Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
65.Keributan Kecil.


__ADS_3

"Bagaimana dengan model ini kak?"Tanya Embun pada Arjuna.


Tampak Arjuna menyipitkan kedua matanya seraya berfikir sejenak.


"Hmmmm bagus si,tapi lihat belakangnya terlalu terbuka".Kata Arjuna menolak.


"Kalau yang ini bagaimana?"Tunjuk Embun pada sebuah model baju yang cukup cantik dan tampak tertutup diaera belakangnya.


"ENGGAK,Sedikit terbuka diarea dadanya".Kata Arjuna menolak lagi.


"Ya Allah,sudah sepuluh model baju yang dilihat kenapa enggak ada yang cocok si,sebel deh!.Bingung lihat manusia salju ini".Gumam Embun dengan kesal sambil memutarkan kedua bola matanya.


"Larisa seperti kamu harus design khusus untuk Embun deh,karena aku tidak ada yang srek dengan model yang ada di katalog".Kata Arjuna Enteng.


"Ya Allah kenapa enggak dari tadi si minta model yang baru,ini sudah hampir satu jam pilah pilih tapi hasilnya nihil".Grutu Embun kesal.


"Okay,kamu mau model seperti apa Embun?"Tanya Larisa kepada Embun.


"Aaah,bingung kak,soalnya belum perna jahit baju lang dirancang dengan designer ternama seperti kakak"!.Kata Embun polos.


"Hahahaha,kamu lucu sekali sii,ya sudah.Kamu punya impian seperti apa untuk gaun pertunanganmu?".Kata Larisa memberi solusi.


"Kalau Embun,dari dulu pengennya punya gaun pertunangan yang sederhana kak,Gaun berwarna ungu muda itu saja kak."Kata Embun menjelaskan.


"Waaah,Selerah kamu cukup mahal dan mewah ya"!Kata Larisa sambil mengangguk anggukan kepalanya.


Arjuna tampak tersenyum bangga dan sesekali mengelus kepala Embun.Ingin rasanya dia mencium pipi Embun tapi karena ada Larisa Arjuna pun mengurungkannya.


"Kakak,Embun mau ke toilet sebentar".Kata Embumn izin pada Arjuna.


"Okay,hati hati."Kata Arjuna.


Embun tersenyum sambil berjalan keluar.


Saat ke toilet ia bertemu dengan seorang gadis yang sangat cantik dan modis.Wanita itu sedang mencuci tangan dan merapikan make up nya yang sebenarnya masih tampak rapi.


Embun tidak terlalu menghiraukan gadis itu.Ia pun masuk ke toilet dan menyelesaikan misinya.


Saat sudah selesai ia pun mencuci tangan dan berada disamping gadis itu.Gadis itu pun selesai meninggalkan Embun sendiri.


Saat Embun di dalam terdengar sedikit keributan di luar toilet.Embun pun keluar dan ternyata gadis itu sedang memarahi seorang cleaning servis yang sedang membersihkan toilet.


"Hei kamu dasar tidak tahu diri,kamu kira ponsel saya ini tidak mahal.Bahkam gaji kamu saja tidak cukup untuk mengganti layar ponsel sayang yang pecah".Kata Gadis itu dengan sombongnya.


Cleaning Servis itu pun ketakutan dan menangis.


"Nona maafkan saya nona,saya tidak sengaja menyenggol nona,maafkan saya nona,jangan tuntut saya".Kata Cleaning Servis itu dengan penuh air mata dan memohon dengan menyatukan kedua telapak tangannya.


"Saya akan laporkan kamu dengan Boss pemilik butik ini,supaya kamu dipecat dan tahu diri kalau kamu itu orang miskin."Kata wanita itu dengan angkuhnya.


"Nona nona nona,saya mohon jangan laporkan saya nona,saya takut dipecat dan saya tidak punya pekerjaan lagi,karena saya haru membiayai ibu saya yang sedang sakit,tolong kasihani saya nona,saya mohon".Kata cleaning servis itu sambil berlutut.


Embun yang mendengar dan melihat itu pun tidak bisa tinggal diam.


"Benar benar tidak punya hati".Gumam Embun kesal sambil mengepalkan kedua tangannya.

__ADS_1


"Dasaaar kamu yaaa,".Kata gadia sombong itu sambil menarik rambut cleaning servis itu dengam keras sampai tampak Cleaning servis itu memejamkan kedua matanya menahan sakit dan tanpa perlawanan diiringi air matanya mengalir deras.


"Nona hentikan,kamu apa tidak punya hati nurani,dia sudah berkali kali bilang kalau dia tidak sengaja,dan dia juga sudah minta maaf".Kata Embun kesal.


