Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
12.Ada Sesuatu Yang Berbeda


__ADS_3

Arjuna mencuri curi pandang pada embun dengan sudut ekor matanya,saat embun masuk kedapur untuk membuatkan minuman.Arjuna duduk dikursi kayu yang terdapat ukiran ukiran disana,kursi itu tampak klasik.Embun datang dengan membawa segelas Teh hangat disana.Embun tampak sedikit canggung,begitu juga dengan Arjuna.Namun Arjuna masih bisa menyimpannya dengan memasang raut wajah cool yang bisa membekukan setiap orang yang memandang.


"S**ilahkan tuan,diminum**!"


Kata Embun sambil tersenyum dipaksakan.Arjuna hanya mengangguk dan langsung mengambil teh itu dan meminumnya.Arsy masih asyik bermain dikamar Embun,dia enggan pulang cepat karena dia masih mau bermain dikamar Embun.Arsy membaca buku buku dongeng koleksi Embun,walau dia masih mengeja abjadnya tapi dia sudah mulai lancar membaca sambil mengejanya.


Selama mereka duduk diruang tamu dimana mereka berdua berada tidak ada suara disana,mereka terdiam satu sama lain hanya terdengar deting jam dinding yang memecahkan keheningan disana.Suasana disana tampak dingin,Embun merasa merinding berada didekat Arjuna,dia merasa bersama dengan manusia salju si "Olaf".


"Hiiiih suasana apa ini kok sangat menyeramkan".


Gumam embun sambil belgidik ngerih.


Arjuna hanya duduk diam sambil sesekali melihat ponselnya.Sebenarnya banyak sekali yang ingin dia tanyakan pada Embun,tapi entah kenapa mulutnya terkunci rapat,suaranya terasa tercekat ditenggorokan.Tidak tahu dia gengsi atau malu hanya dialah yang tahu.


Tiba tiba Ayah dan ibu embun pulang,mereka sangat terkejut ada mobil mewah didepan rumah mereka.Cepat cepat ayahnya masuk tanpa mengucapkan salam.Saat sudah masuk Ayahnya semakin terkejut karena ada seorang pria Tampan dan berpenampilan rapi datang kerumahnya.Sementara embun tidak perna menerima tamu pria manapun sebelumnya.


"Embuuuuun,"


Suara ayahnya mengagetkan mereka berdua dan memecahkan keheningan yang membekukan mereka berdua.

__ADS_1


"Aaayaaah,ibuuu sejak kapan ayah dan ibu pulang?".


Tanya embun berdiri sambil mendekati ayahnya.Arjuna juga berdiri sambil menyapa kedua orang tua embun seraya menganggukan kepalanya.


"Ah ayah ibu perkenalkan ini tuan arjuna,dia akan menjemput arsy anaknya."


Kata embun,dia juga menjelaskan apa yang terjadi.Kedua orang tua embun pun mengerti dan mereka pun saling sapa dan berbincang.


Arjuna tidak menjelsakan siapa dia sebenarnya dan Arjuna hanya menjelaskan kalau dia tinggal di villa dekat danau karena ada pekerjaan,dia tidak banyak bicara,dia hanya menjawab pertanyaan dari orang tua embun saja.Dia bukan tipe pria yang suka bercanda dan banyak bicara.


Ayah embun bisa membaca dari sikap arjuna kalau dia tidak terlalu nyaman jika terlalu banyak bicara dengan orang yang baru dikenal.Ayah embun pun izin untuk masuk kekamar untuk istirahat dan diikuti oleh ibunya.Tinggalah arjuna dan embun berdua di ruang tamu yang tidak terlalu luas itu.Sesekali embun melihat dengan sudut matanya.


Gumam embun dia merasa ada sesuatu yang berbeda yang belum perna dia rasakan sebelumnya.Arjuna yang sedang memandang kearah pintu seperti sedang mencari udara yang bisa membantu meregangkan otot paru parunya yang tiba tiba merasa sesak dan dia merasa panas didaerah pegunungan yang dingin.


Arjuna juga merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan Embun.Ini kali kedua perasaan saat pertama kali bertemu dengan Adinda dulu,jantung Arjuna juga berdetak kencang,membuat dia semakin canggung.


Untuk mengusir kecanggungannya dia pun menghabiskan teh yang ada dimeja dengan sekali tegukan dalam satu nafas.


"E**heeemmm",tuan apa tuan mau tambah lagi tehnya**."

__ADS_1


Tanya embun untuk memecah kecanggungan saat dia melirik ke arah gelas ternyata teh yang disuguhkan sudah habis.


"Hmmmm,Boleh".Jawab arjuna datar.tapi dalam hati arjuna mengutuki dirinya sendiri


"*K**enapa aku jawab boleh,sepertinya aku tampak sangat bodoh dihadapanya,bisa bisanya aku mau minta tambah teh,sementara aku kebelet buang air kecil,bagaimana ini?" Kenapa aku sebodoh ini,jika berhadapan dengan dia,dimana Arjuna Pramuja yang selalu berwibawah.aaaaah siaaaalllll*".


Gumam arjuna dengan mengepalkan tanganya menahan sesak buang air kecil.


"Maaf bisa tolong panggilkan arsy".


Pintah Arjuna kepada embun,Embun pun menganguk dan masuk kekamar untuk memanggil arsy,ternyata arsy sudah tidur dengan sangat nyenyak sambil memegang buku dongeng yang dibacanya.


"Tuan arsy ternyata sudah tidur",bolehkah dia tinggal disini untuk malam ini,kasihan dia kalau harus membangunkan dia".


Kata embun dengan wajah memelas.


"Biar saya gendong saja".


Kata Arjuna dengan wajah datarnya.Embun pun mengizinkan Arjuna masuk kekamarnya.Arjuna masuk ke kamar Embun dan sedikit mengamati kamar pribadi Embun yang tidak terlalu luas itu,dibanding kamar miliknya tiga kali lipat.Tetapi kamar itu tampak nyaman dan rapi membuat siapa saja yang masuk akan merasa ingin berlama lama disana seperti Arsy.

__ADS_1


__ADS_2