Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
54.Endro dan Larisa


__ADS_3

Embun pun menonton acara jumpa pers yang disiarkan di TV.Embun tersipu malu,tampak wajahnya merona.Saat Arjuna mengatakan kalau dia adalah wanita specialnya Arjuna.


Arjuna pulang dengan hati yang legah,ia teringat janjinya pada Arsy.Kalau dia akan mengunjungi Arsy dirumah utama.Ia segara bersiap siap untuk bertemu Arsy.


"Endro,besok aku libur kamu meeting saja duluan aku mau bermain dengan Arsy seharian.Aku sangat merindukan dia".Kata Arjuna kepada Endro yang ikut ke apartement Arjuna.


"Waaah,aku jadi iri padamu,bisa berlibur dengan Arsy.Sedangkan aku untuk berkencan dengan Larisa saja susah,mentang mentang Boss seenaknya saja".Kata Endro kesal.


"Hahahaha,okay batalkan saja meetingnya tunda minggu depan.Karena kerja kerasmu yang super duper minggu ini,aku izinkan kau cuti 2 hari untuk bersenang senang dengan Larisa,puas kan!"Kata Arjuna sambil menepuk bahu sahabatnya itu.


"Oh benarkah?good,kau memang sahabat sejati ku".Kata Endro teriak kegirangan dan melompat kearah Arjuna dan memeluk arjuna dengan erat.


"Woi woi iiiisss hiiiii, menjijikan".Kata Arjuna geli karena dirinya dipeluk oleh Endro.


Arjuna pun meninggalakan Endro keluar dan menuju basement untuk mengambil mobilnya.


Endro yang sudah siap siap pergi kencan pun meninggalkan apartemen Arjuna.Ia memberi tahu Larisa kalau dia akan datang ke apartement Larisa dan mengajak kencan romatis.


"Sayang,kamu dimana,aku segera meluncur keapartemenmu,kita makan malam bersama "!Kata Endro melalu sambungan telefonnya.


Larisa yang mendengar Endro akan datang pun sangat bahagia,karena sudah lama mereka tidak berkencan menghabiskan waktu bersama.


Larisa dengan hati yang menggebu gebu pun bingung mau mengenakan gaun apa untuk makan malam dengan Endro.


"Aduuuh,aku bingung mau pakai baju apa,biasanya kalau seperti ini aku selalu meminta pendapat Adinda,tapi...."Kata Larisa dengan nada sedih.


"Apa apaan aku,seharusnya aku tidak menghancurkan mood ku seperti ini".katanya lagi sambil memukul kepalanya.


Akhirnya Larisa pun menemukan gaun malam yang pas untuk berkencan berasama Endro.Dia tampak sangat anggun memakai gaun panjang berwarna navi berbentuk kera sabrina dan mengespos lehernya serta bahunya yang cantik dan rambut diurai bergelombang,telinganya dihiasi anting berlian yang simple,ia pun memakai makeup yang natural,bibirnya diberi sentuhan warna peach yang berkilau.


"Perfect".Katanya sambil memandang dirinya didepan cermin.


Tak lama Endro datang menjemput Larisa diapartementnya.


"Tingtung tingtung".Suara bell pun berbunyi.Larisa membuka pintu apartementnya.


Endro yang sedang menunggu Larisa pun sangat takjub melihat Larisa yang begitu cantik.Endro hanya mematung menatap Larisa dengan terpesona.


"Waaaah"Kata Endro tanpa kedip.


Larisa yang melihat Endro seperti itu tampak tersipu malu,dan pipinya pun memerah.


"Ayoooo",kata Larisa menyentuh tangan Endro.


Endro yang masih terpesona pun klimpungan dan gugup.


"Iiyaa aayyo".Kata Endro.


"Tunggu dulu".Kata Endro menghentikan langkah Larisa.


"Ada apa sayang?"Tanya Larisa heran.


"Ada yang tertinggal,sebentar!!"Kata Endro.


Endro pun berbalik arah membelakangi Larisa,dan ia mengambil sesuatu dari dalam saku jasnya.Dan ternayata Endro mengeluarkan dua jarinya berbentuk hati kepada Larisa.


"Saranghaeyo".Kata Endro kepada Larisa.


