Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
46.Kencan


__ADS_3

"Paman,saya izin membawa Embun untuk keluar boleh?"Tanya Arjuna serius pada hasan.


"Baiklah,tapi ingat.Jangan macam macam,dan tolong jaga dia".Kata Hasan memberi peringatan.


"Baik paman"Jawab Arjuna sambil membungkukan sedikit kepalanya.


Mereka pun pergi untuk mulai kencan pertama mereka.Arjuna membawa Embun disebuah restoran mewah yang ada di kota kecil itu.Embun tampak heran kenapa restoran semewah ini tidak ada satu pun pengunjung yang datang.


Restoran ini adalah restoran satu satunya yang termewah dikota kecil ini,karena restoran ini banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun luar negeri.


"Kakak,kenapa sepi sekali ya?"


Tanya Embun penasaran.


"Kakak membooking semua tempat ini".Jawab Arjuna santai.


"Apaaaaa?"Kata embun shock sambil membulatkan matanya.


"Sudah jangan terkejut seperti itu".Kamu lupa siapa Arjuna YP group?"Kata Arjuna sambil mengedipkan matanya lagi.


"Oh Tuhan aku bisa gila melihat dia seperti ini,kenapa dia bisa seseksi itu saat mengedipkan matanya".Gumam Embun panik melihat Arjuna seperti itu.


"Kamu kenapa,kamu terpesona melihat ketampananku bukan,?"Kata Arjuna narsis.


"Haaah,kenapa manusia didepanku ini selalu saja narsis si?"Gumamnya lagi.


"Heeeemmmm"Jawab Embun sambil memaksakan senyumnya.


"Plok plok plok".Arjuna menepukan kedua tangannya dan tiba tiba sudah datang seorang pelayan membawa buku menu makanan untuk mereka.


"Kamu mau pesan apa?pesan saja yang kamu suka".Kata Arjuna kepada Embun.


Saat Embun membuka buku menu itu dan betapa terkejutnya ia melihat harga yang tertulis dibuku menu itu.Matanya terbelalak sempurna dia pun menutup mulutnya dengan tangannya.


"Ya allah,ini makanan kok harganya seharga dengan baju yang aku pakai,sayang sekali nanti akhirnya dibuang juga ke toilet.Bisa bisa aku tidak ketoilet selama seminggu nanti.ckckckck".Gumam embun sambil mengerutkan keningnya.


"Ayo kamu mau pesan apa?"Tanya Arjuna mengagetkan embun.


"Semua kok mahal mahal sekali disini,sayang uangnya kakak.Embun juga kurang mengerti nama nama makanannya.Ada pecel lele enggak kak disini?".Bisik Embun pada Arjuna.


"Hahahaha"Arjuna tertawa lucu mendengar embun meminta pecel lele.


"Tidak ada disini pecel lele sayang".Kata Arjuna gemas sambil mencubit pipi embun.


"Hmmmm,sakit kakak".Kata embun cemberut.


Seorang pelayan datang kembali dan menawarkan paket romantis kencan untuk pasangan.

__ADS_1


"Permisi tuan,restoran kami menyediakan paket romantis untuk pasangan,apakah anda berniat untuk menu special ini tuan?".


Embun dan Arjuna pun saling tatap dan akhirnya mereka menyetujui menu paket romantis.


Tak lama menunggu makanan pun datang.


Tampak dimeja tersedia steak daging sapi,spagety,dan minuman ocean blue sunrise.


Masing masing hanya satu piring serta sepasang sendok dan karpu juga pisau untuk memotong steak.


Arjuna dan Embun saling tatap.Apakah mereka harus seromantis itu sampai sampai makan juga harus suap suapan atau bergantian.Arjuna pun tersenyum sambil mengambil garpu dan pisau untuk memulai memotong steak.Embun hanya melihat Arjuna yang sedang memotong steak.


"Makanan apa ini?kenapa sedikit sekali,cuma 2 potong daging dan satu piring mie doang?"Apa apaan ini,tidak ada nasi,tidak ada sambal.Apa lambung orang kaya memang tercipta kecil ya beda dengan rakyat jelata,makan daging harus pakai nasi baru abdol.Aaiiiih padahal aku sudah sangat lapar".


Gumam Embun kesal


"Buka mulutmu!"Kata Arjuna memberikan potongan steak kepada Embun.


"Aaaahhhhh"Embun pun dengan semangat membuka mulutnya.


"Permisi tuan,maafkan saya sendoknya tertinggal satu".Kata pelayan itu meminta maaf.


Arjuna pun menoleh ke arah pelayan itu.Sementara mulut Embun masih terbuka menunggu potongan steak itu masuk kemulutnya.Tapi tangan Arjuna terhentik karena mendengarkan pelayan itu bicara.


Dengan kesal Embun memegang tangan Arjuna untuk memasukan steak itu kemulutnya.Itu membuat Arjuna tersadar dan tersenyum melihat tingkah embun yang mengunyah steak dengan wajah masam.


"Hmmmm,padahal aku sudah membayangkan kalau ada ayam goreng,ikan gurame asam manis,kepiting saus padang,ternyata makanan orang kaya cuma sepotong daging saja.Iiissss restoran semewah ini makanan cuma secuil yang disajikan."Gerutu Embun sambil mengunyah daging yang ada dimulutnya.


