
"Kakaaaak....Hahahaha!!!"Embun masih terus tertawa melihat wajah Arjuna yang pucat setelah turun dari wahana yang memacuh adrenalin itu.
Arjuna yang sudah tidak berdaya pun merasa mual dan ingin muntah.Kepalanya terasa pusing dan seperti berputar putar.
"Arjuna benar² kau tidak bisa diandalkan,jangan tampakkan kelemahanmu di depan Embun".Gumam Arjuna sambil berusaha untuk tampak baik baik saja.
"Kakak,ayo kita kesana,sepertinya kakak tidak baik² saja".Kata Embun sambil menunjuk kearah kedai kopi yang ada ditaman hiburan itu.Embun pun tersenyum gemas melihat wajah Arjuna yang butuh pertolongan.
"Buk pesan teh manis hangat dua ya!" Kata Embun pada si pemilik kedai.
"Okay nak!!Sumii teh manis hangat dua ya!!Pintah pemilik kedai kopi pada seorang wanita muda yang sedang sibuk menatap ponselnya.
"Iyaaa buk".Jawab wanita muda itu santai.
Saat menunggu pesanan selesai Embun dan Arjuna duduk disebuah meja yang menghadap kedalam.Sementara Arjuna duduk menghadap luar.
Malam itu angin sedikit kencang rambut Embun yang bergelombang indah pun tampak mengganggu pandangannya.
Embun berusaha mengaitkan rambutnya kebelakang telingannya.Tapi kegiatan itu diperhatikan oleh sang pemilik kedai kopi.Embun yang tampak anggun membuat ibu paruh baya itu kagum akan kecantikan Embun.
"Waaah,nak kamu cantik sekali"!Kata ibu penjual kopi.
"Terima kasih buk".Jawab Embun tersipu dan tersenyum manis.
Sementara Arjuna yang mendengar itu pun tersenyum bangga.
"Nak,kamu sudah punya pacar? Kalau belum mau sama anak ibuk?" Tanya pemilik kedai kopi itu serius pada Embun.
Embun dan Arjuna yang mendengar pertanyaan itu membulatkan matanya karena sama² terkejut dengan pertanyaan ibu pemilik kedai kopi itu.Senyum dibibir Arjuna seketika memudar.Wajahnya berubah datar dan sorot matanya beralih menjadi tatapan sinis penuh kekesalan.
"Suami,dia sudah punya suami".Jawab Arjuna ketus dengan tatapan penuh kekesalan.
"Maa maaf,saya fikir kamu belum menikah nak".Kata wanita paruh baya itu sambil menatap Embun.Tampak wajahnya yang takut karena tatapan Arjuna yang mengintimidasi.
"Ini uang untuk pesanan kami.PERMISI!!!"Kata Arjuna ketus dan menggandeng tangan Embun untuk keluar dari kedai.
"Maaf buk,permisi!"Kata Embun sambil sedikit menundukan kepalanya pada sang pemilik kedai.Lalu mereka pun meninggalkan kedai kopi itu.
__ADS_1
"Naaaak tunggu"! Cegah ibu itu.
Tapi tidak dihiraukan Arjuna,Arjuna terus berjalan sambil menggandeng tangan Embun.Embun tersenyum sambil berkata dengan bahasa isyarat
"Tidak Apa apa".Kata Embun sambil menoleh kebelakang.
Pemilik kedai itu hanya bisa memasang wajah bingung dan mematung tanpa kata.Sambil memegang uang pecahan Rp.100.000 yang ada dimeja.
"Waaaah,harga teh manis hangat cuma Rp.5.000 satu gelas,Lah kenapa dikasih banyak bener ini?Alhamdulillah.Gumam Pemilik kedai kopi itu.
Arjuna yang terus menggandeng tangan Embun erat pun berjalan menatap lurus kedepan.Embun menatap wajah Arjuna yang masih kesal dengan senyuman khasnya.Ada sepasang lesung pipi yang menghiasi pipinya.
"Kenapa,Kamu bahagia mau dijodohkan dengan anaknya?"Kata Arjuna dengan wajah kesal dan cemburu.
"Hahahaha"!!!Embun terbahak.
"Kakak,cemburu kakak tidak mendasar!".Kata Embun sambil menggelengkan kepalanya dan tertawa kecil, ia tidak percaya dengan kecemburuan Arjuna yang kekanak-kanakan.
Arjuna melepas genggaman tangannya dan menghentikan lakahnya.Arjuna meraih kedua pundak Embun dan kini mereka saling berhadapan.Itu membuat Embun gugup.Jantungnya akan berdegup kencang saat Mata Arjuna menatap wajahnya.
