
Pagi yang cerah,Embun membuka jendela kamarnya agar ada sirkulasi udara didalam kamarnya.Tidak sengaja dia menjatuhkan pigura foto ibunya yang ada di atas nakas miliknya.
"T**aaaarrr**..."
Tampak kaca di pigura itu pun pecah.Embun berjongkok memungut foto ibunya dan tanpa sadar dia pun meneteskan air mata.
"Tidak terasa sudah satu minggu saja ibu meninggalkan embun dan ayah,ibuuuuu embun masih belum bisa kalau harus tanpa ibu.ibuuuu.
huhuhhuhu."
Tangis embun semakin menjadi jadi sambil duduk tersimpuh dilantai.Dadanya terasa sesak,hatinya sangat perih menahan rindu yang tidak akan perna ada habisnya.Saat ini dia hanya bisa menyebut namanya di setiap sujudnya untuk menghapus kerinduan itu.
Saat Embun hendak membersihkan pecahan kaca pigura itu tanpa sadar embun pun tergores oleh pecahan kaca itu membuat jarinya berdarah.Segera dia mencari kotak P3K miliknya.Tapi entah kenapa dia sangat sulit mencarinya dan tanpa sadar dia pun memanggil ibunya.
"Ibuuuu....ibuuuu...dimana kotak P3K kita?"
Embun masih terus mencari kotak itu di dalam lemari.
Ayahnya yang mendengar itu pun memberikan kotak P3K yang dia cari.
"Ini nak!" Kata ayah Embun.
Embun yang tersadar pun langsung terdiam dan menatap wajah ayahnya dengan penuh kesedihan.
"Ayaaah...".Embun memeluk ayahnya dan menangis dipelukan ayahnya.
"Sudahlah nak,ayah juga masih belum terbiasa tanpa ibu mu,tapi kita harus sama sama untuk membiasakan diri tanpa ibu".
Kata ayah embun sambil menepuk nepuk punggung embun dengan lembut.
Ditempat lain Arjuna masih berkutat dengan laptopnya.Hari ini Arjuna akan meresmikan showroom yang ada di kota Y.
"Tuan,mobil sudah siap.Kata Paman Ridwan
"Baiklah paman,ayo kita pergi !".Jawab Arjuna
Arjuna berjalan dengan gagahnya diiringi sekretarisnya dan bodyguardnya.Semua karyawan akan terus menyapanya tapi dia selalu saja dingin dan mengabaikan sapaan karyawannya.Saat melewati seorang karyawan magang yang ada di loby.Karyawan magang itu tampak terkesima melihat ketampanan Arjuna.
"Waaww Tuan Arjuna kenapa tampannya kelewatan si...".Kata gadis itu sambil memandang arjuna tanpa henti.
"Huuusss kamu,tunduk jangan memandangnya seperti itu,bisa jadi masalah nanti".Kata salah satu dari seniornya.
"Ba baiklah,maafkan saya senior".Kata gadis itu khawatir.
Arjuna yang mendengar itu pun tersenyum dengan bangganya sambil terus berjalan menuju ke depan kantor.Disana sudah ada sebuah mobil mewah miliknya sedang menunggu Arjuna untuk naik.
__ADS_1
Saat dia sampai di kota Y tempat peresmian showroom miliknya dia pun disambut dengan sangat meriah disana.Arjuna menuju toilet yang ada diruangannya dia menatap dirinya dicermin.
"Haha,Dasar kau Arjuna kenapa kau terlalu tampan,ckck".Kata Arjuna dengan narsistiknya sambil merapikan sedikit rambutnya yang tidak berantakan.
"Tuan,tuk tuk." Panggil paman ridwan sambil mengetuk ruangannya.
"iya masuk paman."Kata Arjuna
"Tuan,Acara pemotongan pita akan segera di mulai".Kata paman ridwan
"Baiklah paman,ayo kita kesana."Jawab Arjuna.
Mereka berjalan keluar dan tetap saja para karyawan baru showroom melihat arjuna begitu takjub dengan ketampanan yang berkarisma milik Arjuna.
Acara pun berjalan dengan lancar.
Arjuna pulang ke villa miliknya dan dia pun meminta mbak ina untuk menyiapkan air mandinya.Hari ini dia tampak lelah dia ingin menyegarkan tubuhnya dengan berendam air hangat di bathtup.
Saat dia menikmati hangatnya air didalam bathtup serta aroma therapy yang menenangkan fikirannya dia pun memejamkan matanya tiba tiba ada bayangan sosok wanita yang menghampiri fikirannya.
Arjuna teringat akan embun.Saat tersenyum,teringat wajah saat takut,wajah disaat sedih,wajah disaat panik.Arjuna merasa hatinya berdebar debar saat mengingat embun.
Dia pun menyentuh dadanya dan membuka mataya.
Kata Arjuna sambil tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya.Arjuna merasakan sesuatu yang belum perna ia rasakan sebelumnya.Baru kali ini dia merasa menjadi pria pengecut dihadapan gadis desa.