"Kakak,embun tidak nyaman makan direstoran semewah ini".Kata embun jujur.


"Lihat itu,kenapa juga kita berkencan tapi ada yang mengawasi kita".Embun menunjuk kearah bodyguard yang berdiri dibelakang mereka.Memang sedikit jauh jaraknya tapi membuat embun tidak nyaman.


Arjuna pun menganggukan kepalanya.


"Perhatian semua balik kanan grak".Kata Arjuan dengan keras.Dan embun pun takjub melihat para bodyguard itu serentak membalikan tubuh mereka dan membelakangi Arjuna dan Embun.


"Waaaaah,hebat ternyata mereka kompak sekali ya ckckckckc".Kata embun takjub.


"Ayo makan lagi kamu".Kata Arjuna sambil menyuapi potongan daging ke mulut Embun.


"Kakak kenapa embun saja yang makan,kakak tidak makan?"Tanya Embun.


"Kakak melihat kamu makan sudah kenyang,sepertinya kamu sangat menyukainya".Kata Arjuna.


"Hahaha,kakak ternyata peka sekali ya,tapi embun tidak kenyang kalau tidak makan nasi".Bisik embun kepada Arjuna.


"Hahahaha,kamu benar benar mencerminkan orang indonesia tercinta".Makan kalau tidak pakai nasi tidak afdol".Hahahaha Kata Arjuna kepada embun.

__ADS_1


Embun hanya tersenyum.sambil terus makan steaknya tanpa menghiraukan Arjuna yang hanya melihat dia makan.


"Kakak embun bosan,bagaimana kalau kakak embun tunjukan sesuatu tempat favorid embun".Kata embun antusias.


"Okay".Kata Arjuna setuju.


Mereka pun menyudahi makan malam mereka dan berjalan menuju keluar.Sementara Rahmad dan timnya pun mengikuti mereka dari jarak sedikit jauh,agar tidak terlihat embun.


Mereka memasuki mobil dan Arjuna mengikuti google map yang sebenarnya dari mulut Embun.Tak menunggu lama mereka tiba disebuah warung sederhana.


"Warung Buk Aseh".Tertulis jelas di sebuah spanduk warung tersebut.Arjuna sedikit heran dan disana sangat ramai pengunjung.Arjuna memakai topi dan masker tak lupa dia memakai kacamata hitam untuk menghindari kalau nanti ada yang mengenali dia.


"Kok gelap?"kata Arjuan.


"Ckckckc,kakak gimana enggak gelap lepas dong kacamatanya".Kata embun kesal.


"Oooh iya lupa"Jawab Arjuna sambil tersenyum.


"Kak,kita duduk disudut sana ya!?"Kata Embun.


"Aturlah semau mu".Kata Arjuna.


Embun pun tersenyum cengir kuda andalannya.Sampailah mereka pada pojok lesehan tempat dimana mereka duduk.Ternyata ada sepasang muda mudi yang sedang dimabuk cinta.Mereka makan saling suap suapan dan si wanita tidak mau minum pun harus dituangkan.Itu membuat Embun dan Arjuna menelan slavina dengan kasar.


"Kak,disini kita bisa makan apa yang menjadi makanan kami rakyat biasa,hehe".Kata Embun santai dan tertawa renyah.


"Ada ayam penyet,ada sambal goreng,ada tahu goreng,tempe goreng,pokoknya manteblah"Sambungnya lagi.


"Iyaa iyaaa,aturlah semau mu".Kata Arjuna pasrah.


Arjuna yang baru pertama kali makan ditempat seperti itu pun merasa kurang nyaman.Tampak dia memukul tangannya berkali kali karena digigit nyamuk.


"Dasar nyamuk kurang Ajar,tidak tahu darah siapa yang sedang kau incar haaaa".Kata Arjuna sambil memukul nyamuk itu dengan sangat kesal dan memencetnya hinggah darah dari perut nyamuk itu pecah.


"Iiisssss"Dia pun merasa geli setelah tangannya terkena darahnya sendiri.Ia buru buru membersihkan dengan tisu.Tapi yang sangat dia tidak percaya kenapa tisu dimeja tempat mereka duduk ternyata tisu toilet.


"Apa apaan ini,tisu toilet kok ada disini?"Tanya Arjuna heran pada embun.


"Hahahaha kakak,inilah gaya rakyat jelata makan kk,dan sudah menjadi tradisi,tisu gulung toilet untuk membersihkan mulut dan tangan".Kata Embun menjelaskan.


"Haaaa,hahahaha"Arjuna speechless dan tertawa paksa.


"Aduuuh lama lama disini aku bisa gila,tapi demi menyenangkan embun aku rela seperti ini."Gumamnya.


"Rahmad cari lotion anti nyamuk secepatnya".


Arjuna mengirim pesan singkat pada Rahmad.

__ADS_1


Rahmad pun dengan segera mencari dimana penjual lotion anti nyamuk di warung warung kecil.


"Hahaha tuan Arjuna baru merasakan bagaimana hidup sebagai rakyat biasa."Kata Rahmad sangat senang melihat Boss nya menderita.


__ADS_2