Larisa yang melihat tingkah Endro seperti itu pun tertawa lucu,hatinya berbunga bunga karena mendapatkan lambang hati dari Endro.


Endro pun menggandeng tangan Larisa menuju basement.Mereka pun pergi bersama dan menikmati malam yang cerah dan indah diperjalanan menuju restauran yang sudah Endro reservasi.

__ADS_1


Didalam mobil mereka tampak sedikit canggung,karena sudah lama mereka tidak berkencan dan menghabiskan waktu bersama.


"Sayang,sepi ya...,coba hidupkan radio dong"!.Kata Larisa kepada Endro.


"Okay".Endro pun menuruti Larisa dan menghidupkan radio dimobilnya untuk mengusir kecanggungan mereka.


Mereka mendengarkan lagu berama,tapi ada lagu yang membuat fikiran Endro travelling.


"Mari semua dansa dengan ku peluk aku dan dekap aku."


"Dengan irama yang menggoda melepaskan hasrat rinduku"


"Mari bercinta mari bercinta mari mari mari mari mari bercinta"


"Oooh ooh oooh oooh".


Endro dan Larisa pun saling pandang,dengan cepat Larisa mengganti chanel siaran radio yang lain.


Endro tampak sangat gugup dan tidak terasa keningnya pun berkeringat.


"Aaaah kenapa lagunya bikin aku jadi travelling sih".


Gumam Endro kesal.


Siaran radio lain pun mengudara dan menyiarkan sebuah lagu yang sangat panas juga.


"Love me like you do"


"Love love love me like you do".


"Love me like you do"


"Love love love me like you do"


Kata Endro sambil mengusap tengkuknya dengan kasar.


"Hahaha iiiya be benar"Jawab Larisa gugup dan memainkan jemarinya yang lentik.


Tak lama mereka pun sampai di Restauran bintang lima yang sudah direservasi oleh Endro.


Mereka pun makan malam bersama.


Untuk makanan penutup Endro memesan minuman dan sebuah puding kesukaan Larisa.Ternyata pelayan itu salah mengantar pesanan ke meja Endro.Pelayan itu melihat angka 9 seperti angka 6.Larisa dan Endro duduk di meja nomor 6.Nama minuman yang dipesan Larisa sama dengan pesanan meja nomor 9.


Minuman yang dipesan Larisa tidak mengandung alkohol.Tetapi karena salah meja minuman yang diantar pelayan ke kemeja Larisa itu ternyata mengandung alkohol pesanan nomor 9.Dengan sangat antusias Larisa pun meminum minuman itu.


"Kok rasanya sedikit berbeda ya,tapi kenapa enak juga minuman ini".Gumam Larisa sedikit dan mengerutkan keningnya.


"Ada apa sayang?"Tanya Endro kepada Larisa.


"Tidak apa apa".Larisa pun meneguk minuman itu berlahan lahan hingga habis.


Endro yang melihatnya pun tersenyum.Karena Larisa minum seperti orang yang sangat kehausan.


"kamu seperti berada dipadang pasir saja".Kata Endro bercanda.


"Hehehe minumananya enak sayang".Kata Larisa kepada Endro.


"Kamu mau lagi,biar kita pesan".Kata Endro


"Tidak tidak,kamu mau aku ketoilet terus ya".Jawab Larisa cemberut".

__ADS_1


Tiba tiba larisa merasakn pusing yang amat sangat.


"Kenapa aku ini,kenapa pusing sakit sekali kepalaku".Larisa memijit kepalanya dan melihat Endro sudah menjadi empat orang".


"Sayang,apa kamu seperti amubah,bisa membelah diri menjadi empat?".Kata Larisa dengan mata yang sayu dan badanya sudah bergoyang goyang seperti orang mabuk.


"Apa apaan kamu si sayang,kamu kenapa?"


Tanya Endro kepada Larisa.


"Aduuuh kepala ku sakit sekali".Kata Larisa.


"Ya sudah kita pulang saja ya".Kata Endro mendekati Larisa dan memapah Larisa menuju parkiran.


"Hahahaha,Sayang kamu kenapa lucu sekali si,kamu bisa membelah diri menjadi lima.Hahahaha".Kata Larisa sambil terhuyun huyun.