Wanita itu tampak marah dari sorot matanya menatap Embun penuh dengan kemurkaan.


"Berani beraninya kamu,ikut campur,siapa kamu haaaa?"Kata gadis sombong itu.


"Nona,tolong jangan seperti ini,semua masalah bisa diselesaikan dengan baik baik".Kata Embun lagi.


Tapi gadis itu tidak terima dan tiba tiba ia menyerang Embun dengan memukul wajah Embun dengan cukup keras.


"Plaaaaakkkk,Hahaha itu balasan untuk mulutmu yang banyak bicara".Kata gadis sombong itu.


Embun tampak kesakitan,tapi ia masih bisa menahannya.Ia sangat kesal dan ingin membalas perbuatan gadis itu,tapi dia ingat kalau dia calon Istri Presdir YP group dan dia tidak mau mencoreng nama baik YP group.


Embun dengan liciknya memancing gadis sombong itu dengan kata kata yang sangat menyakitkan.


"Kamu cantik,tapi sayang tidak bermoral dan sikap mu sangat menjijikan.Sampah!".Kata Embun sambil tersenyum sinis dengan menaikan sebelah bibirnya.


Gadis itu mendengar kata kata Embun pun sangat murka tanpa aba aba gadis itu melayangkan tangannya dan mendarat sekali lagi dipipi mulus Embun.Sengaja Embun membiarkan gadis itu memukulnya.


"Dasar wanita miskin,kau kira kau berurusan dengan siapa,haaaa? Ini pelajaran untuk kamu yang sok tau".Kata gadis itu berteriak.


"Plaaaaaakkk".Telapak tangannya mendarat dipipi Embun dengan tepat.


Merasa tidak puas gadis itu pun ingin menampar pipi Embun lagi untuk ke tiga kalinya.Tapi kali ini Embun menahan tangan gadis itu dengan tangannya dan memegang tangan gadis itu cukup keras.


"Kau tampak seperti wanita terhormat,tapi kelakuanmu tidak mencerminkan penampilanmu.Mungkin Orang tuamu akan sangat sedih melihat sikap anaknya seperti sampah,dan titip salam kepada kedua orang tuamu yang telah gagal mendidik anaknya.".Ckckck sayang sekali".Kata Embun penuh ketegasan dan sorot matanya yang penuh dengan ancaman.


Embun pergi meninggalkan gadis itu dengan melepaskan tangan gadis itu dengan kasar.Tampak gadis itu meringis menahan sakit sambil memegangi pergelangan tangannya.


Dan tidak puas gadis itu mengejar Embun seperti seekor singa yang kelaparan ingin melahap mangsanya.


Saat gadis itu sudah mendekati Embun dengan tenang Embun mengatakan.


"Jika kau menyentuh ku dan menjatuhkan sehelai rambutku sekalipun,kau akan tau akbitanya".Kata Embun tegas tanpa menoleh kebelakang.


Gadis itu yang sudah mendekat dan mengangkat tangannya pun tiba tiba terhenti mendengar kata kata Embun.


"Aaaaaaaahhhhh"!,gadis itu menjerit kesal dan tampak nafasnya berderuh kencang.Seperti kerasukan setan,gadis itu pun melemparkan sling bag miliknya kearah Embun.


"Bruuuuuuk".Tepat sasaran sling bag itu pun mengenai kepala Embun.Embun terhenti dari langkahnya tanpa berbalik dan Ia merasa sangat kesal.


Tiba tiba Arjuna menyaksikan kejadian itu tepat didepan matanya.Ia bersama dengan Larisa,Cleaning Servis yang bermasalah dengan gadis itu dan scurity butik.


*Lima belas menit sebelumnya*


"Kenapa Embun lama sekali ya,sudah hampit 10 menit kok belum datang juga".Gumam Arjuna khawatir.


Cleaning Servis itu menyaksikan perbuatan jahat gadis itu saat memukul Embun,ia pun bergegas lari mencari bantuan.


"Pak pak,tolong saya,ada orang yang jahat di depan toilet wanita.Sepertinya korbanya wanita yang datang bersama tuan Arjuna.Cleaning Servis itu memberi tahu security disana.


"Gawat,sepertinya wanita itu orang terdekat tuan Arjuna."Scurity itu pun bergegas memberi tahu Arjuna.

__ADS_1


"Tok tok ,Permisi nona Larisa.Tuan Arjuna ada non?,ada yang ingin bertemu?"


"Masih disini,silahkan masuk".Kata Larisa


Dan Cleaning Servis itu pun menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Arjuna.Tampak Arjuna sangat murka dan sorot matanya tajam penuh amarah.Tangannya mengepal kesal.


