
"Nak hari ini kamu cantik sekali sayang".Kata Hasan melihat Embun yang sedang di makeover.
"Ayah,andai ada ibu disini pasti dia akan sangat bahagia".Kata Embun dengan mata yang mulai berkaca².
"Ibu mu pasti disini nak,dia akan sangat bangga dan bahagia melihat kamu akhirnya menikah dengan Arjuna".Kata Hasan menggenggam kedua tangan Embun.Embun pun menundukan wajahnya dan kristalan bening itu jatuh tanpa aba².
"Nak kamu jangan menangis nanti make up kamu rusak dan Arjuna tidak mengenalmu bagaimana?"Kata Hasan mengingatkan sambil menghibur anak semata wayangnya itu dengan leluconnya.
"Hehehe ayaah...!!!!"Kata Embun akhirnya terkekeh mendengar lelucon ayahnya.
(Aula Penikahan )
Tampak begitu rapi dan indah dekorasi untuk pernikahan Arjuna dan Embun.Bunga mawar putih dan bunga² lain berwarna putih tampak indah menghiasi dekor.Endro sangat bekerja keras dengan menghandle semua keperluan pernikahan Arjuna dibantu dengan para staffnya dan WO yang cukup handal.Dalam hitungan Jam seluruh aula sudah tertata rapi dengan begitu indah.Dekorasi yang dipilih Embun bernuansa putih.
Dekorasi berwarna putih ini melambangkan kesucian dan kesakralan dalam pernikahan mereka kelak.Hal itu yang sangat di inginkan Embun dan Arjuna.Pernikahan mereka digelar dengan sangat private dan tidak mengundang para awak media.Karena mereka hanya ingin di hadiri keluarga inti dan sahabat² dekat mereka saja.Embun juga ingin pernikahannya digelar penuh ketenangan agar mereka mendapatkan moment kesakralan dalam pernikahan mereka seperti pernikahan yang sangat ia impikan selama ini.
Tampak Endro dan Rahmad begitu sibuk kesana kemari untuk membuat moment pernikahan sahabatnya sekaligus BOSSnya agar berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun.Dari pihak keluarga mempelai wanita Embun hanya mengundang tante Risma dan suaminya saja.Untuk Ayu sahabatnya dikampung juga ia tidak mengundangnya begitu juga teman kerjanya Andin karena waktunya sangat mendadak.Sementara untuk keluarga mempelai pria Arjuna hanya mengundang pamannya yaitu paman Krisna adik Yudistira dan anaknya.Selebihnya hanya para staff inti saja seperti paman Ridwan,Endro dan Larisa,Rahmad,Lusi dan beberapa staff yang dekat dengan Embun seperti mbak Inah yang ada di Villa.Untuk para klien Arjuna hanya mengundang Cellia dan ayahnya serta Bian yang selama ini selalu bekerja sama dengannya.
Mereka hanya mengundang 30 orang saja,itu sudah terhitung dengan Keluarga inti mereka masing masing.
Larisa datang menemui Embun diruangan makeup.Tampak Larisa berkaca² melihat temannya yang akan menikah.Ada rasa haru menyelimuti ruangan itu.
"Embuuun...!!! Aku sangat bahagia melihat kamu sebantar lagi akan Sah menjadi seorang istri."Kata Larisa memeluk Embun.
"Aku ucapkan selamat dan terima kasih mau bertahan untuk Arjuna.Aku sebagai sahabat Adinda sangat legah akhirnya Arjuna mendapatkan pendamping yang tepat".Kata Larisa dengan suara bergetar menahan air mata yang sebentar lagi pecah dipelukan Embun.
"Aku juga terima kasih padamu Larisa mau terus menjadi temanku saat aku kesulitan".Kata Embun menahan air mata haru.
"Maafkan aku membuat riasanmu menjadi berantakan,hehehe."Kata Larisa tertawa sambil menghapus air matanya dengan kedua jarinya.
"Hehehee....!!!"Embun pun ikut tertawa.
