
"Cium cium cium cium......" Semua orang bersorak serentak.
Arjuna pun merasa gugup,begitu juga Embun jantungnya berdebar begitu kencang.Dan akhirnya Arjuna mememeluk Embun dan mengecup keningnya.
Sementara Arsy berada tepat didepan Endro dan Endro pun menutup mata Arsy dengan tangannya.Tapi Arsy tidak tinggal diam ia pun menarik jari tangan Endro untuk mengintip diselah jarinya.
Arjuna terkejut saat memeluk Embun ia merasakan kulit tangannya menyentuh kulit punggungnya yang terasa dingin.Matanya membulat,dan rahangnya mengetat dalam hatinya sudah mengutuki Larisa.
"Larisa kau gila,berani beraninya kau membuatkan gaun sesexi ini untuk Embun.Dari depan tampak sopan dan tidak terlaku terbuka ternyata dari belakang seperti sundel bolong."Arrrgggh Gerutu Arjuna.
"Apa kau kedinginan sayang?"Tanya Arjuna pada Embun.
"Tidak terlalu kak".Jawab Embun polos.
"Aah pasti kamu kedinginan kan,jangan sungkan".Kata Arjuna memaksa.
"Eng gaaa...." Kata Embun tapi sudah terhenti karena Arjuna memakaikan Jas nya ketubuh Embun.Agar tidak terlihat punggung sundel bolongnya.
"Haaah begini kamu semakin terlihat anggun dan cantik".Kata Arjuna sambil membenahi jas yang dipakaikan Embun.Embun hanya menatap Arjuna dengan tatapan curiga.
"Kenapa menatap kakak seperti itu?"Tanya Arjuna
"Kakak aneh akhir akhir ini".Kata Embun sambil menyipitkan kedua matanya,hingga bergerut dahinya.
"Hahahaha itu perasaan kamu saja sayang".Kata Arjuna tertawa dibuat buat untuk menutupi kebohongannya.Bahwa sebenarnya dia panik kalau Embun dipandangi orang karena terpesona melihat kecantikannya.Dia sangat cemburu buta.
"Ya sudahlah,ayo kita temui orang tua kakak."Ajak Arjuna.Arjuna pun menggandeng tangan Embun dangan lembut dan berjalan menuju meja kedua orang tuanya.Disana sudah ada Hasan berbincang kepada Yudistira dan wike.Tampak wajah Hasan gugup itu tidak bisa dipungkiri.
Embun juga tampak sangat gugup dan ia sesekali membuang nafasnya kasar,dan mengatur nafasnya kembali.Arjuna faham dengan keadaan Embun.Ia pun berbisik agar jangan canggung.
"Kamu jangan terlalu canggung,anggap saja orang tuaku seperti orang tua mu sendiri.
Mereka pun duduk bersama dan menikmati hidangan lezat yang dimasak oleh chef terkenal yang didatangkan langsung dari hotel milik Arjuna.
"Hai paman,tante perkenalkan nama saya Embun Ayudia Lestari.Kata Embun memperkanalkan diri sambil membungkukan sedikit tubuhnya dihadapan kedua orang tua Arjuna.Setelah itu dia menyalami kedua orang tua Arjuna.
Arjuna tersenyum melihat kesopanan Embun dan kepolosannya.Yudistira hanya menatapnya dengan sedikit dingin tidak dengan Wike dia sangat ramah dan baik.
"Silangkan duduk nak,kamu cantik sekali malam ini,sampai tante pangling loh".Kata Wike memuji.
"Terima kasih banyak tante".Kata Embun tersipu.Ia pun menundukan wajahnya sambil memainkan jari tangannya yang ada dipangkuannya.Arjuna yang begitu peka pun menggenggam tangan Embun.
Embun menatap Arjuna haru,sementara Arjuna masih tetap mendengarkan ibunya bicara memuji Embun.Tanpa menoleh kearah Embun.Arjuna memang lelaki yang luar biasa memperlakukan wanita bak putri.
