
"Jun,lihat ini....!!"Kata Endro kepada Arjuna.
Endro menunjukan sebuah email hasil dari pengumpulan data perusahaan.
"Ternyata memang ada yang tidak beres dengan pengeluaran uang diperusahaan ini".Siapa yang berani korupsi diperusahaanku.Akan aku babat habis jika buktinya sudah konkrit".Kata Arjuna marah.
"Iya,aku sudah menyiapkan semua data ini untuk bukti nanti saat rapat".Sudah aku salin di USB ini,kamu harus simpan baik baik USB ini".Kata Endro kepada Arjuna sambil menyerahkan USB itu kepada Arjuna.
"Sudah,aku percayakan pada mu,kamu simpan baik baik USB itu.Jika sudah datang waktunya yang tepat kita akan menjadikan USB itu senjata paling ampuh untuk menaklukan musuh".Kata Arjuna kepada Endro.Endro pun mengangguk tanda mengerti.
"Endro,bagaimana kerja sama kita dengan MCT Group,apa sudah bisa kita akhiri tahun depan?,Aku sudah muak dengan Cellia."Kata Arjuna dan menceritakan kejadian saat cellia datang ke hotel dan mencoba menggodanya.
"Dasar wanita ular,aku akan terus memantau perkembangan kerja sama YP Group dan MCT group.Sepertinya setelah lounching produk terbaru YP Group,kerja sama kita dengan MCT Group bisa diakhiri."Kata Endro kepada Arjuna.
"Tring" Bunyi notifikasi email dari tablet Endro.
Endro pun dengan segera membuka email itu,Endro tampak membelalakan kedua bola matanya karena shock.Melihat Video Arjuna dan Cellia sudah beredar di sosial media.Itu membuat bergetar seluruh tubuh Endro menahan amarah.
"Woooi,ada apa?kok gitu banget lihat tablet itu,awas copot tuh biji mata".Kata Arjuna meledek.
"Gila juna,masalah besar datang,ini gila benar benar cellia gila".Kata Endro.
"Apaan si? Bikin penasaran".Kata Arjuna mendekati Endro dan melihat tablet.Arjuna pun shock melihat video itu beredar dan rahangnya mengetat serta matanya penuh dengan pancaran amarah,jantungnya berdegup kencang,darahnya seperti mendidih hingga ubun ubun,tubuhnya memanas seketika.Arjuna mengepalkan tangannya dan mengetatkan rahangnya hingga giginya terdengar seperti beradu satu sama lain.
"Brengseeeeek celliaaaaaa,Aaaaaaaaah".Arjuna mengacak acak rambutnya dengan kasar.
"Ndro,cepat take down berita itu,aku mau hari ini juga cepaaaat".Teriak Arjuna pada Endro.
"Iiiyaa jun naa,siiiap".Kata Endro terbata.
"Gila Arjuna beneran marah,bisa gawat ini kalau Arjuna semarah itu".
Endro pun dengan segera keluar dari ruangan Arjuna dan meminta para Tim Rahmad untuk menghentikan semua berita tentang Arjuna.
Di tempat lain,Embun yang masih duduk bersantai di toko bunga milik ayahnya pun meraih ponselnya.Ia membuka sosial media miliknya awalnya dia hanya ingin melihat lihat cara merangkai bunga yang kekinian di pencarian.
Saat ia sedang fokus mencari ia melihat foto Arjuna.Tertulis disana "Skandal Presdir YP Group dengan CEO MCT group".
Dengan tangan bergetar Embun pun menekan dan melihat isi berita itu.Dengan air mata yang tidak bisa terbendung lagi ia melihat begitu jelas Arjuna ada dikamar yang sama dan Arjuna mengenakan piama mandi sementara Cellia hanya memakai handuk dengan video yang sedikit di blur dia area sensitif.Tetapi wajah mereka tampak sangat jelas.
__ADS_1
Seketika tubuh Embun seakan tak bertenaga dan jantungnya seperti berhenti berdetak,lututnya seakan lunglai,fikiranya kacau.Hatinya seperti di iris iris,rasanya begitu sakit tapi tidak berdarah.Itulah yang embun rasakan.Dadanya terasa sesak,hatinya hancur,Ia mencoba untuk menahan gejolak amarahnya tapi kini mala hanya bisa menangis dalam diam.