Diruangan Arjuna tampak ia duduk dengan terus menggoyangkan kakinya.Wajahnya mulai memancarkan kegugupan disana.Hal itu membuatnya tampak mondar mandir kesana kemari untuk menghilangkan kegugupannya.Sebenarnya ada kesedihan dihati Arjuna karena pernikahannya ini ia tidak menemui papanya.Arjuna menikah tanpa restu Yudistira.Saat mengingat hal itu Arjuna membuang nafasnya kasar.Sesekali tampak ia memejamkan matanya untuk mencari ketenangan hatinya yang saat ini tidak bisa ia jelaskan.Ada rasa bahagia namun ada secuil kesedihan mengganggu fikirannya.
"Jun...gimana kamu udah siap?"Tanya Endro saat menemui Arjuna yang ada dikamar make up.Arjuna menoleh kearah Endro yang mengejutkannya.
"Hmmmm....siap".Kata Arjuna tapi kakinya masih terus bergoyang seperti orang yang sedang menjahit.
"Hahaha...buset dah..!!! Kamu gugup?"Tanya Endro dengan mimik wajah mengejek.
"Siapa yang gugup".Sangkal Arjuna tapi tetap saja ia tidak bisa menyembunyikan kegugupannya.
"Hahaha...sudah berapa kodi kain yang siap kau jahit?"Kata Endro mengejek sambil tertawa lucu melihat Arjuna.
__ADS_1
"Anjiiir brengsek kamu".Kata Arjuna mulai kesal.
"Waaah tidak kusangka padahal ini sudah yang kedua kalinya tetap saja kamu masih gugup".Cibir Endro sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Berisiiik...!!! Huuusss pergi sana!!"Usir Arjuna yang mulai kesal.
"Hahaha..!!! Coba tarik nafas panjang berlahan keluarkan.Ini minuman untuk menenangkan gugupmu".Kata Endro membantu temannya itu agar tidak gugup.
"Emmmmhhhhhh.....!!! Huuusssshhhh!!?."Arjuna pun mengikuti saran Endro untuk mengatur nafasnya.
"Gimana udah tenang belom?"Tanya Endro dengan menaik²kan kedua alisnya.
"Lumayanlah..!!"Jawab Arjuna sarkas.
"Hmmmm baguslah.Semoga berhasil kawan.!"Kata Endro menepuk pundak Arjuna.
"Thanks Broo..!!"Jawab Arjuna menatap Endro dengan tatapan tulus.
"Tuan,anda sudah bisa keluar tuan.Karena acara segera dimulai."Kata salah seorang staff wo.
"Okay baiklah".Jawab Arjuna menganggukkan kepalanya.Tampak Arjuna meraup udara sekitarnya dan membuang berlahan.Arjuna pun berjalan dengan sangat gagah.Arjuna mengenakan taxido yang cukup mewah dan elegant membalut tubuh atletisnya.Tampak wajahnya yang tampan membuat banyak pasang mata menatapnya takjub.
Arjuna pun duduk disalah satu kursi yang disiapkan untuknya mengucap janji suci dihadapan Allah dan semua orang yang ada disana.
Hasan yang sudah duduk disana pun menatap Arjuna sambil tersenyum menyambut kedatangan Arjuna dihadapannya.Paman Ridwan sebagai saksi dari pihak Arjuna pun ikut tersenyum bahagia melihat kedatangan Arjuna.Arjuna masih mencari Wike,Arsy dan Yudistira.Matanya masih mengitari seluruh ruangan itu namun ia belum menemukan mereka hadir dipernikahanya.Ada kabut hitam nan tebal yang tiba² menyelimuti hati dan fikirannya.Kabut itu tiba² semakin menebal dan menjadi gumpalan yang begitu menyesakkan dadanya.Sesekali ia meraup oksigen untuk menghilangkan sesak didadanya.Entah kenapa dihari bahagianya justru orang² terdektanya yang membuat kesedihan dihatinya.Saat paman Ridwan menepuk pundaknya untuk menguatkan batinnya ia pun mulai tersenyum menatap Paman Ridwan yang seakan tahu isi hati Arjuna.Tatapannya penuh dengan dukungan dan kekuatan.Arjuna mengangguk dan mengucapkan terima kasih didalam hatinya yang terdalam pada paman Ridwan.