"Eheemm,Embun berapa usia kamu?"Tanya Yudistira.
__ADS_1
"Sa saya 25 jalan 26 tahun paman."Kata Embun gugup.Tapi Arjuna masih menggenggam tangannya erat.Hati Embun sedikit merasa terlindungi oleh Arjuna.
"Kamu kuliah dimana?"Tanya Yudistira lagi.
seketika suasana yang hangat menjadi dingin dan menegangkan.
Arjuna yang mendengar itu pun menatap ayahnya tajam.Rasanya hatinya sangat kesal dan tiba tiba moodnya rusak.
"Papaaaa....."Kata Arjuna kesal.
"Tidak apa apa kak".Kata Embun menghentikan amarah Arjuna.Hasan hanya tertunduk diam dan Embun pun melihat hasan sedih karena Ayahnya seperti itu.
"Paman,saya tidak kuliah,karena saya harus membantu kedua orang tua saya untuk mengurangi beban mereka.Dengan semampu saya yaitu berjualan ditoko bunga milik orang tua saya.Tapi saya bangga bisa membantu kedua orang tua saya walau saya harus mengesampingkan impian saya sendiri.Ditambah lagi saya tidak mau ayah saya berjuang sendiri mencari nafkah untuk pengobatan ibu saya waktu itu.Sementara saya sibuk mengejar mimpi saya,saya tidak ingin Egois dan menyesal kelak.Saya anak satu satunya milik mereka,dan ini kesempatan saya membalas budi kepada mereka.Walau sampai kapan pun itu tidak bisa terbalaskan."Jawab Embun Tegas tanpa terbata bata sedikit pun.
Semua orang serentak memandang Embun yang dengan tegas menjelaskan kepada Yudistira.Hasan terharu mendengarkan jawaban Embun.Matanya berkaca kaca.
"Maafkan ayah nak,maafkan ayah".Kata Hasan kepada Embun sambil menahan air mata.
"Ayah,tidak apa apa.Embun bangga bisa membantu ayah dan almarhumah ibu.Dan Embun tidak perna menyesal tidak kuliah.Bukan berarti orang yang tidak kuliah tidak bisa sukses dan yang berkuliah sudah terjamin sukses,tidak juga kan yah!!.Intinya kita harus bekerja keras dan berjuang agar kita sukses".Kata Embun kepada Ayahnya.
Yudistira menatap tajam Embun ada sedikit kekaguman tersirat dihatinya.
"Ternyata anak ini cukup berani dan tegas".Gumam yudistira.
Arjuna sangat bangga mendengar ucapan Embun,dan ia pun mengelus tangan Embun dan menatap Embun begitu dalam.
Wike juga merasa bangga mendengar kata kata Embun yang tegas dan lugas.
"Kamu sudah cantik pintar lagi,ini untuk kamu".Kata Wike sambil memberi sepotong daging steak kepada Embun.
"Ayo buka mulutmu,.Aaaaaaah".Kata Wike.
Embun pun melihat Arjuna,Arjuna mengangguk sambil tersenyum.Embun pun membuka mulutnya dan makan potongan daging pemberian Wike.
"Terima kasih tante".Kata Embun gugup.
Arjuna pun bahagia melihat wike yang begitu suka kepada Embun.Wike sangat berterima kasih kepada Embun,akhirnya anak kesayangannya bisa merasakan cinta lagi.
"Aaah sudah sudah,ayo dimakan makanannya.Papa juga makan,jangan mengintrogasi Embun terus".Kata Wike menyindir.
Yudistira pun mengiyahkan istrinya.Dan akhirnya suasana mulai menghangat kembali.Embun menyiapkan makanan untuk Arjuna.Menuangkan minum milik Arjuna.Embun memang wanita yang sangay perhatian sekali.
