
"Ayah..sudah ayah pulang saja biar Juna yang jagai Embun disini"!.Ucap Arjuna pada Hasan.
"Tapi ayah masih khawatir."Jawab Hasan cemas.
"Ayah jangan khawatir kata dokter masa kritis Embun sudah lewat sekarang tinggal pemulihan saja ."Ucap Arjuna menjelaskan.
"Kimmy tolong jaga ayah ya.Bilang juga pada Rahmad agar stand by jika diperlukan".Perintah Arjuna pada kimmy.
"Nak,tapi besok kamu harus ke kantor!.kata Hasan lagi karena ingin sebenarnya ia menjaga putrinya itu dirumah sakit.
"Enggak yah,semua urusan kantor sudah di handle Endro kok yah.Jadi Juna bisa fokus jagai Embun".Kata Arjuna mencoba meyakinkan Hasan.
"baiklah nak,titip Embun ya nak."Ucap Hasan dengan wajah penuh permohonan.
Arjuna pun mengangguk sambil tersenyum dan mengantar Hasan hingga ke ambang pintu kamar.
Hasan pun pulang bersama kimmy.
Sementara Arsy dan Wike sudah lebih dulu pulang ke Mansion.Arsy sebenarnya enggan pulang kerumah dia ingin terus bersama Embun tapi karena masih musim ujian semester Arsy pun akhirnya pulang bersama Wike.
Arjuna berjalan mendekati Embun yang sedang tertidur pulas.Arjuna menatapnya dengan penuh kasih sayang dan penuh kelembutan.Arjuna menatap wajah tirus itu inci demi inci.Wajahnya yang pucat dan tubuhnya yang semakin kurus membuat hati Arjuna seperti teriris.Arjuna mengusap pipi Embun lembut ia merasakan betapa berat perjuangan Embun untuk mengandung anaknya.Dahulu kulit itu begitu lembut dan lembab kini tampak sedikit kasar dan kusam.
Hal itu biasa terjadi karena faktor hormonal yang meningkat pada ibu hamil
"Haaaasssh".Arjuna membuang nafasnya yang terasa berat.Sedikit ia menyekah air matanya yang lolos dipipinya.
"Sayang kau meninggalkan ayahmu demi bersama ku dan sekarang kau bertaruh nyawa agar aku bisa mendapatkan gelar seorang ayah.Apa itu adil untukmu?"Gumam Arjuna yang terus menatap wajah Embun yang sedang tertidur.
"Tok tok...permisi tuan".Ucap perawat mengetuk pintu kamar yang mengagetkan Arjuna.
"Iya masuk".Jawab Arjuna dengan cepat ia menyekah air matanya kembali.
"Tuan,saya akan menyuntikan obat untuk nona dan ini untuk mencegha muntah yang berlebihan."Kata Perawat menjelaskan.
"Baik sus,tapi saya boleh minta tolong agar suster pelan²,saya tidak mau istri saya terbangun".Jawab Arjuna sedikit berbisik dengan sangat berwibawah.
__ADS_1
Setelah selesai perawat itu pun pergi meninggalkan kamar.
Arjuna pun duduk kembali disamping Embun sambil menggenggam tangan mungil itu dan berdoa didalam hatinya.
"Ya Allah jika kau mengizinkan biarlah aku saja yang merasakan penderitaan istriku saat ini.Aku tidak mau dia tersiksa seperti ini.Biar aku saja yang menanggungnya,aku rela demi anak dan istriku".Ucap Arjuna sambil meneteskan air mata dan menatap wajah Embun.
Setelah Arjuna siap berdoa kepada sang penciptapun diluar terdengar suara petir yang begitu kuatnya.Seakan doa Arjuna didengar oleh sang pencipta langit dan bumi.
"Duaaaarrrr".
Hujan pun turun membasahi bumi yang begitu panasnya karena hampir sepekan tidak turun hujan sama sekali.
Arjuna tertidur disamping Embun sambil terus menggenggam tangannya.Embun terjaga dan melihat kearah jam dinding menunjukan pukul 03.00 dini hari.Embun begitu terharu melihat suaminya yang tidak beranjak dari sisinya sampai ketiduran.