"Kalau Arsy bagaimana?"Tanya Embun lagi pada Larisa.Matanya mulai berkaca² membuat dadanya semakin sesak menahan gejolak kesedihan yang kian menggunung.Bibirnya mulai bergetar dan tenggorokannya terasa sangat sakit saat air matanya mulai memenuhi kelopak matanya.Sekali kedipan air mata itu akan lolos dipipinya.Kenapa dihari bahagianya justru ia merasa tidak bahagia.Batinya kian terguris kepedihan yang kian membuncah didadanya.Larisa menyentuh kedua tangan Embun seakan tahu isi hati Embun yang butuh kekuatan.
"Okay waktunya ijab khabul akan kita mulai.Bagaimana tuan Arjuna apa anda sudah siap?.Atau ada yang anda tunggu lagi?"Tanya bapak penghulu yang akan menikahkan mereka.
"Siap pak !!! Ayo kita lanjutkan saja".Kata Arjuna cukup tegas.Walau sebenarnya hatinya masih ingin menunggu orang tua dan anaknya.
"Baiklah saya akan mulai dengan Bissmillahirrahmani rahim".Kata penghulu itu memulai akad.Tiba² terpotong dengan suara teriakan dari seseorang.
"Tungguu....!!!"Kata seseorang laki² dan mengejutkan semua orang.Pria paru baya itu berdiri didepan pintu masuk aula.Semua mata tertuju pada suara itu dan serentak menoleh kebelakang.
Tenyata suara itu adalah suara Yudistira bersama wike dan Arsy.
"Arjuna apa kau akan memulai hidup baru tanpa orang tua dan anakmu?"Kata Yudistira sambil berjalan menuju meja akad.Tampak Arjuna tersenyum dan air matanya mulai mengambang dipelupuk matanya.
"Papa...!!!"Arjuna terharu akan kedatangan Yudistira yang ia fikir tidak akan perna merestui pernikahanya dengan Embun.Wike pun menangis haru sambil memeluk anak semata wayangnya.
"Maaf sayang mama sedikit telat".Bisik wike ditelinga Arjuna sambil memeluknya.
"Enggak maa..Makasih untuk usaha mama".Kata Arjuna mengecup pipi mamanya.Semua orang disana pun ikut terharu menyaksikan kehadiran Yudistira.
__ADS_1
Yudistira pun duduk disamping Arjuna sebagai saksi pernikahan anak sematawayangnya itu.
"Saya nikahkan dan kawinkan anak saya Embun Anindiya Lestari Binti Hasan dengan mu Arjuna Pramuja Bin Yudistira Pramuja.
"Saya terima nikah dan kawinnya Embun Anindiya Lestari Binti Hasan dengan Emas kawani seberat 50 gram dan Uang tunai 1 milyar dibayar tunai.Ucap janji suci Arjuna pada Hasan dihadapan Allah serta disaksikan para tamu undangan dengan satu nafas dan lancar.
"Bagaimana saksi?Tanya penghulu pada saksi.
"Saaaahhhh...!!!"Jawab saksi serentak.
"Alhamdulillah....Sah !!".Kata Bapak penghulu itu.
Arjuna menagis haru dihadapan semua orang sambil menundukan wajahnya ia tidak bisa menahan rasa haru dan kebahagiaan yang baru saja ia alami.
(Diruang Make Up)
"Embun... Sah.....saaah...Ijab kabulnya sah."Kata Larisa terharu sambil memeluk Embun.Lihat kamu harus bahagia karena paman dan tante juga Arsy sudah datang.Sekarang kamu sudah harus tersenyum bahagia sampai akhir".Kata Larisa memeluk Embun bahagia.Mereka menangis haru bersama sambil saling berpelukan.
Larisa pun berjalan menggandeng Embun menuju meja akad.Tampak Embun yang begitu cantik.Tubuhnya dibalut dengan gaun pengantin yang berekor panjang berwarna putih yang indah.