Entah kenapa hal seperti itu membuat detak jantung Embun tidak terkendali.Padahal ini bukan pertama kali Arjuna menatap wajah Embun.Sorot mata Arjuna yang tajam mampuh menembus manik mata Embun yang indah dan menembus dinding hatinya.Itu membuat Embun semakin tersipu.Ia mencoba menundukan pandangannya untuk mengendalikan jantungnya yang berdetak seperti genderang yang mau perang.
Embun yang mendengar itu pun merasa sangat bahagia.Dirinya merasa sangat beruntung mempunyai dua laki² yang begitu mencintainya.Entah kenapa ia tidak bisa membohongi hatinya.Matanya pun mulai mengembun.Kristalan bening dipelupuk matanya siap lolos kepipinya.
Arjuna yang melihat itu pun mengecup kedua matanya yang basah.Sambil kemudian menghapusnya dengan kedua ibu jarinya.
"Kakak makasih,Embun mencintai kakak".Kata Embun terharu sambil memeluk erat tubuh kekar Arjuna.
Arjuna tersenyum dan membelai puncak kepala Embun dengan Lembut.
"Kakak juga sangat mencintaimu sayang".Bisik Arjuna lirih.
"Kakak ayo kita beli Itu!".Ajak Embun menuju ke penjual kembang gula.
"Kamu,sama seperti Arsy!".Kata Arjuna tersenyum.
"Mas,kembang gulanya dua ya,juga air mineralnya!".Kata Embun pada penjual kembang gula itu.
__ADS_1
"Iya non!"Jawab Penjual itu ramah.
Arjuna dan Embun pun masing² memegang kembang gula yang berwarna pink ditangannya.Embun tersenyum puas karena sudah membuat Arjuna Pramuja melakukan hal² yang belum perna ia lakukan sebelumnya.
"Kakak,coba deh makan,ini enak tau kak!"Kata Embun mencoba meyakinkan Arjuna.
"Inikan terlalu manis,tidak baik untuk kesehatan".Kata Arjuna menolak.
"Kakak,percaya deh,makan gula satu sendok tidak akan merubah otot kakak yang keras ini menjadi lemak".Kata Embun sambil menekan perut Arjuna yang kekar dengan jarinya.
"Tapiiii".!Kata Arjuna mencoba menolak.Belum sempat Arjuna malanjutkan kata²nya embun judah cemberut sambil mebulatkan matanya kesal.
"Iyaa okay okay okay,kakak makan!"Jawab Arjuna pasrah.
Embun pun tersenyum girang.Mereka sambil berjalan menuju mobil dan menikmati kembang gula yang ada ditangan mereka.
"Kakak,Embun punya daftar Keinginan yang harus kita lakukan selama kita bersama".Kata Embun sambil menatap wajah Arjuna.
Arjuna yang mendengar itu pun menghentikan langkahnya.Ia menatap wajah Embun dengan tatapan yang penuh tanya.
"Apa saja yang ingin kamu lakukan?"Tanya Arjuna serius.
"Hmmmm,salah satunya saat ini,berjalan bersama sambil menikmati udara malam dan menatap bintang² yang ada dilangit bersama".Kata Embun sambil menatap kelangit dan tersenyum penuh kebahagiaan.
Arjuna pun tersenyum bahagia memandang wajah Embun yang tampak sangat cantik malam ini.Rembulan yang terang seakan mendukung dengan menerangi wajah cantiknya dengan sinarnya.
"Kakak,Embun saat ini merasa menjadi wanita yang paling beruntung didunia.Karena mempunyai dua laki² yang sangat mencintai Embun.Embun berharap rasa ini akan terus selamanya ada didalam hati.Dan kakak juga akan terus selamanya ada disisi Embun".Kata Embun sambil menghadap wajah Arjuna dan menatap dalam mata Arjuna.
"Iya kakak berjanji akan selalu ada disisimu selamanya".Jawab Arjuna sambil membelai lembut pipi Embun.Lagi² detak jantung Embun berdegup sangat kencang setiap kali Arjuna menatap wajah Embun dengan begitu dekat.
Arjuna mendekatkan wajahnya kewajah Embun dengan berlahan.Hembusan nafas Arjuna yang lembut dapat Embun rasakan.Dengan cukup berhati hati Arjuna mendekatkan bibirnya kearah bibir Embun yang lembut.
Tapi tiba tiba...
"Triiing.... triiiing...."!!Mereka dikejutkan oleh suara ponsel milik Arjuna yang berdering.
Akhirnya Arjuna memalingkan wajahnya kesal karena belum sempat terjadi malakukan ritual yang memancing adrenalin itu.Arjuna pun menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Huuussssshh,sial".Kata Arjuna mengumpat lirih.
Embun yang mendengar itu pun tersenyum.