Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
132. Perdebatan Kecil


__ADS_3

"Kakak...!!! Apa yang kakak inginkan setelah menikah?"Tanya Embun sambil mengukir didada bidang Arjuna dengan jari telunjuknya.Entah apa yang sedang ia tulis didada bidang itu.Mereka dibalut selimut yang sama setelah selesai berpeluh bersama.


"Hmmmm.Kakak cuma ingin menjalani hidup dengan tenang bersama keluarga kecil kita".Kata Arjuna sambil mengusap puncak kepala istrinya dengan lembut.


"Itu saja?"Tanya Embun penasaran karena hanya itu yang Arjuna inginkan.


"Iya sesimple itu".Kata Arjuna santai.


"Kalau anak,kakak mau punya anak berapa?"Tanya Embun penasaran.


"Hmmmm...!!! Saat ini kakak hanya ingin menikmati waktu bersama kamu dan Arsy dulu.Soal momongan kita tunda dulu ya?!".Kata Arjuna sedikit ragu karena takut membuat Embun kecewa.


Seketika Embun tertegun dan tidak langsung menjawab pertanyaan Arjuna.Entah kenapa hatinya seakan tercubit saat mendengar perkataan Arjuna yang ingin menunda kehamilan.Embun tidak bisa menyangkal namun tidak bisa serta merta menyetujui perkataan Arjuna.Hati kecilnya juga ingin merasakan menjadi sosok seorang ibu yang merasakan kehamilan,melahirkan dan menyusui seperti kodrat seorang wanita² diluar sana seolah sirna.Raut wajah Embun seketika pias dan dengan kasar ia menelan slavinanya.


"Kenapa sayang,kamu tidak setuju?"Tanya Arjuna yang sepertinya tahu isi hati Embun yang tiba² saja terdiam tanpa kata.


"Hmmmm..!!! Boleh Embun tahu alasannya?"Tanya Embun pada Arjuna dengan menatap dalam kemanik mata Arjuna.


"Sayang,kakak hanya ingin menghabiskan waktu bersama dengan kamu yang sempat terbuang sia-sia dulu.Bukan kakak tidak mau punya anak lagi,tapi kakak hanya ingin menunda dulu setelah kakak siap baru kita fikirkan untuk program hamil.Gimana?"Tanya Arjuna setelah menjelaskan apa yang ia rasakan.


"Jadi maksud kakak,kakak belum siap punya anak lagi?"Tanya Embun ketus.


"Astagah...!!! sayang bukan itu maksud kakak.Kakak hanya takut....!!! Ah sudahlah..!!."Kata Arjuna mencoba menjelaskan namun terhenti karena sesuatu yang tidak bisa ia ungkapkan.Arjuna tampak frustasi dan memejamkan matanya erat.Arjuna pun melemah,Ia tidak mau merusak bulan madunya hanya karena masalah ini.

__ADS_1


"Sayang....!!! benar kakak belum siap untuk punya anak diwaktu dekat.Beri waktu satu tahun untuk kita saling menikmati kebersamaan kita,Kakak kamu dan Arsy.Bukan kakak egois tapi ada alasan yang tidak bisa kakak ungkapkan karena itu terlalu berat bagi kakak."Kata Arjuna dengan lemah lembut menjelaskan pada Embun.


"Iya tapi apa kak,apa alasan itu?"Tanya Embun masih belum bisa menerima penjelasan Arjuna yang ia rasa tidak masuk akal.


"Sayang,please jangan seperti ini.Kakak tidak mau merusak bulan madu kita dengan hal seperti ini".Kata Arjuna mencoba menenangkan Embun.Embun mendengus kesal dan membalikkan tubuhnya membelakangi Arjuna.Arjuna pun mulai menata kekesalannya dengan membuang nafasnya kasar.


"Sayang...!!!!"Kata Arjuna menyentuh pundak Embun.Tapi Embun mengendikkan bahunya dan tiba² bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi.


"Astagah...!!!"Kesal Arjuna sambil mengusap wajahnya kasar.


"Sayang....!!!"Panggil Arjuna sedikit keras tapi Embun tetap bergeming tanpa kata.


"Sayang....!!! Jangan seperti ini kakak mohon."Kata Arjuna memohon dengan wajah yang memelas.