"Kakaaak...Panggil embun lembut".Sambil mengusap kepala Arjuna.
"Eh iya sayang kenapa,ada yang sakit?"Ucap Arjuna terjaga dan khawatir.
"Tidak sayang".Ucap embun menggeleng.
"Hmmmm....kakaaak....!! Embun mau pipis."bisik Embun malu² ditelinga Arjuna.
Arjuna pun tersenyum melihat tingkah menggemaskan Embun yang seperti anak kecil karena malu.
"Ayo kakak bantu".Arjuna pun memapah Embun menuju kamar mandi.Entah kenapa mata Arjuna tidak sengaja melihat gundukan sintal yang sudah lama tidak ia daki.Gundukan itu menantang dengan sombongnya dikarenakan kancing piama Embun terbuka.Arjuna menatapnya tajam lalu segera ia memalingkan wajahnya dan menelan slavinanya kasar.
Sudah hampir sepekan Arjuna berpuasa untuk tidak melakukan hal yang paling ia dambakan demi keselamatan anak dan istrinya.
Saat sudah masuk kekamar mandi Embun kesulitan untuk membuka celananya dan itu semakin membuat Arjuna frustasi.
"Kakak tolong bantu"!Ucap Emnbun yang belum sadar suaminya sedang menahan gejolak asmara.
"Sabar sabar juna sabar kamu pasti kuat ini cobaan".Gumam Arjuna tampak pelipisnya penuh dengan peluh.
"Kakak tolong dong,kenapa bengong aja."Ucap Embun dan itu membuat Arjuna kelimpungan.
__ADS_1
Hormon testosteronnya tidak bisa dikendalikan kalau sudah melihat candu yang ada didepannya.
Entah kenapa Embun seperti candu Arjuna sampai dia pun tampak bodoh dihadapan istrinya itu.
"Ah..iya sayang".Ucap Arjuna terbata.Tanganya sedikit gemetar saat ingin menurunkan celana Embun dan semakin gemetar saat menurunkan ****** ***** istrinya itu.Lagi lagi Arjuna harus menelan slavinanya kasar saat melihat paha mulus istrinya yang jenjang.
"Hassssshhh...!!!"Arjuna mencoba membuang nafasnya sambil memalingkan wajahnya agar tidak terlihat Embun.Dadanya terasa begitu sesak.
"Ya Tuhan kuatkan aku,tolong aku ya Tuhan.Aku pasti kuat atas cobaan ini".Demi apapun kenapa harus sekarang kau terbangun kau tidak tahu istriku sedang sakit.Dasar kau tidak tau diri dan tidak berperasaan.Gumam Arjuna memaki anak Phytonnya yang sudah berdiri tagak dan terbangun.
"Kakaaak....!!!"Panggil Embun mengagetkan dirinya yang sedang berkutat dengan batinnya.
"iiya sayang...!!"Jawab Arjuna terbata.
"Kak..Embun sudah selesai".Ucap Embun lagi.
Arjuna pun melemah sambil mengusap rambutnya kasar.Pasti dia akan membantu Embun mamakaikan celananya lagi dan itu semakin membuat dia frustasi.
Arjuna pun memejamkan matanya sambil menundukan kepalanya saat memasangkan celana istrinya itu.
"Kakak kenapa kakak melihat bawah terus ada apa sayang?"Tanya Embun heran.
"Eng enggak kakak lagi memantau kalau kalau ada kecoak."Jawab Arjuna sambil pura² mencari kecoak dilantai.
"Kakaak kan kecoak doang Embun enggak takut kak".Ucap Embun tersenyum.
"Aaah kalau cicak,pasti kamu takut".Kata Arjuna.
"Iiisss kakak beneran ada cicak....???"Jangan main² ya kak.Iiisssss....kakaaak...!!!"Rengek Embun dan memejamkan matanya karena takut.
"Hahahaha...!!! Arjuna tergelak melihat istrinya yang takut.
"Bercanda sayang."Ucap Arjuna lalu memeluk istrinya erat.
Akhirnya senda gurau itu membuat Phyton yang terbangun pun tertidur kembali.
__ADS_1