"Kamu kenapa bisa mabuk si?padahal kamu tadi pesan minuman tanpa alkohol.Kata Endro bingung.


Endro pun segera memasukan Larisa kemobil.Dan saat Endro akan mendudukan larisa.Gaun Larisa sedikit melorot dan mengespos dada Larisa yang putih.Endro pun menelan slavinanya dengan kasar sambil bergeming sesaat menatap dua gundukan itu.


"Endro sadar,sadar,jangan mesum,pria sejati tidak akan mengambil kesempatan seperti ini".Kata Endro bicara sendiri sambil memukul kepalanya.


Endro pun melepas jasnya menutupkan keduda Larisa.


Larisa yang sudah mabuk pun tidak sadarkan diri.Endro mengantar Larisa ke Apartementnya dan saat di mobil larisa yang mabuk pun merancau tidak jelas.


"Aaaah panas sekali"Kata Larisa sambil menarik jas Endro dengan kasar.Tampaklah lagi gundukan yang membuat Endro tidak konsentrasi.


"Oooh Larisa,please kau membuat ku gila".Kata Endro sambil menarik rambutnya.


Endro pun gugup dan mencoba mengatur nafas dan detak jantungnya.


Sesampainya diapartemen Larisa,Endro pun menggendong Larisa menuju kamarnya.Saat Endro meletakan Larisa ke tempat tidur.Larisa menarik tangan Endro sambil memejamkan matanya,ia pun merancau.


"Nenek,jangan pergi,nenek kenapa tega tinggalin aku nek,aku sendirian nek,aku rindu pelukkanmu".Kata Larisa sambil mengeluarkan air mata.


Endro pun tertegun melihat Larisa.Dia membelai pipi Larisa dan menghapus air matanya.


"Aku baru menyadari,ternyata kau kuat diluar tetapi didalam hatimu rapuh sayang".Kata Endro sambil membelai kepala Larisa.Larisa pun menggenggam tangan Endro.Dan membuat Endro tidak bisa bergerak.


Endro pun memeluk larisa dan terus membelai kepalanya.Itu membuat Larisa semakin nyaman.


"Hangat".Kata Larisa.


Endro tidak tega meninggalakn Larisa sendirian diapartementnya.Dia pun memeluk Larisa dengan erat.


"Sayang jangan takut,aku akan berada disisimu,jangan perna bilang kau sendirian,aku akan selalu bersamamu."Kata Endro sambil mengecuk keningnya.


Saat Endro mengecup keningnya tiba tiba Larisa membuka matanya.Itu membuat Endro terkesiap dan mereka saling tatap.Larisa pun mendekatkan wajahnya kewajah Endro.Itu membuat Endro tidak bisa bernapas.Seakan ia lupa bagaimana cara bernafas yang benar.


Larisa pun tanpa aba aba mengecup bibir Endro.Seketika Endro membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna.Ia sangat terkejut dengan tingkah agresif Larisa.Endro pun mulai menikmati kecupan larisa dan mereka saling memejamkan mata masing masing.


Darah Endro bagaikam mendidih dan nafasnya menderuh kecang,jantungnya seakan begitu cepat memompa.Tubuhnya panas seketika seperti disengat listrik.Larisa pun tampak sangat agresif dan liar mungkin itu pengaruh dari Alkohol.


Tapi tiba tiba Endro tersadar dari perbuatannya.Ia sadar kalau itu tidak benar.


"Maafkan aku sayang,ini tidak benar,aku khilaf.Kita tidak boleh seperti ini,aku akan terus menghormati mu karena aku sangat mencintaimu,aku tidak akan merusak dirimu hanya karena nafsu sesaat".Kata Endro pada Larisa.


Larisa pun tampak heran dan ia hanya terdiam,sepertinya dia masih belum sadarkan diri.Dirinya masih dipengaruhi alkohol.


Endro pun menyelimuti tubuh Larisa dan meninggalkan Larisa di tempat tidur.Endro lebih memilih tidur di sofa santai milik Larisa.

__ADS_1


"Endro,hampir saja kau khilaf.Astagah Endro,kendalikan dirimu".Gumam Endro sambil mengacak acak rambutnya kesal.


__ADS_2