Dadanya terasa sesak,ia tidak bisa berkata kata kini hanya bisa menerawang membayangkan aktifitas yang dilakukan Arjuna dan Cellia di kamar hotel.Tapi semakin ia memikirkan itu semakin membuatnya sesak.Embun pun cepat cepat menutup toko bunganya dan keluar dari toko dengan terburu buru.
Ia mengayuh sepedanya dengan rasa hampa dan hancur.Ia berusaha untuk menahan tapi apalah daya hatinya rapuh.Ia berhenti di depan danau dan membantingkan sepedanya begitu saja.
"Breaaak".suara sepeda yang bantingkan embun di jalan.Embun berlari menuju bangku dimana mereka berdua sering bersama.Embun tidak bisa menutupi kesedihannya.
"Kenapa,kenapaaaa kakaaak,huuhuuhuu,kenapa?" Embun pun tidak bisa membendung lagi kepedihan yang ia rasakan.Kini dia hanya bisa meratapi dirinya sendiri.
"Hahahahaha kenapa aku bisa sebodoh itu,memberikan hatiku kepada orang yang jelas jelas bukan selevel dengan ku,hahahaha bodohnya aku.Tapi aku terlanjur mencintai dia,kenapa aku tidak bisa jadi munafik untuk tidak mencintai dia,kenapa?".Embun tertawa tapi hatinya sakit.Embun menertawakan kebodohannya yang sudah jatuh cinta pada seorang Arjuna Yudistira Pramuja.
Dikantor Arjuna seperti orang gila,karena cellia.
Ia pun segera meminta Iyat untuk menyiapkan mobil.Arjuna dengan amarah yang bergejolak pun berjalan keluar kantor.Semua karyawan melihat wajahnya yang marah pun takut untuk menyapa.
Arjuna menuju ke MCT Group.Arjuna mengepalkan kedua tangannya dengan keras,kini fikiranya tidak tenang.Ia pun menelfon Embun berkali kali,tapi tidak ada jawaban.Arjuna khawatir Embun akan salah faham dengan video itu.
"Aaah Embun,please angkat beib".please!!!
Arjuna terus mencoba menelfon Embun mungkin kira kira ada 50 kali panggilan untuk Embun.
Hatinya seakan hampa,ia sungguh sungguh khawatir dengan Embun,Arjuna takut akan berakhir tanpa ada penjelasan.Iya yang melihat kegalauan hati Arjuna pun turut prihatin.
"Kasihan tuan Arjuna,baru saja dia mulai tersenyum ada saja cobaan mengujinya."Gumam Iyat sambil melirik Arjuna lewat kaca spion.
Arjuna pun sampai di MCT group,semua orang menatap wajahnya dengan tatapan penuh tanya.Arjuna berjalan dengan terburu buru,hatinya kian gemuru saat ingat video itu.Ingin sekali ia menghabisi Cellia.Kalau dia bukan seorang wanita Ingin sekali ia menghajarnya hingga babak belur.
"Celliaaaa,celliaaaa,celliaaa",jerit Arjuna memanggil cellia.
"Maaf tuan nona cellia sedang ada tamu penting".Cegah Sekretarisnya.
Arjuna pun tak menghiraukan sekretaris itu,ia tetap menerobos masuk ke ruangan cellia.
Cellia yang sedang berbicara dengan klien nya pun terkejut melihat kedatangan Arjuna secara tiba tiba.
"Maaf nona,tuan ini sudah saya cegah tapi tidak menghiraukannya".Kata sekretaris itu ketakutan.
Cellia hanya memberikan isyarat pada tangannya untuk keluar kepada sekretaris itu.Sekeretaris itu pun membungkukan tubuhnya dan pergi.
__ADS_1
"Maaf tuan,sepertinya saya kedatangan tamu istimewah dan kita lanjutkan besok pembahasan ini,okay".Kata cellia pada klien nya sambil mengedipkan sebelah matanya.Cellia memang pandai menggoda lelaki untuk takluk padanya agar semua mudah bekerjasama padanya dalam bisnisnya.
