Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
162. Kecemasan Arjuna


__ADS_3

Diruang kebidanan tampak dokter spesialis kandungan sudah menyambut mereka dengan ramahnya begitu juga para medis lainnya.


"Tuan Arjuna begini,untuk Tekanan darah beliau sangat rendah disini tercatat 90/60 mmhg.Nah kami akan melakukan pengambilan darah untuk pemeriksaan Labnya.Bisa jadi istri tuan mengalami anemia.Setelah beliau siuman baru kita lakukan USG untuk melihat keadaan bayinya.Karena saat ini memasuki usia kehamilan ke 12 mgg mungkin belum terlalu jelas detak jantungnya kalau dengan alat ini".Menunjukan sebuah alat yang berfungsi sebagai pendeteksi detak jantung bayi.Ucap dokter tersebut.


"Kenapa istri saya belum sadar dokter?"Tanya Arjuna khawatir.


"Nona Embun saat ini kurang asupan nutrisi dikarenakan mual muntahnya.Di tambah lagi mungkin ada sesuatu yang mengganggu fikirannya sehingga dia sampai stress dan akhirnya seperti ini.Jika tidak cepat ditangani akan membahayakan nona dan janinnya.Nah sebentar lagi nona Embun akan siuman setelah mendapat cairan yang cukup".Ucap dokter menjelaskan.


"Dokter,saya mohon lakukan yang terbiak untuk istri dan anak saya dok.Ucap Arjuna dengan wajah penuh kecemasan.


"Baik Tuan."Ucap dokter itu dengan mimik wajah yang tulus.


"Terima kasih dokter".Ucap Arjuna lagi.Lalu dokter itu pun pergi meninggalkan mereka.


Tak menunggu lama Hasan pun sampai bersama dengan Kimmy.Saat ini Kimmy tinggal bersama Hasan untuk menjaga Hasan yang tidak mau tinggal bersama dengan Embun.Hasan lebih memilih hidup dirumahnya sendiri dari pada harus tinggal dirumah Arjuna dan besannya.Hasan merasa canggung jika harus tinggal disana.


"Juna bagaimana dengan Embun,apa dia baik² saja?"Tanya Hasan khawatir.


"Ayah,Saat ini Embun masih belum siuman.Ucap Arjuna dengan wajah yang frustasi.


"Juna,kamu harus tetap kuat demi anak dan istrimu.


Arjuna mengangguk sambil menunduk menghapus air matanya yang telah lolos begitu saja.


"Nak,ini ayah.Kamu kuat ya nak,ayah yakin kamu wanita yang hebat".Ucap Hasan membisikkan ditelinga Embun.

__ADS_1


Seperti ada keajaiban Embun pun menggerakkan tangannya dan berlahan membuka matanya.


"Ayaaaah.....!!!!"Ucap Embun lirih sambil menatap wajah hasan sayu.


"Nak,kamu sudah sadar.Alhamdulillah."Ucap Hasan bersyukur.


"Hasssshh".Arjuna pun membuang nafasnya legah.Arjuna menghambur mendekati Embun dan menyentuh jemari tangannya yang lentik.


Embun menatap wajah Arjuna sayu.


"Sayang maafkan kakak,ini semua salah kakak".Ucap Arjuna yang menangis sambil terus meterus meminta maaf.


"Syuuuttt kakak,jangan seperti ini,Embun baik² saja kak.Embun hanya kurang istirahat saja.


Hasan pun menatap Embun penuh cemas.Tampak wajah Embun yang begitu pucatnya membuat hati Hasan terasa teriris.


"Kakak,Jangan menangis!.Embun sekarang sudah merasa lebih baik.Ayah juga jangan menatap Embun seperti itu yah..!! Embun sudah baik-baik saja kok".Ucapnya lirih sambil menatap kearah Hasan.


Tak lama perawat pun datang untuk memberikan suntikan pada Embun.


"Permisi tuan,nona!Nama saya Perawat Diana saya yang bertuga sore ini,sekarang jam pemberian suntikan untuk nona Embun ya".Kata perawat itu menjelaskan.


Tampak Perawat itu membawa sebuah nampan persegi panjang yang terbuat dari stenlis dan isinya jarum suntik dan obat.Arjuna melihat itu tampak khawatir melihat Embun tampak meringis kesakitan saat perawat menyuntikan obat pada selang infus Embun.


"Kenapa sayang,sakit ya?"Tanya Arjuna cemas.

__ADS_1


"Tidak kok kak,hanya saja Embun merasa seperti berjalan obatnya ke urat tangan Embun".Ucap Embun sambil tersenyum.Hal itu ia lakukan agar Arjuna tidak terlalu khawatir.


"Mamaaaaa.....!!!"Pekik Arsy mengagetkan mereka.Arsy berlari menghambur kearah Embun.


"Arsy hati-hati mama sedang sakit".Ucap Arjuna melihat Aray yang gempal menghambur dengan memeluk tubuh Embun yang lemah.


"Hik hik hik hik.....!!"Papaaa teman Arsy bilang kalau mama akan meninggal kalau sering pingsan.


Semua orang yang mendengar ucapan Arsy itu pun terkejut.


"Arsy kenapa percaya dengan ucapan teman Arsy seperti itu?".Ucap Arjuna yang sebenarnya pun sangat takut semua itu terulang lagi.


"Iya paa!Kata teman Arsy tantenya sering pingsan tidak lama tantenya pun meninggal".Ucap Arsy sambil terseduh-seduh.


"Arsy tidak boleh berfikir seperti itu ya.Ingat ucapan adalah doa, yang penting kamu harus doai mama semoga cepat sehat lagi,biar bisa maen bareng sama Arsy".Ucap Arjuna menjelaskan.


Arsy pun mengangguk mengerti.


"Mama,sakit apa sih mak,kenapa mama pingsan?"Ucap Arsy penasaran.


"Mama kelelahan aja sayang".Ucap Embun lemah.


"Adik bayi baik-baik saja kan ma?"Tanyq Arsy penasaran.


"Iya sayang,adik bayi sehat didalam perut mama".Kata Embun sambil meletakan tangan Arsy keperutnya yang masih rata.

__ADS_1


"Mama,kenapa adik bayinya belum terlihat berut mama?"Tanya Arsy penasaran.


"Iya karena adik bayinya masih sangat kecil."Ucap Embun sambil mengusap pipi Arsy yang cubby.


__ADS_2