Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
102.Terbongkarnya Semua Kebohongan


__ADS_3

"Selamat siang nona Embun".Sapa Dokter dan para perawat yang sedang visite ke ruangannya.


"Siang dokter."Jawab Embun tersenyum ramah.


"Nona Embun hari ini sudah boleh pulang ya.Karena saya lihat nona sudah tampak membaik."Kata Dokter pada Embun.


Hasan yang mendengar itu pun turut bahagia karena Embun sudah diperbolehkan pulang oleh dokter.


"Oh syukurlah.Terima kasih banyak ya dok!"Kata Embun sedikit menundukan kepalanya.


(DI KANTOR YP GROUP)


"Ada apa kamu datang kemari?"Kata Arjuna dengan wajah dinginnya.


"Sayang,kamu kenapa seperti ini?".Tanya Cellia sambil melingkarkan kedua tangannya dileher Arjuna.Sengaja Cellia mendekatkan dadanya yang sintal kedada Arjuna.Arjuna juga bisa merasakan gundukan kenyal itu.Tapi itu tidak membangkitkan hormon Testosteron (Hormon yang meningkatkan libido atau hasrat seksual pada pria dan wanita) miliknya.


"Cellia,sudah hentikan sandiwaramu!"Kata Arjuna sambil melepaskan tangan Cellia dari lehernya.


Sontak Cellia terkejut mendengar perkataan Arjuna.


"Sayang ada apa denganmu?"Aku ini tunangan kamu !!".Kata Cellia dengan wajah sedih yang dibuat-buat".


"Cell,aku bilang hentikan sandiwaramu.Aku sudah muak dengan semua kebohongan yang kau ciptakan.Sekarang kau pergi dari hadapan ku !!!!!!.


Kata Arjuna dengan sorot mata yang tajam,tampak wajahnya memerah dan meningkatnya hormon adrenalin dan cortisol(Hormon stress) miliknya.Rahangnya mengeras dan matanya memerah menahan Emosi yang membuncah di kepalanya.


"Tapiii....!!!.Kata Cellia terputus.


"CELLIAAAA!!! Teriak Arjuna penuh amarah.Terlihat dari tubuh Arjuna yang bergetar dan tangannya yang mengepal dengan kuatnya.Urat lehernya pun terlihat begitu jelas menonjol.


Wajah Cellia memucat,tampak bibirnya bergetar karena merasa shock dengan teriakan Arjuna yang menggelegar memenuhi ruangan itu.


"Kalau kau tidak mau keluar dari sini akan aku panggilkan Petugas keamanan untuk menyeretmu !!!.Kata Arjuna penuh ancaman.


"Arjuna,kauuu....!!!! Kata Cellia dengan kesal dan mengacungkan jari telunjuknya didepan wajah Arjuna.Cellia pun pergi dengan menghentakkan kakinya kasar dan tak lupa dia membanting pintu dengan keras.


"Braaaak...!!!".


Lusi yang mendengar bantingan suara pintu pun cukup terkejut hingga dia menyentuh dadanya.


"Astagah,nenek sihir ini...Membuatku terkejut!!!".


Kata Lusi sambil menggelengkan kepalanya.


"Hasssssshh"!!!!.Arjuna membuang nafas dengan kasar untuk menetralkan detak jantungnya akibat hormon adrenalin dan cortisol (Hormon yang menyebabkan Emosi dan stress) meningkat.Arjuna menjatuhkan tubuhnya ke kursi kerjanya dan memijit keningnya karena merasa pusing dan stress.

__ADS_1


"Driiing...driiiing....driiing..!!!"


Suara dering ponsel milik Arjuna pun berbunyi.


Arjuna menjangkau ponsel miliknya diatas meja kerjanya dan melihat siapa yang menelfonnya.


Melihat nama Embun dilayar ponselnya pun Arjuna bagai api yang tersiram air.Embun menelfon diwaktu yang tepat dan mampu mendinginkan hatinya yang panas.


"Hallo Sayang!!!.Baru saja kakak mau menelfonmu!!"Kata Arjuna sambil tersenyum berbunga bunga seperti ABG yang baru jatuh cinta.


"Kak..!! Embun mau kasih tahu kakak,kalau Embun sudah boleh pulang.Sekarang Embun sudah dirumah!!.


"Oh syukurlah!! Kenapa enggak bilang dari awal.Rahmad kan bisa menjemput kamu"!Kata Arjuna sedikit kaget.


"Kakak,jangan terlalu khawatir kami tadi naik taxi kok".Jawab Embun.


"Kamu benar² sudah membaik kan?"Kata Arjuna khawatir.


"Kakak,kalau dokter sudah mengizinkan pulang berarti Embun sudah sehat dong kak.Jawab Embun dengan logika agar tidak ada pertanyaan lain lagi.Embun tahu sikap Arjuna yang protektif.


"Okay nanti sepulang dari kantor kakak kesana".Kata Arjuna.


"Baiklah!!"


"Hahaha...I love you too".Embun tertawa lucu mendengar suara Arjuna yang malu².


Dibalik sikap Arjuna yang dingin dan Arogan ada sisi lembutnya.Itu yang membuat Embun pun merasa nyaman dan ingin selalu dekat dengan Arjuna.


Di Manssion (Rumah Utama)


Yudistira duduk diruang kerjanya dengan wajah dingin dan penuh kekesalan.Setelah menerima telefon beberapa saat yang lalu dari seseorang.Tangannya mengepal keras diatas meja kerjannya diiringi dengan rahangnnya yang mengetat.


