Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
146. Biang Semua Masalah


__ADS_3

"Arsyyyyyy.....!!!! Hiks hiks hiks hiks."Teriak Embun dengan emosi yang tak terkendali.Jantungnya seakan memacuh dengan cepat.Bagaimana bisa dia memberi tahu Arjuna kalau anaknya telah menghilang.Semua murid beserta peserta camping lainya malam itu juga dipulangkan kerumah.


Dan Kimmy meminta untuk semua orang disana agar tutup mulut untuk tidak menyebar luaskan masalah ini agar tidak sampai kemedia.Setelah selesai bernegosiasi Kimmy pun menemui Embun yang sudah duduk lemah disamping paman Iyat.


"Nona,sebaiknya nona istirahat dulu disini.Kami akan mencari Arsy ke hutan."Kata Kimmy memberi saran.


Sorot mata Embun memancarkan kekhawatiran yang luar biasa.Air matanya masih terus mengalir deras jatuh kepipinya.


"Tidak..!!! aku akan mencari Arsy bersama kalian".Kata Embun menolak.


"Tapi nona...!!!"Sangkal Kimmy namun Embun menatap Kimmy dengan tatapan tajam.Seketika Kimmy hanya bisa mengangguk dan menyetujui permintaan Embun.


Dari kejauhan tampak Rico berlari mendekat kearah Embun.Tampak wajahnya begitu cemas dan khawatir dengan Embun.


"Embun kamu tidak apa² kan?apa yang terjadi?"Tanya Rico dengan wajah terkejut melihat tenda terbakar dan peserta camping pulang.


"Pak kami kehilangan Arsy".Kata Embun menangis.


"Ayo kenapa kalian diam saja! Ayo cepat cari disekitar sini atau kalau perlu kita masuk kehutan".Kata Rico menatap tajam kearah Kimmy.


"Baiklah.Kalau begitu kita berpencar para guru kearah timur kami kearah barat."Kata Kimmy.


"Tapi kami butuh seorang laki² untuk berjaga-jaga".Kata wali kelas Arsy.


"Okay baiklah saya akan bersama kalian.Karena saya bisa belah diri".Kata Kimmy.


"Oh baguslah kalau begitu saya dan pak Iyat bersama Embun".Kata Rico.


Mereka pun mulai berpencar dan mencari dimana Arsy berada.


Udara yang begitu dingin dan kegelapan malam yang mentaram membuat jarak pandang pun berkurang.


"Nona apa sebaiknya kita beri tahu tuan Arjuna".Kata Iyat menatap Embun.


"Tidak.Aku khawatir kakak akan terburu² dan memperumit keadaan.Sebaiknya kita cari dulu disekitar sini."Kata Embun menolak.Mereka pun berjalan menyusuri kegelapan malam dan mulai masuk kedalam hutan pinus.


"Arsyyy.....!!!".Teriak Embun memanggil Arsy.Embun lakukan agar Arsy mendengar suara mamanya yang sedang mencarinya.Mereka berjalan menyusuri jalanan setapak hanya dibantu dengan senter untuk membelah kegelapan malam.Cahaya yang tidak begitu terang yang dipancarkan dari senter itu sedikit mempermuda pengelihatan digelapnya hutan.


Embun masih dengan air mata yang mengalir pun terus memanggil nama Arsy.Paman iyat dan Rico juga melakukan hal yang sama.


Embun berada di paling depan dengan membawa sebuah senter kecil ditangannya.Sementara Rico dan paman iyat ada dibelakang.Tiba² paman Iyat mendapat serangan dari seseorang dan membekap mulutnya dengan sebuah sapu tangan yang sudah diberi obat bius.Hal itu membuat paman iyat tidak bisa bergerak dan dengan kaki yang merontah meminta pertolongan tapi itu tidak bisa membantu lama kelamaan paman iyat pun pingsan dan tergletak didalam hutan.


Embun tidak menyadari kalau orang yang membuat paman iyat pingsan adalah Rico.Ternyata Rico sudah merencanakan penculikan Arsy.Rico tersenyum penuh kemenangan lalu ia melihat kearah Embun dengan fikiran yang kacau dan masih fokus mencari Arsy pun tidak menyadari peristiwa yang menimpah paman Iyat.


"Paman sepertinya kita sudah terlalu jauh masuk kedalam hutan?"Kata Embun berbicara kepada Paman Iyat.Sementara Paman iyat sudah tertinggal jauh darinya.

__ADS_1


Pamaaan....!!!"Panggil Embun melihat kebelakang dan ternyata hanya ada Rico tanpa paman iyat.


"Dimana paman iyat pak Rico?"Tanya Embun heran.


"Sepertinya dia tertinggal disana".Kata Rico menjawab Enteng.


