
"Sayang,ayo cepat nanti papa marah loh"!Kata Embun kepada Arsy.
"Iya tante mamaaa,sebentar Arsy masih mencari boneka Arsy ma."Kata Arsy masih sibuk mencari boneka miliknya.
Entah kenapa Embun mulai nayaman dengan sebutan mama yang selalu diucapkan oleh Arsy.Dia sudah tidak merasa risih lagi dengan sebutan mama.Akhirnya Embun pun membantu Arsy mencari boneka miliknya.
"Oh ya boneka apa yang Arsy cari?"Tanya Embun penasaran.
Boneka Barbie yang dibelikan papa dari Jepang waktu itu mam".Kata Arsy menjelaskan.
"Okay baiklah,ayo kita cari sama sama mana tahu terselip".Kata Embun.Akhirnya mereka berdua sibuk mencari boneka Arsy hingga membuat Arjuna naik keatas untuk memanggil mereka.
"Embuun,Arsyyy kalian kenapa lama sekali,ayo papa mau meeting ini.Takut waktunya tidak terburu".Kata Arjuna.Embun dan Arsy pun menatap Arjuna dengan kesal.
"Sabar paaa!"
"Sabar kakak!" Serentak mereka menjawab.
"Apalagi yang kalian cari?"Tanya Arjuna
"Papa,Boneka Barbie Arsy hilang pa,boneka yang papa belikan dari jepang".Jelas Arsy pada Arjuna.
"Sudahlah sayang,nanti papa belikan yang baru lagi ya".Kata Arjuna membujuk.
"Hmmmmm"Jawab Arsy cemberut sambil menggelengkan kepalanya.Tidak perlu menunggu lama air matanya pun keluar seperti banjir bandang.Sementara Arjuna bingung kenapa tiba tiba anaknya semenangis itu hanya karena boneka.
"Kakak,bukan begitu caranya berbicara pada anak kecil kak,mungkin boneka itu sangat berarti baginya".Kata Embun sambil berbisik.
Dan itu membuat Arjuna merasa bersalah.
"Sana minta maaf".Kata Embun kepada Arjuna.
Arjuna hanya terpaku dan tidak menjawab,dia hanya memandang Embun dalam.
"Cepat".Kata Embun sambil merapatkan giginya.
Arjuna pun merasa ngeri melihat wajah Embun yang tiba tiba berubah menjadi sangar.
"Ba baik.Sayang papa minta maaf ya nak,papa enggak tau kalau boneka itu kesayangan Arsy,kalau begitu kita cari sama sama ya".Kata Arjuna membujuk.
__ADS_1
"Ternyata aku kalah dengan Arsy,Embun bisa sesangar itu saat mengenai Arsy".Gumam Arjuna.
Arsy pun menganggukan kepalanya,dan dia berjalan mendekati Embun.Embun pun mengelus puncak kepala Arsy.
"Ya sudah jangan menangis lagi ya,Arsy kan anak baik".Kata Embun membujuk.
Hampir satu jam mereka mencari boneka barbie milik Arsy belum ketemu juga dan akhirnya Arjuna mengerahkan seluruh pegawai di villa untuk mencari boneka Arsy disetiap sudut villa.
Dan akhirnya mang ujang datang membawa boneka itu dengan tergopoh gopoh.
"Tuan apakah ini yang nona muda cari?"Tanya mang Ujang kepada Arjuna.
"Arsy apa boneka ini yang Arsy cari?"Tanya Arjuna.
Arsy mengerutkan keningnya dan menatap boneka itu dengan saksama.
"Iyaaa paa,tapi kenapa bajunya kotor,kenapa rambutnya juga kotor"?Tanya Arsy sambil menatap mang ujang dan raut wajahnya sedih.
"Iya tadi mamang nemui boneka ini didekat taman".Kata Mang Ujang menjelaskan.
"Arsy,jangan sedih nanti kita bersihkan ya sayang,yang penting boneka Arsy sudah ditemukan".Kata Embun menenangkan.
"Ayo,bilang apa sama mang Ujang,kan boneka Arsy udah ditemuin mang ujang".Kata Embun kepada Arsy.
Arjuna melihat kesabaran Embun pun semakin jatuh cinta kepada sikap keibuan Embun.Wanita itu bisa terlihat penyabar saat menghadapi tingkah anak anak yang emosinya masih naik turun.Rasa kagum itu semakin membuatnya takut kehilangan Embun.Wanita yang telah berhasil menjadikan dirinya terkena virus "Budak Cinta" alias "BUCIN".
"Arsy,sudah jangan sedih lagi,ayo kasihan papa nanti kalau papa terlambat meeting,kliennya marah dan papa enggak punya uang lagi untuk belikan boneka Arsy bagaimana,hayo?"Kata Embun.
"Nah benar itu non,kalau seandainya tuan Arjuna bangkrut mang Ujang kerja apa dong non,kan kasian mang ujang enggak punya uang,kalau enggak kerja lagi".Kata mang ujang bersandiwara.
Bukan karena gagal meeting hari ini YP Group akan bangkut,dan aku jatuh miskin.Ada ada saja mereka".Gumam Arjuna senewen sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"Baiklah tante mama".Kata Arsy.