"Sayang....!!! Jangan seperti ini!".Kata Arjuna mulai cemas melihat wanita yang ada didepannya bersedih.


"Jadi kenapa kakak membuat keputusan sendiri.Sementara kita sudah menikah,kenapa kak,bukannya itu EGOIS?"Kata Embun dengan nada yang mulai meninggi.


Arjuna yang mendengar suara Embun yang meninggi pun tidak bisa menahan sesuatu yang sengaja ia rahasiakan.


"Karena aku masih Trauma".Kata Arjuna dengan suaranya yang tak kala tinggi dari Embun,itu membuat Embun seketika terdiam mendengar Arjuna mengatakan itu.Wajah Arjuna memerah dengan mata yang sudah mengembun.Embun pun terpaku,ia tidak perna melihat ketakutan yang begitu besar diwajah Arjuna.Sorot matanya mengatakan bahwa ia sangat takut terjadi sesuatu pada Embun.


Arjuna menunduk sambil menghembuskan nafasnya berlahan untuk menahan sesak yang tiba² membuat dadanya sakit.Arjuna duduk dan memijit keningnya yang seakan membuat kepalanya terasa berat.Sementara Embun tidak berani bersuara dan menanyakan sesuatu pada Arjuna setelah ia mendengar Arjuna yang mengerasakan suaranya seperti itu.Embun menelan slavinanya kasar dan ia hanya menatap Arjuna dengan tatapan merasa bersalah.

__ADS_1


Tiba² Arjuna menangis sambil menundukan wajahnya dengan mutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya seolah ia tidak mau memperlihatkan pada Embun kesedihannya itu.


"Kakak...!!"Kata Embun sambil mendekati Arjuna dan duduk disamping Arjuna dengan menyentuh pundak suaminya itu.


"Sayang...!!!!!"Tiba² Arjuna memeluk tubuh Embun dengan erat.Embun terkejut dan menyipitkan matanya.


"Ada apa dengan kakak?"Gumam Embun tapi ia pun membalas pelukan Arjuna.


"Sayang...!!!"Kakak takut...!!! Kata Arjuna menangis dalam pelukan Embun.


"Iya..!! Kakak takut kenapa kak?"Tanya Embun penasaran.


"Kakak masih trauma dengan kehamilan dan waktu adinda mengandung Arsy dia pergi meninggalkan kakak untuk selama-lamanya.Sekarang kakak takut kehilangan kamu".Kata Arjuna menjelaskan apa yang ia takutkan selama ini.Mendengar apa yang dikatakan Arjuna,Embun pun terdiam dan ada perasaan bersalah karena memaksa Arjuna tanpa memikirkan kesakitannya yang ia pendam sendiri selama ini.


"Sayang...maafkan Embun!"Kata Embun ikut menangis karena merasa sedih melihat Arjuna masih merasakan trauma yang belum sembuh.Diluar Arjuna tampak baik² saja tapi didalam hatinya ia menyimpan kesakitannya sendiri tanpa ada yang tahu apa rasa sakitnya selama ini.


Akhirnya mereka pun saling berpelukan dan menangis bersama setelah meluapkan apa yang mereka rasakan saat ini.


"Sayang maafkan Embun".Kata Embun mengusap air mata Arjuna dengan jarinya.


Arjuna hanya menatap dalam Embun lalu memeluknya kembali seolah ia enggan untuk melepasnya walau sesaat.Saat ini Arjuna merasa sangat legah karena ia bisa menumpahkan isi hatinya yang selama ini ia pendam sendiri.


"Sayang....tetaplah bersamaku seperti ini jangan perna berubah".Kata Arjuna dengan wajah penuh permohonan.Embun hanya mengangguk dan menahan air matanya yang akan tumpah untuk kesekian kalinya.Bibirnya bergetar karena menahan rasa sesak didadanya.Betapa Arjuna sangat mencintai Embun hingga ia begitu takut kehilangan Embun.Arjuna pun tertidur dipangkuan Embun dengan air mata yang masih membasahi pipinya.Sementara Embun mengusap rambutnya dan menatap dalam wajah suaminya yang begitu sangat ia cintai.Belaian lembut dipuncak kepala Arjuna membuat Arjuna merasa tenang hingga tidak terasa ia pun tertidur seperti bayi yang begitu nyaman dipangkuan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2