"Apa maksud bapak?"Tanya Embun heran.Tapi entah kenapa tiba² ia merasakan firasat buruk didalam hatinya.Sorot mata Rico menyimpan sesuatu yang membuat Embun curiga.


"Maksud ku kita sudah meninggalkannya disana dan sekarang hanya tinggal kita berdua yang ada ditengah hutan ini".Kata Rico tersenyum sambil menatap Embun.Entah kenapa senyum Rico begitu menakutkan.Embun hanya bisa menelan slavinanya kasar dan terdiam sesaat.Seakan darahnya berdesir begitu hebatnya dan kakinya tiba² gontai hingga dia lunglai.Tapi kakinya masih bisa menahan bobot tubuhnya agar tidak benar² terjatuh.Jantungnya seakan tersengat aliran Listrik yang begitu kuatnya mendengar perkataan Rico yang begitu menakutkan.


"Paman Iyat....paman...!!"Teriak Embun seakan tahu kalau Rico sudah menyelakai paman iyat.Embun dengan jantung dan perasaan yang tidak menentu pun berlari meninggalkan Rico tapi dengan cepat Rico menangkap pergelangan tangan Embun.


"Embun jangan seperti ini,kamu akan celaka jika berlari didalam hutan".Kata Rico menatap Embun dengan senduh.


"Pak,apa yang bapak lakukan pada paman iyat?"Tanya Embun dengan air mata yang membasahi pipinya.Bibirnya bergetar dan sesekali ia memejamkan matanya karena begitu takut pada Rico.


"Aku tidak melakukan apapun.Aku hanya membuatnya istirahat sebentar saja.Aku lihat dia tampak lelah".Kata Rico tersenyum bahagia.Sementara Embun tampak bergetar begitu ketakutan melihat sosok Rico yang seakan berubah menjadi psikopat yang menakutkan.


"Embun kau tahu betapa aku sangat mencintai kamu".Kata Rico menatap Embun dengan tatapan yang tidak bisa ditebak.


"Pak sadar aku sudah menikah dan aku tidak pernah mencintai bapak sekalipun.Aku mohon pak jangan seperti ini.Aku harus mencari Arsy".Pekik Embun sambil menangis dan menahan kekesalan didandanya.Mendengar perkataan Embun seperti itu membuat Rico membulatkan matanya sempurna dan mengetatkan rahangnya karena api cemburu membakar dadanya.


"Apa kata mu?Kau tidak mencintaiku sedikitpun tapi kenapa kau selalu tersenyum manis padaku,apa kau mau menggodaku haaa....!!!"Kata Rico berteriak dihadapan Embun.Itu membuat Embun bergetar katakutan melihat Rico berteriak sekeras itu.


"Kau akan melupakan laki² brengsek itu dan kau adalah pengantinku".Kata Rico berbisik ditelinga Embun.Seketika Embn membulatkan matanya sempurna karena dia teringat dengan penerordironya selama ini.


"Kau dasar gilaaaa....!!!"Teriak Embun kesal sambil meronta untuk melepaskan diri.


Rico tersenyum smirk mendengar perkataan Embun yang membuat hatinya semakin terluka.


"Pak aku mohon lepaskan aku.Arsy Biarkan aku mencari Arsy".Kata Embun dengan air mata yang mengalir dipipinya sambil wajahnya menghadap Rico penuh permohonan.


"Arsy baik² saja bersama seseorang".Kata Rico tersenyum penuh kemenangan.Embun terkejut mendengar Rico berkata seperti itu.


"Apaaa....Jadi semua ini ulah mu?"Brengsek.....!!!Rico lepaskan aku...!!!! Pekik Embun dengan sorot mata yang kebencian.


"Syuuuuut....!!!".Kamu diam".Bentak Rico dan itu membuat matanya membulat sempurna dengan wajah yang penuh kemarahan menatap Embun.


"Jika kau mau dia selamat maka kau harus menuruti perkataanku".Kata Rico dengan mencengkram dagu dagu Embun.Tampak wajah mulus itu begitu pucat dan bibir yang bergetar menahan suara tangisnya agar tidak pecah tapi ketakutan itu membuat air matanya tidak terbendung dan meleleh membasahi pipi mulusnya.Embun pun mengangguk tanpa kata menyetujui perkataan Rico.


"Bagusss....!!!"Kata Rico terseyum penuh kemenangan.


"Aku mohon jangan sakiti Arsy aku mohon...!!!"Tangis Embun pecah seketika.Kedua telapak tangannya menyatu memohon kepada Rico.


Tiba² ponsel Embun berdering dan ponsel itu ada disaku jaketnya.Dengan cepat Embun mengambil bendah pipih itu dari dalam jaketnya.Embun melihat panggilan dari Kimmy.Secepat mungkin Embun menjawab panggilan itu tapi tak kalah cepat Rico menyambar ponsel yang ada di tangan Embun.