"Berani beraninya dia memukul wanitaku".Kata Arjuna mengetatkan rahangnya.


Arjuna bergegas pergi menuju toilet wanita diikuti dengan Larisa dan scurity serta Cleaning Servis itu.


*Off*


"Hentikan!!!" Kata Arjuna melihat Embun dilempar sling bag dan mengenai kepalanya.Arjuna benar benar tidak habis fikir dengan kelakuan gadis itu.Ternyata dia orang yang Arjuna kenal.


Larisa membulatkan matanya dan mulutnya dengan sempurna.Larisa sangat terkejut dengam sikap arogan Cindy anak seorang pejabat negara yang sangat terkenal dengan gaya hidup glamornya itu.


"Cindy"Kata Larisa tidak percaya.


"Aah syukurlah kalian datang,kalian tidak tahu apa yang dilakukan gadis murahan ini?"Dia sudah melukai ku kata Cindy memutar balikan fakta.


Cindy masih belum sadar kalau Arjuna sebenarnya sangat marah padanya.Ia mengira Arjuna tidak mengenal Embun.


"Larisa wanita ini sudah mengganggu ku,tolong usir wanita ini dari hadapanku sekarang!".Kata Cindy dengan sombongnya.Sementara Larisa hanya terdiam dan menggeleng gelengkan kepalanya.


"Aduuuh,Cindy kamu telah menggali kuburanmu sendiri,dia itu tunangan Arjuna.Gumam Larisa tidak bisa berkata kata.


Arjuna semakin murka,sorot matanya penuh dengan kemarahan.Arjuna dengan segera menarik tangan Embun dan memeluknya.Embun hanya berdiri diam tanpa kata.


"Kamu tidak apa apa sayang,pipi kamu merah.Apa yang sudah terjadi padamu haaaaa,siapa yang berani melakukan ini pada calon istri Arjuna Pramuja Haaaaaaa?".


Teriak Arjuna dengan suaranya yang menggelegar memenuhi ruangan.


Seketika Cindy yang sedari tadi mengoceh menyalahkan Embun pun terdiam seribu bahasa.Wajahnya yang penuh kesombongan pun saat itu juga dipenuhi ketakutan yang luar biasa.


Kesombongannya kini meluntur karena dia tahu sedang berhadapan dengan siapa.Tubuhnya bergetar hebat menahan rasa takut yang amat sangat.Jantungnya berdegup kencang,seketika ia sangat sesak seperti berada diruang hampa.Tenggorokannya terasa terbakar,ia menelan slavinanya dengan kasar.


"Rahmad segera datang kebutik Larisa sekarang juga".Kata Arjuna melalui sambungan telefon.


"Sayang,ayo kita kerumah sakit ya,kamu harus segera diobati".Kata Arjuna khawatir sambil melihat pipi Embun yang tampak merah dan sedikit membengkak.


"Kakak enggak perlu kak,nanti dikomres juga bisa."Kata Embun menolak.


"Syuuutttt,jangan membantah!"Kata Arjuna kesal.


"Larisa kau urus wanita gila ini,dan segera laporkan perbuatannya kekantor polisi,aku tidak mau tahu alasan apapun".Kata Arjuna sambil berjalan pergi dan menggandeng tangan Embun tanpa melihat kearah Cindy sedikitpun.


Embun menatap wajah Cindy yang penuh dengan ketakutan dan frustasi.Ada rasa kasihan kepada gadis malang itu.Embun tahu akan bagaimana nasib kehidupan gadis itu jika bermasalah dengan Arjuna Pramuja.


Cindy segera berlari dan memohon kepada Embun untuk meminta maaf.


"Nona nona tolong maafkan aku,tolong nona,aku mohon.Aku rela melakukan apapun agar kau bisa memaafkan aku.Tolong jangan laporkan aku ke polisi".Kata gadis itu memohon sambil menyatukan kedua telapak tangannya.


"Ayo jangan perdulikan dia.Perbuatannya tidak bisa ditoleransi,karena dia sudah keterlaluan.Dia sudah merendahkan orang lain bahkan menyakiti fisik orang lain".Kata Arjuna kesal dan lagi lagi dia tidak mau melihat wajah Cindy.Karena dia merasa jijik melihat wanita seperti itu.


"Tapi kak,dia sudah minta maaf".Kata Embun lagi.

__ADS_1


"Ayo jalan".Kata Arjuna sambil mengeraskan suaranya.Itu membuat Embun ciut.


"Itu pelajaran untuknya,agar dia ingat dengan perbuatanya yang keji itu".Kata Arjuna lagi dan meninggalkan butik tanpa menoleh kebelakang.


__ADS_2