Saat dia menyukai adinda,dia langsung datang kekantornya dan meminta dinda untuk menjadi pacarnya.Sedangkan Adinda terkejut dengan sikap Arjuna yang to do point seperti itu.
Flash Back
Arjuna datang menemui Adinda dengan membawa bouquet bunga mawar merah.
Sedangkan Adinda masih sibuk dengan mendesign baju milik celebrity ternama.Tiba tiba Arjuna masuk dan mengagetkan Adinda.
"Din,maaf saya tidak bisa basa basi jadi,maukah kamu menjadi kekasih ku?".Tanya Arjuna dengan berlutut dihadapan Adinda dengan satu lutut dan menyerahkan bouquet mawar merah pada dinda.
Adinda yang masih shock hanya mematung dan membulatkan kedua matanya dengan sempurna serta terkejut hingga mulutnya membulat seperti huruf "O".Dinda pun menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
"Jawab din,apa kamu akan membuat ku terus berlutut sampai lututku sakit dan tangan ku keram?".
Kata Arjuna.
Adinda pun terkesiap mendengar ucapan Arjuna.
Dia bingung harus menjawab apa,karena begitu mendadak.
__ADS_1
Larisa dan Endro pun datang dan memberi tepuk tangan sambil bersorak "Terima,terima,terima....."
Kata mereka sambil tertawa riang.
"Iya".Kata Adinda singkat dan pipinya merona.
Flash Back Off.
Arjuna pun tersadar dari lamunannya dan segera bangun dari bathtup.Dia meraih piamanya dan menuju ruang ganti.Dia mengenakan baju santai.
Hatinya masih diselimuti bayang bayang embun.
Tanpa ragu dia meraih kunci mobil miliknya diatas nakas.
Arjuna tampak terburu buru,terlihat dari cara dia menuruni anak tangga yang sedikit berlari.Mbak ina dan para pelayan yang lain tampak heran melihat arjuna yang terburu buru.
"Tuan,apa anda tidak makan malam dulu".tanya mbak ina pada Arjuna.
"Tidak mbak".jawab Arjuna singkat.
Arjuna masuk ke mobilnya dan mulai menghidupkan mesin mobilnya.Arjuna terus menyusuri jalanan sambil terus memikirkan embun.Entah kenapa hatinya seakan ada yang mendorong untuk bertemu dengan Embun.Ada rasa rindu tersimpan di sudut hatinya yang paling dalam.
Tiba tiba dia sudah ada di depan rumah Embun.Arjuna pun terkejut kenapa dia bisa ada didepan rumah embun.Tapi anehnya tidak ada keberanian untuk masuk kedalam rumah embun.Lagi lagi timbul sifat pengecutnya.Dia hanya memandangi kearah rumah embun.
Tiba tiba terbuka pintu rumah embun dan terlihat Embun disana.
Arjuna ingin menghampirinya tapi lagi lagi masih ada keraguan didalam hatinya.Arjuna melihat embun berjalan keluar seorang diri.Embun terus berjalan membelah kegelapan malam.Malam pun mulai dingin.Arjuna yang mengetahui embun berjalan sendiri pun tampak khawatir.
"Bisa bisanya dia tidak takut,seorang wanita berjalan sendirian dimalam hari seperti ini".
Kata Arjuna sedikit marah.Arjuna pun turun dari mobilnya dan membuntuti Embun.Embun terus berjalan dan sampailah dia disebuah taman kecil dekat danau.Dia duduk disebuah bangku taman dan menatap langit.
Tampak sesekali dia mengelus elus lengannya karena angin malam sudah menyentuh kulit lembutnya.Dia duduk terdiam dan menatap langit.
Dia teringat kata kata Arsy,kalau rindu pada ibunya dia akan melihat bintang dilangit.
Embun tersenyum teringat arsy yang mengemaskan itu.
"Ibuuuuu....Embun sedang melihat ibu,Embun rindu ibu,Embun akan terus berusaha tegar tanpa ibu,Embun belum sempat memberi kebahagiaan untuk ibu,Ibu berjanji kita akan masak bersama lagi setelah ibu sehat,tapi kenapa ibu pergi buu,kenapa ibu pergi,kenapa ibu tega tinggalin embun dan ayah,
huhuhuhuhu hiks hiks hiks".
Kata embun sambil berteriak menatap langit dan sesekali tampak dia menghapus air matanya dengan telapak tangannya.Embun menangis sejadi jadinya sambil menepuk nepuk dadanya.Dadanya terasa sangat sesak,dengan menangis ia merasa sedikit legah.
Arjuna melihat Embun seperti itu tampak khawatir dan iba.Dia pun mendekati embun dengan menyelimutkan jaketnya ke tubuh embun.Embun pun terkejut ada seseorang yang memasangkan jaket padanya.Dia mendongakkan kepalanya dan ternyata Arjuna sudah berada disisinya.
__ADS_1