"Aah sayang,ternyata sudah sekian purnama baru kali ini kamu mengunjungiku lagi".Kata cellia membelai pipi Arjuna dengan jari tenjuknya.
Arjuna yang sudah muak melihat tingkah laku cellia pun memegang pergelangan tangannya untuk menghentikan cellia.
"Apa maksudmu dengan menyebar luaskan video itu,haaaah?"Tanya Arjuna kepada cellia dengan merapatkan giginya menahan amarah.
"Tenang Arjuna,calm down calm down..."Kata cellia dengan pura pura menenangkan.
"Ckck".Arjuna berdecak kesal.
"Cellia,jangan bermain main dengan ku,aku tidak segan segan menghancurkan mu,ingat itu".Kata Arjuna memberi peringatan.
"Juna sayang,kamu tahu kan aku sangat mencintaimu.Apapun pasti akan aku lakukan untuk mendapatkanmu".Kata cellia menarik dasi Arjuna hingga wajah mereka begitu dekat nyaris bersentuhan.
"Juna,mungkin aku perna melakukan kesalahan,tapi please beri aku kesempatan untuk memperbaikinya".Kata cellia sambil menggoda dan mengelus bibir Arjuna dengan jemarinya.
"Cellia,please hentikan semua ini jika kamu tidak mau menyesal nantinya".Kata Arjuna mencoba merendahkan suaranya menahan amarah dan sekali lagi memberi peringatan.
"Aku sudah memaafkan perbuatanmu yang telah menghianatiku,tapi untuk kembali mencintaimu itu sudah tidak ada dalam fikiranku.Karena namamu sudah jauh dalam ingatanku,ingat itu".Kata Arjuna mendorong kasar Cellia.
Sebenarnya hati cellia sangat sakit mendengar pengakuan langsung dari Arjuna.Tapi apalah daya dia hanya bisa tersenyum getir menahan sakit akibat perbuatannya sendiri.Menyesal tidak ada gunanya karena semua sudah terjadi.
"Dan satu lagi,hentikan semua kekacauan yang telah kau buat,aku beri waktu 2 x 24jam jika tidak,kamu jangan menyesal".Kata Arjuna mengancam.
"Hahahaha Arjuna,kau mengancamku?kau fikir aku takut,haaaaa?lihat saja siapa yang mengemis dengan siapa?"Kata cellia menantang.
"Okay,kita lihat saja".Kata Arjuna.Arjuna pun pergi dengan rasa kesal yang masih berkobar dihatinya.Arjuna berjalan keluar sambil menelfon Rahmad,untuk menyelidiki CCTV yang ada dihotel saat mereka ke jepang,dan meminta untuk menyelidiki pelayan yang mengantar minuman waktu itu.
Arjuna pun memikirkan Embun,pasti akan ada salah faham yang mungkin akan memakan waktu lama memberi penjelasan pada Embun.Arjuna sudah memikirkan hal itu.Sampai sampai dia pun bingung harus menjelasakan mulai dari mana.
Embun yang masih duduk didekat danau pun termenung,"Apa aku terlalu naif,sampai sampai aku lupa siapa diriku dan siapa Arjuna Pramuja?" Aku mencoba untuk tidak percaya dengan apa yang aku lihat,tapi kenapa,kenpa hati ku sangat sakit.Kalaupun itu tidak benar terjadi tetap saja hatiku sakit,aku tidak tahan membayangkannya".
Ya Tuhan huhuhuhuhu.Embun terus menangis ditepi danau.
Arjuna pun pulang ke apartementnya tapi entah kenapa hatinya merasa tidak tenang.Hatinya masih memikirkan Embun.Ia pun meminta pada pak iyat untuk membawa mobil sendiri dan pak iyat pun pulang dengan taksi.Arjuna putar balik arah dan pergi menemui Embun.
Hari pun sudah mulai gelap,Arjuna mengemudi dengan kecepatan tinggi.Jarak tempuh normal menuju rumah Embun kurang lebih 3 sampai 4 jam tapi kini dia hanya 2 jam diperjalanan.Arjuna melihat toko bunga Embun sudah tutup.Berkali kali Arjuna menelfon Embun pun tidak menjawab.
__ADS_1