
"Setiap orang memiliki rahasia dalam hidup.Rahasia itu tersimpan di kotak penyimpanan yaitu disudut hatinya yang terdalam dan mereka akan melempar kuncinya entah kemana.Disaat kunci itu ditemukan oleh orang lain maka seperti sebuah kotak pandora yang ketika terbuka akan ditemukan sesuatu yang sudah lama tersimpan dan terlupakan."
(Embun)
Embun berjalan menuju halte bus dengan perasaan yang tidak bisa ia terjemahkan dengan jelas.Ada perasaan yang membuat dirinya cemburu,marah,kesal dan penasaran.Semua perasaan itu bercampur menjadi satu.
Embun berjalan dengan tatapan kosong dan membuat dirinya hampir saja melewati halte yang dituju.Tiba² dia memikirkan sesuatu.
"Apa aku menelfone kakak saja,Agar dia tahu rencana Cellia".Kata Embun sambil memiringkan kepalanya ragu.
"Aaah tidak...!!! Aku takut kakak akan marah.Kalau kakak sudah marah semua akan jadi kacau."Katanya lagi bingung.
"Aaaaaaarrrhhhggg,kenapa aku jadi bingung.Tapi kalau aku tidak memberi tahu dia juga akan lebih mengkhawatirkan lagi kalau dia murka."
"Aduuuuh....!!!".
Embun pun mengacak rambutnya kasar.Embun mengumpulkan kebaranian untuk memberi tahu Arjuna .
"Kakak dimana?Sudah selesai meeting?".
Tanya Embun melalui sambungan telefonenya.
"Waah apa kekasih ku terlalu merindukanku,baru beberapa jam sudah tanya dimana?"Goda Arjuna.
"Aaaiiisssh kakak!! Ada yang ingin Embun tanyakan,Embun tunggu di halte ya."Kata Embun dan mereka pun mengakhiri pembicaraan mereka.
Tak lama menunggu Arjuna pun datang menjemput Embun di halte.Arjuna tampak membukakan pintu mobil untuk Embun.
"Waah kakak jadi penasaran ada hal sepenting apa yang ingin kamu sampaikan."Kata Arjuna sambil memasangkan Sitbelt Embun.
"Kak,ayo kita cari tempat yang aman dan sepi!".Kata Embun dengan wajah serius.
"Waaaah,kamu?"Kata Arjuna gugup.
Fikiran Arjuna sudah travelling kemana-mana.Arjuna berimajinasi Embun menggodanya dengan memakai gaun **** dan lipstick yang merah merona.Embun menggoda Arjuna dengan menaikan Kakinya satu ke atas pundak Arjuna sambil mengaum.
"Aaaaauuurrrghhuuum!!"Auman Embun yang menggoda dan membuat bulu roma belgidik.
"Kakak....kakak???!!! Embun memanggil-manggil Arjuna seketika imajinasinya hancur berkeping² dan membuatnya kelimpungan.
"Kakak,kenapa diam saja si?"Tanya Embun heran.
"Aaah,iya iya kamu bilang apa tadi?"Kata Arjuna gugup
"Gimana kalau kita ke apartement kakak?".Kata Embun lagi.
__ADS_1
Mendengar itu Arjuna seketika menatap wajah Embun dengan penuh tanya.
Apa dia sedang menggodaku?"Gumamnya sambil terus menatap wajah Embun lekat.
"Kakak,kok diam saja sih?"Kesal Embun dan memanyunkan bibirnya yang mungil.
"Astaga anak ini,selalu berhasil membuatku lemah tak berdaya".Gumam Arjuna.
"Kenapa kamu tiba² ingin ke apartemen kakak?"Tanya Arjuna penasaran.
"Karena ada hal penting yang harus kita bahas".Jawab Embun dengan wajah muram.
"Okay..!!!Jangan salahkan kakak kalau kakak tidak bisa menahan sesuatu".Kata Arjuna menggoda.
"Kakaaaaaak".Dengan nada marah tapi tetap menggemaskan lalu Embun pun melotot kesal.