"Nah gitu dong,anak baik".Kata Embun sambil mengecup kedua pipi Arsy yang cabby.
Akhirnya dengan berbagai halang rintang drama Arsy yang menghabiskan waktu kurang lebih dua jam.Mereka pun akhirnya meninggalkan Villa itu dan menuju Ibu Kota.
Embun menikmati perjalanan menuju ibu kota.Dirinya tidak menyangka bisa pergi ke Ibu Kota yang selama ini tak perna ia bayangkan sebelumnya.Jangankan untuk datang,membayangkan saja ia takut.Karena takut kecewa dan akhirnya menjadi sedih.
__ADS_1
Tapi tidak kali ini,perjalanan menuju Ibu Kota itu nyata.Dan ia menatap wajah Arjuna yang masih fokus dengan ponselnya.
"Terima kasih kak,telah sudi mencintai Embun,terima kasih Arsy kamu mau menerima aku menjadi calon mamamu".Gumam Embun sambil menahan air mata yang sebentar lagi lolos dari pelupuk matanya.
"Embun,kalau kamu lelah kamu tidur saja bersama Arsy,apa dia sudah tidur?"Tanya Arjuna sambil menoleh kebelakang.
"Sepertinya dia sudah tidur kak".Jawab Embun
"Kamu tidur saja kalau lelah,okay".Kata Arjuna sambil tersenyum manis.
Embun hanya tersenyum dan mengedipkan kedua matanya sambil mengangguk.Arjuna pun masih berkutat dengan tabletnya,sepertinya memang dia sangat sibuk hari ini.
Sementara Hasan dikawal khusus dengan bodyguard kepercayaan Arjuna yaitu Rahmad.Mereka satu mobil bersama.
Suasana hari ini sunggu sangat ramai,semua orang di villa diajak Arjuna untuk memeriakan peresmian pertunangan mereka.Embun meminta pada Arjuna untuk mengajak mereka semua ke Rumah Utama.
Karena menurut Embun semakin banyak yang mendoakan dihari baik mereka maka semakin baik pula untuk kedepannya.Embun memang sangat baik sampai sampai ia memikirkan para karyawan Arjuna yang ada di villa itu untuk bergabung di acara resmi mereka.
Sedangkan Arjuna saja dia tidak sedikitpun memikirkan sampai kesana.Tapi tidak dengan Embun.Arjuna memang sangat beruntung mendapatkan wanita berhati malaikat seperti Embun.Embun takut menjadi manusia yang melangit.Hingga dia lupa asalnya dari mana.Karena sikap seperti itulah yang selalu Embun hindari.
Arsy yang ternyata sudah tertidur dipangkuan Embun pun mengigau didalam tidurnya.
"Mama Embun,Arsy sayang mama,jangan tinggalin Arsy ya!".Kata Arsy sambil memejamkan matanya.
Arjuna,Embun,dan Paman iyat pun mendengar kata kata Arsy.Itu membuat Arjuna menoleh kearah Arsy.
"Apa dia terbangun?"Tanya Arjuna.
"Tidak kak,dia hanya sedang mengigau".Kata Embun sambil mengelus kepala Arsy.
"Mama tidak akan meninggalkan Arsy nak,karena mama sayang Arsy".Kata Embun sambil mengecup kening Arsy.
Arjuna pun merasa hatinya begitu tersentuh.Ikatan batin Arsy dan Embun sudah terjalin begitu kuatnya.Hingga Arsy pun sampai mengigau dan meminta Embun jangan perna tinggalkan dirinya dibawah alam sadarnya.
Arjuna tersenyum merasa bersyukur bisa bertemu dengan Embun.Walau dia bukan dari keluarga berada tapi dia bagaikan berlian yang sangat berharga karena ketulusan hatinya.Yang belum tentu semua orang memilikinya.Apalagi memandang Arjuna yang sangat kaya raya.Banyak wanita yang mau menikah dengan Arjuna tapi karena hartanya.Tidak dengan Embun yang begitu tulus.
Sampai saat ini Embun tidak perna meminta apapun dari Arjuna.Padahal dia tahu apapun yang diminta Embun pasti akan diberikan Arjuna.Tapi bukan itu tujuan Embun menikah dengan Arjuna.
Dari awal bertemu Arsy dia juga sudah jatuh cinta dengan Arsy yang begitu imut dan seperti mendamba kasih sayang ibu.Embun juga merasakan getaran yang berbeda saat sedang berbicara dengan Arsy.Mungkin memang ini jalan Tuhan mempersatukan mereka dan mungkin memang Embun ditakdirkan untuk menjadi ibu sambung Arsy.Saat ini Arsy adalah separuh jiwa Embun karena Embun sangat menyayangi Arsy.Embun bertekat dalam hatinya akan terus menjaga Arsy sampai kapan pun.
__ADS_1
Terkadang terbentuknya hubungan suatu keluarga tidak harus terjalin karena ada ikatan darah.Tapi karena dilandasi dengan rasa kasih sayang yang tulus dan kuat.Maka, tanpa ikatan darah sekalipun hubungan itu akan tetap kokoh.
Seperti itulah suatu hubungan yang didasari dengan ketulusan,tanpa pamri dan embel embel apapun.