil mengerucutkan bibir indahnya.
"Tuan nanti di halte bus yang ada dipersimpangan jalan,tolong berhenti ya.Saya naik bus saja".Kata Embun sambil mengacungkan telunjuknya kearah depan.
Arjuna mendengar itu pun langsung mengerutkan dahinya heran."Tidak".Jawab Arjuna singkat."maksud tuan?".Tanya embun heran."Masih belum mengerti juga?".Tatap Arjuna dengan tajamnya kepada Embun.Embun yang melihat Arjuna menatapnya seperti itu merasa ciut bagai kerupuk yang disiram air panas.Tanpa embun sadari dia hanya bisa mengangguk dan menuruti kata kata Arjuna tadi."Bagus".Seketika Arjuna menarik sudut bibirnya kesamping hingga tercipta lengkungan dibibirnya sambil memalingkan wajahnya kearah jendela untuk menyembunyikan rasa puasnya karena embun menuruti kata katanya.Arjuna sebenarnya sangat khawatir pada embun setelah kejadian tadi.Dia tidak perna merasa khawatir pada siapapun selain orang orang terdekatnya.Selama ini dia hanya fokus dengan pekerjaannya tanpa harus memikirkan orang lain.Tapi kali ini berbeda,Arjuna tidak seperti dirinya yang terkenal dingin berbeda saat bertemu dengan embun dia.
__ADS_1
***Flash Back***
"Oh ya paman sepertinya ponsel saya tertinggal dimobil,paman pergi saja dulu,saya mau ambil ponsel saya dimobil."Kata Arjuna pada paman Ridwan."Baiklah Tuan".Paman Ridwan dan Bian pun menuju ruang meeting.Arjuna berjalan menuju parkiran dan melihat ada sekelompok pemuda yang berkumpul di pintu parkiran,mereka ada 5 orang,Arjuna terus berjalan menuju parkiran mobilnya dan awalnya salah satu dari pemuda itu ingin mencoba menghalangi Arjuna untuk ke parkiran.Tapi salah satu dari mereka lagi mengenal Arjuna dan melarang temannnya untuk berurusan pada Arjuna.Karena dia tahu kalau Arjuna itu bukan orang sembarangan.Dia adalah Arjuna pramuja pewaris tunggal YP Group.Arjuna melihat tajam kearah pemuda pemuda itu dan mereka pun dengan hitungan menit berjalan meninggalkan parkiran satu persatu.Tatapan Arjuna bagaikan hipnotis yang setiap orang melihatnya akan terhipnotis dan mengikuti perintahnya hanya dengan tatapan matanya.
Saat Arjuna berjalan menuju parkiran mobilnya dia mendengar jeritan seseorang wanita meminta pertolongan.Arjuna mencari sumber suara tersebut,dan Arjuna sangat terkejut siapa yang dia lihat.Ternyata wanita itu adalah Embun.Arjuna tanpa fikir panjang langsung menerjang pemuda itu saat pemuda itu akan menyentuh Embun."Brengsek".Terjangan Arjuna pun melumpuhkan pemuda itu.
***Flash Back off***
Sesampainya Embun di rumahnya,
"Tuan saya masuk kerumah dulu untuk berganti pakaian,apa tuan juga mau ikut masuk kedalam?".Tanya Embun."Tidak,saya menunggu dimobil saja".Jawab Arjuna.
__ADS_1
Arjuna menunggu didalam mobil dan mengetik pesan untuk paman Ridwan.
"Paman cari tahu,Ada urusan apa Embun dengan Bian.!"
"Baik Tuan*".
Tidak menunggu lama Arjuna menerima pesan dari paman Ridwan yang berisi tentang Embun yang akan menjual tanah dan toko bunga milik ayahnya.Arjuna tampak terkejut saat membaca pesan dari paman Ridwan.Arjuna menyandarkan kepalanya dikursi kemudi sambil memijit mijit keningnya yang tidak pusing.Arjuna merasa sangat iba dengan Embun dan keluarganya yang harus menjual kebun dan toko bunga milik ayahnya untuk pengobatan ibunya.Tanpa berfikir panjang Arjuna membalas pesan paman Arjuna dan menyuruh untuk membayar pengobatan ibu Embun dan memindahkan di RS elite yang ada dikota besar tempat dimana keluarga mereka berobat.Arjuna juga meminta paman Ridwan untuk berbicara pada Bian agar membatalkan pembelian tanah dan ruko milik ayah embun.
Embun yang sudah selesai berganti pakaian pun bersiap siap pergi ke rumah sakit.Dia keluar dari rumah dengan membawa sebuah tas yang cukup besar.Arjuna masih tampak menyandarkan kepalanya di kursi kemudi sambil memejamkan matanya.Dia masih memikirkan betapa kerasnya kehidupan Embun selama ini.Arjuna tidak sadar kalau Embun sudah menunggu untuk dibuka kan pintu mobil,Embun pun mengetuk jendela mobil Arjuna."Tuk tuk tuk,tuan!" sambil sedikit membungkukan tubuhnya untuk melihat Arjuna didalam mobil.Arjuna terkejut saat embun mengetuk jendela mobilnya."masuk".Kata arjuna sambil membuka kaca mobilnya.
Embun tersenyum dan berjalan ke pintu sebelah untuk masuk kemobil.Arjuna yang mendapati Embun tersenyum merasakan getaran yang berbeda di hatinya,hatinya merasa seketika bagai tersiram air Es yang menyejukan hati yang selama ini bagai bara api yang menyala."Tuan kita langsung kerumah sakit ya,Ayah ibu saya pasti sedang menunggu saya,apalagi ini sudah malam."Kata embun sambil memandang Arjuna lembut.Arjuna juga memandang embun dan hanya mengangguk.Arjuna tiba tiba merasa gugup dan dia pun mengendurkan dasinya yang membuatnya merasa sesak.Sebelum melihat senyum embun tadi dia bisa menguasai dirinya saat diperjalanan menuju rumah embun.Tapi kali ini dia tidak bisa mengendalikan dirinya dia seperti anak ABG yang baru bertemu dengan wanita yang ditaksirnya.Hatinya berdebar kencang,membuat dia semakin panas dan berkeringat karena gugup."Arjuna kuasai dirimu,ada apa dengan mu?!".Kenapa selalu saja aku seperti ini saat melihat matanya dan senyumnya?".Aaaahhhhrrghh... Gumam Arjuna sambil mengemudi mobilnya dengan kecepatan sedang.
__ADS_1