( Di Apartement )
Arjuna berjalan sambil menggandeng tangan Embun dengan penuh kebanggaan.Mereka pun mamasuki lift saat didalam lift Arjuna melepas genggaman tangan mereka.Didalam lift ada seorang pria yang menatap Embun dengan tatapan takjub.Pria itu mendekati Embun dan bertanya.
"Nona,mau kelantai berapa?"Tanya pria itu sopan dan berfikir kalau Arjuna dan Embun tidak saling kenal.
"Sama dengan tuan ini".Kata Embun memberi tahu.
Tapi sayang pria malang itu tidak tahu kalau sebenarnya Embun memberi sebuah kode.Pria itu mengeluarkan ponselnya dari sakunya.
Sementara Arjuna mencoba menahan kekesalannya dan membuang nafasnya kasar.Wajah Arjuna memancarkan kemarahan Embun tersenyum melihat Arjuna bertingkah seperti itu.Arjuna masih membiarkan sejauh apa kegigihan pria itu menggoda kekasihnya.
"Hmmm,terima kasih!".Kata Embun tersenyum.
"Maaf,nona apa nona sudah punya pacar?"Tanya pria itu tanpa rasa ragu.
"Maaf,perkenalkan saya tunangannya".Kata Arjuna sambil mengulurkan tanyannya untuk berjabat tangan dan menyodorkan kartu nama dikartu nama itu tertulis Arjuna Pramuja Presdir YP Group.Seketika pemuda itu terdiam tanpa kata.
Wajahnya tampak memucat ternyata orang yang ada didepannya adalah Bossnya.Baru kali ini Pria itu melihat langsung Bossnya dengan mata kepalanya sendiri.
"Kamu anak magang ya?"Tanya Arjuna pada pemuda itu.
"Maaf tuan,saya tidak tahu.Maafkan saya tuan!!"Kata Pemuda itu sambil menundukan kepala.
Saat Arjuna hendak menanyakan sesuatu.Lift pun berbunyi dan pintunya terbuka.Mereka akhirnya sampai dan Arjuna melihat pemuda itu dengan tatapan penuh intimidasi.Wajah pemuda itu tampak ketakutan yang luar biasa.
Arjuna membuka pintu Apartementnya dan mereka masuk bersama ke dalam.Tak lupa Arjuna menutup pintunya kembali.
"Kakak,kenapa kakak menakuti pria itu,kasihan tau kak".Kata Embun merasa kasihan.
__ADS_1
"Itu pelajaran untuk dia yang sudah menggoda calon istriku."Kata Arjuna menarik pinggang Embun hingga mereka pun menjadi begitu rapat tanpa celah.Hembusan nafas Arjuna menerpa wajah Embun yang sejak tadi membuat Arjuna tidak berdaya.Arjuna menatap dalam ke manik mata Embun dan Embun pun terbius dengan tatapan mata Arjuna yang membuat jantungnya berdebar.
Arjuna tidak bisa menahan lagi gejolak didadanya yang membara.Arjuna menarik leher Embun dan mengecup bibirnya serta menyesap bibir yang terasa lembut dan manis.Arjuna merasakan sensasi yang luar biasa menjalari tubuhnya.Hormon testosteronnya mulai meningkat itu membangunkan adik kecil yang ada dibalik celananya.Pagutan demi pagutan Membuat sang adik pun bangun dan semakin mengeras merontah untuk dikeluarkan dari kurungannya.
"Aaah kenapa aku terbawa suasana,kenapa aku tidak bisa menghentikan kakak.Apa yang sedang kami lakukan.Embun sadarlah kamu!!! tujuanmu bertemu dengan Kakak bukan untuk seperti ini.Tapi kenapa yang kurasakan seperti kenikmatan yang memaksaku untuk terus dan terus".Gumam Embun sambil memejamkan matanya.
Arjuna melepas jasnya sambil bibirnya terus memagut bibir lembut Embun.Tangannya mulai menjelajahi pinggang Embun dan berlahan naik keatas hingga kearea dadanya.Arjuna mulai menyentuh gundukan sintal itu.