Arjuna tersenyum menyambut kedatangan Embun yang digandeng oleh Larisa.Hasan pun berdiri menyambut Embun dengan mengaitkan tangan Embun kelengan Hasan.Hasan mengantarkan putri kecilnya yang kini sudah tumbuh dewasa kepada pria yang kini sudah menjadi suaminya.
"Arjuna aku hantarkan putri ku satu²nya kepadamu.Bimbinglah ia dengan kelembutan dan kesabaran.Jika dia melakukan kesalahan kau bisa memberi tahunya tanpa harus memakinya atau dengan kekerasan.Jika kau ingin membawanya jauh dari ku bawahlah kemana pun kau mau tapi jangan kau bawa dalam kezaliman.Pesan ayah padamu jika kau sudah tidak mencintainya lagi hantarkan dia pada ayah sebagaimana kau memintanya dengan baik.Karena aku tidak mau melihat air mata kesedihan pada putri kecilku ini."Kata Hasan dengan air matanya yang terus mengalir dipipinya.Pun suaranya bergetar menahan serak tangis yang tertahan didadanya.
Embun pun terus manangis karena kata² ayahnya yang menyentuh hatinya.Betapa ayahnya sangat menyayanginya dan membesarkanya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan.
"Ayah terima kasih telah membesarkan dan menjaga putri cantik ayah selama ini.Kini izinkan saya yang menggantikan ayah untuk menjaga dan melindungi putri cantik ayah.Saya berjanji akan selalu menyayangi dan mencintai putri cantik ayah hingga akhir."Kata Arjuna berjanji kepada Hasan yang sekarang menjadi ayah mertuanya.Mereka pun saling berpelukan satu sama lain.Semua tamu berdiri dan bertepuk tangan riang menyaksikan itu.
Janji suci yang dia ikrarkan dihadapan Hasan dan Allah disaksikan para tamu undangan yang ada disana. Sepasang suami istri itu berhasil membuat para tamu yang hadir larut dalam keharuan.Arsy mendekati Arjuna dan Embun sambil memeluk Embun erat.
"Mama".Panggil Arsy dengan tersenyum bahagia.Sementara Embun yang mendengar itu pun menangis haru sambil memeluk erat tubuh mungil Arsy.
"Makasih sayang sudah mau menerima mama".Kata Embun terus memeluk erat Arsy.Arjuna mendongakkan Kepalanya untuk mencegah air matanyanya jatuh tapi usahanya sia² saat Yudistira tiba² memeluknya.
"Maafkan papa nak.Papa telalu keras kepala".Kata yudistira berbisik ditelinga Arjuna.Arjuna hanya bisa mengangguk tanpa sepata katapun.Tenggorokannya terasa tercekat dan sakit menahan isak tangis yang tertahan agar tidak pecah.
"Embun maafkan papa selama ini membuatmu dan ayahmu menderita."Kata Yudistira memeluk Embun.
"Hikshikshikshik....!!! Boleh Embun panggil paman papa?"Tanya Embun dengan mata berkaca².
"Baiklah nak,kamu sekarang adalah anakku".Kata Yudistira menyentuh pipi Embun.Air matanya pun ikut mengalir di iringi dengan rasa ingin menebus semua kesalahan yang telah ia perbuat pada keluarga Embun.
Entah kenapa pernikahannya kali ini pernikahan yang penuh dengan keharuan.
__ADS_1
Tak lupa dengan Larisa dan Endro sahabatnya itu ikut menangis haru menyaksikan mereka.Apalagi mengingat perjuanagan cinta mereka yang begitu penuh liku membuat Larisa menangis terseduh².
Cellia dan Bian ikut menyaksikan janji suci antara Embun dan Arjuna yang begitu syahdu dan sakral.Ada perasaan nyerih di hati Bian dan Larisa tapi perasaan itu hanya sesaat karena mengingat cinta tak harus memiliki.Dan kini mereka mencoba membangun cinta yang baru walau masih dalam banyang semu.