__ADS_1


"Berikan ini,cepat...!!!!"Kata Rico merampas ponsel milik Embun.Rico pun menggeser tombol hijau untuk menjawab panggilan kimmy.


"Nona Arsy sudah ketemu.Nona cepat kembali ya..!!"Kata Kimmy begitu antusias karena sudah menemukan Arsy.


"Iiya syukurlah.Dia baik² sajakan?"Tanya Embun dengan suara bergetar.Setelah itu Rico menjauhkan ponselnya dari telinga Embun.Tiba² Embun berteriak "Kimmy tolong aku tolong.....!!!!".Seketika ponsel Embun pun dimatikan Rico dengan wajah penuh Amarah Rico pun mencengkam wajah Embun dengan keras lalu mengikat kedua tangannya dengan pengikat kabel.Tak lupa ia menutup mulutnya dengan lakpan berwarna hitam.


Ditempat lain Kimmy terus menelfon Embun berkali² karena mendengar Embun berteriak minta tolong membuatnya begitu khawatir namun ponselnya tidak aktif.Ia juga berusaha menelfon paman iyat bekali kali namun tidak diangkat.


"Ayooo paman angkat telefon ku".Kata Kimmy mulai cemas.Kimmy pun frustasi dan tidak bisa tinggal diam ia menelfon Rahmad untuk memberi kabar keadaan Embun.


"Tante,mama dimana?"Huhuhuhu".Arsy terus menangis karena tidak menemukan mamanya.


"Arsy sayang.Arsy tenang ya sebentar lagi mama kembali".Kata Kimmy menenangkan Arsy.


"Buk saya minta tolong jagai Arsy ya saya akan mencari nona Embun dan paman iyat sebentar dihutan."Kata Kimmy kepada Wali kelas.


"Baik nak,kamu hati² ya.Arsy akan saya jagai disini.Kamu juga jangan sendiri,ibu nia tolong temani nona ini mencari nona Embun dihutan".Kata Wali kelas Arsy kepada salah satu guru disana.


Dengan segera mereka pun menyusuri hutan bersama dengan dibantu penerangan sebuah senter kecil.


"Paman iyaaat....nona Embuuun...!!!"Kimmy berteriak memanggil nama mereka berdua.Setelah sampai di perempatan hutan Kimmy menemukan paman Iyat yang sudah pingsan dan tergeletak dibawah pohon.


"Astagah paman iyaaat...!!!"Pekik Kimmy dan mendekati paman iyat lalu menyentuh nadi dan memeriksa pernafasannya lewat hidung paman iyat.


"Ah syukurlah dia masih hidup.Ibu bisa tolong bantu saya memapahnya?!"Kata Kimmy pada ibu Nia.


"Iya baiklah ayo kita bawah bersama²".Kata Ibu Nia sambil menaikkan tangan paman iyat kepundaknya.Begitu juga yang dilakukan Kimmy.


"Ya Tuhan Apa yang terjadi dengan paman iyat dan nona Embun sampai seperti ini?Aku pasrah kehilangan nyawaku kalau terjadi sesuatu pada nona Embun".Gumam Kimmy meratapi nasibnya.


Tak begitu lama mereka pun sampai di tenda dan meletakkan paman iyat berbaring ditenda.Kimmy memberi minyak angin dihidung paman iyat dan tak menunggu lama paman iyat pun siuman.


"Paman syukurlah paman sudah sadar.Apa yang terjadi pada kalian paman?"Tanya Kimmy penasaran.


"Astagah nona Embun,bagaimana dengan nona bun dan Arsy?"Tanya Iyat begitu khawatir setelah siuman.


"Paman tenang,nonq Arsy sudah ketemu tapi sekarang mala nona Embun yang hilang".Kata Kimmy menatap wajah Iyat dalam.


"Apaaa?!!"Kata paman iyat terkejut.


"Tadi kami bertiga berjalan bersama mencari Arsy tapi ada seseorang yang membekap saya dari belakang.Aaah sepertinya itu teman nona Embun itu siapa namanya Rico yaa benar dia aku mengenal jam tangannya".Kata Paman Iyat dengan begitu percaya diri kalau orang yang menyelakainya adalah Rico.


Semua orang terkejut dan tidak percaya kalau Rico sudah menyelakai paman Iyat dan menculik Embun.


"Berarti nona Embun dalam bahaya".Kata Kimmy mengacak rambutnya kesal.

__ADS_1


"Ayo segera laporkan kejadian ini pada Tuan Arjuna kalau tidak kita akan bisa gawat".Kata Paman iyat pada Kimmy.


"Baiklah kalau begitu paman bawa pulang Arsy sementara saya disini untuk mencari nona Embun".Kata Kimmy dengan wajah penuh kecemasan.


__ADS_2