"Aaaahhhh".Entah kenapa Bodohnya Embun mengeluarkan ******* dari mulutnya yang membuat Arjuna semakin menggila.
Arjuna mengecup pipinya hingga terus menelusuri leher jenjang Embun tak lupa ia menggigit lembut cuping telinga Embun.Seketika seperti disengat aliran listrik tubuhnya memanas dan jantung Embun berdegup kencang.
Arjuna menjatuhkan Embun kesofa dan terus memagut bibirnya dengan ******* yang semakin panas.Arjuna seperti sudah tidak terkendali.Nafasnya menderuh cepat.Harum vanilla ditubuh Embun membuat Arjuna semakin tidak terkendali.
"Ya Tuhan...!!! hentika Embun !!!Sebelum Kakak semakin gila.Gumam Embun.
"Kakak,hentikan!!" Bisik Embun menghentikan tangan Arjuna yang mencoba membuka kancing kemeja Embun.
Seketika Arjuna tersadar dan dia pun memalingkan wajahnya lalu bangkit dari atas tubuh Embun yang sebelumnya mengkungkung tubuh mungil Embun.
"Maafkan kakak sayang,kakak lepas kendali".Kata Arjuna masih dengan tatapan penuh hasrat.
"kalau begitu kakak mandi dulu".Kata Arjuna berlalu tanpa melihat Embun lagi.Entah apa yang dilakukan Arjuna dikamar mandi setelah Adik kecilnya terbangun.Hanya dialah yang tahu.
Tak lama menunggu Arjuna pun datang dengan kaus polos oblong dan celana jogernya.Arjuna tampak semakin memesona dengan rambutnya yang basah.Embun menelan slavinanya dengan kasar.
"Ya Tuhan kenapa kakak begitu tampan."Gumam Embun.
"Kakak Embun membawa ini?"Kata Embun mberikan amplop yang berisikan foto²nya dengan Cellia.
Arjuna membuka amplop itu dan betapa terkejutnya dia melihat foto dirinya yang sedang bermesraan dengan Cellia ada ditangan Embun.Arjuna menatap dalam wajah Embun.Ada rasa khawatir yang menghantui fikiran Arjuna.Khawatir orang yang dicintainya sakit hati dan tidak lagi percaya padanya.
"Sayang kamu percaya kakak kan?,Ini semua rekayasa Cellia.Kakak tidak perna tidur dan melakukan itu padanya.Tapi kalau berciuman mungkin kakak mengakuinya.Tapi kakak saat itu menganggapnya tunangan kakak dan kakak tidak ingat apa² saat itu."Kata Arjuna menjelaskan dengan begitu detail.Arjuna takut membuat Embun sedih.
"Kakak jangan khawatir,Embun tahu kok kak.Walau pun sebenarnya ada rasa cemburu dihati tapi itu kan bukan salah kakak".Kata Embun lembut dan menatap wajah Arjuna dalam.
"Sayang makasih banyak,kakak bersyukur memiliki kamu".Kata Arjuna memeluk tubuh Embun.
"Kak,ada satu lagi ini".Kata Embun sambil menunjukan flashdisk ditangannya.Arjuna mengambil dari tangan Embun dan memasukan kedalam laptopnya.
Arjuna mulai membuka isi folder didalamnya.
Ternyata itu adalah rekaman suara.
Arjuna dan Embun saling tatap dan memberi bahasa isyarat matanya untuk mengklik rekaman itu.Ternyata sebuah rekaman suara seseorang yang sangat dia kenal.Itu membuat tubuhnya bergetar menahan sesuatu tertahan didadanya.Tangannya gemetar menahan kemarahan yang mendalam.
__ADS_1
Air mata embun seketika lolos dari pelupuk matanya dan embun menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil tertunduk menahan kepedihan yang tak tertahan.Arjuna menghelah nafasnya panjang dan menahan gemuruh didadanya.Arjuna memeluk tubuh Embun sambil terus mengecup tangannya.
Kotak pandora yang terbuka membuat semua isi didalamnya satu persatu terlihat jelas.Layaknya sebuah rahasia yang telah terbongkar satu persatu dan mencari kebenaran.