"Kak,makan dulu,jangan pegang ponsel terus"Kata Embun melarang.
"Iya sebentar ini ada email masuk penting".Kata Arjuna
__ADS_1
Arjuna sibuk dengan pekerjaannya diponsel sampai untuk makan saja dia harus menghentikan dan menatap layar poselnya terus.Wajar sudah dua hari Arjuna tidak masuk kantor.Dan itu membuat Embun merasa risih dan dengan refleks Embun menyuapi Arjuna dan Arjuna pun membuka mulutnya seketika sambil main ponselnya.
Yudistira yang melihat itu pun merasa sedikit terbuka hatinya.Sejak dulu hingga setua ini ia tidak perna disuami dengan wike kecuali sedang sakit.Mungkin karena mereka semua sangat sibuk.
"Mungkin memang Embunlah wanita yang tepat untuk Arjuna dan Arsy.Dia tampak sangat keibuan dan penyabar dengan sikap Arjuna yang sedikit emosian".Gumam Yudistira.
"Enak ya sekarang,makan disuapi".Ledek Wike kepada Arjuna.Sambil tersenyum menggoda
"Uhukuhukuhuk,Arjuna terbatuk".Iya tampak merona.
"Sudahlah kalian cepat menikah saja,karena dengan begitu Arjuna punya teman hidup dan Arsy punya mama lagi".Kata Wike.
"Bagaimana tuan Hasan?"Tanya Wike pada Hasan
"Yaaa lebih cepat lebih baik nyonya".Kata Hasan sungkan.
"Suuuuuttt,no no no,jangan panggil nyonya,panggil saja saya Wike,sebentar lagi kitakan menjadi besan jadi jangan seperti itu."Kata wike keberatan.
Embun yang mendengar itu pun gugup tampak pipinya merona seperti kepiting rebus.
"Iya,besok kalian kekota Y dan lusa umumkan pertunangan kalian secara resmi.Mama sudah tidak sabar memperkenalkan Embun kepada dunia".Kata Wike antusias.
Embun yang mendengar kata dunia merasa insecure dan tampak wajahnya sedikit cemas.
Arjuna pun menyentuh tangannya secara terang terangan didepan orang tuanya dan hasan.
Tidak ada rasa canggung lagi dibenak Arjuna.Akhirnya mereka selesai menikmati makan malam mereka.Tinggalah acara Endro dan Larisa.Mereka memanggil Arjuna dan Embun untuk datang ke meja mereka berdua.
Arjuna pun menuruti Endro dan berjalan saling bergandengan menuju kearah Endro dan Larisa.
"Ciyeeee calon manten,auranya aur-auran".Ledek Larisa kepada Arjuna.
"Kencan doang,gak dinikah nikahi,mending kayak kita yakan sayang".Kata Arjuna meledek.
"Hmmmm sayang,kapan dong nikahi aku".Kata Larisa cemberut.
"Sabar ya sayang,setelah Arjuna menikah baru kita menikah".Kata Endro melirik Arjuna sambil merapatkan giginya.
"Ini akibat dirimu aku tidak nikah nikah,tau,Setiap hari selalu saja menyuruh kerja pagi siang malam".Kata Endro lagi.
Arjuna yang mendengar itu pun tertawa merasa dirinya menang banyak.
"Hahahahaha".Jadi maksudmu aku laj penghalang cinta kalian"?Kata Arjuna
"Iyaaaaaa".Serentak Larisa dan Endro menjawab.
__ADS_1
"Woooi,santai santai Bro,Hahahaha"Kata Arjuna sambil tersenyum.Dan akhirnya Arjuna bisa menikmati hidupnya kembali setelah sekian lama.Dan baru kali ini mereka bisa berkumpul bersama lagi.
"Terima kasih Embun kau telah mengembalikan senyum sahabatku".Gumam Endro sambil menatap Arjuna dan Embun.Mereka sedang asyik bercanda dan tertawa bersama.