"Kurang Ajar anak itu !!".Kata Yudistira kesal.


Yudistira menuruni anak tangga dengan perasaan penuh kekesalan.Wajahnya cukup menakutkan saat sudah seperti ini.


"Usmaaaaan....!!! Teriak Yudistira memanggil supir pribadinya.


Usman mendengar panggilan Yudistria dengan tunggang langgang berlari sepecat kilat menemui tuannya.


"Iya tuan!?.Jawab Usman menundukkan sedikit kepalanya dan siap dengan perintah sang Tuan.


"Antar saya kekantor".Perintah sang tuan.


Usman pun mengangguk dan berjalan di belakang Yudistira.Sampai didepan mobil sedan berwarna hitam metalic yang cukup mewah itu.Usman dengan sigap membuka pintu mobil agar sang tuan masuk dengan mudah.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Dikantor YP Group semua orang tampak sibuk dengan kedatangan sang pemilik utama kantor tersebut.Semua karyawan menyapa Yudistira dengan begitu sopan.


"Selamat sore ketua"!Kata salah satu dari karyawan disana yang berpapasan dengannya.Yudistira tidak menghiraukan sapaan mereka.Wajahnya tampak sangat ketat dan penuh kemarahan.


"Cekleek Braaaak!!!" Yudistira membuka pintu ruangan Arjuna cukup keras.


Arjuna pun terkejut dengan kedatangan Yudistira yang tiba².


"Papaaa!!!?"Kata Arjuna dengan wajah kagetnya.


"PLAAAAAKKK!!!!!" Suara tamparan dipipi Arjuna terdengar cukup keras.


Arjuna menyentuh pipi bekas tamparan itu.Arjuna hanya tertunduk menahan sel Emosinya yang baru saja redah kini bangkit kembali.


"Beraninya kau,bertindak sesukamu..!!"Kata Yudistira marah.


Arjuna memejamkan matanya kesal.Arjuna berfikir pasti Cellia sudah memberi kabar Ayahnya.


"Kenapa??? Papa merasa kalah karena aku sudah mengingat semuanya?"Jawab Arjuna tenang.


"Kalah?? Kau kira ini kompetisi,Haaaaah?Kata yudistira mengeraskan suaranya.


"Bukannya benar ini kompetisi?! Karena papa sudah mempunyai kesepakatan bisnis dengan paman soeseno,bukan?Karena ingatanku kembali jadi berapa banyak konvensasi yang akan papa bayar dengan paman Soeseno"?Kata Arjuna dengan suara bergetar.


"Aku tidak menyangkah papa serendah itu,demi Kesepakatan dan Bisnis papa membohongiku".Kata Arjuna dengan berapi-api.Gemuruh didadanya kian membuncah.


"Kau kira dengan memilih wanita miskin itu akan menjamin kebahagiaanmu,Kau fikir orang miskin mana yang tidak jatuh cinta orang kaya sepertimu kalau tidak melihat materinya ?"Kata Yudistira merendahkan Embun.


Sontak mata Arjuna membulat sempurna dan mengepalkan tangannya cukup keras menahan Emosi yang menjalari setiap pembuluh darahnya hingga keotak.Arjuna mengusap wajahnya dengan kasar dan mengetatkan rahangnya cukup keras.


" Bapak Yudistira Pramuja yang terhormat.Setidaknya mereka hidup dengan sikap yang tulus dan tidak perna memandang orang sebelah mata.Terkadang orang kaya dan berpendidikan tinggi menjadi lebih tidak beretika mala cenderung sering merendahkan orang lain,itu karena mereka terlalu congkak".Sindir Arjuna dengan merendahkan suaranya menahan Emosi yang cukup mendidih.


"Kauuuu....!!! Kata Yudistira kesal.


"Papa...aku menghormati papa sebagai Ayahku dan Ketua YP Group.Jadi aku mohon jangan turut campur dengan kehidupan pribadiku.Aku bukan anak kecil lagi yang harus mengikuti aturan papa,harus menikah dengan orang yang sederat dengan kita".Tolong biarkan aku memilih jalan hidupku".Ku mohon paa...!"Kata Arjuna menatap wajah Yudistira dengan tatapan senduh.


"Aku tidak akan perna mengizinkan mu dengan wanita miskin itu....!!!"Ingat itu."Kata Yudistira dengan penuh kekesalan.


Tiba² Arjuna berlutut didepan Ayahnya dan menundukkan kepalanya.


"Paaa...aku tidak perna meminta apapun dari papa,tapi kali ini izinkan aku untuk tetap bersama dengan wanita pilihanku".Aku mohon paaa...!!! Aku mohon..!!! Aku tidak ingin melepasnya setelah lima tahun aku seperti orang gila dan hanya dia yang membuatku tersenyum begitu juga dengan Arsy.Arsy sangat menyayangi Embun".Aku mohon!!!.Kata Arjuna dengan suara Barito yang bergetar menahan air mata yang siap meluncur bebas.


Sontak Yudistira tertegun melihat Arjuna sampai berlutut demi perempuan yang bernama Embun itu.


"Kauuuuu....!!!!".Kata Yudistira tidak bisa berkata-kata lalu meninggalkan Arjuna dengan wajah tidak bisa ditebak.

__ADS_1


__ADS_2